Indonesia
NovelToon NovelToon
Lamaran Yang Bukan Untukku

Lamaran Yang Bukan Untukku

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Penyesalan Suami / Konglomerat berpura-pura miskin / Balas Dendam
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Sefin Eka Ramana Putri

Tujuh tahun Cynthia Dewi mencintai YB dengan seluruh hatinya. Namun di hari yang seharusnya menjadi bahagia bagi mereka berdua, YB justru melamar Karen — wanita yang selama ini selalu ia anggap adik. Cynthia melihat semuanya dengan mata kepalanya sendiri, dan hatinya hancur seketika. Di saat ia merasa sudah tak memiliki siapa pun, Aloy datang menolongnya. Ia bukan hanya teman lama, tetapi juga sosok yang menyimpan rahasia besar dari masa lalu Cynthia. Mampukah Cynthia membuktikan jati dirinya, membalaskan dendam, dan menemukan cinta sejatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sefin Eka Ramana Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26: Kalung Berlian yang Menjadi Awal Segalanya

Hari itu adalah hari ulang tahun Karen. Sejak pagi buta, suasana di rumah itu terasa berbeda — penuh kegembiraan, tawa yang terdengar begitu ceria, dan aroma makanan lezat yang tercium dari ruang makan. Rumah itu dihias rapi, bunga-bunga segar diletakkan di sudut ruangan, dan semuanya terasa begitu hangat. Namun kehangatan itu hanya milik Karen dan YB. Bagi Cynthia, hari itu justru terasa semakin berat dan menyakitkan. Ia tetap bangun jauh sebelum matahari terbit, menyiapkan segala keperluan rumah tangga mereka, memasak hidangan yang paling disukai Karen, merapikan setiap sudut rumah, hingga memastikan segala sesuatu berada pada tempatnya sebelum Karen dan YB membuka mata. Seakan ia adalah satu-satunya orang yang harus memastikan hari ulang tahun itu berjalan sempurna bagi Karen, tanpa pernah sekalipun diucapkan terima kasih.

Saat jam makan siang tiba, meja makan sudah penuh dengan hidangan lezat. YB berdiri di hadapan Karen dengan senyum hangat yang jarang sekali terlihat di wajahnya akhir-akhir ini — senyum yang dulu sering ia berikan kepada Cynthia. Ia mengeluarkan sebuah kotak beludru berwarna biru tua dari saku jasnya, lalu membukanya perlahan di hadapan Karen. Di dalamnya, terlihat sebuah kalung berlian yang berkilauan, berdenyut cahaya dingin namun memukau di bawah pantulan cahaya lampu ruangan. Berlian itu berbentuk hati, berkilau begitu terang seakan menantang siapa pun yang melihatnya.

"Selamat ulang tahun, Sayang," ucap YB lembut, suaranya terdengar begitu tulus dan penuh kasih sayang. Ia berjalan ke belakang kursi Karen, perlahan mengangkat rambut panjang istrinya, lalu memakaikan kalung itu dengan hati-hati ke leher putih bersih Karen. "Semoga kau selalu bahagia, dan semoga kalung ini menjadi saksi cintaku padamu, selamanya."

Karen tersenyum lebar, matanya berbinar bahagia tak mampu menutupi rasa puas yang meluap-luap. Ia menyentuh permukaan berlian itu berulang kali dengan penuh kagum, lalu memutar kursinya perlahan dan menatap ke arah Cynthia yang sedang berdiri di sudut ruangan, diam, menunduk, dan tak berani bergerak. Tanpa menunggu lama, Karen bangkit dari duduknya, berjalan mendekati Cynthia dengan langkah yang penuh kemenangan, sengaja menegakkan leher agar kalung itu terlihat lebih jelas dan mencolok tepat di depan wajah Cynthia.

