Indonesia
NovelToon NovelToon
Balas Dendam Sang Mawar Hitam

Balas Dendam Sang Mawar Hitam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia / Identitas Tersembunyi
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Mutzaquarius

Bertahun-tahun setelah sebuah pembantaian menghapus keluarga Black Rose dari dunia mafia, Elena kembali dengan identitas sebagai seorang pelayan.

Tidak seorang pun tahu siapa dirinya atau alasan sebenarnya ia memasuki keluarga Bianchi.

Namun, putra pertama keluarga Bianchi, Leon mulai mencurigai wanita itu. Kebiasaan aneh dan tato yang wanita itu miliki, membangkitkan potongan ingatan dari masa lalu yang tidak pernah bisa ia pahami.

Sampai sebuah kesalahpahaman memaksa mereka untuk menikah.

Leon melihat kesempatan untuk mengawasi Elena lebih dekat. Sementara Elena menerima pernikahan itu demi satu tujuan yaitu membalas dendam.

Dua orang dengan tujuan tersembunyi terikat dalam satu pernikahan.

Dan, tanpa mereka sadari, pernikahan itu akan membuka rahasia yang menghubungkan masa lalu mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

The Raven Tidak Terlibat?

Sementara itu, setelah masuk ke rumah, Elena tidak langsung menuju kamarnya.

Langkahnya justru berbelok menuju dapur. Tenggorokannya terasa kering setelah cukup banyak minum alkohol sepanjang pesta. Ia membuka lemari, mengambil sebuah gelas, lalu menuangkan air ke dalamnya.

Namun, sebelum sempat meneguknya, gerakannya terhenti.

Ada suara langkah kaki dari belakang. Tapi, Elena tidak langsung menoleh.

Ia hanya terdiam sambil menggenggam gelas di tangannya. Dari pantulan samar pada permukaan meja, ia bisa melihat bayangan seseorang yang perlahan mendekat.

Elena tersenyum tipis, saat tahu orang itu adalah Daniel.

Beberapa saat sebelumnya, Daniel baru saja tiba di kediaman keluarga Bianchi. Langkahnya sedikit limbung akibat alkohol yang ia minum di pesta. Namun, ia masih sadar sepenuhnya. Hanya kepalanya yang terasa sedikit berat dan pandangannya sesekali berkunang.

Saat melewati dapur, langkah Daniel terhenti. Ia melihat Elena berdiri membelakanginya.

Dia terdiam beberapa saat lalu, perlahan senyum licik muncul di bibirnya..

Daniel memasukkan kedua tangannya ke saku jas, lalu berjalan mendekat dengan langkah pelan. Hingga akhirnya, ia berhenti tepat di belakang Elena.

Tatapannya menyapu sosok wanita itu dari atas hingga ke bawah.

"Tubuh yang indah," batinnya. Senyumnya semakin lebar. "Pantas saja Leon tergila-gila padanya."

Tangannya terangkat perlahan, seolah hendak menyentuh bahu Elena. Namun, sebelum benar-benar menyentuhnya, Daniel menghentikan gerakannya.

Ia hanya membiarkan tangannya menggantung beberapa sentimeter dari tubuh wanita itu.

Elena melihat bayangan tangan tersebut dari pantulan meja. Ia kemudian sengaja menghembuskan napas kecil, lalu berbalik dengan cepat.

Matanya dibuat membulat, seolah baru menyadari keberadaan pria itu.

"Tu-tuan Daniel?"

Daniel tersenyum. "Maaf, Kakak ipar. Aku membuatmu terkejut?"

Elena mundur satu langkah sambil memeluk gelas di dadanya.

"Sa-saya tidak menyangka masih ada orang lain di dapur."

Daniel terkekeh pelan. "Begitu juga denganku." Tatapannya masih tertuju pada Elena yang gemetar ketakutan.

Tapi, di balik ekspresi terkejut yang Elena tunjukkan, Ia justru menyembunyikan senyum kecil.

Daniel kembali melangkah mendekati Elena. Sementara, Elena sengaja mundur perlahan hingga punggungnya hampir menyentuh meja dapur.

Tangannya menggenggam gelas lebih erat, sementara wajahnya dibuat tegang.

"Tu-tuan Daniel, jangan mendekat," ucap Elena dengan suara yang dibuat bergetar.

Namun, bukannya berhenti, Daniel justru tersenyum. "Kenapa? Kamu takut padaku?"

Elena menelan ludah, lalu mengalihkan pandangan. "Sa-saya ingin kembali ke kamar."

Daniel berhenti tepat di depannya. "Kamu tidak seharusnya takut kepada keluarga sendiri, Kakak ipar."

Elena tidak menjawab.

