Indonesia
NovelToon NovelToon
Kian & Elora (Sahabat, Tapi Dijodohin?)

Kian & Elora (Sahabat, Tapi Dijodohin?)

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Nikahmuda / Idola sekolah
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Mina

Dijodohin sama Kian, sahabat dari kecil yang pernah nempelin permen karet di rambut gue itu sebuah bencana.

Gue tahu betul bobroknya Kian dari A sampai Z, tahu cara mikirnya yang ajaib sampai rekor kencannya yang melebihi jumlah anggota DPR. Kalau dipikir secara logika, harusnya tanpa pikir panjang gue langsung nolak.

Tapi masalah utamanya satu, Gue suka sama Kian.

Sialan emang.

Kini, demi gengsi Kian yang terluka gara-gara ditolak di meja makan, gue jadi terjebak masa percobaan 6 bulan jadi pasangan PDKT resmi. Masa di mana gue harus bertahan di antara dada yang deg-degan parah, dan dorongan kuat buat ngeplak kepala Kian saban hari.

Sanggupkah gue bertahan tanpa kehilangan akal sehat ini?😭

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25: Garis yang Makin Tegas

Farra membeku di ambang pintu, jemarinya meremas gelas air hangat di tangannya. Matanya bergantian menatap gue, tangan Kian yang masih protektif melingkar di pinggang gue, lalu ke tas ransel yang tergeletak begitu saja di lantai kayu teras.

Untuk pertama kalinya sejak gue mengenal cewek ini, topeng ketenangan sempurna yang biasa dia pakai retak lebar.

"Elora?" suara Farra memecah keheningan, terdengar kaku dan serak. "Kamu... ngapain di sini jam segini?"

Kian bergerak melangkah setengah badan ke depan, menempatkan tubuhnya di antara gue dan Farra secara refleks. Gerakan sederhana, tapi menegaskan dengan sangat jelas siapa yang sedang dia lindungi.

"Elora datang sama Bima, Ra," jawab Kian datar, suaranya tenang tanpa ada sedikit pun kepanikan atau rasa bersalah. "Mobil Bima terparkir di bawah."

Farra menatap Kian lurus, mencari celah keraguan wajah cowok itu. Tapi Kian cuma menatapnya balik dengan mata yang jernih, dingin, profesional, dan berjarak.

"Ini udah mau subuh," kata Farra pelan, memandangnya penuh keprihatinan yang kali ini terasa sangat dipaksakan. "Jalanan ke sini rawan banget, Ki. Kenapa kamu biarin Elora nekat begini?"

"Karena gue yang mau ke sini, Farra," potong gue mantap. Gue maju berdiri sejajar di samping Kian, sengaja menyelipkan jemari gue ke dalam genggaman tangan Kian yang hangat. Kian langsung membalasnya, menggenggam balik tangan gue sangat erat.

"Gue yang minta Bima anterin," sambung gue tenang, menatap mata Farra tanpa ada lagi rasa ragu atau minder. "Gue gak mau ada salah paham lagi yang tertunda."

Farra menatap tautan tangan kami berdua selama beberapa detik. Senyum tipisnya yang biasa muncul kini lenyap sepenuhnya. Bibirnya tertutup rapat.

"I see," kata Farra singkat, memutar tubuhnya kembali ke dalam koridor posko. "Jangan lupa dua jam lagi kita harus ambil sampel air di muara pertama, Ki. Dosen minta datanya kelar sebelum siang."

Pintu kayu di belakangnya tertutup dengan dentuman pelan.

Kian menghela napas panjang, lalu memutar tubuhnya menghadap gue sepenuhnya. Dia menarik tangan gue yang satunya, menggenggam kedua tangan gue di depan dadanya.

"Lu beneran gak apa-apa?" tanya Kian lembut, memindai wajah gue dengan raut khawatir. "Pasti capek banget di jalan. Masuk dulu yuk, tidur di kamar penginapan dosen. Kebetulan bu dosen lagi tidur di kamar depan, lu bisa numpang di sana."

