Indonesia
NovelToon NovelToon
MY BROKEN WINGS

MY BROKEN WINGS

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / CEO / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:13.6k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Ratri adalah potret perempuan sempurna: seorang istri yang berdedikasi sekaligus pilot sukses dengan jam terbang tinggi. Namun, dunianya runtuh dalam semalam ketika kejutan manis yang ia siapkan untuk suaminya, Indra, justru mengungkap pengkhianatan keji. Ratri memergoki Indra berselingkuh dengan sahabat karibnya sendiri, Imelda.
Rasa sakitnya kian menghujam ketika ia menyadari bahwa kedua anak mereka justru berpihak pada sang ayah. Diperlakukan layaknya mesin uang oleh keluarga parasit yang membodohinya, Ratri hanya bisa menangis dalam senyap di dalam lemari, sembari memahat sumpah untuk membalas setiap tetes air mata yang jatuh.
Setelah memutuskan pergi dengan hati yang hancur, Ratri jatuh pingsan di depan bandara karena guncangan hebat. Beruntung, seorang pria bernama Devandra datang menolongnya. Pertemuan tak terduga ini menjadi titik balik bagi Ratri untuk menyembuhkan luka, mengepakkan kembali sayapnya yang patah, dan memulai misi menuntut keadilan mutlak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

...Ratri memilih untuk memimpin penerbangan rute dalam negeri setelah berbulan-bulan disibukkan dengan jadwal penerbangan internasional yang melelahkan....

...Ia sengaja memberikan kesempatan emas rute luar negeri kepada Vincent....

...Dengan pendaratan yang sangat mulus, Ratri sukses mendaratkan pesawat Airbus A320 milik maskapainya di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali....

...Setelah menyelesaikan seluruh prosedur pendaratan...

...Ratri melangkah masuk ke ruang tunggu kapten, kemudian Ratri segera menghubungi Sandra....

..."Mama! Apa mama sudah sampai Bali?" tanya Sandra....

..."Iya, sayang. Mama baru saja sampai di Bali."...

...",Oh, iya Ma. Om Devan baru selesai meeting langsung ke sini, Ma. Buat persiapan makan malam istimewa kita nanti!" seru Sandra gembira....

...Ia memutar kamera ponselnya dan memperlihatkan Devandra yang tengah berdiri anggun di dapur terbuka penthouse dengan celemek terpasang rapi, sibuk memotong bahan-bahan masakan berkelas....

...Tiba-tiba, wajah Rizal menyerobot layar dengan cengiran khasnya. "...

...Ma! Di sana ada bule nggak?!" tanya Rizal kocak, memiringkan kepalanya menatap layar....

..."Ishh! Kakak apaan sih!" potong Sandra sebal sambil menepuk lengan abangnya, membuat kamera sedikit bergoyang....

...Ratri tertawa terbahak-bahak di ruang tunggu bandara melihat tingkah konyol putra sulungnya itu....

..."Ada banyak, Rizal! Mau Mama bawain satu buat jadi temen ngobrol bahasa Jawa kamu?" goda Ratri sambil menaikkan satu alisnya....

..."Waduh, ampun Ma! Nanti malah makin konslet otak Rizal," ucap Rizal sambil menggaruk kepalanya, membuat Devandra yang sedang memasak ikut melirik ke layar dan terkekeh pelan....

..."Sudah, jangan digoda terus Mamanya," sahut Devandra dari dapur, suaranya terdengar hangat....

..."Hati-hati di perjalanan pulang nanti, Ratri. Malam ini aku yang persiapkan semuanya."...

...Ratri menganggukkan kepalanya dan setelah mengobrol panjang lebar ia menutup ponselnya....

...Setelah beristirahat sejenak, Ratri memutuskan untuk menyempatkan diri membeli oleh-oleh khas Bali di toko suvenir langganannya sebelum kembali bertugas....

...Ia ingin membawakan buah tangan spesial untuk orang-orang tersayang yang menunggunya di rumah....

