Bertemu kembali dengan cinta pertama setelah menjanda. Dahulu Isabel menyukai seorang pria yang sangat digemari oleh para wanita di sekolah. Pemuda ini merupakan anak basket dan ketua osis yang aktif berorganisasi. Dia mendekati pria bernama Ednan itu sebagai seorang penggemar dan terus mengejarnya hingga sang pria luluh.
Hingga sebuah tragedi menimpa Isabel sehingga dia sedikit trauma pada pria. Dia hampir saja diperkosa oleh teman satu sekolahnya. Ednan yang begitu marah memukul pria itu hingga hampir mati. Setelahnya Ednan tidak pernah terlihat lagi di sekolah.
Dua puluh tujuh tahun berlalu tanpa kabar dari Ednan. Isabel yang sudah menjadi janda kembali bertemu dengan Ednan di sebuah kursus melukis. Apa yang akan terjadi dengan mereka setelahnya? Dan sebenarnya apa yang terjadi di masa lalu antara mereka? ikuti kisah Ednan dan Isabel ya❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fazariah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26 : Hari Jadi
Nesya mendengar cerita itu dengan seksama tanpa melewatkan apa pun. Mereka menghabiskan waktu berjam-jam di Cafe untul bercerita. Merek bahwa memesan kembali makanan dan makan siang disana.
"Masih mau lanjut nggak?" tanya Helma saat makan siang mereka di sajikan.
"Tante pasti lelah kita makan siang dulu baru cerita lagi" ujar Nesya tidak tega.
"Baiklah kalau begitu" ujar Helma tersenyum.
"Selamat makan Tante" ujar Nesya bersemangat.
"Selamat makan sayang" jawab Helma.
Mereka makan siang dengan nikmad di Cafe itu. Sesekali Helma menatap wajah Nesya saat makan. Wajah itu persis seperti Isabel sahabatnya. Mereka makan dengan santai tanpa terburu-buru. Setelah makan dan istirahat sebentar, Helma mulai melanjutkan ceritanya.
(Kembali ke masa lalu)
Sandrina membawakan bekal untuk Rafael yang akan dia berikan saat Rafael selesai latihan nanti sore. Dia menata hingga rapi dan membawa botol minum yang di isi dengan jus jeruk.
"Tumben kamu bawa bekal" ujar Isabel.
"Iya mau aku berikan pada Kak Rafael" jawab Sandrina bersemangat.
"Kamu sesuka itu sama Rafael?" tanya Isabel meledek.
"Iya dong, walaupun dia pernah menyukai Kakak aku tidak peduli, yang penting kalian tidak pernah pacaran dan Kakak juga tidak menyukainya" ujar Sandrina logis.
"Iya sih kamu benar, selamat berjuang" ujar Isabel seraya beranjak untuk berangkat sekolah.
"Kakak dijemput Kak Ednan?" tanya Sandrina.
"Iya tapi naik motor gak cukup kalau kamu ikut" ujar Isabel melanjutkan ledekannya.
"Ahh senang nya kalau kita punya pacar jadi ada yang anter jemput" ujar Sandrina sedih.
"Aku harus segera berkencan dengan Kak Rafael" ujar Sandrina bersemangat.
"Kalau masalah antar jemput kan ada Mama, ayo Mama antar ke sekolah" ajak Mama seraya mengambil kunci mobil.
"Haaa membosankan" ujar Sandrina tidak bersemangat.
Ednan tengah menunggu Sandrina di halaman segera melambai saat melihat kekasihnya sudah keluar dari rumah. Mereka belum terlambat jadi Ednan tidak terlalu mendesak Isabel.
"Pagi cantik" puji Ednan.
"Hemm jarang-jarang kamu puji aku, ada apa nih" ujar Isabel terheran-heran.
"Aku yakin sih kamu bakal lupa, ini hari jadi kita yang ke satu tahun, pulang sekolah nanti kita pergi ya merayakannya" ujar Ednan.
"Oh iya aku lupa, maaf ganteng" jawab Isabel malu.
"Gak papa kamu pasti sibuk belajar" jawab Ednan lagi.
Mereka berangkat sekolah dengan ceria, tak lupa tangan Isabel memeluk Ednan dari belakang. Sesampainya di sekolah Isabel dan Ednan segera masuk ke dalam kelas.
"Pagi semuaaa" ujar Sabel.
"Hari ini kalian semua aku teraktir ke kantin" lanjut Isabel lagi.
"Wah seriusan, ada acara apa nih?" tanya Chiko bersemangat.
"Ini hari jadi kita yang ke satu tahun, jadi nanti kalian semua bisa makan bakso gratis" ujar Isabel.
"Wah asik, terimakasih Tuan puteri" ujar Helma.
"Kamu benar-benar kejutan, nanti aku aja yang bayar" ujar Ednan tersenyum melihat pacarnya yang dermawan.
"Gak perlu bagian kamu nanti saja waktu kita jalan-jala berdua" pinta Isabel.
"Ya sudah nanti aku siapin yang spessial saat kita pergi berdua" jawab Ednan akan membuat hari jadi mereka akan dikenang Isabel dalam waktu yang lama.
"Aww romantis sekali" jawab Isabel.
"Cieeeeee" ujar anak-anak kelas yang melihat kemesraan mereka.
Berita kelas 12 IPA 1 sedang di traktir di kantin karena Isabel jadian membuat telinga Yudha panas. Dia merasa telah diselingkuhi oleh Isabel. Padahal mereka tidak ada ikatan apa-apa.
"Isabel kamu sungguh tega" ujar Yudha dalam hati.