Indonesia
NovelToon NovelToon
Bisakah Menjadi Kita?

Bisakah Menjadi Kita?

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Kehidupan di Kantor / Wanita Karir
Popularitas:23.8k
Nilai: 5
Nama Author: Shniaa

Bagi Ashana Berryl Carissa, tidak ada yang lebih penting dari pekerjaannya. Walaupun ia bekerja di perusahaan ternama, tapi itu masih tidak cukup karena ia harus membiayai keluarga yang seharusnya bapak lah yang melakukan itu. Bapaknya hanya seorang penjual buah. Dan ibunya seorang ibu rumah tangga. Di tambah ia mempunyai adik yang masih duduk di bangku SMA.

Seumur hidup, Ashana tidak mau dan tidak akan mau berurusan dengan Achazia Barra Comman. Direktur besar Comman Grup. Walaupun memiliki wajah yang tampan, tapi dia termasuk ke dalam cowok yang kejam. Ia tidak akan segan untuk memecat karyawan-karyawannya jika melakukan kesalahan. Orang lain menyebutnya sebagai orang yang tegas. Tapi bagi Ashana, Achazia adalah orang yang kejam. Gampang sekali dia memecat seseorang tanpa memikirkan latar belakang orang itu. Kalau dia termasuk ke dalam orang yang membutuhkan uang bagaimana?

"Kenapa sih, aku harus punya direktur sekejam dia?!" Kesal Ashana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shniaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SARAPAN

Ashana mengerjapkan matanya beberapa kali. Bahkan ia sampai lupa kalau sekarang ia sudah kembali ke rumahnya. Bukan di apartemen Achazia lagi. Kenapa mengingatnya membuat perasaan Ashana sedikit sedih ya?

"Aku ini kenapa sih. Bukankah ini yang kau mau Ashana? Kembali ke rumahmu. Jadi sekarang nikmatilah." Ucap Ashana pada dirinya sendiri. Ia menyibak selimutnya lalu turun dari atas kasur. Ia harus bersiap-siap untuk pergi ke kantor.

Setelah selesai mandi dan memakai pakaian kantor, berdandan seadanya, ia keluar dari kamar. Senyum langsung mengembang saat Ashana menemukan Ibunya sedang menyiapkan sarapan. Ia langsung menghampiri Ibu lalu memeluknya dari belakang.

"Wah, ibu tebak. Pasti Ashana."

Ashana malah makin mengeratkan pelukannya. Ia menaruh dagunya di bahu sang Ibu. "Ibu sedang membuat apa?" Tanya Ashana. Entah kemana jika itu bersama Ibu, Ashana akan merasa nyaman. Dimana pun itu jika ada Ibu disana, kenyamanan yang akan ia rasakan.

"Ibu sedang memasak nasi goreng spesial. Kau mau?" Ucap Ibu yang masih sibuk mengaduk-aduk nasi goreng.

Ashana mengangguk antusias. "Tidak ada yang tidak mau nasi goreng spesial buatan Ibu." Ucapnya yang membuat Ibu malah tertawa.

"Ya sudah, sekarang kau duduk. Repot kalau kau terus memeluk Ibu seperti ini."

Ashana memajukan bibirnya. Tapi ia tetap duduk di meja makan menunggu sarapannya selesai. Ia tidak menemukan Bapak juga Andri. Entah kemana mereka. Oh iya, mungkin Bapak sudah berada di pasar. Tapi Andri? Ah sudahlah, mungkin dia sedang mandi.

"Kak Ashana!"

Ashana menoleh. Baru saja di bicarakan, orangnya sudah berjalan kemari dengan seragam yang sudah lengkap. Ia berhenti di samping Ashana yang sedang memangku dagu.

"Apa?"

"Ada Kak Achazia di depan."

"Hah?!"

Raut wajah Ashana yang biasa saja jadi berubah terkejut saat nama itu di sebutkan. Ia langsung bangkit dan berjalan keluar untuk menemui Achazia yang kata Andri ada di depan.

Ashana menatap Achazia yang dengan santainya memainkan ponsel sambil bersandar di pintu mobil. 'Mau apa dia ke sini?' Gumam Ashana kesal. Ia berjalan menghampiri Achazia.

Achazia yang tersadar langsung memasukkan ponselnya ke saku. Ia menatap Ashana yang kini berdiri di hadapannya. Senyum tipis tak lupa tercetak. "Selamat pagi."