"Lihat ini, Cynthia," ucap Karen dengan nada yang penuh ejekan dan kebanggaan berlebihan, tangannya menunjuk kalung berlian di lehernya. "Lihat betapa berkilauannya. Kalung berlian asli, pemberian YB. Cantik, bukan? Mahal, berharga jutaan rupiah, dan berkilau indah setiap kali aku bergerak. Dan kau tahu apa yang paling membuatku bahagia hari ini? Dulu, saat kau berpacaran dengannya selama tujuh tahun penuh — pernahkah kau dibelikan kalung berlian seperti ini saat ulang tahunmu, Cynthia? Pernah? Atau bahkan sekadar hadiah yang lumayan pun tak pernah kau dapatkan darinya selama tujuh tahun itu?"

Karen tersenyum sinis, mendekatkan wajahnya hingga jarak wajah mereka sangat dekat, menatap tajam ke mata Cynthia. "Tidak pernah, kan? Itu tandanya, YB tak pernah benar-benar mencintaimu. Cintanya itu dari dulu memang milikku, hanya saja ia tak enak menolaknya padamu. Sekarang kau lihat sendiri, kan? Siapa yang sebenarnya ia cintai. Dan kau hanyalah masa lalu yang tak pernah benar-benar ia hargai."

Kata-kata itu menusuk hati Cynthia tajamnya, seakan ribuan jarum menembus dadanya sekaligus. Rasa panas, cemburu, dan kesedihan bercampur menjadi satu, meledak di dalam dada hingga membuat napasnya terasa sesak. Ada bagian dari dirinya yang masih menyimpan sisa-sisa perasaan kepada YB — perasaan yang tumbuh dan terawat selama tujuh tahun bersama. Bayangan kenangan masa lalu terlintas seketika, berputar cepat di kepalanya: tawa mereka berdua di bawah hujan, janji-janji yang pernah diucapkan di bawah langit malam, hari-hari yang mereka lalui bersama dalam suka maupun duka. Semua itu terasa begitu nyata, namun kini terasa begitu jauh dan menyakitkan. Cynthia menunduk dalam, menahan air mata yang hampir jatuh ke pipi, mengepalkan tangannya erat-erat di sisi tubuh, dan tak mampu menjawab satu kata pun.

Dan di setiap momen di mana Karen bersikap kasar, merendahkannya, dan memamerkan kebahagiaannya dengan cara yang menyakiti hati Cynthia seperti itu, di situlah benih balas dendam itu semakin tumbuh dan berkembang di hati Cynthia. Ia menyadari satu hal yang kini terasa begitu jelas — Karen ingin melihatnya hancur, ingin melihatnya menderita, ingin melihatnya menyerah dan pergi. Maka Cynthia berjanji pada dirinya sendiri, perlahan namun pasti, ia akan membuat Karen merasakan hal yang sama. Bukan dengan merendahkannya secara langsung, melainkan dengan cara yang jauh lebih menyakitkan: membuat YB dicurigai berselingkuh dengan wanita lain — bukan dirinya — sehingga Karen yang akan dilanda rasa cemburu dan ketakutan yang sama persis seperti yang dirasakan Cynthia saat ini. Itulah rencana yang mulai tersusun perlahan di kepala Cynthia, tumbuh dari setiap kata kasar yang diucapkan Karen kepadanya.

Hari-hari berlalu hingga akhirnya tiba hari berikutnya. Saat itu, Karen sedang pergi ke dokter kandungan untuk pemeriksaan rutin kehamilannya, meninggalkan rumah berdua saja. YB segera mencari Cynthia dan menemukannya sedang duduk di ruang tengah dengan wajah yang tampak murung, lesu, dan tak bersemangat sejak kemarin. Tanpa banyak tanya, YB langsung berjalan mendekat, duduk di sampingnya, lalu merangkul pinggang Cynthia dari belakang dengan lembut dan penuh kasih sayang.

"Kenapa murung begitu, Sayang?" bisiknya lembut di telinga Cynthia, napasnya terasa hangat di kulit leher wanita itu. "Ada yang membuatmu kesal? Atau ada yang menyakitimu?"

