Menceritakan seorang gadis yang tidak di anggap oleh ayah nya karna sang ayah menganggap bahwa gadis itu tidaklah berguna, ayahnya menganggap dia adalah gadis yang bodoh dan tak tau apapun namun ayahnya salah. Gadis yang di anggap tak berguna, bodoh, dan tak tau apa apa ternyata lebih pintar dari yang dia kira dan lebih tau apapun dari yang di sangka selama ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pulang
Tiga hari setelah semua yang di Amerika di rencanakan akhirnya semua bisa sedikit demi sedikit berkembang dengan baik. Dan ternyata satu hari setelah cassy dan kenzo kembali membeli bangunan untuk mafia mereka. Sedangkan di waktu bersamaan zoe sedang menyambut semua karyawan yang di kirim oleh alan ke perusahaan cabang.
Hari ini cassy dan keluarga harus pulang ke indonesia dan meninggalkan kenzo untuk mengerjakan tanggung jawab yang di berikan sang bos yaitu cassy atas cabang mafia dan cabang perusahaan.
Sekarang cassy dan keluarga sedang ada di bandara menunggu pesawat yang akan membawa mereka terbang ke Indonesia.
"Dadd, masih lama gak." Tanya cassy karna dia sudah merasa benar benar bosan.
"Sebentar lagi sayang." Ujar daddy adam sembari mengecek jam tangannya.
"Bosan nak." Tanya bunda nira.
"Sangat sangat bosan." Ujar cassy dan karel berbarengan.
Kalo ada yang nanya (kok karel bisa ikut sekarang bukannya nunggu cassy dan kedua orangtuanya sampai di Indonesia beberapa hari baru karel nyusul), alasannya adalah karel dan daddy sudah merencanakan pemindahan perusahaan pusat ke indonesia, ok temen temen.
Setelah lama menunggu akhirnya pesawat yang akan mereka tumpangi akhirnya terlihat dan tak lama mereka pun menaiki pesawat.
"Ahhh, akhirnya bisa tidur." Ujar karel
"Bang minjam handphone dong, handphone gue lagi sekarat." Ujar cassy karna memang handphone nya lagi habis baterai.
"Ambil aja sendiri, gue mager."
Ujar karel sembari menutup matanya.
Lama mereka terbang akhirnya cassy dan keluarga sampai di bandara SOEKARNO-HATTA, Saat baru keluar dari pesawat mereka sudah di sambut oleh beberapa orang yang merupakan bodyguard dan asisten nya daddy adam.
Akhirnya mereka pun bergegas berjalan masuk ke mobil yang akan membawa mereka semua pulang.
"Bun kita ke apartemen." Tanya cassy, jujur dia sudah rindu dengan markasnya dan juga darah darah yang ada ruang penyiksaan.
"Gak sayang kita ikut daddy untuk tinggal di rumah daddy." Jawab bunda sembari tersenyum.
"Ok lah." Ujar cassy, Saat ini dia hanya ingin tidur tanpa gangguan itu saja, sisanya urus nanti.
Mobil Pun melaju membelah jalanan yang sedikit ramai. Di lampu merah cassy melihat seseorang yang familiar baginya. Orang itu sedang ada di dalam mobil yang persis ada di sebelahnya, cassy pun menurun kan kaca mobilnya untuk menyapa orang itu.
"Hay bro." Ujar cassy. Mendengar itu seseorang itu pun menoleh ke arah cassy dengan memasang raut terkejutnya. Tak hanya orang itu tapi semua orang yang ada di mobil yang tumpangi oleh orang itu pun ikut terkejut.
"Cassy." Ujar seseorang dengan suara sedikit keras.
"Berisik lu, kayak liat hantu aja." Ujar cassy.
Mendengar itu seseorang itu pun kembali menetralkan rasa terkejutnya belum sempat semua netral seseorang itu kembali di buat terkejut dengan suara seseorang yang ada di dalam mobil yang di tumpangi oleh cassy, bukan hanya suara tapi juga wajah orang itu.
"Mobil akan jalan sayang, tutup kacanya." Ujar daddy adam menegur anak sambungnya itu dengan lembut.
Mendengar teguran dari sang daddy cassy pun langsung mengiyakan.
"Ah iya daddy."ujar Cassy.
"Besok kita ngumpul." Ujar cassy pada seseorang tadi dengan suara dinginnya. Mendengar itu pun mereka yang ada di dalam mobil bersama seseorang itu pun mengangguk kan kepala mereka.
