Indonesia
NovelToon NovelToon
Hutang Harta Berujung Cinta

Hutang Harta Berujung Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / Bad Boy
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Green_Rose

Ia dijodohkan dengan anak orang kaya di kampungnya. Pria lumpuh dengan latar belakang yang tak enak di dengar. Anak tunggal dari orang terkaya di kampung itu. Cap play boy yang suka mempermainkan wanita melekat sangat kuat di nama si cowok.

Namun, Aulia tetap menerima pernikahan itu karena hutang ayahnya yang besar. Iya. Singkatnya, pernikahan itu karena hutang keluarga yang besar, yang tidak bisa ayahnya kembalikan.

Namun, siapa sangka kalau hidup akan berubah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Green_Rose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode *26

"Ee ... Nona. Apa kamu baik-baik saja?" Pertanyaan Zihan langsung membuyarkan segala pikiran Lula.

"Ah, iy— iya. Aku ... aku cukup baik saat ini. Meskipun kakiku terasa begitu nyeri akibat tertindih sepeda."

"Maafkan Pak Toha yang tidak berhati-hati tadi. Tapi, saat ini kami memang sedang terburu-buru. Karena itu, mohon maafkan kami ya."

"Gak papa. Aku maklum kok. Tapi, kalo boleh tahu, ada masalah apa kalian saat ini. Kelihatannya, cukup serius."

"Ee ... aku tahu dari sopir Anda tadi. Katanya, kalian punya hal besar yang membuat kalian begitu pusing," ucap Lula sebisa mungkin agar tidak membuat Zihan curiga padanya.

Zihan pun tanpa ragu menceritakan semua yang terjadi. Mengingat, Lula seorang penjual bunga, Zihan berpikir jika dia bercerita, maka Lula mungkin bisa membantu meringankan masalah yang sedang dihadapi saat ini.

"Oh, jadi itu masalah kalian sebenarnya. Mm ... kalau berkenan, aku ingin membantu kalian. Kebetulan, aku punya sepetak kecil ladang bunga yang bisa aku jual pada kalian. Ah, tapi tentunya, aku akan menjual dengan harga pasaran yang biasa aku jual."

Zihan yang sangat membutuhkan pun langsung menerima tawaran jual beli itu tanpa ragu. "Benarkah? Kamu bersedia menjual bunga-bunga padaku?"

"Tentu saja. Tapi harganya, tidak bisa nego ya. Harga tetap."

"Ah, tapi jangan pikir aku sedang mencari keuntungan dari kamu. Ini layak dianggap sebagai kesempatan bisnis yang sehat, bukan?"

"Tentu saja. Aku benar-benar sangat senang jika kamu bersedia menjual bunga yang masih segar padaku. Karena aku bisa langsung menyusunnya di taman. Tanpa harus menunggu aku tanam terlebih dahulu. Yah, memang akan sedikit mengganjal, tapi aku memang sedang sangat membutuhkan bunga-bunga itu. Jadi, aku rasa tidak akan ada yang diambil keuntungan secara sebelah pihak di sini."

"Ah, ya sudah kalo begitu. Sekarang, kita langsung ke rumahku saja. Kita bisa lihat bunga apa saja yang kamu inginkan."

"Tapi kaki kamu .... " Pak Toha pun angkat bicara.

"Eh, ini gak papa kok. Rasa nyerinya langsung hilang setelah aku mendengar ada yang ingin memborong bunga yang aku jual. Jadi, aku gak papa." Lula bicara sambil nyengir kuda.

Sebenarnya, ini cukup mencurigakan. Tapi di satu sisi yang lain pula, ini terlihat sangat wajar. Karena Lula yang terlihat sangat senang ada orang yang membeli bunga-bunga itu adalah hal yang paling wajar bagi seorang penjual. Karena itu, baik Zihan maupun Pak Toha, tidak ada yang curiga sedikitpun.

Tujuan mereka pun berubah sekarang. Dari menuju rumah sakit, langsung putar balik menuju rumah Lula. Yang sebenarnya, rumah sewaan yang sudah Diani atur semuanya.

Beberapa saat berkendara, akhirnya mereka tiba di rumah Lula. Tidak ada yang mencurigakan dari rumah tersebut. Karena semuanya sudah diatur dengan sebaik mungkin. Diani yang merencanakan semuanya, tentu tidak segan melakukan apapun agar rencana kali ini benar-benar sukses tanpa ada hambatan sedikitpun.

"Ini rumah kamu ya?" Pak Toha berucap ketika mobil sudah ia hentikan di depan rumah sederhana yang sedikit jauh dari penduduk yang lainnya.

"Iya. Ini rumah saya. Ayo masuk dulu!"

"Tidak perlu. Kita langsung ke tempat bunga kamu saja. Karena saya ingin segera melihatnya," ucap Zihan dengan cepat.