...Ratri memilihkan Kain Tenun Endek Bali untuk Devandra dengan motif eksklusif bernuansa warna gelap yang elegan dan gagah, sangat cocok jika dipadukan dengan kemeja kerjanya....

...Tak lupa, ia juga membelikan sekotak Kopi Robusta Pupuan khas Bali yang memiliki aroma harum dan cita rasa mantap untuk menemani aktivitas padat sang calon suami....

...Ratri juga membelikan beberapa potong Kaos Barong ber bahan katun adem yang nyaman dipakai bersantai di rumah, lengkap dengan beberapa bungkus Kacang Disco pedas manis favorit Rizal untuk menonton televisi....

...Sedangkan untuk Sandra, Ratri memilihkan Kebaya Jadi khas Bali berbahan brokat halus berwarna pastel yang sangat anggun, dilengkapi dengan set Pia Legong rasa keju dan cokelat yang manis dan renyah....

...Setelah selesai berbelanja dan mengemas oleh-olehnya dengan rapi....

...Ratri bergegas kembali ke Bandara I Gusti Ngurah Rai....

...Ia harus bersiap untuk jadwal penerbangan kembali ke Jakarta....

...Ia tidak sabar memberikan oleh-oleh manis untuk keluarga barunya yang utuh dan hangat....

...Jam menunjukkan pukul tiga sore di Bandara I Gusti Ngurah Rai....

...Langit Bali mulai berwarna jingga keemasan, memantulkan gradasi warna yang begitu indah di atas landasan pacu....

...Ratri membawa tas oleh-oleh berisi kain tenun, kopi, kaos Barong, hingga Pia Legong untuk Devandra, Rizal, dan Sandra....

...Sambil tersenyum tipis, ia berjalan anggun menuju area crew lounge untuk persiapan penerbangan sore kembali ke Jakarta....

...Sebelum melangkah lebih jauh, Ratri menyempatkan diri mengambil foto tas-tas belanjaannya dan mengirimkan ke grup keluarga kecilnya....

...Oleh-oleh siap, sampai ketemu di Jakarta malam ini! tulisnya dilengkapi emotikon hati....

...Kemudian seorang pria berpakaian seragam staf operasional bandara mendatangi Ratri dengan wajah terburu-buru....

..."Selamat sore, Kapten Ratri. Maaf mengganggu, ada dokumen manifest penerbangan darurat yang harus ditandatangani segera di area staf operasional," ucapnya sopan....

...Tanpa rasa curiga sedikit pun, Ratri menganggukkan kepalanya....

..."Baik, mari."...

...Ratri mengikuti staf tersebut melangkah menyusuri lorong bagian dalam yang relatif sepi dari lalu lalang penumpang....

...Namun, saat membelok di sudut lorong remang-remang, dua pria bertubuh tegap berjaket hitam mendadak muncul dan menghadang jalannya....

...Naluri bahaya Ratri langsung menyala. "Siapa kalian?!"...

...Sebelum mereka berhasil menyentuhnya, Ratri melayangkan tendangan cepat dan berhasil memukul mundur salah satu pelaku menggunakan teknik pertahanan diri yang pernah ia pelajari....

...Namun, perlawanannya tak berlangsung lama. Pelaku kedua bergerak cepat dari belakang, merangkul lehernya dan menempelkan kain berlarutan kimia keras tepat di hidung dan mulut Ratri....

..."MMMMPPHH!!"...

...Ratri memberontak sekuat tenaga, tetapi kesadarannya terkikis drastis dalam hitungan detik....

...Pandangannya menggelap, dan tubuhnya seketika luruh tak berdaya di dalam dekapan pelaku....

...PRANG!...

...Tas berisi oleh-oleh khas Bali yang dibelinya dengan penuh kebahagiaan terlepas dari genggamannya, menghantam lantai bersama pet pilot kebanggaannya yang terlempar....

...Kotak-kotak hadiah itu berserakan di dinginnya lantai lorong sepi, menjadi bukti bisu dari awal sebuah ancaman baru....

...Gelap, tegang, dan mencekam di dalam van hitam yang melaju kencang meninggalkan area Bandara I Gusti Ngurah Rai....

