"Kau terlalu banyak menyimpan kebohongan sehingga kejujuran mu di pandang semu sekarang."
Kepergian Reno bukan lah sesuatu yang salah, aku yang salah disini aku paham arti perginya. "Jangan pergi! jangan tinggalkan rumah."
Dia amat marah setelah berita itu sampai ke telinga nya...
yukk buruan cari sepenggal kalimat ini dibalik cerita aku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MAMI ADRIELLA20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Belajar naik motor
Bangun dari tidur ternyata tempat jam 04.00 sore karena sudah tiba di depan rumah , waktu diberikan untuk bersiap 15 menit ,celana training ditambah hoodie cukup ikat rambut menggunakan jedai aku ikut dengan dia ,toh dia juga hanya pakai kaos plus celana pendek .
Kami hanya jalan-jalan dekat Area rumah, Kak Reno memberhentikan laju motor pada keramaian alun-alun .terpatung memandang akuarium kecil ,dan beberapa ikan gemuk .langsung dong dibayarin ,"buat apa ?"
"Ini dua anak kita ,jadi harus kamu gawat !supaya kamu ada temannya di sana"
Kan Bener cuman COD karena hias doang, terus balik lagi ke rumah .buru- buru dipasang pompa oksigen untuk ikan, Kak Reno telaten merawat ikan lalu kunci motor dilempar kepadaku ,"Lupa beli makannya minta tolong dong."
"Lah Kamu pikir aku bisa bawa motor alasanku "
"Yaelah balik lagi dong ?Siapa yang lupa ya ?"
Tangan Kak Reno malah menarikku untuk ikut bersama dia , kami kembali hanya untuk membeli makanan ikan .tapi tidak hanya di situ ide konyol Kak Reno ,bisa-bisanya dia maksa aku untuk coba mengendarai motor .Aku sebenarnya bisa cuman nggak pernah mau tampil oke di depan cowok Ntar nggak bisa manja-manja lagi ,"Coba aja gas pelan-pelan" motor matic terkenal nendang pintu dulu baru dapat dipercaya kan untuk ku bawa, sepertinya dia baru menebus motor ini, masih kilat dan bersih sekali.
Awalnya aku iseng ,tahu kan lagak nggak bisa mengendarai gitu ,naas sekali ketika tertawa menjauhi kak Reno malah bisanya aku tidak melihat ketika balita datang ke arahku ,ketika fokus kembali aku sangat terkejut hingga banting stir itu membuatku terjatuh diantara rumput-rumput gajah. kakiku ditimpa stang motor dan badan ku di jepit motor matic besar sampai tengkurap tidak bisa bergerak, Rasanya sakit banget.
"Mbak-mbak." Ayah balita itu membantu ku supaya motor berdiri sementara aku menolak tangannya untuk menutupi air mata mengalir di pipi menahan sakit, kak Reno lumayan memakan waktu untuk datang walaupun ia kencang berlari dari kejauhan.
"Makasih -makasih " ke datangan nya menaruh rasa aman pada ku.
Tanpa memperdulikan motornya kak Reno langsung mengangkat ku ,supaya aku bisa duduk .daguku lupa lecet ,begitu juga di bawah mata maksudnya area pipi apel, dan sedikit goresan di betis dan membiru di pergelangan kaki.
kaki yang tertimpa motor tadi langsung membiru dan lebam ,bahkan dipakai untuk jalan sangat sakit rasanya .dua-dua kalau dibawa jalan kurasakan panas sekali. "nanti kita kompres sampai rumah ya ,kenapa aku memaksa kamu tadi ya." wajah penyesalan datang dari kak Reno.
Mencegah sesuatu yang tidak diinginkan terjadi kak Reno menyinggahi klinik untuk di periksa sekalian dibersihkan luka di area wajah,serta tempat lainnya.
Kaki ku sakit,ia menyarankan aku untuk dikompres. Dipijat, dibalurin minyak makan campur bawang seperti di marinasi. Ia tertidur menjaga ku, sebab sehabis minum antibiotik rasa ngantuk membuatku terlelap.
Jarak yang kau ciptakan bukan sebagai tanda kau menolak ku, ada rasa hormat disana. Dengan kau tertidur duduk menyender di bawah kaki ku menyayat hati, akhirnya ada seseorang dapat menemani sisi lemah ku.
