Indonesia
NovelToon NovelToon
Puber Kedua Istriku

Puber Kedua Istriku

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh
Popularitas:15.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Lana

"Dek, uang bulanan udah Abang transfer. Minggu ini abang pulang, jangan lupa dandan yang cantik."
"Iya, Bang. Makasih. Hati-hati." Ayu mengirimkan balasan untuk sang suami, dengan di bubuhi emoticon love yang berderet-deret di akhir kalimat. Setelah itu Ayu langsung mengecek transferan dari sang suami. Senyum merekah di bibir bergincu merah itu, melihat nominal yang di kirimkan oleh Arifin.
Memang secara finansial kehidupan mereka sudah lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Namun, ada satu hal yang berbeda dari sikap Ayu, selain penampilannya yang berubah, Ayu juga kerap kali melupakan tanggung jawabnya sebagai ibu.
Apa yang sebenarnya terjadi?
Simak kisah selengkapnya hanya di,
PUBER KEDUA ISTRIKU
Jangan lupa follow fb author MaLana biar bisa saling sapa🙏🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Lana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keributan

"Monic lapar, Yah. Mama belum pulang." Gadis kecil itu meraba perutnya yang sejak tadi meronta minta di isi. Sedang Arifin mengusap wajah kasar, karena terlalu sibuk mengurus Bu Yati yang sempat drop, Arifin jadi mengabaikan putrinya sendiri.

"Maafin Ayah ya. Ayo, ikut Ayah ke rumah nenek." Arifin menggandeng Monic ke rumah Bu Yati, sebab di sana masih ada makanan untuk sekedar mengisi perut. Rencananya sore nanti Arifin akan memesan lewat online saja karena keadaan sang ibu yang sedang tidak sehat.

"Mama sebenarnya ke mana sih, Yah? Kenapa sering sekali pergi?"

Bahkan Monic sampai hapal kelakuan sang mama.

"Mungkin Mama lagi ada kerjaan. Monic jangan sedih ya, kan ada Ayah di sini."

Sampai di rumah sang ibu, Arifin langsung mengambilkan makanan untuk Monic. Gadis kecil itu makan dengan begitu lahap. Tak lama Marita datang bersama Akmal dengan langkah terburu-buru.

"Bang, katanya Ibu sakit, gimana keadaannya?" tanya Marita dengan raut wajah cemas.

"Udah lebih baik, Ta. Tapi Ibu masih belum boleh pulang, katanya suruh di rawat sampai kepadanya stabil."

"Maaf ya, Bang, aku baru tau kalau Ibu sakit. Tadi ponselku mati, soalnya buat mainan Akmal di warung," ucap Marita lagi dengan penuh penyesalan. Seharusnya ia membawa pengisi baterai, tapi pagi tadi Marita terlalu buru-buru hingga melupakan benda itu.

"Nggak apa-apa, Ibu udah lebih baik kok." Arifin tersenyum sekilas, lalu melirik Monic yang ternyata sudah menghabiskan makanannya.

"Lho, Monic sama Abang? Emangnya Mbak Ayu ke mana?"

"Mama pergi, Tan, nggak tau ke mana. Dari pagi."

Kini justru Monic yang menjawab pertanyaan Marita.

.

.

.

"Pergi kamu, dasar wanita gi–la!" hardik Bu Wiwit dengan suara kencang, hingga mengundang para tetangganya untuk mendekat. Mereka berkumpul di depan rumah Bu Wiwit untuk melihat kejadian apa yang sebenarnya tengah terjadi.

"Tolong, Bu, saya hanya ingin bertemu Mas Sigit. Saya mohon ... "

Awalnya Ayu menjelaskan secara baik-baik tujuannya datang ke rumah itu. Tapi setelah mendengar pengakuan Ayu, Bu Wiwit malah murka dan langsung mengusirnya.

"Sigit nggak mungkin ngelakuin hal bodoh kayak gitu. Dan perlu kamu tau, Sigit sudah menikah. Jangan coba-coba menghasutku!"

"Tapi saya nggak bohong, Bu. Dan anak ini ..." Ayu meraba perutnya yang terlihat sedikit berisi. "Ini anak Mas Sigit, Bu."

"Apa ... !"

Bu Wiwit langsung shock mendengarnya. Bagaimana mungkin Sigit sampai melakukan hal sebo doh itu, sedangkan yang ia tahu jika selama ini Sigit adalah sosok laki-laki yang baik.

"Saya mohon, Bu, ijinkan saya bertemu Mas Sigit."

"Nggak! Nggak mungkin! Kamu pasti sengaja mau hancurin rumah tangga anakku. Iya, kan?"

Ayu menggeleng lemas. Rasanya ia tak punya tenaga lagi untuk berdebat. Sedangkan di sana sudah banyak orang yang berkerumun dan menggunjingnya sejak tadi.

"Dasar wanita murahan!"

"Nggak tau malu banget ya?"

"Cantik-cantik tapi kok pelakor!"

