Cantik tapi licik itulah julukan untuk Araina Jordan. Perempuan yang serba bisa dan paling menyebalkan bagi keluarga dan teman-temannya.
Araina yang tidak terima di jodohkan oleh keluarganya memilih kabur dari rumah...., sayangnya nasib tidak mendukungnya.
Bukannya bahagia, Ia malah mengalami kecelakaan setelah kabur dari rumahnya.
Tapi.....
Bukannya mati Araina malah masuk ke tubuh orang lain!
"Sialan! Kenapa jadi seperti ini!" ucapnya begitu frustasi.
Jiwa Araina malah bertransmigrasi ke tubuh Freya Anastasia Smith..., gadis cantik lemah lembut yang selalu dilindungi oleh dua keluarga besarnya.
"Tidak masalah yang penting masih kaya" gumam Araina.
Namun semuanya berubah ketika satu persatu ingatan Freya mulai masuk ke kepala Araina.
Pusing? Muak?
Araina baru menyadari ternyata ia bertransmigrasi ke dalam sebuah novel dimana ia hanya adik sepupu dari protagonis pria.
Mati? Tentu saja! Freya hanya seorang figuran....
(Apa yang akan dilakukan Araina selanjutnya? Yaaa rahasiaa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Klarina_za29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kalian Menyembunyikan Sesuatu?
Suara ketikkan laptop begitu terdengar di apartemen Freya. Baru sampai di sana, ia langsung membuka laptopnya.
Freya ingin tau sudah sejauh mana Kenan dan Arga bertindak. Ketika tangannya melacak ponsel Freya asli, ia bisa melihat titik koordinat.
Freya mengernyitkan dahinya, "Bar malam. Kenapa ponsel itu di sana?" pikirnya.
Freya kembali mengetikkan sesuatu di dalam web, ia ingin tau apakah ponsel itu sedang dipulihkan atau tidak.
Klik....
Data satu persatu itu bisa ia lihat. "Ck, mereka sudah berhasil memulihkan hampir setengahnya" gumamnya tersenyum.
Sepertinya ia tidak perlu bertindak untuk sekarang. Kenan sudah melihat pesan itu, ia hanya menunggu besok.
"Selena...., Lo harus merasakan apa yang dirasakan Freya asli" ujarnya menyeringai.
Di sisi lainnya....
Kenan dan Arga juga sudah berada di mansion keluarga Smith. Mereka sedang membuka pesan satu persatu yang sudah dikirim oleh Elvano.
Tidak ada kata yang keluar di sana. Hanya keheningan....
Kenan tidak menyangka, Selena melakukan semua ini. Memanipulasi Freya untuk berjauhan dengan keluarga hanya demi Selena bisa dekat dengan keluarga Smith.
Arga pun sudah mulai emosi setiap pesan yang baru dikirim kan oleh Elvano. Ia dulu penasaran kenapa Freya tidak mau membalas pesannya.
Ternyata sekarang mereka tau. Selena lah dalangnya! Freya selalu meminta saran Selena untuk melakukan semuanya.
Air mata Kenan bahkan sudah keluar menahan rasa sesak di hatinya. Jujur saja ia sempat ingin melupakan kejadian Freya.
Sekaran ia benar-benar menyesal. Freya hanya berusaha agar Selena diterima baik di keluarga ini. Hanya saja Freya tidak tau Selena malah mempermainkan nya.
"Bang. kita harus memberitahukan semua ini pada keluarga kita" ujar Arga yang sudah emosi. Bahkan tangannya terkepal dengan kuat.
Kenan menghapus air matanya, "Tidak sekarang. Kita tunggu waktu ulang tahun nenek. Freya harus datang ke sana."
Kenan akan membuat Selena terkejut dengan kehadiran Freya.
"Tetap saja bang, Selena harus mendapatkan balasan karna dia sengaja menjauhkan Freya dari kita."
Arga tidak bisa menerima semua ini. ingin sekali ia langsung ke kamar Selena dan menariknya keluar dari mansion.
Kenan menatap tajam Arga, "Bukti ini tidak bisa membuat Selena di usir Arga" ujarnya begitu datar. Ia tau sekali apa yang dipikirkan adiknya itu.
Arga mendengus, apa yang dikatakan Kenan benar adanya. Apalagi jika Selena mengatakan ia melakukan itu agar semuanya bisa dekat dengannya.
Pasti para orang tua itu akan memaklumi Selena. Terlebih Freya pasti tidak akan menyalahkan Selena. Adiknya itu terlalu polos dan lugu. Makanya mudah dimanfaatkan orang lain.
Kenan dan Arga tidak tau saja Freya yang sekarang jauh lebih licik dan cerdik dari yang mereka pikirkan.
Ceklek....
Kenan dan Arga terkejut menatap ke arah pintu. Kenan dengan cepat menutup ponselnya dibawah selimut dan mencoba menormalkan ekspresi wajahnya.
"Bang tumben lo ke sini" ujar Arga mencoba menarik perhatian Abang pertamanya.
Marvel mendengus, mereka pikir ia bodoh kah?
"Apa yang kalian sembunyikan?" tanyanya tanpa basa basi.
Kenan menyenggol Arga untuk bisa menahan ucapannya. Ia sangat tau bagaimana sifat Abang pertamanya itu.
Marvel sangat bisa membalikkan ucapan dan memancing mereka menjelaskan apa yang terjadi.
"Kami tidak menyembunyikan apapun bang" ujar Kenan dengan nada biasanya.
