Akibat dijebak oleh temannya. Membuat Dewangga Prayoga melakukan malam panas penuh gairah dengan seorang siswi SMA bernama Freya Gayatri.
Mereka berdua pun, terikat janji suci pernikahan.
Mampukah dalam menjalani pernikahan akan timbul benih cinta diantara mereka berdua?
Ikuti terus kisah cinta mereka hingga akhir !
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Peonyy50, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Saingan cinta (part 2)
Semua yang ada di aula terhenyak dan khawatir dengan apa yang terjadi secara mendadak. Tidak ada yang menduga bahwa akan terjadi hal seperti itu.
Dewa yang berlari langsung saja menolak orang lain untuk menyentuh istrinya.
Dengan cekatan , dia langsung membopong tubuh Freya berlari menuju ke ruang kesehatan. Ilham pun tak tinggal diam. Ia juga berlari menyusul Dewa dan mengintruksikan agar anggota BEM yang lain melanjutkan kegiatan penutupan OSPEK sampai selesai.
Sementara itu, Mira kian curiga dengan sikap yang berbeda dari Dewa terhadap Maba baru bernama Freya.
" Sebenarnya kalian berdua ada hubungan apa? Hingga Dewa tidak seperti biasanya memperlakukan seorang wanita sampai segitunya. Aku akan mencari tau hubungan kalian ", tekad Mira yang masih memandang punggung Dewa sampai menghilang tertutup pintu keluar aula.
Dewa pun terus menggendong Freya hingga sampai di ruang kesehatan.
Freya lalu direbahkan di atas ranjang dan diperiksa oleh dokter yang bertugas.
" Apa ada keluarga pasien?" tanya dokter yang piket pada hari itu
" Saya keluarganya dok, saya suaminya."
Ilham yang mendengar perkataan Dewa sampai terhenyak. " Wa sungguh hal besar seperti ini bisa kau sembunyikan tanpa ada yang tau."
" Baiklah kita biarkan pasien istirahat terlebih dahulu ! Dan kamu Dewa ikut saya ke sebelah sana !"
" Kondisi istri anda sedikit lemah, saya sarankan untuk melakukan pemeriksaan ulang, apalagi kini ia hamil muda, mungkin itu salah satu faktor yang membuatnya pinsan tadi, Jadi sebagai calon ayah, kamu harus memperhatikan dan menjaga kesehatannya."
" Baik dokter."
" Ini resep obat dan vitaminnya kamu bisa tebus, nanti juga ia akan sadar."
" Iya dok, saya pamit."
Ketika Dewa keluar dari ruang dokter, ia baru sadar akan keberadaan Ilham disana.
" Ham, sudah terlanjur kamu tau rahasia ini. Maka aku juga tidak akan menyembunyikannya lagi."
Dewa pun duduk di sebelah ranjang Freya dan menunggu sampai Freya sadar. Sambil dia ditemani oleh Ilham.
" Wa, kamu tenang saja aku akan tutup mulut dengan kebenaran yang saat ini aku ketahui."
" Makasih ya Ham ... Aku juga nggak menyangka Freya akan pinsan."
Sambil menggenggam tangan sang istri, ia pun mengusap lembut kepala istrinya.
" Wa ... jangan menyalahkan dirimu sendiri. Sekeras apapun kau mengawasinya pasti akan ada saja kejadian tidak terduga yang tidak bisa kita tebak sebelumnya. Yang bisa kamu lakukan adalah berusaha agar sekarang Freya sadar."
" Ya kau benar Ham."
Freya pun akhirnya merintih saat membuka mata.
" Auw ... sakit ", ucap Freya sambil menyentuh kepalanya.
" Sayang, berbaringlah dulu. Aku akan panggilkan dokter untuk memeriksa mu !"
Setelah diperiksa oleh dokter. Kini Freya sudah merasa kondisinya lebih baik. Sementara itu Ilham sudah pergi untuk menghalau berita yang tidak sedap tentang Freya dan Dewa.
Dewa pun pulang bersama dengan Freya, dengan meminta ijin terlebih dahulu ke pihak kampus.
Sedangkan Bunda Naira yang mendapatkan kabar bahwa menantunya pinsan. Sangat cemas den kondisi Freya, Ia pun mondar mandir di rumah menunggu kepulangan Freya dan juga Dewa dari kampus.
Setibanya Dewa dan Freya di rumah. Mereka pun disambut oleh Bunda Naira. Tak lupa Bunda Naira memerintahkan Dewa untuk membawa istrinya rehat di kamar.
" Kak, kau dengar kan kata dokter tadi di kampus. Aku cuma butuh istirahat, nanti juga sembuh."
" Tapi sayang aku ..."