Banyak lagi kata-kata kasar yang mereka lontarkan untuk Ayu. Bahkan beberapa dari ibu-ibu kompleks merasa geram dengan kedatangan Ayu yang membuat keributan di sekitar rumah mereka.

"Gimana kalau kita usir aja perempuan sun dal ini?" ucap salah satu ibu memakai daster motif bunga-bunga.

"Atau kita bawa aja ke pos, kita arak ramai-ramai," usul yang lainnya lagi.

"Tunggu dulu, sebaiknya kita tunggu Pak Sigit pulang. Biar kita tau kebenarannya seperti apa." RT setempat menengahi kekacauan itu. Sontak para ibu-ibu itu menatap sang ketua RT dengan pandangan tak suka.

"Lho, Pak RT gimana sih? Jelas dia udah buat keributan di sini, ngapain mau nunggu Pak Sigit pulang segala," protes salah satu dari mereka.

"Nggak ada salahnya kita cari tau dulu kebenarannya seperti apa, Ibu-ibu. Ya sudah, semuanya bubar!"

Mereka terpaksa membubarkan diri. Ayu di giring oleh RT setempat menuju rumahnya. Sebab tidak mungkin menunggu di kediaman Bu Wiwit. Apalagi perempuan itu pasti tidak akan menginjinkan Ayu untuk beristirahat di sana.

Satu jam kemudian mobil berwarna hitam terlihat memasuki gerbang kompleks. Satpam yang sudah hapal dengan mobil milik Sigit langsung mendekat kearah jendela bagian kemudi.

"Maaf Pak Sigit, ada tamu yang menunggu Anda di rumah Pak RT."

"Tamu, siapa?" Sigit mengernyit heran. Biasanya teman-temannya akan memberitahu lebih dulu jika ingin berkunjung.

"Perempuan, Mas. Tadi dia juga sempat ... "

"Lebih baik kita pulang dulu, Mas. Setelah itu kita temui saja." Naina memotong cepat ucapan Pak Satpam. Ia tidak ingin berburuk sangka, sebab itu Naina ingin secepatnya memastikan siapa perempuan yang mencari Sigit saat ini.

"Maaf ya, Pak, kami permisi dulu." Satpam mengangguk, sedangkan mobil Sigit kembali melaju menuju bangunan rumah yang berdiri paling ujung. Dalam hati, Sigit terus bertanya, siapakah perempuan yang saat ini sedang menunggunya? Atau jangan-jangan ...

.

.

.

