Indonesia
NovelToon NovelToon
Gadis Desa Kesayangan Mafia

Gadis Desa Kesayangan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:28.8k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

​“Paman, kenapa ini besar sekali?” tanya Lucia bingung.

​“Kau menyukainya?”

​“Memangnya itu apa?”

​“Jadi kau tidak tahu ini apa? Kau yang membangkitkannya dan kau tidak tahu cara menidurkannya?!”

Lucia polos hanya menggeleng lugu, membuat sang mafia paling ditakuti di seluruh Italia itu menepuk jidatnya kuat-kuat.

****

Disiksa kemiskinan di desa terpencil Calabria dan dijual oleh pamannya sendiri ke sebuah klub malam, Lucia pasrah menunggu takdir kelamnya.

Namun, sebuah penggerebekan menyelamatkannya dan membawanya bekerja sebagai pelayan di mansion megah milik Alessandro Frederick–bos mafia dingin berdarah dingin yang menderita alergi parah terhadap sentuhan manusia.

Satu sentuhan dari orang lain bisa membunuh Alessandro. Tetapi, saat jemari Lucia tak sengaja menyentuhnya, tidak ada rasa terbakar.

Bagaimana bisa seorang mafia kejam menaklukkan hati gadis lugu hingga mengira elusan in-tim adalah usapan rasa kasihan dan ciuman adalah penyembuh rasa sakit?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 25

Penyatuan bibir itu terjadi begitu cepat, tak terduga dan meledak bagai kembang api di tengah kegelapan.

Itu bukan sekadar ciuman biasa. Itu adalah ciuman antara hidup dan mati.

Alessandro menuntut dengan amat dalam dan intens. Pria itu meluapkan seluruh gairah yang terpendam, rasa sakit yang menyiksa paru-parunya, serta keputusasaan yang membakar tubuhnya.

Tangan besarnya menahan tengkuk Lucia dengan posesif, memiringkan kepala gadis mungil itu agar ciuman mereka makin erat tanpa jeda.

Lidahnya menerobos masuk, meraup habis setiap inci manisnya belahan bibir Lucia seolah itu adalah oksigen satu-satunya di dunia ini.

Seluruh pengawal bertubuh kekar di ruangan itu termasuk Vincent, seketika menundukkan kepala dalam-dalam.

Tidak ada satu pun yang berani menatap langsung adegan panas nan intim sang mafia yang sedang lepas kendali.

Isabella menjerit histeris. Ia menutupi mulutnya dengan kedua tangan yang gemetar hebat.

“Alessandro! No! Apa yang kau lakukan dengan pelayan udik itu?! Lepaskan dia! Menjijikkan!” pekik Isabella, memecah dominasi suara cecapan bibir di ruangan tersebut.

Alessandro sama sekali tuli terhadap teriakan itu. Ajaibnya, seiring lidah sang mafia yang membelai lembut bagian dalam mulut Lucia, ruam merah mengerikan yang membakar leher hingga wajahnya perlahan memudar layaknya ditiup angin.

Napasnya yang tadinya tersengal dan nyaris putus kini berangsur stabil. Alergi mematikan yang tidak ada obat medisnya itu lenyap tak berbekas dalam hitungan detik hanya dengan satu sentuhan bibir gadis desanya.

Ketika Alessandro akhirnya dengan berat hati melepaskan ciuman panas itu, seutas benang sa-liva tipis membayang di antara bibir mereka yang basah.

Lucia terengah-engah hebat, memegangi dadanya yang berdetak gila-gilaan seperti baru saja terkena guncangan gempa bumi.

Pipi mulusnya merah padam bak kepiting rebus, matanya sedikit berkaca-kaca karena pasokan udaranya baru saja dirampas paksa.

Bukannya terpesona, tersipu malu atau salah tingkah seperti wanita normal pada umumnya yang baru dicium paksa oleh mafia paling tampan se-Italia, Lucia justru mengusap bibirnya yang sedikit membengkak dengan punggung tangan.

Raut wajahnya berubah cemberut.

“Paman Tampan jahat!$ omel Lucia bersungut-sungut seraya menatap Alessandro dengan mata bulat berbinar kesal.

“Kenapa cacing basah di mulut Paman menggigit bibirku sampai bengkak begini?! Mila bilang kalau digigit cacing nanti bisa infeksi! Katanya pingsan mau sembuh, kok malah bibir Lucia yang perih?!”

Alessandro yang baru saja menetralkan otaknya dari kabut gairah, nyaris tersedak napasnya sendiri mendengar istilah cacing basah meluncur dari bibir polos itu.

Dengan cepat, pria itu dengan cepat menguasai diri. Ia berdiri dan merapikan kerah kemejanya yang sedikit kusut. Aura membunuh sang penguasa klan Frederick seketika kembali utuh, seolah pria pesakitan tadi tidak pernah ada.

Alessandro memutar tubuhnya menatap Isabella yang masih berdiri mematung dengan wajah pucat pasi dan bahu bergetar.

“Seret dia keluar!” perintah Alessandro dingin.

Vincent yang sudah menunggu instruksi di ambang pintu langsung memberi isyarat kepada dua pengawal berbadan tegap. “Siap, Tuan.”

“Lepaskan aku! Lepaskan tangan kotormu dari gaunku!” jerit Isabella meronta liar saat kedua pengawal mencengkeram lengannya dengan kasar, memaksanya melangkah menuju pintu keluar.

“Alessandro, kau tidak bisa memperlakukanku seperti ini! Aku calon istrimu!”

“Sampaikan pada ayahmu. Jika dia atau siapa pun dari keluargamu berani melangkah satu senti pun ke properti milikku lagi, kupastikan kalian pulang tanpa kaki,” ucap Alessandro dengan tatapan setajam belati.