" Hus ... Cepat mandi sana, kamu bau yang."
" Masa bau sih, kamu saja dari tadi nggak ada protes sama aku."
" Hmmm ... Bau coba saja kamu nyium baumu sendiri, udah jangan banyak protes. Sana mandi !"
" Iya-iya."
Setelah istirahat dengan cukup, Freya pun meraih handuk dan mulai mandi. Ia juga tidak melihat penampakan suaminya di kamar.
" Sayang ayo makan", teriak Dewa dari luar kamar.
Tapi Dewa tidak melihat keberadaan istrinya. Ia pun mencari sang istri di seluruh sudut kamarnya.
Hingga. Ceklek.
Freya pun keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai balutan handuk sampai dada.
" Sial, kenapa mudah sekali aku on", ucap Dewa dengan gusar.
" Kakak bilang apa tadi?"
"Oh tidak yang, aku hanya memanggilmu untuk makan malam."
" Ya sudah kakak tunggu aku disana, nanti kita makan bersama ya."
" Ya."
Selesai berpakaian kini Freya menghampiri suaminya di balkon kamar mereka sambil ada meja bundar kecil yang sudah berisi banyak makanan dan minuman.
Ia pun duduk di samping sang suami. Menerima suap demi suap makanan yang disendokkan oleh suaminya.
" Sudah kak, gantian aku yang sekarang menyuapi mu makan."
Mereka pun makan dengan hangat dan penuh sayang.
Hingga, Bunda Naira masuk ke dalam kamar mereka. Untuk memberitahu bahwa dokter spesialis kandungan sudah menunggu mereka di rumah sakit .
" Iya Bun, kami akan turun sebentar lagi."
" Baiklah bunda tunggu dibawah ya nak."
Dengan menempuh waktu 1 jam, akhirnya Mereka berdua sampai di rumah sakit, ditemani oleh Bunda Naira.
" Ibu Freya, silahkan masuk ke dalam!"
Freya, Dewa beserta bunda Naira akhirnya masuk ke dalam poli kandungan. Dimana di dalam sana sudah ada dr.Sunny yang menunggu kehadiran mereka.
" Silahkan duduk!"
" Baik dokter."
" Apa ada keluhan hari ini?"
" Tentu dok, tadi istri saya sempat pinsan dikampus, kami hanya khawatir dengan kesehatannya dan calon bayi kami ", jelas Dewa.
" Baiklah Bu Freya, silahkan anda naik ke tempat pemeriksaan !"
Freya pun mengangguk dan sekarang sedang berbaring menunggu dokter untuk memeriksanya sekaligus akan memeriksa kandungan Freya dengan melakukan USG.
" Anda lihat, syukurlah mereka berdua sangat kuat, saat ini mereka baru berumur 3 Minggu. Jadi saya harap anda terus menjaga kondisi dan makan-makanan yang bergizi."
" Iya dok."
Setelah itu, Freya pun kembali duduk disamping suaminya.
" Syukurlah pak, kondisi Bu Freya sudah mulai baik, itu terlihat dari raut mukanya yang kembali cerah tidak pucat, lanjutkan obat yang ini ya, tapi nanti juga saya resep kan vitamin dan obat tambahan untuk memperkuat janinnya."
" Dan untuk anda Bu Freya, saran saya jangan terlalu lelah, karena kandungan anda masih trimester awal."
" Iya dokter."
" Nah ini hasil USG nya", ucap dr.Sunny sambil menyerahkan kepada Freya.
Bunda Naira pun juga ikut melihat perkembangan cucunya. ia sangat excited mendengar ternyata calon cucunya kembar.
" Kenapa klain berdua tidak memberitahu bunda, jika mereka kembar?"
" Maunya sih ngasih bunda surprise , tapi ya sudah terlanjur bunda tau", ujar Freya.
" Bunda harus kasih tau Daddy, Tuhan akhirnya hamba akan mempunyai cuc kembar."
Dewa pun melirik sang istri dan memeluk pinggang Freya sambil berjalan menyusul Bunda Naira yang berjalan di depan.
" Ayo sayang, kita pulang!"
Sesampainya di dalam mobil. Freya pun bersandar di bahu Dewa menikmati sentuhan tangan suaminya yang sedang mengelus kepalanya.
Tanpa tersadar Freya pun kembali tertidur seperti putri tidur.
Melihat hal itu dari kaca spion mobil
Bunda Naira sangat bersyukur dengan doa-doa yang selalu ia panjatkan kepada-Nya, hingga sekarang satu per satu dikabulkan oleh Tuhan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Maksud MENYENGAT di sini apa?🤔🤔
Mudah bacanya dan senang difahami.. 👍👍👍👍👍
💪💪💪💪💪
💖💖💖💖💖