Alena adalah seorang gadis introvert, kisah cintanya semakin menjadi rumit ketika kehidupan kampus nya baru saja di mulai, apakah Alena bisa mengatasi segala tekanan dan kebingungan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Livi Neghe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Baru
Sinar matahari yang terik membuat siapa saja yang berada di bawahnya akan merasa panas namun berbeda dengan vino yang kini berada di roof top sambil merebahkan tubuhnya di kursi santai panjang dengan kain/busa tanpa memakai baju dan hanya menggunakan celana selutut, wajahnya berwarna sangat putih karena dia memakai sunscreen yang sangat tebal dengan kacamata hitam sambil sesekali menyeruput jus jeruk di sampingnya.
"Wahhh sangat damai" ujar vino saat merasakan hembusan angin siang menerpa tubuhnya
"Hey apakah kulit mu tidak akan terbakar?" ujar Azka sambil berjalan mendekati vino
"Tenang saja panas di pedesaan ini sangat ramah berbeda dengan panas di kota" ujar vino tanpa menoleh ke arah Azka
Kini Azka duduk di sofa di bawah payung besar dengan soda kaleng di tangannya.
"Jam berapa Natan akan pulang?" ujar vino sambil bangun lalu berjalan mendekati Azka dan duduk di sampingnya
"Entahlah dia tidak memberitahuku jam berapa dia akan kembali" ujar azka lalu meminum soda kaleng nya.
"Aku akan keluar sebentar dengan alena,kamu tinggal di sini saja oke" ujar Azka sambil tersenyum lalu berjalan meninggalkan vino
"Wahh sangat mengerikan melihat orang seperti ini" ujar vino sambil terkekeh
Di sisi lain Alena sudah tiba di toko buku terlebih dahulu sementara menunggu Azka Alena membaca buku di sudut baca yang di memang di siapkan untuk tamu yang ingin membaca.
Kring
(Suara pintu kaca toko buku"
Alena menoleh melihat ke arah pintu siapa yang datang ternyata itu adalah Azka,di tangannya terdapat dua bungkus samyang.
"Hai,apakah aku lama?" Ujar Azka
"Tidak terlalu" ujar Alena
"Aku mampir ke mini market dan membeli ini,apakah kamu mau makan di sini? Kita bisa pergi ke ruang privasi" ujar Azka
Alena pun menyetujui nya,di toko buku itu selain memiliki sudut baca mereka juga memiliki ruang privasi yang bisa di gunakan untuk membaca, menonton film bahkan makan apapun bisa di lakukan asalkan tidak melanggar norma etika.
Azka dan Alena pun pergi ke ruang privasi tidak lupa Azka pergi dapur kecil di sudut toko buku itu untuk membuat samyangnya dan alena.
"Wahh ini pertama kalinya aku makan samyang di toko buku sambil membaca novel" guman Azka sambil tersenyum
Setelah samyangnya jadi Azka pun membawa nampan berisi 2 mangkuk samyang ke ruang privasi mereka.Di sana Alena terlihat di sedang membereskan meja yang penuh dengan buku.
"Letakan saja di sini" ujar Alena
Azka pun meletakkan nampan itu di meja.Aroma dari samyang itu membuat mereka berdua lapar.
"Kamu ingin minum apa?" kata Azka
"Air mineral saja" ujar Alena
"Baiklah kamu tunggu di sini aku akan mengembalikan nampan itu lalu mengambil air" ujar Natan sambil mengambil nampan dan berdiri lalu berjalan ke luar.
Setelah Alena menunggu beberapa menit Azka pun kembali dengan 2 botol air mineral.
"Mari makan" ujar Alena
Azka dan alena pun menikmati samyang mereka sesekali membaca novel. Satu jam telah berlalu Azka dan Alena sudha menyelesaikan makan mereka dan mereka sudah membaca novel terlebih Alena sudah memilih beberapa buku yang akan dia beli.
"Ayo pulang" ujar Alena mengajak Azka
Azka pun membereskan sisa-sisa makanan mereka, membuang sampah hingga mencuci mangkuk yang sudah mereka pakai dan mengembalikannya ke dapur toko buku.