...Suara raungan mesin berpadu dengan guncangan keras jalanan, menyelimuti atmosfer di dalam kabin kendaraan yang gelap gulita....

...Di tempat lain Devandra yang tengah merapikan meja makan membaca pesan tersebut....

...Senyum hangat sempat terukir di bibirnya, namun tiba-tiba dadanya terasa sesak....

...Sebuah firasat kurang enak mendadak merayapi pikirannya tanpa alasan jelas....

...Devandra menarik napas dalam-dalam, mencoba mengabaikan perasaan ganjil itu dan menganggapnya hanya kelelahan biasa....

...Di dalam kokpit pesawat yang terparkir di apron Bandara I Gusti Ngurah Rai, suasana mendadak tegang....

...Petugas co-pilot yang mendampingi Ratri berulang kali mengecek jam tangannya dengan cemas....

...Waktu boarding penumpang tinggal 15 menit lagi, namun sang kapten tak kunjung menunjukkan batang hidungnya....

...Tanpa membuang waktu, co-pilot itu segera mengubungi Devandra melalui panggilan darurat....

..."Belum datang?!" seru Devandra dari balik telepon, berdiri seketika dari kursi makan di penthouse-nya di Jakarta....

...Rasa ganjil dan firasat buruk yang melingkupinya sejak tadi sore kini berubah menjadi kenyataan pahit....

...Devandra langsung sadar bahaya besar telah terjadi pada calon istrinya....

..."Sial!!" umpat Devandra seraya mematikan telepon....

...Dengan wajah tegang, ia memandang Thomas yang berdiri siap siaga di dekatnya....

..."Thomas, lacak posisi GPS ponsel Ratri sekarang juga! Ponselnya mendadak mati!"...

..."Baik, Pak!" Thomas bergerak cepat memproses perintah sang atasan melalui perangkat pelacak internal security maskapai....

...Sandra dan Rizal yang melihat kepanikan itu ikut berhamburan mendekat dengan wajah pucat pasi....

..."Om, ada apa dengan Mama?" bisik Sandra, matanya mulai berkaca-kaca....

...Devandra menatap kedua remaja itu dengan pandangan tegas namun menenangkan....

..."Om harus ke Bali sekarang juga. Kalian tetap di sini dan jangan buka pintu untuk siapa pun, selain Om atau Thomas. Paham?"...

...Rizal menganggukkan kepalanya mantap, merangkul bahu adiknya yang gemetaran....

..."Siap, Om. Rizal bakal jaga Sandra."...

...Devandra bersama Thomas segera menuju ke Bandara....

...Sementara itu Ratri perlahan sadarkan diri. Kepalanya terasa sangat berat dan pening akibat sisa efek obat bius yang kuat....

...Ketika mencoba menggerakkan badannya, ia baru menyadari kedua tangannya telah terikat erat di belakang kursi, sementara mulutnya tersumbat rapat oleh kain tebal yang membuat setiap helaan napasnya terasa sesak....

..."Mmmph! Mmmph!"...

...Ratri memberontak, berusaha merenggangkan ikatan di pergelangan tangannya sembari menatap tajam ke arah dua pria yang duduk di hadapannya....

...Salah satu pria bersetelan hitam tertawa sinis, lalu perlahan membuka topeng penutup mukanya....

...Ternyata mereka adalah kelompok pembunuh bayaran profesional suruhan sosok misterius—seorang kolega bisnis gelap yang bersekutu dengan Indra....

...Mereka memanfaatkan celah dari kekacauan skandal dan liputan media tadi pagi untuk melancarkan aksi nekat ini....

...Kringgg... Kringgg......

...Ponsel milik pelaku bertopeng yang duduk di...

...samping pengemudi mendadak berdering nyaring....

...Pria itu menekan tombol speaker agar rekannya bisa mendengar....

..."Bagaimana? Apakah umpannya sudah didapatkan?" suara berat nan dingin bertopengkan modulasi suara terdengar menyembur dari balik speaker telepon....

