Indonesia
NovelToon NovelToon
The Mafia’S Possession

The Mafia’S Possession

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Roman-Angst Mafia / Cinta setelah menikah
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

"Jauhi suami saya!"

Teriakan melengking di sebuah kafe elit Manhattan itu meremukkan dunia Pearl Glow Hurt dalam sekejap.

Pria bertutur kata lembut yang dicintainya ternyata seorang penipu beristri. Demi menyelamatkan harga diri dari skandal yang memalu, Glow nekat membual bahwa kekasih aslinya bernama "Lean"—dan bersumpah akan mengelilingi New York untuk menemukan serta menikahi pria bernama Lean demi memvalidasi kebohongannya.

Pencarian impulsif itu membawa Glow ke sebuah bengkel kusam di Queens, memutuskannya berhadapan dengan Lean—seorang mekanik bersikap dingin yang mengintimidasi dan mengaku sebagai kanibal. Glow menganggap sosoknya hanyalah rakyat jelata bersikap sok misterius.
Namun, Glow tidak menyadari bahwa pria itu adalah Orion Leander Ashford, putra penguasa takhta kegelapan New York yang menjalankan bisnis senjata rahasia.
Ketika takdir bertabrakan di antara intrik dan bahaya, permainan nama Lean mendadak berubah menjadi pusaran cinta dan bahaya yang mengancam nyawa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#15

Jarum jam di atas meja rias berlapis kaca menunjukkan tepat pukul 23.00 malam saat gagang pintu kamar utama mansion berputar perlahan. Suasana di dalam ruangan itu hening, dipayungi pendar remang lampu tidur bernuansa hangat yang memantulkan rona serba pink pada tirai sutra dan karpet tebalnya.

Lean melangkah masuk dengan sangat pelan. Kemeja hitamnya yang tergulung sampai siku nampak agak kusut usai menyelesaikan kekacauan di bengkel Queens, sementara aura dingin yang dibawanya dari luar mendadak menguap begitu kakinya menginjak karpet empuk kamar sang istri.

Di atas tempat tidur berukuran king-size, Glow tampak duduk bersandar pada kepala ranjang. Gaun tidur satin warna merah muda pastel yang melekat di tubuhnya membuat kulit mulusnya memancarkan kilau lembut di bawah cahaya remang. Tangan Glow bersedekap di depan dada, matanya menatap lurus ke depan—sama sekali tak memalingkan pandangan saat pintu kamar terbuka.

Lean menutup pintu tanpa suara. Ia menghentikan langkahnya di ujung kasur, menatap wanita berusia 26 tahun di hadapannya itu dengan dahi yang sedikit berkerut.

"Kenapa belum tidur?" tanya Lean dengan nada suara rendahnya yang mantap.

Tidak ada jawaban. Glow hanya menarik napas pelan, mempertahankan posisi duduk tegaknya dengan tatapan dingin yang kosong.

Lean melangkah dua pukulan mendekat, berdiri tepat di samping tempat tidur. "Kenapa tidak menjawab?"

Hening kembali menyapa. Glow memindahkan pandangannya ke arah jendela kamar, mengabaikan keberadaan pria yang baru saja dinikahinya kemarin malam.

"Aku sedang bicara," pangkas Lean, suara beratnya menajam secara ritmis. "Bisa kau menjawab kenapa kau belum tidur, Glow?"

Kediaman Glow yang membisu itu membuat Lean yang berusia 29 tahun mendadak merasa tingkat kesabarannya diuji dengan cara yang sangat abstrak. Bagi seorang penguasa takhta bawah tanah yang terbiasa ditakuti oleh para petinggi New York, diabaikan oleh seorang gadis bergaun tidur merah muda di dalam kamar serba pink adalah sebuah komedi yang menyebalkan.

Satu sudut bibir Lean terangkat kaku. Dengan nada suara yang sengaja dibikin datar dan menyindir, Lean bersikap seolah mengalah.

"Kau sedang bisu rupanya," gumam Lean santai, berbalik hendak melangkah menuju area lemari pakaian.

"Kau tidak menghargai keberadaanku!"

Teriakan melengking itu seketika membelah keheningan malam, bergema nyaring di setiap sudut kamar bernuansa pink tersebut. Glow melempar bantal gulung yang didekapnya ke atas kasur, lalu mendudukkan tubuhnya tegak lurus dengan napas memburu dan mata yang berkaca-kaca menahan kekesalan.

