Indonesia
NovelToon NovelToon
A Love Affair

A Love Affair

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang
Popularitas:23.2k
Nilai: 5
Nama Author: 1PM

Kang Ha Neul baru pertama kali melihat seorang wanita yang langsung membuatnya terpesona. Sunny, nama yang dia dengar saat teman wanita itu memanggilnya.

Karena suatu kejadian, Kang Ha Neul bisa meminta tiga permintaan yang akan dikabulkan Sunny. Tapi karena suatu kejadian pula, mereka harus berpisah sebelum Sunny mengabulkan permintaan Kang Ha Neul yang ketiga.

Rupanya takdir kembali mempertemukan mereka. Namun, tidak seperti yang Kang Ha Neul harapkan, karena dia tidak menyangka bahwa Sunny, cinta pertamanya adalah wanita yang dinikahi ayahnya.

Bagaimana kelanjutan kisah mereka?
Akankah Kang Ha Neul menyerah terhadap Sunny atau justru membiarkan Sunny menikah dengan ayahnya lalu menghancurkan pernikahan mereka?
Lalu bagaimana cara Kang Ha Neul melakukannya?

Simak ceritanya di novel yang berjudul A Love Affair hanya di noveltoon!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 1PM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

"Apa yang kau lakukan? Apa kau tidak punya sopan santun?" Ucap Kang Joon menatap tajam Ha Neul yang tiba-tiba saja merebut foto-foto yang ada di tangannya.

Tapi tampaknya Ha Neul tidak peduli, ia tidak bisa membiarkan Kang Joon melihat foto-foto itu.

Ha Neul lalu menatap kesal pada Suji yang kini tampak tersenyum tipis melihat ekspresi panik di wajah Ha Neul.

"Kembalikan!" Kang Joon merebut kasar foto-foto di tangan Ha Neul dan Ha Neul tidak bisa berbuat apa-apa.

Kang Joon melihat foto-foto itu sejenak dan menaruhnya kembali di meja. Setelahnya ia lalu keluar begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Ha Neul yang heran dengan reaksi Kang Joon segera memeriksa foto-foto tadi. Ha Neul lalu terlihat begitu kesal.

"Kau sudah gila?" Segera Ha Neul meluapkan kekesalannya pada Suji. Ia mencengkeram pundak Suji dan memojokkan tubuhnya.

Suji hanya tersenyum miring

"Kenapa? Sebegitu takutnya kau aku membocorkan rahasia gila ini kepada ayahmu?"

Suji melangkah pelan menuju foto-foto tadi, menatapnya sebentar, lalu tersenyum. Ia berjalan mendekat kembali pada Ha Neul.

"Jangan khawatir! Itu tidak akan terjadi Ha Neul. Aku akan tetap merahasiakannya, lagi pula itu akan menjadi senjata yang ampuh agar bisa menahanmu di sampingku, benar kan?" Ungkap Suji melontarkan ancaman pada Ha Neul secara tidak langsung.

"Sebenarnya apa yang kau inginkan?" Geram Ha Neul yang merasa dipermainkan oleh Suji, karena nyatanya foto yang diberikan oleh Suji bukan foto-foto yang dimaksud Ha Neul, melainkan foto-foto dirinya dan Suji di masa lalu.

"Aku sudah mengatakannya bukan, apa yang aku inginkan? Kamu! Ha Neul...hanya kamu!…."

"Kenapa? Kenapa harus aku? Kau itu Hwang Suji! Putri tunggal dan pewaris satu-satunya JBC grup. Kau bisa mendapatkan apapun yang kau inginkan, bahkan beberapa pria sekaligus untuk bersenang-senang, itu pasti bukan hal yang sulit bagimu, benar bukan?" 

Plakkk

Tamparan mendarat di pipi kanan Ha Neul. Suji menampar Ha Neul karena menurutnya kata-kata Ha Neul sudah keterlaluan.

"Aku memang menyukaimu Ha Neul. Tapi bukan berarti kau bisa bersikap seenaknya padaku. Apa kau menganggap aku ini gadis rendahan? Itu selama ini yang kau pikirkan tentangku?"