Ku putar posisi badan,kaki di kepala dan kepala di kaki inti posisi nya aku dapat berbaring di belakang kepala kak Reno. Entah perasaan apa yang buat aku menangis sedih membelai rambut ikalnya membuat bayang-bayang masa kecil dan waktu kami bermain hidup kembali. Rasanya aku pengen bilang ternyata Abang ya yang selama ini ku tunggu.
Tapi enggak mungkin lah dia bahagia,aku masih ingat ucapannya dirumah sakit betapa dendamnya dia kepada keluarga ku, biarpun aku dan dia memiliki masalah dengan orang yang sama tentu untuk hubungan keluarga kami masalah itu dipukul rata sama dia.
"humm," ia bangun mendapati aku sedang menangis, wajah tak berekspresi langsung dihadapkan pemandangan menangis sedu, "Kenapa? " First time ada seorang laki-laki yang dapat menghapus air mata ku secara langsung.
"Masih sakit." Pura-pura ku berkeluh kesah.
aku dan dia kembali duduk bersama , lagi-lagi pijatan lembut menghampiri kakiku .Kak Reno amat perhatian dan sangat sangat penuh peduli, bahkan di jam 02.00 malam Kami sempat-sempatnya masak mie ,mie kuah buatan Kak Reno .dengan telur setengah matang di atasnya .
"Kalau di kapal waktu masih jadi cadet ini penyelamat banget tahu ,sering Kehilangan koki dapur persediaan ini."
"Mencuri."
"Ihhhh." kak Reno pasang wajah jijik. "Selagi aku masih menyelamatkan perut sejengkal itu mah namanya bukan mencuri."
"Ngomong-ngomong soal teman masa kecil mu ,nggak pengen cari dia kah? "
"Buat apa ?Paling dia juga masih di kampung ."
Apa aku doang yang anggap moment masa kecil itu amat berharga, jawaban seperti ini membuat ku ragu kalau bercerita tentang masa lalu ku. Maafkan aku kalau kesannya membohongi mu aku tidak bermaksud begitu.
Tak kusangka laki-laki ini sangat doyan mie kuah, santap bangett. "nanti aku ambil libur aja deh sakit banget kakiku ,nggak bisa dipakai jalan nih ."
"Ya udah istirahat aja dulu ,Kerja mulu kaya juga nggak ."
"Rabu aku udah berangkat ke Batam, kamu Senin udah dibandung LDR dong ini konsep nya."
Aku memainkan alis, senyum tak ikhlas dengan aturan yang ada. "Nanti kalau pulang dari sana bawa cokelat itu lagi ya."
"Iya kalau tempat jastip nya buka ya."
Aku memeluk erat-erat kak Reno, ia masih kaku sihh.
"Sukses buatmu ya di sana ,"
"Antar aku nanti ya ke bandara."
Kesepakatan untuk dua hari kedepan. Dia sangat amat menjahit ku atas sentuhan yang tidak berizin. Begini lah kalau anak laki-laki tumbuh dilingkungan yang sehat tidak mudah mempermainkan perasaan seorang.
"aku mau tanya ,cewek yang telepon kamu waktu dihotel, itu siapa ?"
"Impal ku, sepupu ku yang di sebelah kamu kemarin yang cewek itu."
"dia mah begitu ,masih gagal move on mungkin."
"Aku enggak suka, setelah ada aku dia hubungi kamu. Dengar!"
"Siap doro."
Anjirrr apakah doro akan menjadi nama yang disematkan untuk ku, iseng ku raih handphonenya dan benar saja lewat lock face aku dapat mengakses kontaknya, 'Doro putri' dong untuk nama kontak ku. Tapi salfok love nya Oren, ahh gemes.
"Enggak ada lagi kami teleponan."
"bukan itu."
Kak Reno malah tertawa geli mendapati aku mengecek akses kontaknya ,Oke aku juga ubah ya .'My soul' nama kontak ku sematkan untuk dia ,mungkin anggapan Kak Reno itu adalah satu kemenangan padahal di kontak blokir ada semat 'my future husband' jangan sampai dia tahu .