1
Bah Fuang
Tulisan adalah jatidiri penulis. Kenapa banyak penulis wanita muslimah menginginkan suami dayyuts? Mengedepankan cinta kasih daripada hukum Tuhannya? Menangis karena cinta & tak menangis karena tak patuh Tuhan? Ngapain percaya sama Tuhan...eh hantu??? 😂😂😂
Mama Lana: Apa iya, masakkkk?
total 1 replies
Mama Lana
Coba dong itu yang sering minta update bisa ndak banyakin komen aja di sini😁😁😁
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
nggilani, lakk2 baik dapete ulet bulu.. d tolak simpanane blk k suami sah..apes bngt suami krja krs istrine ngabisin duit buat slgkhne skrg hamidun anak slgkhne ngakune anak suami ..
Aurora Line Dance
yah belum ada lanjutannya ...penasaran
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
jo nduwe bojo, b wiwit g beragama y..dosane gede dong pnya anak laki g nafkahi istrinya..inisetaun baru up lg.
Rinjani Putri
duuh selingkuh kk kebanyakan begitu di duta juga
Rinjani Putri
salm knl Thor lanjut kubaca karyamu dulu ya ijin promo juga ya kk author mf masih belajar
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
sdh akhr bln november 23 belum ada kelanjutan ceritanya Thor...tamat apa mmng dbuat nggantung crtanya
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
𝚛𝚞𝚠𝚎𝚝 𝚜𝚔𝚛𝚐 𝚑𝚍𝚙 𝚔𝚊𝚖𝚞 𝙰𝚢𝚞..𝚠𝚎𝚜 𝚎𝚗𝚊𝚔2 𝚜𝚞𝚊𝚖𝚒 𝚋𝚊𝚒𝚔 𝚗 𝚗𝚓𝚊𝚝𝚊𝚑𝚒 𝚋𝚢𝚔 .𝚞𝚜𝚊𝚑𝚊 𝚜𝚞𝚔𝚜𝚎𝚜 𝚖𝚕𝚑 𝚗𝚐𝚕𝚊𝚌𝚞𝚛. 𝚑𝚛𝚜𝚎 𝚔𝚖 𝚢𝚐 𝚍𝚙𝚝 𝚍𝚞𝚒𝚝 𝚝𝚙 𝚖𝚕𝚑 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚒𝚗 𝚍𝚞𝚒𝚝 . 𝚗𝚊𝚜𝚒𝚋 𝚗𝚊𝚜𝚒𝚋
Nabila Oktaviannisa
top👍👍👍👍
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
𝚗𝚓𝚎𝚕𝚎𝚑𝚒 𝚔𝚕 𝚙𝚞𝚗𝚢𝚊 𝚒𝚋𝚞 𝚖𝚊𝚝𝚛𝚎 𝚔𝚊𝚢𝚊 𝚐𝚒𝚝𝚞..𝚔𝚕 𝚐 𝚝𝚘𝚋𝚊𝚝2 𝚢𝚊 𝚖𝚊𝚊𝚏 𝚖𝚎𝚗𝚍𝚒𝚗𝚐 𝚗𝚍𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚊𝚍𝚎𝚙 𝚗𝚐𝚊𝚕𝚘𝚛 𝚊𝚓𝚊 𝚍𝚛𝚙𝚍 𝚗𝚢𝚞𝚜𝚊𝚑𝚒𝚗. 𝚍𝚝4 𝚕𝚊𝚒𝚗 𝚋𝚢𝚔 𝚒𝚋𝚞 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚊𝚕𝚊𝚑 𝚖𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚜𝚍𝚔𝚝 𝚋𝚊𝚗𝚝𝚞 𝚔𝚕𝚠𝚛𝚐𝚊 𝚊𝚗𝚊𝚔 𝚗𝚢𝚊 𝚒𝚗𝚒 𝚖𝚕𝚑 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚞𝚊𝚜𝚊𝚒 𝚙𝚐𝚑𝚜𝚕𝚗 𝚊𝚗𝚊𝚔
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
𝚔𝚎𝚗𝚊𝚗𝚐2𝚊𝚗🧐🧐 𝚖𝚊𝚞 𝚙𝚒𝚜𝚊𝚑 𝚊𝚙𝚊 𝚐𝚖𝚗
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
𝚢𝚊𝚑 𝚌𝚖 𝚍𝚒𝚖𝚗𝚏𝚊𝚊𝚝𝚒𝚗 𝚔𝚊𝚜𝚒𝚊𝚗 𝚜𝚔𝚕𝚒..𝚕𝚋𝚑 𝚔𝚊𝚜𝚒𝚊𝚗 𝙰𝚛𝚒𝚏𝚒𝚗 𝚍𝚞𝚑 𝚔𝚎𝚛𝚓𝚚 𝚖𝚊𝚝𝚒2𝚊𝚗 𝚍𝚞𝚒𝚝𝚎 𝚖𝚕𝚑 𝚍𝚜𝚎𝚛𝚊𝚑𝚔𝚗 𝚔𝚎 𝚕𝚊𝚔𝚒2 𝚕𝚊𝚒𝚗 𝚢𝚐 𝚔𝚊𝚗𝚊 𝚍 𝚐𝚞𝚗𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚞 𝚋𝚒𝚊𝚢𝚊 𝚗𝚔𝚑𝚊𝚗 𝚕𝚊𝚐𝚒...𝚋𝚘𝚍𝚘𝚑𝚢𝚊 𝙰𝚢𝚞
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
𝚢𝚊 𝚃𝚞𝚑𝚊𝚗 𝚙𝚞𝚗𝚢𝚊 𝚜𝚞𝚊𝚖𝚒 𝚝𝚊𝚗𝚐𝚐𝚞𝚗𝚐 𝚓𝚊𝚠𝚊𝚋 𝚍𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚝𝚒𝚊 𝚐𝚒𝚗𝚒 𝚖𝚕𝚊𝚑 𝚙𝚊𝚜𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗𝚗𝚢𝚊 𝚠𝚊𝚗𝚒𝚝𝚊 𝚝𝚔𝚗𝚐 𝚜𝚎𝚕𝚒𝚗𝚐𝚔𝚞𝚑..𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚊𝚚 𝚊𝚓𝚊😅 𝚛𝚊𝚔 𝚖𝚔𝚛 𝚜𝚕𝚐𝚔𝚑 𝚢𝚐 𝚙𝚗𝚝𝚐 𝚔𝚕 𝚔𝚋𝚝𝚑𝚗 𝚝𝚛𝚙𝚗𝚑𝚒 𝚝𝚐𝚜 𝚞𝚝𝚊𝚖𝚊 𝚞𝚛𝚞𝚜 𝚊𝚗𝚊𝚔 . 𝚙𝚍𝚑𝚕 𝚊𝚚 𝚙𝚐𝚗 𝚋𝚐𝚝 𝚙𝚗𝚢𝚊 𝚜𝚞𝚊𝚖𝚒 𝚋𝚐𝚗𝚒
Nabila Oktaviannisa
sokor...
Nabila Oktaviannisa
makin penasaran aj ni thor
Nabila Oktaviannisa
yang rajin up dong thor😂😂
Mama Lana: duh jadi malu aku, maaf ya kakak😁
total 1 replies
Nabila Oktaviannisa
semangat up nya kk
Mama Lana: Terimakasih kak🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!