Nayra Helena gadis berumur 23 tahun dari Keluarga Biasa, Menikahi CEO Perusahaan Kaya yang berumur 39 tahun, merupakan seorang Duda dengan satu orang Putra.
Namun Putra Tirinya, Luoise yang masih berumur 17 tahun itu tidak menyukai Nayra, hanya berpikir Nayra wanita murahan yang mengoda Ayahnya demi Harta.
Louise yang marah pada Ayahnya, memutuskan Sekolah ke Luar Negeri, sampai tiga tahun berlalu Louise akhirnya pulang, namun melihat bagaimana Nayra hidup dalam kemewahan menggantikan Ibunya, Louise kembali murka.
Sampai suatu hari terjadi Tragedi yang membuat Julian kecelakaan, rahasia yang terbongkar, dan kematian Julian yang tiba-tiba.
Julian berpesan agar, Louise dan Nayra mau hidup damai sebagai Keluarga mulai sekarang.
Namun kebencian Louise masih tersisa pada Nayra, mulai mencoba mendekati mendekati Nayra untuk mencari tahu dia seperti apa, sebuah permainan yang Louise mulai.
Akankah sebuah perasaan timbul pada Keduanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Za L Lucifer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 27: Dia Seorang Pria
Nayra mungkin menjadi tenggelam dalam pelukan Louise, sebuah pelukan hangat yang sangat dirinya rindukan.
Sudah lama sejak seseorang memeluknya seperti ini.
Nayra tanpa sadar mulai mempererat pelukan itu lebih dalam.
Waktu terus berjalan ketika mereka berdua saling berpelukan.
Sampai disini, Nayra yang terlalu lama memeluk Louise, akhirnya merasa cukup canggung.
Ya, terutama ketika Nayra merasakan tubuh lebih besar yang memeluknya seolah mencoba untuk menenangkannya.
Punggung dari seorang Pria Dewasa.
Ya, Nayra mungkin selama ini tidak begitu menyadarinya jika pemuda yang memeluknya ini adalah seorang Pria Dewasa.
Selama ini, Nayra mungkin menganggap pria yang memeluknya ini sebagai sesuatu yang lebih muda darinya, seperti adik laki-laki atau seorang Putra yang harus di lindungi.
Namun jika dipikirkan lagi, Louise sebenarnya saat ini sudah Dewasa.
Di usia dua puluh tahun.
Sudah bukan lagi usia remaja, namun awal dari usia dewasa.
Tubuh yang sekarang menjadi lebih besar dari dirinya, lebih tinggi darinya.
Sikap Louise, yang sekarang tidak hanya sekedar marah-marah namun juga berusaha untuk menenangkan dirinya.
Bahwa, rasanya terus berada dalam pelukan pria itu terasa salah.
Karena mereka adalah seorang Pria dan Wanita.
Tidak lazim untuk seorang pria dan wanita berada dalam pelukan seperti ini.
Namun, Nayra masih tidak ingin melepaskan pelukan yang terasa nyaman ini.
Ini adalah sebuah perasaan baru untuk Nayra.
Nayra tahu, ini benar-benar terasa salah memikirkan tentang bagaimana dirinya menganggap pria yang diperlukannya ini, bukan sekedar Putra dari Suaminya.
Namun mengagapnya sebagai seorang Pria.
Hanya dengan kesadaran ini membuat semua hal yang ada di antara mereka seolah berubah.
Ya, mereka yang tinggal di Rumah yang sama hanya berdua saja...
Ini terasa sangat salah...
Dirinya yang merawat Louise, bahkan sampai membantu menyeka tubuhnya..
Jika dari pandangan orang luar hal-hal ini jelas terasa sangat sesat.
Bahkan walaupun ada niat tulus di baliknya.
Nayra menjadi bingung tentang dirinya sendiri, dan segera melepaskan pelukannya itu.
Ya, hal-hal seperti ini jelas tidak bisa dibiarkan.
Dirinya tidak boleh terasa terlalu nyaman dengan Louise...
Namun apa?
Saat ini dirinya tidak memiliki siapa-siapa untuk bergantung.
Hatinya terasa hampa, dan terlalu menyedihkan untuk sendirian.
"Kamu tidak apa-apa?"
Kata-kata tulus itu, segera menyadarkan Nayra dari lamunannya.
Nayra segera mencoba menghapus air matanya.
"Ya, sudah cukup baik. Terimakasih telah mencoba menghiburku,"
Louise mencoba untuk tersenyum dan berkata,
"Tidak masalah Aku hanya ingin sedikit meringankan bebanmu, karena aku juga tahu tentang perasaan kehilangan ini,"
Mereka berdua adalah orang-orang yang kehilangan seseorang yang berharga.
Sama-sama dalam keadaan kesepian dan hampa.
Bahkan walaupun perasaan masing-masing benar-benar berbeda...
Yang satu kehilangan Suaminya...
Yang satu kehilangan Ayahnya...
Jelas sesuatu yang sangat-sangat berbeda.
Namun dua orang itu saling menatap seolah mengerti kesedihan masing-masing.
"Bagaimana jika kita makan saja? Aku akan mencoba memesan beberapa makanan untukmu," kata Louise, yang sekarang mulai menggunakan ponselnya dengan tangan kirinya sudah sedikit bisa untuk leluasa menggunakan tangan kirinya.
"Ya, boleh,"
"Bagaimana jika memesan Ayam Panggang? Kamu sepertinya selalu menyukai menu ini.
Nayra jelas menjadi terkejut tentang bagaimana bahkan Louise sekarang tahu, apa makanan favoritnya.
Apakah karena mereka berdua sudah menghabiskan lebih banyak waktu bersama?
"Boleh, saja,"
Dua orang itu, lagi-lagi menghabiskan waktu makan siang bersama-sama.
Saat makan, Nayra diam-diam menatap ke arah pria yang ada di hadapannya, yang mencoba makan dengan tangan kiri.
Melihat dia berusaha begitu keras, Nayra hanya bisa tersenyum, merasa bahwa itu adalah sebuah adegan yang manis.
Dirinya tidak begitu memperhatikan Louise sebelumnya.
Namun, Louise memang benar-benar tampan sebagai seorang Pria.
Pesona memukau dari seorang pria dewasa, masih cukup muda dan energik.
Nayra kemudian mulai mengingat hal-hal yang seharusnya tidak dia ingat.
Seperti, tubuh Louise yang setengah telanjang...
Tunggu...
Nayra, juga mulai mengingat hal-hal yang lebih buruk.
Sial.
Kenapa dirinya jadi memiliki pandangan semacam ini pada Louise?
Astaga...
Ini...
Ini benar-benar tidak bisa terjadi.
"Nayra? Kenapa kamu menatapku dari tadi?"