Cynthia perlahan melepaskan pelukannya, lalu berbalik tubuh menghadap YB. Ia menatap pria itu dengan tatapan yang sedikit mengambek, manja, namun di baliknya tersembunyi keraguan yang mendalam. "Kau sebenarnya sayang dan cinta tidak kepadaku? Dulu maupun sekarang?" tanyanya pelan, suaranya terdengar manja namun penuh harap.

YB tersenyum lembut, tangannya terulur mengusap rambut panjang Cynthia dengan penuh kasih sayang, perlahan dan lembut seakan sedang menyentuh benda paling berharga di dunia. "Ya sayang, malah cinta banget dong sama kamu, Cynthia. Dari dulu sampai sekarang, dan sampai kapan pun. Tak ada yang berubah." Tanpa berpikir panjang, ia kembali merangkul pinggang wanita itu dari belakang, mendekatkan wajahnya, lalu menciumi leher Cynthia dengan lembut, perlahan, dan penuh kelembutan yang begitu tulus.

Namun tiba-tiba, Cynthia melepaskan pelukan itu dengan lembut namun tegas. Ia mundur selangkah, menatap YB dengan tatapan yang mulai berkaca-kaca, air mata hampir menetes di pelupuk matanya. "Kalau kau memang cinta dan sayang padaku seperti yang kau katakan," ucapnya dengan suara yang sedikit bergetar namun terdengar jelas, "kenapa saat ulang tahunku dulu, kau tak pernah memberiku hadiah semahal dan seindah kalung berlian yang kau berikan pada Karen kemarin? Hadiahku selalu biasa saja, bahkan seringkali tak ada yang istimewa darimu. Padahal setiap kali hari ulang tahunmu maupun hari anniversary hubungan kita selama tujuh tahun itu, akulah yang selalu menyiapkan kejutan dan hadiah untukmu. Akulah yang selalu mengingat tanggal-tanggal penting itu, akulah yang berusaha membuatmu merasa istimewa. Dan kau? Kau bahkan jarang sekali mengingatnya, apalagi membalasnya dengan hal yang sama."

YB terdiam, tak mampu menjawab seketika. Kata-kata Cynthia itu menghantam kesadarannya begitu keras. Ia menyadari kebenaran di balik setiap kata yang terucap. Dulu, selama tujuh tahun mereka berpacaran, memang Cynthia yang selalu berusaha, yang selalu memberi, yang selalu mengingat, dan yang selalu berjuang agar hubungan mereka tetap berjalan. Dan ia terlalu sering menerima saja, bahkan terkadang lupa, bahkan tak pernah benar-benar berusaha membalas perhatian wanita itu. Rasa bersalah yang mendalam mulai merayap di hatinya, membuatnya merasa begitu kecil dan tidak pantas di hadapan Cynthia.

"Maafkan aku, Cynthia..." ucap YB pelan, suaranya terdengar penuh penyesalan yang tulus. "Aku... aku memang tak pandai memberi. Aku memang banyak lalai. Tapi percayalah, perasaanku padamu tulus. Kalau kau mau, mulai sekarang aku akan berusaha lebih. Aku akan memberikan apa saja yang kau minta, apa saja yang kau butuhkan."

"Tak perlu," potong Cynthia pelan namun tegas, matanya menatap lurus ke manik mata YB. "Aku tak butuh hadiah mahal. Aku hanya butuh dihargai. Dan selama ini, rasanya aku tak pernah benar-benar dihargai olehmu."

Cynthia berbalik perlahan, meninggalkan YB yang masih berdiri terpaku di tempatnya, diliputi rasa bersalah yang mendalam dan penyesalan yang semakin menjadi. Namun di dalam hati Cynthia, ia tak sepenuhnya sedih. Justru di momen itu, rencananya semakin matang dan semakin jelas jalannya. Ia tahu, rasa bersalah YB adalah kunci untuk membuat pria itu semakin dekat kepadanya, semakin mudah diatur, dan semakin jauh dari Karen. Dan perlahan-lahan, tanpa disadari siapa pun, Cynthia mulai menyusun langkah selanjutnya — mengumpulkan bukti, merekam setiap momen, menyimpan setiap pesan, dan bersabar menunggu waktu yang tepat. Saat bukti-bukti itu sudah cukup kuat, semuanya akan dikirimkan secara anonim melalui nomor baru kepada YB, dan juga dikirimkan sebagai bukti fisik ke kantor tempat YB bekerja. Saat itulah, perlahan namun pasti, apa yang pernah direbut Karen — termasuk rumah yang dulu seharusnya milik Cynthia — akan kembali ke tangan yang berhak. Semuanya akan terjadi pada waktunya, dan Cynthia siap menunggu.