Ha Neul melihat mata Suji yang terlihat berkaca-kaca. Ha Neul jadi tampak diam saja tidak menanggapi pertanyaan Suji, dalam hatinya ia juga merasa menyesal karena kata-kata yang tidak sengaja ia lontarkan sebab emosinya tadi.

"Tidak ku sangka kata-kata kejam seperti itu akan keluar dari mulutmu Ha Neul. Kau yang paling tahu aku sangat membenci gadis rendahan, dia merebut semuanya dariku. Pertama ayahku dan sekarang kau! Jika kau ingin berbicara gadis rendahan, bukankah dia adalah wanita yang kau sukai itu? Dia tidur dengan ayahmu juga denganmu. Dia adalah definisi gadis mura*han yang tepat."

"Hentikan!"

"Kenapa? Kau mau menyangkalnya? Sadarlah! Itu kenyataan! Dia adalah wanita yang menjijikkan. Menurutmu bagaimana kalau seluruh negeri tahu seberapa menjijikkannya wanita itu? Apa kau tidak penasaran?"

"Sudah ku bilang hentikan. Aku minta maaf soal perkataan ku tadi jika itu menyakitimu. Tapi aku mohon jangan libatkan dia."

"Ah...hahaha…"

Suji tertawa getir

"Kau membuatku kehilangan kata-kata Ha Neul. Sekarang aku tidak peduli lagi jika tidak bisa mendapatkanmu, tapi tujuanku sekarang, aku akan menghancurkannya. Hancur berkeping-keping seperti yang aku rasakan." 

Suji melangkah keluar kamar Ha Neul setelah mengatakan itu.

"Suji! Suji! Hwang Suji!"

Ha Neul mencoba menahan Suji. Ia kini jadi takut Suji akan melakukan hal buruk pada Da Hae, mengingat ia memiliki perusahaan media milik ayahnya dipihaknya, tentu saja sangat mudah bagi Suji untuk menyebarkan berita apapun.

"Suji tunggu!"

Ha Neul menarik tangan Suji, tapi Suji segera menepisnya.

Da Hae yang baru saja pulang, jadi tidak sengaja menyaksikan adegan yang terlihat seperti pertengkaran sepasang kekasih itu.

"Suji dengarkan dulu!" 

Ha Neul mencoba menariknya lebih kuat dan tidak sengaja Suji masuk ke pelukan Ha Neul.

Ha Neul hendak menjauhkan tubuhnya tapi Ia juga tidak tega saat tadi melihat air mata mengalir di wajah Suji.

Ha Neul jadi teringat dimana Suji selalu menangis di pelukannya saat kecil dulu. Ia lalu melakukan hal yang sama seperti yang ia lakukan dulu, menepuk-nepuk punggung Suji di pelukannya untuk membantunya tenang.

Da Hae jadi merasa tidak nyaman menyaksikan adegan di hadapannya itu. Suji yang melihat Da Hae ada disana segera mengeratkan pelukannya di tubuh Ha Neul. Ha Neul pun tidak bisa berbuat apa-apa.

Da Hae lalu melangkah menuju kamarnya dengan langkah yang berat. Suji tersenyum tipis melihat ekspresi yang terpancar di wajah Da Hae.

Ha Neul melepaskan pelukan lalu kembali membawa Suji ke kamarnya.

Sementara itu Da Hae di kamar juga terbayang kejadian yang baru saja dilihatnya tadi. Entah kenapa Ia merasa ada yang mengganjal di hatinya.

"Sadarlah Da Hae!" Gumamnya pada diri sendiri.

Da Hae lalu mencoba melakukan hal lain untuk mengalihkan perhatiannya. Ia menyalakan televisi. Di tampilkan sebuah drama dimana seorang wanita tengah berjalan menggunakan sepatu hak tinggi dengan suara nyaring.

"Benar. Suara heels itu terdengar tidak asing."

Da Hae berpikir keras. Ia mencoba mengingat-ingat kembali memorinya.

Sekelebat ingatan kemudian datang.