..."Sudah, Bos. Kapten pilot ini sudah aman di dalam van kita. Dia tidak bisa berkutik lagi," jawab sang pelaku tersenyum culas....

..."Bagus," kekeh suara misterius di balik telepon itu, penuh nada ancaman yang kejam....

..."Gunakan wanita itu sebagai umpan utama. Hubungi Devandra sekarang juga. Berikan dia penawaran mutlak: Jika ingin calon istrinya kembali hidup-hidup, dia harus mencabut semua tuntutan hukum, membebaskan Indra malam ini juga, dan menandatangani surat penyerahan seluruh saham kepemilikan maskapainya kepada kita!"...

...Ratri mendelik lebar, matanya memancarkan amarah dan kekhawatiran yang luar biasa saat mendengar rencana licik di balik penculikannya....

...Devandra dan Thomas baru saja sampai di bandara....

...Ponsel genggam Devandra bergetar hebat. Sebuah pesan singkat dari nomor yang tak dikenal masuk, melampirkan sebuah foto....

...Jantung Devandra seolah berhenti berdetak saat membukanya: Ratri tampak terduduk lemas di sudut ruangan gelap, dengan kedua tangan terikat erat dan mulut disumpal kain tebal....

...Tak lama kemudian sebuah pesan teks bernada ancaman menyulut amarah di dada Devandra:...

...[Bebaskan Indra malam ini juga dan berikan seluruh saham maskapai penerbangan milikmu! Atau pilot kesayanganmu ini akan hilang selamanya dari muka bumi!]...

Devandra mencengkeram erat tangannya dan meminta Thomas menuju ke kantor polisi.

1
Angraeny Angraeny
seratus apa sepuluh juta
Sayekti 0519
luarr biasa... mantap thooor
Sayekti 0519
Rizal daftar pilot kan keren
Sayekti 0519
mimpiii.....
Sayekti 0519
siksa aja dulu, udah benyok ks kepolisian
Sayekti 0519
mata d balas mata,jual anaknya k klup malam.biar rasa si anjing indra
Sayekti 0519
tolong tangkap si indra,siksa sampai ngaku patahkan tangan sama kakinya.bila perlu matanya jg
Sayekti 0519
rumah mobil dan yg lain d jual tinggal lah d luar negeri aja.biar amaan
sri hastuti
akhirnya happy end, makasih thor, bagus critanya 👍👍👍
my name is pho: terima kasih kak 🥰
total 1 replies
Muft Smoker
tasya Dan Gabriel udh bisa Mandiri ,,
keluarga baru ratri juga udh bahagia ,,
semoga si indra ma Imelda gx perlu deh kluar dr penjara ,, ganggu aj nnti dy bisa nya ,,
Muft Smoker
lihat tasya Gabriel ,,
org yg km sakiti ,,
msh peduli Dan cemas dg kondisi kalian ,,
Muft Smoker
lengkap sudaah kebahagiaan mereka ,,
alhamdullah tasya Dan Gabriel juga udh punya pekerjaan masing2 ,,
bahagia selalu kalian semua
Muft Smoker
waah devandra kecil udh debut kayakny
Muft Smoker
akhirny mereka sadar Dan mau berubah menjadi lebih baik lgii ,,
semoga jalan kalian di permudah ,,
krn semua org pernah berbuat salah ,,
hingga mereka berdua pun pantas mendapat kesempatan kedua buat berubah ,,
Muft Smoker
laaanjut kak ,,
Muft Smoker
yeeey akhirny ,,
semoga setelah ini cuma kebahagiaan yg mereka rasakan ,,
Muft Smoker
akhirny ratri Selamat ,,
udh deg2an ,,
Muft Smoker
aduuuuh kak ,, sypa lgii ini ,,
baru juga masalah satuu beres ,, dtg masalah lain ,,
semoga ratri cepat di temukan Selamat sampai lgi di Jakarta ,, ,,
sri hastuti
waduh thor ,baru bahagia sebentar ,blm menikmati ,sdh spt itu , 😡😡😡
Muft Smoker
kenyataan yg gx sesuai ekspetasii begitu menyakitkan bukan ,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!