"Pa-pagi juga." Ashana menahan diri untuk tidak kesal pada pria di hadapannya ini. Bagaimana pun juga Achazia adalah bos nya. Presdir di di perusahaan tempatnya berkerja.

"Maaf sebelumnya, ada urusan apa kau kemari?" Ashana bertanya dengan nada yang sudah di lembutkan.

Achazia semakin melebarkan senyumnya. Tangannya terulur memeluk pinggang Ashana, membuat Ashana terkejut dengan apa yang di lakukan Achazia. "Bukankah aku kekasihmu?"

Belum sempat Ashana bicara, Achazia lebih dulu menyela. Mengingatkan Ashana kalau sekarang status mereka sudah berganti. Ya walaupun, masih tetap sama, sebagai atasan dan bawahan.

"Apa kau tidak mau mengajak kekasihmu ini untuk masuk?" Ucap Achazia.

"Oh, ya. Ayo masuk." Mereka berdua masuk. Masih dengan tangan Achazia yang memeluk pinggang Ashana. Andri yang melihat itu hanya bisa menatap kakaknya tak percaya. Ternyata kakaknya hebat juga. Bisa mendapatkan seorang presdir. Bahkan tanpa perlu di beritahu Andri sudah mengerti dengan perlakuan Achazia pada Ashana.

"Ibu...." Panggil Ashana pada Ibunya yang sedang menghidangkan nasi goreng di atas meja.

"Ada apa? Kau mau sesua-----Achazia? Kapan kau kesini?" Ibunya langsung berjalan menghampiri Ashana dan Achazia. Senyumnya mengembang menyambut kedatangan Achazia. Semenjak kedatangan Achazia waktu itu, ia jadi semakin dekat dengan Achazia. Yang Ibu Ashana tahu, Achazia hanyalah presdir dari perusahaan tempat Ashana berkerja. Karena Ibu tidak terlalu tahu tentang dunia luar dan tidak memperdulikan semua itu, jadi Ibu Ashana tidak terlalu tahu semua tentang Achazia. Mungkin kalau bertanya ke orang lain, mereka akan mengenal Achazia. Pria sukses di masa mudanya. Tidak ada yang tidak mengenal Achazia karena namanya sudah tersebar di mana-mana sebagai pengusaha muda yang sukses.

"Aku ingin ikut sarapan disini. Apakah boleh?"

"Oh, tentu boleh! Ayu kemari!" Dengan semangat Ibu mengajak Achazia untuk duduk di meja makan. Ia menyendokan nasi goreng itu untuk Achazia. Lupa kalau anak kandungnya masih berdiri mematung di sana.

"Kak, apakah kau dan Kak Achazia sudah berpacaran?" Bisik Andri yang tiba-tiba sudah berada di sebelahnya.

Ashana menatap tajam Andri. Wanita itu tidak menjawab. Ia memilih untuk ikut duduk dan sarapan bersama.

Andri mengernyit melihat bagaimana respon kakaknya. Beberapa detik kemudian ia mengangkat bahunya tidak peduli lalu ikut melakukan apa yang Ashana lakukan.

"Maaf kalau sarapannya seperti ini." Ucap Ibu. Ia tahu kalau Achazia orang kaya, pasti orang kaya sarapannya aneh-aneh. Begitu pikir Ibu.

Achazia mengangguk sambil menyuapkan nasi ke dalam mulutnya. Rasanya sama persis seperti nasi goreng yang di buat Ashana. Di luar dugaan, Achazia sangat lahap saat menghabiskan nasi goreng itu. Padahal saat di apartemen ia sudah sarapan. Membuat Ibu senang melihatnya.

"Wah, ternyata kau juga suka nasi goreng ya." Ucap Ibu saat Achazia sudah menghabiskan nadi goreng itu. Pria itu meneguk segelas air putih sampai habis.

"Terima kasih atas sarapannya." Ucap Achazia.

"Iya, sering-sering lah kemari. Aku akan membuatkan menu lain yang lebih enak nanti." Ibu sangat bersemangat saat berbicara dengan Achazia.

"Setiap pagi aku akan selalu kemari untuk menjemput Ashana pergi ke kantor."