"Ah, tunggu sebentar. Bunganya gak akan ke mana-mana. Tapi kakiku ini, sedikit sakit. Karena itu, izinkan aku mengambil air untuk mengompres kaki ini terlebih dahulu. Karena itu, alangkah baiknya kalian mampir di gubuk tua ku ini." Lula sengaja bicara dengan nada yang langsung membuat hati Pak Toha tidak enak.

"Ah, ini bukan gubuk tua, Nona. Ini rumah. Rumah yang sangat indah karena kesederhanaannya. Dan saya juga suka suasananya."

"Bagaimana menurut, Den Zihan? Apakah sependapat dengan saya, Den?" Pak Toha malah menanyakan hal itu pada Zihan. Yang artinya, Zihan sendiri sangat pahami dengan baik. Pak Toha ingin dia menerima tawaran Lula.

Karena tidak punya pilihan lain, Zihan pun terpaksa setuju. "Ya baiklah. Aku setuju dengan apa yang Pak Toha katakan. Dan, kita bisa masuk sebentar untuk melepas lelah."

Begitulah selanjutnya mereka masuk ke dalam bersama. Dan, Lula pun menyuguhkan mereka minuman dingin yang sangat cocok untuk hari yang sedang panas.

Zihan terlihat sangat ragu untuk menikmati minuman tersebut. Sementara Lula yang tahu akan hal itu, langsung berucap dengan nada tenang. "Minumlah! Aku gak akan meracuni kalian. Karena kalian adalah pelangganku, jika aku racuni, nanti aku akan kehilangan pelanggan besar dong."

Ucapan yang bernada candaan itu terlihat mengalir begitu saja. Meskipun sebenarnya, Lula sudah sangat gugup sekarang. Tapi, semua itu mampu ia tahan.

"Tenang saja. Meskipun kita baru kenal, aku juga gak akan membunuh orang kok. Aku gak sejahat itulah." Lula kembali berucap sambil mengompres kakinya dengan handuk yang dibasahi air dingin.

Ucapan itu membuat Zihan merasa sedikit tidak nyaman. Ia pun memberanikan diri meneguk minuman yang Lula sediakan. Dan ... akhirnya, Zihan pun telah jatuh ke dalam jebakan yang telah Lula dan Diani sediakan.

Beberapa saat setelah Zihan meminum air tersebut, dia pun merasa tidak nyaman. Pandangan Zihan mendadak berkunang-kunang. Mata Zihan pusing, hingga akhirnya, ia jatuh karena tak sadarkan diri.

Sementara Pak Toha pula, dia ikut tersungkur setelah beberapa detik Zihan pingsan. Memang, obat bius yang ada dalam minuman Zihan lebih kuat dari pada minuman Pak Toha. Karena itu, meskipun Pak Toha yang telah meminum minuman tersebut duluan, tapi dia masih bisa bertahan. Sedangkan Zihan, baru seteguk ia minum, dia langsung terkapar tak sadarkan diri.

Melihat Zihan dan Pak Toha sudah tidak sadarkan diri, Lula pun memanggil Diani yang sebenarnya sudah tidak sabar menunggu untuk menjalankan rencana berikutnya. Diani pun keluar dari persembunyian. Dia tersenyum lebar ketika melihat Zihan sudah ada dalam genggamannya.

"Bagus, Lula. Kerjaan kamu sungguh luar biasa kali ini. Sangat memuaskan. Tapi, jangan senang dulu. Karena kerjaan kamu masih harus berlanjut."

"Aku tahu. Cepat lakukan rencana berikutnya! Setelah itu, aku bisa benar-benar terbebas dari kamu dan masalah gila mu ini, Diani."

"Ah, baiklah. Terserah mau bicara apa saja. Yang jelas, saat ini aku sangat bahagia. Kerjaan kamu sungguh sangat memuaskan."

Lula tidak menjawab lagi. Sementara Diani, dia langsung memanggil beberapa anak buah yang sudah ia siapkan sejak beberapa waktu yang lalu.

"Iya, Nona." Salah satu anak buah berucap dengan tegas. Sementara yang lainnya hanya diam saja.

"Kalian tahu apa yang harus kalian lakukan sekarang, bukan?"

"Tahu, Nona."

"Bagus. Jangan salah melakukan pekerjaan. Dan, lakukan dengan cepat sesuai dengan yang sudah kita bicarakan sebelumnya. Aku tidak ingin mendengar sedikitpun kesalahan."

"Baik, Nona. Tenang saja. Serahkan semua pada kami, rencana Nona akan berjalan dengan baik."

Mereka pun langsung bergerak setelah kode tangan dari Diani terlihat. Dengan cepat, mereka memindahkan tubuh Zihan dan Pak Toha kembali ke dalam mobil. Selanjutnya, mobil itu pun mereka jalankan menuju hotel yang paling dekat dengan lokasi tersebut. Sementara Diani dan Lula, mengikuti mobil Zihan dari belakang.

1
sunaryati jarum
Sadar diri namanya buruk,takut jika usahanya tidak dilirik masyarakatnya karena citramu buruk.Cerdik juga.
sunaryati jarum
Baru mampir
Green_Rose: yuhu... moga betah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!