Arga mengangguk menyetujui apa yang dikatakan Kenan. Jujur saja orang yang paling ia takuti di mansion ini adalah Abang pertamanya.
"Benarkah?" Marvel hanya mengangguk saja. Ia dengan santai mendekati kedua adiknya. Hingga membuat jantung Kenan dan Arga berdetak cepat.
Ting...
Mata mereka bertiga langsung tertuju pada ponsel Arga yang berbunyi. Belum sempat Arga mengambil ponselnya, Marvel sudah terlebih dahulu mengambil nya.
Kenan menghela nafasnya lega, untung saja bukan ponselnya yang berbunyi. Arga yang disebelahnya ikut tenang.
Namun...
Brakh.....
Marvel melempar ponsel Arga ke lantai.
Arga dan Kenan saling tatap dengan wajah kebingungannya.
"Kalian berdua...." ujar Marvel dengan nada datar yang penuh dengan ancaman.
Kenan menyenggol Arga untuk mengatakan sesuatu. Lagian ponsel tersebut milik Arga, ia tidak tau apa yang dilihat Abang pertamanya hingga melempar ponsel.
"B-bang kenapaa..." ucapnya agak takut.
Marvel dengan mata tajamnya menatap mereka satu persatu. "Kalian tidak ingin mengatakan apa yang kalian sembunyikan!" ulangnya lagi.
Kenan mengerutkan dahinya, kenapa ia disebut juga. Apa ada sesuatu di sana? Kenan mengambil ponsel Arga yang tergeletak di lantai.
Arga juga ikut melihat apa yang membuat Marvel begitu murka pada mereka.
Ketika Kenan membuka salah satu pesan yang baru masuk mata mereka langsung melotot.
[Abang aku sudah di apartemen, teman-teman ku tidak jadi menginap. Tapi abang tidak perlu ke sini, aku bisa kok tinggal di sini] Freya (tidak lupa dengan emoticon tersenyum nya)
"Masih tidak mau menjelaskan?"
Kenan dan Arga meneguk ludahnya, mereka saling pandang sebentar. Kenan meminta abang nya untuk duduk di sofa.
Ia harus menjelaskan apa yang terjadi sebelum Marvel bertindak sendiri. Bisa saja Selena langsung di tendang malam ini karna emosi Marvel.
"Bang sebelum kita jelaskan, gue harap lo tidak mengambil tindakan dulu ya" ucap Kenan.
Marvel semakin tidak mengerti dengan pikiran adiknya. "Tergantung dengan apa yang kalian katakan setelah ini" jelasnya.
Arga sendiri lebih memilih diam, biar sana Kenan yang menceritakan semuanya. Kalau ia yang berbicara bisa saja Marvel akan mengamuk karna ia tidak bisa menjelaskan dengan benar.
"Freya sudah berada di sini.." ucap Kenan yang membuat bola mata Marvel bergetar.
Melihat abangnya masih ingin mendengar apa yang terjadi. Akhirnya Kenan menceritakan apa yang sudah terjadi ketika ia bertemu dengan Freya di sekolah. Ia juga menceritakan bahwa selama ini Freya tidak pulang atau pun menghubungi keluarga lainnya karna Selena.
"Mana ponselnya?"
Kenan memberikan ponsel miliknya, "Ponsel Freya ada di Elvano. Kami meminta dia untuk memulihkan semua pesan nya. Terlebih Freya selalu menghapus pesan itu" jelasnya.
Marvel menatap tajam Kenan, "Kenapa tidak memberikan nya pada ku!"
Kenan sedikit gelagapan, "Freya meminta kami untuk tidak memberitahu yang lainnya bang. kami juga tidak bisa melakukan apapun sebelum menemukan bukti" ucapnya mencoba membela diri.
"Benar bang. Freya bisa marah pada kami, makanya kami tidak memberitahu Abang" tambah Arga. 'Ayaa maafkan abang mu ini' batinnya.
Mereka sengaja menyebut nama Freya agar Marvel tidak marah dan menghukum mereka. Apalagi Abang nya itu sangat menyayangi Freya.
Marvel menghembuskan nafasnya, "Dimana Freya sekarang?"
Kenan memberikan alamat Freya. "Jangan bilang Abang mau ke sana malam ini?"
Marvel berdiri, "Bukan urusan kalian" ujarnya begitu datar. Kemudian ia pergi meninggalkan kamar Kenan.
Arga menyenggol Kenan, "Bang menurut Lo, bang Marvel akan menemui aya malam ini?" tanyanya penasaran.
Kenan mengangguk, "Sudah pasti. Gak mungkin bang Marvel diam saja jika tau Aya sudah ada di sini" jawabnya.
Sesuai prediksi Kenan...
Marvel ternyata langsung pergi keluar dari mansion. Ia ingin menemui adik kecilnya. Ia tidak bisa kalah dengan Kenan dan Arga.
Lagian ia adalah abang kesayangan Freya.
"Abang mau kemana?"
Marvel terhenti di dekat pintu, ia melirik ke arah Selena yang ingin menghampirinya. Mengingat pesan yang ada di ponsel membuat Marvel emosi.
Takut dirinya akan mencelakai Selena. Ia segera berbalik dan berjalan keluar tanpa menggubris Selena yang terus memanggilnya.
"Aku akan membereskannya nanti" gumamnya.
~ To Be Continue
mksh tor , berasa dkit bgt tor, bisakah nmbh lg? 😁😁 🌹
.