Ibu langsung terdiam. Beda dengan Andri yang walaupun terkejut masih bisa menguasai diri. Bahkan Ibu sampai menoleh menatap Ashana yang melahap sarapannya sambil menunduk. "Kau akan mengantar Ashana ke kantor?"

Achazia mengangguk. "Aku juga yang akan mengantar Ashana pulang."

"Sebentar sebentar." Ibu menjeda ucapannya. Ia menatap Ashana dan Achazia bergantian. "Kalian pacaran?"

Berbeda dengan reaksi Ashana yang langsung menunduk malu, Achazia malah tersenyum. Pria itu mengangguk menjawab pertanyaan Ibu. "Iya, kami pacaran."

Ibu langsung mengangkat wajah Ashana agar menatapnya. Ashana yang melihat kelakuan Ibunya hanya bisa pasrah saat wajahnya di tangkup sang Ibu. "Kenapa kau tidak cerita pada Ibu kalau kau berpacaran dengan Achazia?" Ucap Ibu pada Ashana. Ashana terlihat seperti anak kecil yang ketahuan berbohong. Ia pasrah saat kedua tangan Ibunya tidak mau diam memainkan wajahnya.

"Ibuuuuu...." Ashana melepaskan tangan Ibu yang masih bertengger di wajah. "Aku baru saja berpacaran dengan Achazia." Ucap Ashana yang memang benar adanya.

Ibu tersenyum senang. "Kalian memang cocok. Bahkan Ibu pernah berdoa semoga kalian----"

"Sepertinya kami sudah harus berangkat. Ayo sayang." Ucap Ashana memotong ucapan Ibu. Dan panggilan yang digunakan Ashana membuat tiga orang yang ada si meja makan terkejut. 'Kau sudah gila Ashana.' Gumamnya dalam hati.

Achazia tersenyum saat mendengar panggilan itu. Ia langsung bangkit berdiri lalu menggenggam tangan Ashana. "Kalau begitu kami permisi." Setelah pamit, mereka berdua keluar dari rumah menuju mobil yang terparkir di depan.

"Ibu mendukung kalian! Ibu akan selalu mendukung kalian!!" Teriak Ibu dari dalam. Membuat Ashana meringis malu dan Achazia yang tersenyum senang.

*****

1
theseafiles
Ceritanya ngeri sedaaaapppp like like like lanjut
꧁༒☬Sa̶d̶B∆Y☬༒꧂
hai authorr 🤗 ganbatte ya, sukses teruss...
shnashari: Hai jugaa🤗 terimakasih semangatny🥰
total 1 replies
Bisikan Luar Biasa
Semangat kak..., ditunggu lagi up terbarunya😊💪🙏
shnashari: terimaksih☺
total 1 replies
virshere ads
Sip karyanya udah masuk rak buku! Lanjut thor~
Zizi Suartini
Yahh kok bersambung :(
Widya Pertiwi
Karena pake bahasa sehari2 aku jadi gampang ngerti! Lanjut thor!
Kekasih Dropper
Jangan lupa makan thooooor! Habis itu ketik bab-bab baruuuu
coastbycoast
Hiiii.. makasih loh thor karena udah bikin aku baper parah sama ceritanya hiks
flower bean
Lanjut atau aku gabisa tidur nih thor?! Haha.. pokoknya semangat kakak author
Girl Moon Maker
Huft kok udah abis aja? Yok di next bab lanjutannya yok..
Gadis Sandman
Aku setia rebahan disini menunggu cerita kakak hihi
alchemyworks
aku enggak suka digantung thor!
Eja Drajat Adriansyah
Ceritanya seru banget thor! Enak ya Thor bisa keliling dunia dalam khayalan. Aku mah apa atuh belum bisa nulis apa-apa :(
RainbowSweety
Permisi thor izin bertanya.. kapan kiranya ceritanya bisa lanjut? Saya sudah menunggu.. tapi akan terus saya tunggu hingga ribuan purnama huhu
Widya Pertiwi
semangat thor,ceritanya bagus,..crazy up dong😄👍💪
TripleAdorable
next upppppp👍👍nanti kalau lama UPP penggemar nya ilang Lo 😂😂
Kanza Nia
lanjut tor
SizzlingTeapot
yg liat update langsung baca + coment like dong!!!
Diambil Oleh Anggur
plis thorr up yang banyak🥺
booksandpeonies
Lanjutannya yang banyak yang thor hahaha *banyak nawarnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!