Lean menghentikan langkahnya, memutar tubuhnya kembali untuk menghadapi sang istri.

"Kau pergi begitu saja tanpa pamit!" seru Glow histeris, emosi yang tertahan sejak tadi sore meledak tak terkendali. "Kau meninggalkan rumah ini seolah-olah tempat ini cuma hotel tempatmu menumpang tidur! Kau ke mana?! Kau menemui kekasihmu?! Kau memiliki kekasih di luar sana?!"

Glow berdiri di atas kasur, membuat tingginya sejajar dengan Lean. Wajah cantiknya memerah padam akibat luapan amarah dan harga diri yang mendidih.

"Jika kau punya kekasih dan masih ingin bermain-main di luar sana, jangan pernah kembali ke rumah ini!" jerit Glow lagi, melayangkan pandangan membunuh yang sarat akan amarah.

Teriakan penuh nada posesif dan cemburu itu menggaung memenuhi ruangan. Namun, alih-alih merasa terancam atau tersulut emosi, Orion Leander Ashford justru terpaku di tempatnya.

Sebuah senyuman tipis—yang kali ini murni dipenuhi rasa geli dan nostalgia—perlahan mekar di bibirnya. Ingatan Lean mendadak terbang melayang ke masa lalunya di mansion utama keluarga Ashford.

Pemandangan malam ini secara ajaib mengingatkannya pada sang mommy, Tessa, yang dulu selalu menghadangnya di depan pintu dan memarahinya habis-habisan setiap kali Lean pulang larut malam saat ia masih remaja.

Di usianya yang sudah menginjak 29 tahun dan memegang kendali atas jaringan bisnis bernilai miliaran dolar, Lean tidak pernah membayangkan dirinya akan kembali dimarahi habis-habisan dengan cara yang sama—oleh istrinya yang baru berusia 26 tahun di sebuah kamar tidur serba merah muda.

Glow yang melihat Lean justru tersenyum kaku seketika menghentikan teriakkannya. "Kenapa kau malah tersenyum, Sialan?! Kau pikir ini lelucon?!"

Lean menarik napas panjang, menatap wanita bergaun pink di atas kasur itu dengan sorot mata yang melunak.

"Sudah?" tanya Lean lembut, suara beratnya berganti menjadi nada menenangkan yang teramat langka.

Glow bersedekap rapat, memalingkan wajahnya dengan dengusan kasar.

Lean melangkah satu tapak lebih dekat ke tepi ranjang. Pria itu menyandarkan sebelah tangannya di tepi kasur, menengadah sedikit menatap iris mata Glow.

"Aku memiliki urusan mendadak di bengkel," ucap Lean dengan artikulasi yang sangat jelas dan jujur. "Dan... aku baru menjadi seorang suami baru sehari. Aku lupa kalau aku sudah memiliki istri di rumah yang harus kuingat dan kuberi tahu."

Lean menundukkan kepalanya sedikit—sebuah Isyarat kepatuhan yang tidak pernah ia tunjukkan pada siapa pun di dunia ini selain keluarganya.

"Maafkan aku, Istriku," bisik Lean rendah, suaranya sarat akan kehangatan yang jujur. "Lain kali aku tidak akan mengulanginya lagi. Dan... terima kasih sudah mengkhawatirkanku."

Deg.

Jantung Glow mencelos seketika. Kemarahan meledak-ledak yang tadi memenuhi dadanya mendadak menguap, berganti dengan desiran hangat yang membuat pipinya terasa makin membara. Glow mematung di atas kasur, menatap Lean dengan pandangan tak percaya. Pria bersikap dingin dan sok misterius ini... baru saja meminta maaf dan mengucap terima kasih padanya?

Namun, bukan Orion Leander Ashford namanya jika membiarkan suasana romantis itu bertahan terlalu lama.

Melihat rona merah di pipi istrinya dan gaun tidur tipis yang sedikit melorot memperlihatkan bahu mulus Glow, sudut bibir Lean kembali terangkat mengukir senyuman sinisnya yang khas.

"Tapi," pangkas Lean santai, matanya menyipit berbahaya menyapu leher Glow, "kalau kau berteriak sekeras itu lagi di tengah malam, aku khawatir insting kanibalku akan bangun lebih cepat."

Glow tersentak, refleks menutupi lehernya dengan kedua tangan. "Kau...!"