Gue menggeleng pelan sambil tersenyum tipis. "Gak usah. Gue di mobil Bima aja sebentar, atau nunggu subuh di teras sini sama lu."

Kian terkekeh pelan, menyentil hidung gue gemas. "Kebiasaan. Sok kuat banget."

Dia melepaskan jaket tebalnya sendiri, lalu menyampirkannya ke bahu gue, membungkus tubuh gue yang mulai kedinginan. Bau harum khas Kian langsung menyeruak, bikin dada gue rasanya penuh dan hangat.

Sinar matahari pagi menyusup di antara celah pohon bakau saat tim riset mulai bersiap-siap di pelataran posko. Bima yang baru bangun tidur di mobil cuma bisa menguap lebar sambil ngunyah gorengan hangat dari warung sebelah.

"Gue rasa tugas pahlawan kepastian gue udah selesai," celetuk Bima pas Kian lagi sibuk memuat alat ukur ke dalam bagasi mobil operasional. "Gue bawa cewek lu balik ke Jakarta siang ini ya, Ki? Kasian kalau dia kelamaan di sini, mana belum mandi dari semalam."

Gue melotot ke Bima. "Bim! Berisik banget sih!"

Kian tertawa renyah, sebuah tawa lepas yang udah dua minggu ini gak pernah dengar lagi dari mulutnya. Dia berjalan mendekati gue yang lagi duduk di kap mobil Bima.

"Nanti kalau udah sampai Jakarta, langsung istirahat. Jangan keluyuran lagi," kata Kian sambil merapikan tatanan rambut gue yang agak berantakan kena angin pantai.

"Lu sendiri gimana?" tanya gue pelan. "Proyeknya kelar kapan?"

"Besok sore kita udah closing data. Malamnya gue balik," jawab Kian. Dia menundukkan kepalanya sedikit, berbisik tepat di samping telinga gue, "Dan pas gue balik nanti... siap-siap ya."

Dahi gue mengerut. "Siap-siap apa?"

"Siap-siap diculik," bisik Kian miring, senyum tengilnya yang sangat gue rindukan akhirnya kembali seratus persen. "Kita kan punya utang sisa lima bulan masa percobaan yang harus diselesaikannya dengan benar."

Muka gue mendadak hangat lagi. Gue mendorong dadanya pelan sambil tertawa kecil. "Dasar gila."

Dari kejauhan, gue melihat Farra berdiri di dekat mobil operasional, memperhatikan interaksi kami dengan wajah datar tanpa ekspresi. Tapi kali ini, bayang-bayang keraguan atau ketakutan itu gak lagi mampir di hati gue.

Farra boleh punya masa lalu dengan Kian, tapi Kian udah memilih dengan sangat tegas siapa yang memegang masa depannya.

1
ms. S
lanjut... novelnya menarik buat dibaca hingga bisa inget jaman pdkt sama gebetan. bikin deg2an juga Krena serasa jatuh cinta
ms. S
up lagi kak. novelnya kocak abis . aku sng novel yg kyk gini, lucu, sedih tapi ga mewek2 bgt, dan masih sesuai realita lha . sgra nikah yuk mereka berdua penasaran
Mina: makasih kak, seneng deh baca komennya🫰
total 1 replies
paijo londo
asli fix nih yg bloon kyaknya elora Ter la lu polos g tau kalo si kian itu udah suka elora dari lama🤭🤭🤭
paijo londo
mampir' thor🤦🤦aduh kyaknya hidup elora bakal kiamat kena serangan mental menghadapi kelakuan si kian q yg baca kok ikut2an jadi stress ya🤔🤔🤔
ms. S
ya ampun aku jadi deg2an ini kayak akunsama kian🤭🤣
Nurwana
asik asik.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!