1
Moreno Fathur rochman
Author, bab 17 ini membuat hatiku terasa sesak! Berani‑beraninya Cynthia datang ke rumah keluarga Hutapea untuk menyampaikan kebenaran, tapi malah dicemooh dan dimaki. Aku semakin penasaran apakah bukti kalung itu nanti akan bisa membongkar semua rahasia. Semangat terus menulis ya, aku akan tetap mengikuti ceritanya! 💖
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak atas dukungan dan komentar yang menyentuh ini! Saya senang kamu bisa merasakan betapa sesaknya hati Cynthia saat itu. Benar sekali, masih banyak rahasia yang harus dibongkar dari keluarga Hutapea. Jangan lewatkan kelanjutan ceritanya ya! Terima kasih sudah setia mengikuti! 💖
total 1 replies
Dita Anggraini
Wah tulisanmu sangat bagus di bab 16! Ucapan wanita tua itu terasa begitu mendalam, rahasia di balik kalung berlian membuat hatiku penasaran. Ada banyak hal tersembunyi dari masa lalu Cynthia. Teruslah buat bab‑bab seru ya, Author! 😊
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak atas apresiasinya untuk Bab 16! Saya senang sekali rahasia kalung berlian berhasil membuatmu penasaran. Masih banyak rahasia masa lalu Cynthia yang akan terungkap perlahan‑lahan. Tunggu bab‑bab seru selanjutnya ya! 💖
total 1 replies
Satria Aldizar Reyndra Anggaru
Wah bab 15 benar‑benar bikin hatiku teriris melihat Cynthia yang menangis begitu! Rasanya ada rahasia besar yang belum terungkap dari keluarga Hutapea. Aku sangat penasaran apa yang akan terjadi selanjutnya. Bagus sekali penulisanmu, Author! Semoga cerita ini terus berjalan dengan seru!
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak atas komentar dan dukungannya! Saya senang sekali kamu bisa merasakan kesedihan Cynthia di Bab 15. Benar sekali, masih ada rahasia besar keluarga Hutapea yang belum terungkap. Tunggu kelanjutan ceritanya ya, akan ada banyak kejutan! Terima kasih sudah mengikuti cerita ini! 🥰
total 1 replies
Rokhsi Yanto
bagus ceritanya author. q syukak. q mau ngikutin smpe slesai ya author. tapi request q 1 yaitu setelah cerita ini tamat tolong bikinkan cerita horor percintaan dong author ya..di tunggu gebrakan nya🥰🥰
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak atas dukungan dan bintang 5‑nya ya! Saya sangat senang kamu mau mengikuti cerita ini sampai selesai. Permintaan cerita horor percintaan sudah saya catat ya, semoga nanti bisa saya wujudkan setelah cerita ini tamat. Terus ikuti kelanjutan ceritanya ya, terima kasih! 🥰
total 1 replies
Dokkan Battle
YB? REZA ARAP?
Sefin Eka Ramana Putri: yabss..betul kak.😊
total 1 replies
Kartini Pertiwi
Kak, Bab 14 bikin hatiku ikut berdebar! 🥺 Momen Cynthia berdiri di depan gerbang rumah Keluarga Hutapea terasa begitu tegang. Aku penasaran siapa pemilik kalung sebenarnya dan apa yang akan terjadi setelah ini! Semangat terus menulisnya, Kak!
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak atas dukungan dan komentarnya ya! Saya senang suasana tegang di Bab 14 bisa membuat hatimu ikut berdebar. Misteri pemilik kalung masih akan terungkap perlahan‑lahan. Jangan lewatkan kelanjutan ceritanya ya! Terima kasih sudah setia mengikuti! 💖
total 1 replies
Dewi Fortuna