Lean melangkah mendekat, mengikis jarak hingga aroma kayu cedar maskulin miliknya mengurung pandangan Glow. Ia menunduk, berbisik tepat di dekat telinga sang istri dengan nada suara vulgar yang membuat bulu kuduk Glow berdiri tegak.

"Ganti gaun merah muda ini besok," bisik Lean rendah dan sarat godaan, "atau malam ini juga aku akan menggigit bagian paling empuk di lehermu sampai kau tidak bisa berteriak lagi saat kita terbang ke Maladewa."

"Kau... bajingan kanibal mesum!" umpat Glow dengan histeris, mendorong dada tegap Lean dengan kedua tangannya sampai pria itu tertawa kering tanpa suara dan melangkah mundur menuju kamar mandi.

Setengah jam kemudian, lampu utama kamar telah dipadamkan, menyisakan keremangan tipis dari lampu sudut ruangan.

Di atas tempat tidur berukuran king-size yang luas itu, dua insan yang baru terikat pernikahan resmi tersebut berbaring saling membelakangi. Sebuah jarak membentang di tengah-tengah kasur, dengan selimut rajut tebal yang kini terbagi menjadi dua bagian.

Glow memeluk bantalnya erat-erat, menatap kegelapan dinding kamar dengan napas yang teratur. Meski bibirnya masih mengatup rapat menahan kekesalan, sebuah rasa aman yang tidak dijelaskan menyelinap pelan di dalam dadanya.

Sementara di belakangnya, Lean berbaring menatap langit-langit kamar. Pria itu menyilangkan kedua tangannya di balik kepala, mendengarkan deru napas halus istrinya yang perlahan mulai terlelap.

1
Astrid Kucrit
gek sat set pria kanibal 🤣🤣
Astrid Kucrit: wkwkwkwowk 😂😂
total 2 replies
Astrid Kucrit
geli nggak glow 🤣🤣
Rosdianah 🌷: hahah 🤣
total 1 replies
Astrid Kucrit
jangan khawatir glow,suamimu sangat mencintaimu
Astrid Kucrit
seru nihh
Astrid Kucrit
hajar le 😂😂
Astrid Kucrit
siap2 pisah kamar 😂
Rosdianah 🌷: wkwkkw🤣
total 1 replies
Yusry Ajay
makin dag dig dug bacanya...keren Thor /Good/
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
Yusry Ajay
hu... semangat 2 kk Thor 💪💪💪🤗
Rosdianah 🌷: uhuuuuuiii ma'aciww 🥳
total 1 replies
Astrid Kucrit
di hajar kamu glow 🤣🤣
Astrid Kucrit
selamat berbuka puasa 🤣🤣
Rosdianah 🌷: wkwkw 🤣
total 1 replies
Yusry Ajay
gpp up dikit kk..yg penting tetap semangat 💪 berkarya 🤗🤗
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
Bu Dewi
hari ini gak update tah kak..? bolak balik liat tapi belum ada update an/Smile//Smile//Smile/
pdhl penasaran ama kelanjutannya😍😍😍
Rosdianah 🌷: huhu author minta maaf ya kak 🙏🏻 author sedikit sibuk dunia nyata hari ini. besok up banyak 🫠
total 1 replies
Nita Nita
pada hal gampang buat glow tau siapa lean 😎
Rosdianah 🌷: wkwkw 🤭
total 1 replies
Hotmayanti Yanti
kayak Mr and Mrs Smith Thor😜😜😜
Rosdianah 🌷: ow iya kak, wkwk🤭
total 3 replies
Bu Dewi
update lagi dunkz kak😍😍😍😍😍
Rosdianah 🌷: siap kak🫶
total 1 replies
Nita Nita
Glow bkn bisa nembak ya
safaana
cerita othor emang gak pernah gagal meskipun ada sedikit typo tapi ke tutup sama jln ceritanya semangat Thor semoga sehat selalu
Rosdianah 🌷: Ma'aciww banget kak🫶
total 1 replies
safaana
aku penasaran itu Leon Ama kakaknya di banting kemana Thor,,gak ada jejak
Rosdianah 🌷: nanti di bab selanjutnya kak 🙏🏻
total 1 replies
Yusry Ajay
semangat 2 up Thor 💪💪
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak🫶
total 1 replies
Yusry Ajay
keren bgt🤗🤗orion...
Rosdianah 🌷: anak siapa itu🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!