Setelah keluar dari toko buku Azka membelikan jajanan di jalanan yang super enak dan murah untuk Alena, sebenarnya bukan waktu yang pas karena itu siang hari tapi tidak masalah.
"Baiklah hati-hati di jalan pulang" ujar Alena sambil melambaikan tangan dari depan pintu rumahnya
Azka pun tersenyum lalu membalas lambaian tangan alena, setelah melihat Alena masuk ke dalam rumahnya Azka pun berjalan ke arah jalan pulang rumahnya.
Selang beberapa menit Azka berjalan dia tiba di rumah namun dia terkejut karena ada sebuah mobil Mercedes mewah terparkir di halaman rumahnya.
"Ini mobil siapa?apakah mereka salah parkir?" guman Azka dalam hati
Perlahan Azka melangkahkan kaki masuk ke dalam rumahnya,bertapa terkejutnya azka ketika melihat natan vino dan ibunya sedang duduk bercanda di ruang tamu sambil memakan cemilan.
"Natan?" ujar Azka kaget
"welcome back to your home" ujar Natan sambil tersenyum
"Jangan bilang mobil yang di depan adalah milikmu?" ujar Azka masih penasaran
Vino dan ibunya menganggukkan kepala sementara Natan hanya terkekeh.
"Hey duduklah" ujar Natan
Azka pun duduk di samping vino yang sedang memegang amplop coklat tebal.
"Kita berdua dapat hadiah loh dari ibunya Natan bahkan ibumu juga dapat kotak hadiah" ujar vino sambil menunjukkan amplop coklat di tangannya.
"Ini untukmu" ujar Natan sambil menyodorkan amplop coklat kepada Natan
"Ha...ini untukku? ujar Azka masih bingung
"Ibuku tidak tahu apa barang impian kalian berdua jadi ibuku hanya bisa memberi uang ini nanti kalian berdua saja yang beli" ujar Natan
"Wow, rich and kind" guman Azka kagum
"Hey kamu juga kaya,kaya hati kamu berhati baik seperti ibumu" ujar vino sambil tersenyum
Dalam sekejap azka lupa jika dirinya juga kaya hanya saja penampilannya memang sederhana.
Kini Azka dan kedua sahabatnya berada di roof top sedang menikmati angin sore.
"Apakah ibu dan ayah mu mengizinkan mu membawa mobil semewah itu datang ke desa seperti ini?" ujar Azka
"Bukan hanya izin bahkan mereka yang menawarkan ku untuk membawa nya agar aku tidak mengeluarkan uang untuk membayar taxi" ujar Natan santai.
Kedua sahabatnya Azka dan vino tidak berkata apa-apa,Natan memang selalu mendapatkan apa yang dia inginkan.
"Ibuku juga bilang jika akan membuat boyband sendiri bilang saja apa yang butuhkan nanti ibu ku akan berikan" katanya
"Wahh luar biasa" ujar vino kagum
"Ada baiknya kita membentuk boyband sendiri seperti alumni sekolah musik, setelah mereka jadi senior dan lulus mereka membentuk boyband yang kini sedang naik daun" ujar Azka
"Tapi nanti akan kita bagaimana kedepannya " ujar vino.
Azka dan Natan pun mengangguk paham,mereka menghabiskan waktu sampai hari mulai gelap di atas roof top dengan angin desa yang segar.
"Ini sudah hampir malam,ayo mandi lalu bersiap untuk makan malam,aku dan ibumu sudah memasak untuk makan malam" ujar vino sambil menatap Azka dan Natan
Mereka pun kembali ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri dan satu hal lagi untuk mobil Natan sudah terparkir di garasi rumah Azka dan ada pagar besi nya jadi tenang saja yeorobun.
[Jika kamu memiliki sesuatu yang tidak di miliki oleh orang lain, bersyukur dan belajarlah berbagai serta rendah hati,karena kita tidak akan pernah tau kapan bisa jatuh hingga tidak punya apa-apa lagi] * Natan