Kak, Bab 13 benar‑benar membuat hatiku bergetar! 🥺 Betapa terkejutnya Cynthia mengetahui bahwa ia putri kandung Keluarga Hutapea. Namun rasa bahagianya bercampur ketakutan. Aku sangat penasaran bagaimana pertemuannya dengan orang tua kandungnya nanti! Semangat terus menulisnya, Kak!
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak atas komentar dan dukungannya ya! Saya senang kamu bisa merasakan perasaan campur aduk Cynthia saat mengetahui asal‑usulnya. Pertemuan dengan orang tua kandungnya akan membawa banyak kejutan nanti. Tunggu kelanjutan ceritanya ya! 💖
total 1 replies
Rio
Kak, Bab 12 bikin hatiku berdebar‑debar! 🥺 Momen Cynthia menyerahkan buku harian dan foto bayi ke Aloy terasa begitu menyentuh. Semoga mereka segera menemukan jawaban tentang asal‑usul Cynthia! Semangat terus menulisnya, Kak!
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak sudah membaca dan memberi komentar di Bab 12, Rio! 🥰 Sangat senang kamu merasakan ketegangan dan harapan di momen itu. Akan ada petunjuk‑petunjuk baru selanjutnya, jangan lupa ikuti terus ceritanya ya! 💛
total 1 replies
yanti
bagus, q syukak dengan cerita nya. terima kasih author udah bikin cerita nya hidup kayak seolah olah q masuk ke dunia mereka. keren👍🥰😍
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih sudah suka ceritanya, Yanti! 🥳 Bahagia sekali mendengar ceritaku terasa hidup bagimu. Aku akan terus semangat berkarya, tunggu petualangan tokoh‑tokoh kita selanjutnya! 👍
total 1 replies
Ruchika Putri Onsu
Luar biasa sekali Bab 11! 🥰 Momen ketika Cynthia menyerahkan buku harian dan foto bayi kepada Aloy adalah langkah besar. Sekarang Aloy sudah tahu rahasia bahwa Cynthia diambil dari Rumah Sakit Pertamina. Apa yang akan mereka lakukan selanjutnya? Jangan lewatkan kelanjutan ceritanya! Semangat terus author! 💖✨
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak atas komentar bagusnya, Ruchika! 🥰 Benar sekali, momen itu menjadi langkah penting bagi Aloy. Tunggu kelanjutan rahasia‑rahasia berikutnya ya! Jangan lupa terus ikuti ceritanya sampai selesai ya.
total 1 replies
Devi Permata Sari
Bacanya ikut terasa berat di hati 😢 Pertanyaan-pertanyaan Cynthia itu sungguh masuk akal — mengapa tidak ada satu pun jejak masa kecilnya? Mengapa dia diperlakukan begitu berbeda? Ada rahasia besar yang ditutupi rapat-rapat di rumah ini, dan Cynthia mulai mendekati kebenarannya! Kakak hebat sekali membangun suasananya, bikin kami ikut deg-degan menanti apa yang akan terungkap di gudang tua itu! Semangat Kak, teruslah menulis! 💖🙏
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak Kak Devi atas komentar yang sangat menyentuh hati! 🥰 Saya senang Kakak bisa ikut merasakan beban di hati Cynthia dan merasakan keraguan‑keraguannya. Benar sekali, ada rahasia besar yang tersembunyi, dan gudang tua itu menjadi awal langkah Cynthia mendekati kebenaran! Terima kasih sudah mendukung, jangan lewatkan kelanjutan kisahnya ya! 💖✨
total 1 replies
Devi Permata Sari
⭐⭐⭐⭐⭐ Sungguh karya yang luar biasa indah dan menyentuh hati! "Lamaran yang Bukan untukku" bukan sekadar cerita biasa, melainkan perjalanan perjuangan, kesetiaan, dan keadilan yang begitu nyata. Kakak menuliskan setiap perasaan tokohnya dengan begitu mendalam, seakan kami ikut merasakannya sendiri — dari luka masa kecil, pengkhianatan, hingga harapan untuk mendapatkan kebenaran. Alurnya rapi, penuh kejutan, dan tidak pernah membosankan! Kepada siapa pun yang mampir ke sini, jangan lewatkan! Bacalah dari bab pertama dan ikuti terus sampai tamat/endingnya, kalian pasti tidak akan menyesal! Terima kasih Kakak sudah menulis kisah seindah ini, semangat terus sampai bab terakhir! ❤️✨
