Indonesia
NovelToon NovelToon
Risalah Hati

Risalah Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: ARyanna

WARNING!!
Cerita Dewasa, tak baik dibaca oleh anak dibawah umur!

"Menikahlah denganku," ucap Soraya memohon, berlutut di hadapan lelaki yang baru ditemuinya dalam waktu hitungan jari.

Ada apa dengan Soraya, hingga bertindak demikian? Kita ikuti saja kisahnya...




Tpe 23-12-2019

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARyanna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 26

Jenny memelototi Soraya. 'Kapan anak ini kawin,' batinnya.

Suara yang diucapkan Soraya terdengar lirih jadi hanya bisa didengar oleh Jenny yang berada disampingnya. "Cincin ini dari pacarku."

Soraya meralat ucapannya agar tak timbul prasangka, dunia entertainment sedikit rentan harus pandai-pandai berucap dan bersikap jangan sampai timbul gosip aneh-aneh lagi menyangkut namanya.

Tapi hal itu justru mendapat tanggapan yang beragam dari orang disekitar Soraya, terlebih Angel. Dan begitu Soraya dan teman artis lainnya tampil ke panggung acara, kini Angel mulai mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Mamanya. Guna mengkonfirmasi apa yang telah ia dengar barusan.

Begitu mendengar kabar dari anaknya, Cindy bergegas menuju kantor tempat suaminya bekerja.

Saat sekertaris Bramantyo membantu membukakan pintu untuk Cindy, terlihat suaminya tengah sibuk mengerjakan map yang berisi laporan perusahaan yang berada di atas meja. Cindy masuk menyapa suaminya lalu duduk kursi sofa.

"Mama kenapa tiba-tiba datang ke kantor?" tanya Bramantyo yang mengambil tempat duduk di Sofa bersebelahan dengan istrinya.

"Aku kesini mau menanyakan tentang Soraya."

"Maaf, Papa lupa belum memberitahu, semalam Papa bertemu dengan Prasetyo Nugroho selaku wali dari Rudi. Kita berencana akan meresmikan hubungan Soraya dengan Rudi."

Alis Cindy bertaut, ada keterkejutan terpancar dari wajahnya. "Papa menyetujui hubungan mereka?"

"Hm, mereka sudah sama-sama dewasa. Dan sudah saatnya Soraya melepas masa lajangnya," jelas Rudi.

"Tapi, tapi kita belum mengenal siapa itu Rudi. Dan Papa kenapa langsung setuju begitu saja tanpa meminta pendapat dulu dari Mama?" tanya Cindy yang dilingkupi rasa emosi, rencana yang ia buat bisa gagal total bila seperti ini, batinnya.

"Mama gak usah khawatir. Rudi dari keluarga terpandang, dia adalah salah satu dokter spesialis di rumah sakit milik keluarganya."

"Bukan itu maksud Mama," sela Cindy dan membuat Bramantyo merasa curiga akan sikapnya.

"Lalu maksud Mama apa?" tanya Bramantyo heran, hingga alisnya saling bertaut.

"Bu—bukan begitu. Mama cuma berfikir ini terlalu cepat, iya terlalu cepat," kata Cindy sedikit gelagapan. Ia sadar jika suaminya tengah menatapnya serius.

"Menurut Mama bagaimana?"

Cindy menarik nafas, mendekati suaminya. "Kalau misalkan Mama gak setuju?"

"Alasannya?" tanya Bramantyo serius.

"Karena Mama udah siapin calon untuk Soraya, dan dia orang yang terbaik yang Mama pilih untuk ponakan kita," tukas Cindy.

"Kalau itu alasan Mama, Papa gak setuju!," kata Bramantyo tegas. "Menikahkan Soraya dengan pilihan Mama itu artinya memaksakan kehendak kita. Papa kemarin setuju usul Mama karena belum tahu kalau Soraya sudah punya pasangan, dan sekarang Papa menolak tegas menarik kata-kata Papa, Apalagi keluarga Prasetyo Nugroho bukan orang sembarangan" sambungnya.

Cindy tak bisa lagi mengelak ucapan suaminya. Apalagi suaminya kembali berujar, "Pernikahan mereka akan segera dilakukan."

Cindy tersenyum tipis dan mengangguk menanggapi ucapan suaminya, walau sebenarnya hatinya begitu kecewa karena keinginannya ditolak mentah-mentah oleh suaminya. Ia merendahkan kepalanya, menunduk dengan tangan terkepal di atas pahanya.

"Mama sudah makan siang?" tanya Rudi keluar dari pembicaraan semula, membuat Cindy tersadar akan situasi.

"Sudah, Papa sudah makan?" tanya Cindy kembali.

"Sudah," ucap Bramantyo merangkul bahu Cindy yang duduk disampingnya.

Cindy pun menarik senyum diwajahnya. "Kalau begitu Papa lanjutkan pekerjaannya, Mama pulang sekarang," ucapnya melepas rangkulan suaminya lalu berdiri untuk berpamitan pulang, kemudian berjalan meninggalkan ruang kantor suaminya.

Saat tengah berjalan di lobby ia berhenti sebentar, mengamati suasana kantor. "Aku akan berusaha keras agar Kevin memperoleh hak yang semestinya ia dapatkan," gumamnya lalu melanjutkan langkah keluar dari gedung perusahaan.

To be Continue

next apa yang akan terjadi?

Udah boleh nikah belum ya mereka?

1
Ruswa 123
kereeen thor
falea sezi
lebih senang karakter soraya daripada amaira yg kayak anak kecil soraya lebih dewasa
Pasikah CwElosbes
luarbiasa
Holid Heryadi
kok gitu sih cara kerjanya awalnya enak di baca kok jadi ada adegan gak enak yaah
Rohana Juhari
aku mampir ya
kafa ainshod
aku balik lagi... gara gara gak bisa move on... bolak balik profil ArRyana ga ada novel baru...
kafa ainshod
ihhh... pede banget... aku balik lagi thor... kangen sama bang Icang alias babang rudi... lupa sudah berapa kali saya baca ini
Ely
Hallo thor.....baru baca.....🙏
Nancy Sirapandji
bagus ceritanya..menarik tdk bertele2..tdk terlalu bnyk konflik yg tak berarti..eps jg pas ngga terlalu panjang bngt jd tdk membosankan..🙏🙏😋😋
Erni Fitriana
mampir thorr
Irawati Danubrata
watak soraya terlalu lemah,mungkin sekian lamanya ia di doktrin oleh ebgel n tantenya shg dia tdk bisa memenage dirinya sndiri😭😭
Irawati Danubrata
masa seorang dktr spesialis tdk ada alat medis n obat dirmhnya?wkwkwk
Irawati Danubrata
soraya n rudi malukah?sakting kedyanya🤭🤭
Muajidah Firdausi
wajah Indo lebih enak dipandang Thor.
Muajidah Firdausi
Kok yg periksa dokter lain. Rudi kan dokter juga.
Muajidah Firdausi
untung ada Jenny
Yus Gerin
knapa tidak di beri tahu siapa yg menjebak soraya sama produser itu......
Yus Gerin
oh ....ternyata kevn dan soraya satu bapak lain ibu....
Yus Gerin
p
Donna Armen
🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!