Tak lama cassy pun menutup kaca jendela mobil dan mobil yang di tumpangi cassy pun kembali melaju.
Sedangkan di sisi mobil seseorang tadi, mereka sedang berisik membahas cassy dan daddy adam.
"Lo denger suaranya kan lex." Ujar seseorang itu.
"Denger gue." Ujar alex.
"Sumpah, gue malah liat mukanya. Nakutin banget." Ujar seseorang.
"Emang tu laki laki siapa sih, kok lo tegang gitu bas. Lo juga vin kenapa kalian jadi penakut gitu dah." Tanya alex
"Lo gak tau siapa pemilik suara itu lex." Ujar abbas.
Ya mereka adalah adalah marvin, abbas dan alex. Mereka adalah orang yang di lihat oleh cassy tadi.
Mendengar itu alex pun menggelengkan kepalanya tanda dia tidak tau siapa pemilik suara yang di maksud oleh abbas dan marvin itu.
"Dia adalah ADAM PRINCE VISHAKA dia adalah pemilik mafia terkejam dan tersadis di dunia BLACK WOLF, meskipun sekarang mafia itu di wariskan ke anak nya tapi jangan salah anak nya malah lebih bengis dari tuan adam." Ujar abbas. mendengar itu alex pun terlihat seperti iya iya gak gak. Percaya gak percaya karna alex tidak melihatnya sendiri.
"Lo tau dari mana." Tanya alex.
"Kami dulu pernah tinggal di Amerika. Dan disanalah pusat BLACK WOLF, bukan hanya mafia tapi tuan adam juga merajai dunia bisnis hanya dengan 1 nama perusahaan." Ujar marvin.
"Siapa sih orang Amerika yang gak kenal sama tuan Adam, jangan Amerika tapi seluruh dunia pasti kenal nama itu." Ujar abbas menyambung kalimat abangnya.
Mendengar itu alex pun terdiam mengingat sesuatu.
"Apa tuan adam putra bernama karel." Ujar alex sembari menatap ke arah marvin dan abbas Bergantian. Mendengar itu pun abbas dan marvin menganggukkan kepala mereka. Melihat kedua kakak beradik itu mengangguk alex pun seketika diam seribu bahasa. Abbas yang melihat tingkah aneh alex pun bertanya.
Lo kenal dia." Tanya abbas. Alex yang di tanya pun mengangguk lalu menjawab pertanyaan dari abbas.
"Gue dulu sekolah di sekolah yang sama dengan KAREL RADEVA VISHAKA, dia adalah kakak tingkat gue. Suatu hari gue gak sengaja liat dia ngebunuh salah satu murid di gudang sekolah. Sekolah gempar waktu itu, karna gue gak tau siapa itu karel gue tanya lah sama temen sebangku gue, temen gue bilang karel itu laki laki dingin yang gak suka di sentuh perempuan kecuali atas izin karel sendiri. Kalo sampek ada yang nyentuh dia, orang itu bakal di bunuh dan itu udah yang 5 kali dia ngebunuh murid di sekolah itu. Gue tanya kok lo tau tentang karel, temen gue bilang kalo abangnya dia itu sahabatnya karel. Temen gue juga bilang banyak anak anak di sekolah yang punya visi misi sendiri buat karel yaitu LEBІН BAIK MENGHINDAR DARIPADA MENDEKAT NAMUN MENJADI BERBEDA CERITA." Ujar alex panjang lebar.
Mendengar penuturan dari alex, membuat kakak beradik itu terdiam dengan pikiran mereka masing masing. Mereka tidak menyangka bahwa karel bisa sekejam itu. Dan mereka juga memikirkan cassy, jika di dalam mobil itu ada adam berarti karel juga ada disana. Mereka memikirkan bagaimana nasip cassy saat ini karna sudah masuk kedalam lingkaran sepasang ayah dan anak yang sangat menakutkan. Meski pun cassy seorang mafia, tapi cassy baru terjun kedunia itu sedangkan ayah dan anak itu sudah lama bisa di bilang tuan adam sudah berpengalaman. Mereka bertiga takut jika cassy terluka namun mereka juga bingung harus berbuat apa. Tidak mungkin mereka berani menantang raja dunia bawah.
haish bisa sih kalo kamarnya ukuran 1/2x2meter yg bener aja jg Thor halu sih halu tapi harus bisa d pikir pake logika juga. kalahin tuh mafia yg punya 1000 rumah deh
next dan terima kasih 🤗🤗🤗