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih sudah memberikan apresiasi yang begitu bagus, Devi! 💖 Betul, aku ingin menghadirkan perasaan‑perasaan nyata dari para tokoh. Masih banyak kejutan yang akan datang, semoga kamu tetap setia mengikuti ceritanya sampai tamat! 💪
total 1 replies
Ridho Yanuar
Luar biasa Kak! 💔 Bab 9 ini bikin benar-benar paham betapa beratnya masa kecil Cynthia. Perlakuan yang berbeda begitu tajam... tidak adil sekali! Tulisan Kakak begitu hidup, seakan aku ikut melihat semuanya. Semangat terus menulisnya Kak, aku tidak sabar menanti saat Cynthia akhirnya membuktikan siapa dirinya yang sebenarnya! 💖🙏
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak Kak Ridho atas komentar yang menyentuh hati! 🥰 Saya senang Kakak bisa merasakan betapa berat masa kecil Cynthia dan ketidakadilan yang ia alami. Benar, perjalanan Cynthia untuk membuktikan jati dirinya masih panjang dan penuh rintangan! Terima kasih sudah mendukung, terus ikuti kelanjutan ceritanya ya! 💖✨
total 1 replies
Mbak Suryati
aku suka sama cerita nya. begitu menyentuh hati. semangat buat Cynthia untuk membalikkan keadaan nya. dan untuk yb gemes aku dengan yb. ada laki laki di dunia nyata kayak begitu ingin rasanya kujambak. buat authornya keren.! 👍
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih dukungannya, Mbak Suryati! 😆 Betul, Reza sering banget bikin pembaca gemes. Aku akan terus semangat menulis perjuangan Cynthia. Jangan lewatkan bab‑bab selanjutnya ya! 👍
total 1 replies
Rio
Karya yang sungguh luar biasa! 💎 'Lamaran yang Bukan untukku' menyentuh hati dari baris pertama. Perjuangan, kesetiaan, cinta yang diabaikan — semua terasa begitu nyata. Setiap bab ditulis dengan sepenuh hati, alurnya mengalir indah, penuh ketegangan sekaligus kehangatan. Kepada siapa pun yang mampir ke sini, jangan lewatkan! Bacalah dari awal dan ikuti terus sampai tamat, ini kisah yang tak akan kalian lupakan! Semangat terus menulisnya Kak! Terima kasih! ❤️✨
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih apresiasinya, Rio! 💖 Senang sekali alur ceritaku bisa terasa mengalir dan penuh ketegangan bagimu. Masih banyak kejutan yang akan datang, semoga kamu tetap setia membaca sampai akhir! 💪
total 1 replies
Aldebaran Putra Alfahri
Sungguh tulisan yang menyentuh hati! ❤️ Bagian ini bikin aku ikut bertanya-tanya bersama Cynthia — mengapa Aloy terasa begitu berbeda saat serius? Ada kekuatan dan keagungan yang tersembunyi di dirinya... Kakak menuliskannya begitu indah, seakan aku ikut berada di sana! Ceritanya makin menarik dan penuh misteri! Semangat terus menulisnya Kak, aku tidak sabar menanti kelanjutannya! 🙏✨
Sefin Eka Ramana Putri: Wah terima kasih banyak Kak Aldebaran atas apresiasinya! 🥰 Saya sangat senang tulisan ini bisa membuat Kakak seolah‑olah ikut berada di dalam cerita. Aloy memang punya sisi tersembunyi yang akan muncul nanti. Jangan lupa ikuti bab‑bab selanjutnya ya! Semangat membaca! 💖✨