Isabella memberontak makin hebat, matanya mendelik penuh amarah, kecemburuan dan dendam membara saat seretan pengawal membawanya melintasi ambang pintu utama.

“Kau akan menyesal, Alessandro! Ayahku tidak akan tinggal diam! Aku akan memastikan gadis kampung jalang itu membusuk di tangan kami!”

Lucia yang sejak tadi duduk memeluk bantal sofa tiba-tiba menyahut dengan suara lantang.

“Bibi jangan marah-marah dan banyak bicara. Nanti Bibi cepat tua lho!” teriak Lucia, membalas ancaman mematikan Isabella dengan kepolosan yang sangat menohok ulu hati.

“Oh ya, jangan lupa mandi pakai sabun cuci piring ya Bi, biar bau selokannya hilang!”

Blam!

Pintu utama tertutup rapat seiring dengan teriakan frustrasi Isabella dari luar. Keheningan mencekam yang mendadak berubah manis kembali menguasai ruangan.

Mengabaikan semua kekacauan barusan, Alessandro berbalik melangkah menghampiri Lucia.

Tanpa ragu, pria berkuasa itu berlutut dengan satu kaki tepat di hadapan sang gadis, sama sekali mengabaikan tatapan takjub bercampur horor dari para pengawalnya yang tersisa.

Tangan kekarnya terulur, ibu jarinya mengusap lembut sudut bibir Lucia yang agak membengkak. Antara sisa tamparan Isabella dan gigitannya sendiri tadi.

“Masih sakit?” tanya Alessandro. Suaranya mendadak berubah serak, dalam dan penuh kelembutan luar biasa yang tidak pernah ia perlihatkan pada siapa pun seumur hidupnya.

Lucia mengangguk pelan, menyipitkan matanya lugu seakan mengeluh pada ayahnya sendiri.

“Sakit, Paman. Cacing di mulut Paman galak sekali, suka gigit-gigit. Lebih galak daripada ular besar di celana Paman semalam yang mengamuk itu.”

Alessandro memejamkan mata rapat-rapat, menahan kekehan yang nyaris meledak dari dadanya mendengar rahasia bawah perutnya dibongkar begitu saja.

“Itu bukan cacing, Lucia. Dan tadi cara satu-satunya agar aku tidak mati karena alergi sialanku.”

“Oh jadi bibirku ini penyembuh ajaib, ya?” Lucia mengedipkan mata, memiringkan kepalanya dengan rasa ingin tahu yang besar.

“Kalau begitu, lain kali kalau Paman yang sakit perut atau demam, aku akan dengan senang hati meminjamkan bibirku.”

Di dekat pintu, Vincent seketika tersedak air liurnya sendiri hingga terbatuk-batuk hebat sambil menepuk dadanya panik.

Sementara Alessandro hanya sanggup menarik napas dalam-dalam, menatap bibir mungil di hadapannya dengan senyum miring yang penuh arti.

“Ya. Lain kali, kau harus memberikan bibirmu padaku dengan sukarela dan tanpa paksaan,” balas Alessandro.

1
tinie
dia menyukaimu karna kamu baik
makanya sekolahkan dia
biarkan dia cerdas
dia pasti akan memilihmu ,, dalam keadaan apapun
Ita rahmawati
jgn geer kamu Alesandro,, semua yg baik SM dia pasti akan disukain 🤣
Senja: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
zhelfa_alfira
keren
Ita rahmawati
polosnya lucia lebih ke bodoh 😂
jd aku rasa perlu belajar deh dia biar pinter 🤭
tinie
yaya Alesandro datang
🇦 🇵 🇷 🇾👎
sngt keren aq sk
🇦 🇵 🇷 🇾👎
biar aq perjls... yaaaa yaaaa yaaaa yaaaa di sk kau🙂
🇦 🇵 🇷 🇾👎
😅😅😅😅😅😅😅😅ya allah mules
🇦 🇵 🇷 🇾👎
gk ada kapok" manusian durjana ni
Sri Rahayu
untung Alessandro datang dan bisa nenyelamatkan Lucia dari Jhoni dan anak buah Marco....lanjut Thorr😘😘😘
+82
ular aman 🌚
Endang Sulistiyowati
Makanya Alesandro, itulah perlunya Lucia untuk belajar. Lucia kan baik, ga bakal khianatin kamu. Biar Lucia jg tahu caranya bertahan hidup di kota, dan ga terjebak karna kepolosannya itu.
Muft Smoker
sumpah kak ,, kram perut aq tuh ,,
bnr2 saling melengkapi ni si Lucia dg Ale Ale rasa 🍌 ,, 🤭🤭🤭
kasihan Vincent yg trus nahan ketawa ,, takut kembung Dy tuh ,,
semoga Lucia selalu aman dsna jgn sampai ini cuma jebakan biar si ale2 keluar mansion sdang kn target sebenarnya Lucia ,,
Muft Smoker
undangan blum sampe k rumah aq loo kak senja ,, udh jd suami aj niih🤭🤭
Muft Smoker
hmmmm mencari kesempatan dlm kesempitan anda Ale😼😼😼😼😼😼
Ita rahmawati
ya gpp Lo dia belajar kan biar jd pinter 🤣
Ita rahmawati
aku jd kyk orang gila baca cerita ini 😂
Muft Smoker: udh paling sbar AQ tuh ,,
🤭🤭😭😭
total 4 replies
Anbu Hasna
kapan nikahnya? kok aku g diundang?
Bunda SalVa
wahhhh menang banyak dong kamu Ale 😄😄😄
Adinda
🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!