Da Hae teringat saat menjadi kurator dulu, ada kolektor VIP yang datang rutin untuk membeli lukisan. Tapi itu adalah pria tua yang merupakan pengusaha sekaligus saingan bisnis Kang Joon. Da Hae lalu ingat wanita bernama Jung Yumi selalu berada di samping pria tua itu setiap kali beliau mengunjungi galeri.

"Benar, Itu dia" Da Hae menjentikkan ibu jari dan telunjuknya karena mengingat sesuatu.

Da Hae segera meminta karyawannya untuk mencari berkas kolektor VIP yang dimaksud. Setelah mendapatkannya, ia mencari informasi orang itu di internet. Tapi ia terkejut karena rupanya orang itu sudah meninggal dan perusahaannya juga sudah bangkrut terduga karena penggelapan dana. Di artikel yang dibacanya mengatakan, pria tua itu ditemukan mengakhiri hidupnya sendiri setelah depresi karena terlilit hutang perusahaan.

Kang Joon masuk ke kamar yang segera membuyarkan pikiran Da Hae. Ia segera menutup ponselnya.

Kang Joon sekelebat melihat layar ponsel Da Hae yang menunjukkan profil kolektor pria tua itu di internet.

"Apa yang sedang kau lakukan?"

"Tidak ada."

Kang Joon hanya mengangguk sambil melepaskan jas nya.

"Aku akan pergi mandi," ucap Da Hae yang segera menghindar agar tidak dihujani pertanyaan lebih lanjut.

"Hmm, mandilah!" Sahut Kang Joon segera mengiyakan.

*

*

Keesokkan harinya, Da Hae dikejutkan lagi dengan Suji yang keluar bersama Ha Neul dari kamarnya. Bahkan kini keduanya duduk bersebelahan saat berada di ruang makan. Pagi ini mereka akan sarapan bersama.

"Maaf karena tidak mengatakan sebelumnya kalau aku menginap paman," ucap Suji sebelum memulai acara makannya.

"Tidak apa-apa. Lagipula kalian sudah bertunangan," jawab Kang Joon santai

Da Hae tampak merasa tidak nyaman sepanjang makan pagi.

Begitu selesai, Ha Neul bangkit dari kursinya. Da Hae juga ikut bangkit.

"Apa kita akan mengantar Suji ke rumahnya dulu?" Tanya Da Hae. 

"Tidak.. Tidak perlu. Aku akan menggunakan sepeda motor untuk mengantarnya. Lagipula itu akan lebih cepat."

Penolakan Ha Neul itu jelas menunjukkan raut kecewa di wajah Da Hae. Sebaliknya, itu justru membuat Suji tersenyum.

"Ayo!" Ha Neul mengulurkan tangannya pada Suji yang membuat Da Hae jadi semakin merasakan perasaan aneh, apalagi saat Suji menerima uluran tangan Ha Neul dan keduanya pergi meninggalkannya begitu saja.

1
Any
lanjut
adalahdarling
Seru Thor!! Lanjut ya ya! Plis Thor!
floufrouu
Ayok thor mana nih kelanjutannya?
Windy Miller
Thor aku jarang banget nih komen di karya org, tapi aku gregetan mau komen disini soalnya ceritanya bagus dan aku kepo parah sama lanjutannya!!!
1PM: mkasih kak😊
total 1 replies
DavidTheDancer
Keren kak 🤩🤩 Semangat terus...
LilCutie
hai authorr 🤗 ganbatte ya, sukses teruss...
Windy Miller
Kak jangan lupa jaga kesehatan, biar tetep bisa berkarya! Aku menunggumu~
booksand peonies
Lanjut dong Thor! Aku mah nangis kalau cerita ini gak lanjut :(
SoftMambo
Baca cerita ini rasanya asekkk banget! Pengen ikut masuk ke dalam ceritanya muehehehe
fleurlovin
lanjut up trus thorr
Mulya Damanik
Thor tolong ya aku ini udh penasaran banget sama kelanjutannya nih
CutieBun
Alurnya gregetan! Aku baru baca aja jadi nagih!
Daisy Louise
thooorr.he authorrr😆 up lge dong thorr. yg bnyakk😍😍 smangattt thorrr😘
CupcakeHugs
lanjut author sayang 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!