total 1 replies
Aldebaran Putra Alfahri
Cerita yang luar biasa! 🌟 Penuh makna, menyentuh hati, dan tidak pernah membosankan! Kisah Cynthia mengajarkan kita untuk tidak menyerah pada keadilan. Alurnya tersusun rapi, setiap bab bikin penasaran! Sangat direkomendasikan untuk semua! Bacalah dari awal dan ikuti terus sampai tamat/endingnya, kalian tidak akan menyesal! Penulisnya hebat sekali! Semangat terus Kak! Terima kasih atas karya yang berharga ini! 💖🙏
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak atas ulasan bintang lima yang sangat indah, Aldebaran! 🥰 Sangat senang kamu merasakan makna di balik kisah Cynthia. Aku akan terus berusaha menyusun alur dengan rapi, semoga bisa tetap membuat penasaran sampai bab akhir! Semangat juga untukmu! 💛🙏
total 1 replies
Renn Anti Hero
Wah, luar biasa Kak! 🥺 Bab 7 ini bikin makin penasaran sekali! Cara Kakak menggambarkan perasaan Cynthia yang mulai menyadari sesuatu tentang Aloy begitu indah dan terasa nyata... Setiap kalimatnya bikin ikut merasakan kebingungan dan rasa ingin tahu Cynthia. Aura yang berbeda itu... ada sesuatu yang tersembunyi ya! Semakin ingin tahu kebenarannya! Semangat terus Kak, ceritamu sungguh luar biasa! ❤️✨
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak atas komentar yang sangat menyentuh hati Kak Renn! 🥰 Saya sangat senang Kakak bisa merasakan kebingungan Cynthia dan merasakan aura rahasia di antara dia dan Aloy. Benar sekali, masih ada banyak hal tersembunyi yang akan terungkap perlahan! Terima kasih sudah mendukung cerita ini, semoga Kakak terus menikmati kelanjutan kisahnya ya! 💖✨
total 1 replies
Renn Anti Hero
Sungguh karya yang luar biasa indah! ⭐⭐⭐⭐⭐ 'Lamaran yang Bukan untukku' bukan sekadar cerita, tapi perjalanan hati yang begitu nyata — tujuh tahun kesetiaan, pengorbanan, dan perjuangan membuktikan kebenaran. Setiap kalimat ditulis dengan tulus, alurnya rapi, penuh kejutan dan emosi yang bikin tidak bisa berhenti membaca! Bagi kalian yang mampir ke sini, wajib baca dari awal sampai tamat, kalian pasti ikut merasakan setiap detik perasaan tokohnya! Terima kasih Kak sudah menulis kisah seindah ini, semangat terus sampai bab terakhir! ❤️✨
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih apresiasinya, Renn! 💖 Betul, aku ingin menyampaikan perasaan‑perasaan nyata dari para tokoh. Masih banyak kejutan dan emosi yang akan datang, semoga kamu tetap setia membaca sampai tamat! 💪
total 1 replies
Ruchika Putri Onsu
Cerita yang luar biasa! 🌟 Penuh makna, penuh emosi, dan tidak pernah membosankan! Kisah Cynthia mengajarkan kita bahwa keadilan akan datang pada waktunya, dan ketulusan tidak akan sia-sia selamanya. Alurnya mengalir indah, setiap bab bikin penasaran! Saya sangat menyarankan kalian semua untuk membaca dan mengikuti cerita ini sampai tamat, kalian tidak akan menyesal! Penulisnya luar biasa hebat! Semangat Kak! Teruslah berkarya! 💖🙏
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih sudah memberikan bintang 5 dan ulasan yang menyentuh hati, Ruchika! ✨ Betul, aku ingin menyampaikan pesan tentang keadilan dan ketulusan lewat kisah Cynthia. Masih banyak bab menarik yang akan datang, jangan lupa terus ikuti ceritanya ya! 💪
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!