Daniel menyandarkan satu tangannya pada meja, membuat ruang gerak Elena semakin terbatas.

"Aku penasaran," ucapnya Daniel. "Bagaimana sebenarnya hubunganmu dengan Leon?"

Elena mengangkat wajah. "Apa Maksudmu, Tuan?"

"Kalian terlihat sangat mesra malam ini." Senyum Daniel mengembang.

"Berdansa bersama, saling berpelukan bahkan, berciuman di depan semua orang."

Elena mengernyit. "Itu hanya bagian dari pesta."

"Benarkah?" Daniel menatapnya seolah sedang mencari kebohongan.

"Atau, memang ada sesuatu di antara kalian sebelumnya?"

Elena memilih diam.

"Leon biasanya tidak mudah dekat dengan wanita," lanjut Daniel. "Tapi, sejak kamu muncul, sikapnya berubah."

Tatapan Daniel turun sekilas sebelum kembali menatap wajah Elena.

"Aku jadi penasaran. Apa yang sebenarnya kamu lakukan sampai Leon begitu tergila-gila padamu?"

Elena merasa muak mendengar pertanyaan itu. Tapi, ia tidak boleh menunjukkan emosinya.

"Saya tidak tahu apa yang anda bicarakan."

Elena kemudian mengambil gelasnya dan berusaha melewati Daniel. Tapi, pria itu justru mencengkeram lengannya.

"Tidak tahu?" ulangnya. "Aku tahu, malam itu hanya salah paham. Tapi, kami tetap menuntut Leon untuk bertanggung jawab. Tidak mungkin, kalian bisa semesra itu dalam waktu singkat."

Elena mendengus kasar dan menarik lengannya, hingga terlepas dari cengkeraman Daniel.

"Sudah malam. Saya ingin tidur."

Tanpa menunggu jawaban, Elena langsung meninggalkan Daniel yang masih berdiri di tempatnya sambil memperhatikan kepergiannya.

"Aku tidak menyangka jika dia pemalu sekali. Tapi, aku suka."

Ia menganggap Elena pergi karena merasa malu setelah pembicaraan mereka. Padahal, ia sama sekali tidak tahu jika wanita itu justru sedang menahan rasa jijik.

Begitu sampai di kamar, Elena langsung menutup pintu.

Wajah lembut yang sejak tadi ia tunjukkan menghilang seketika.

Ia meletakkan gelas di atas meja dengan sedikit kasar lalu, mengusap lengannya.

"Menjijikkan!"

Sikap Daniel membuat darahnya mendidih. Cara pria itu memandangnya, pertanyaan-pertanyaan tentang hubungannya dengan Leon, dan keberanian pria itu mendekatinya, benar-benar membuat Elena merasa muak.

Tapi, ia tidak bisa membiarkan emosinya mengganggu rencana.

Elena menghembuskan napas panjang dan mulai melepas perhiasan yang dikenakannya.

Sampai, tiba-tiba ponselnya berbunyi.

Elena langsung mengambilnya dan melihat sebuah pesan masuk dari salah satu orangnya.

"Aku berhasil memotret dokumennya. Aku akan segera mengirimkannya kepadamu."

Mata Elena langsung berbinar. "Akhirnya, aku mendapatkan informasi yang selama ini aku cari," gumamnya.

Tapi, belum sempat ia membalas, pesan berikutnya masuk.

"Tapi ada sesuatu yang aneh."

Alis Elena langsung berkerut. Ia membalas pesan itu. "Apa?"

Beberapa detik kemudian, balasan muncul.

"Nama The Raven tidak ada di dalam daftar."

Elena membeku. “The Raven tidak ada?" gumamnya.

Ia membaca pesan itu sekali lagi, seolah berharap dirinya salah membaca.

"Tidak mungkin."

Selama ini, Elena meyakini The Raven memiliki hubungan dengan tragedi dua puluh tahun lalu.

Setelah The Black Rose dihancurkan, The Raven justru berkembang pesat. Semua petunjuk yang ia kumpulkan selama bertahun-tahun selalu mengarah pada organisasi itu.

Tapi, jika nama The Raven memang tidak tercantum dalam dokumen, lalu siapa yang sebenarnya bertanggung jawab?

Ponselnya kembali berbunyi. Kali ini, beberapa foto dikirim sekaligus.

Elena segera membuka satu persatu foto itu.

Jari Elena terus menggeser layar, membaca setiap bagian dokumen dengan napas yang semakin berat.

Tidak ada nama The Raven. Bahkan, tidak ada satu pun catatan yang secara langsung menghubungkan organisasi tersebut dengan kehancuran The Black Rose.

Mata Elena melebar.

Selama bertahun-tahun, ia membangun dendam berdasarkan satu keyakinan jika The Raven adalah dalang utama kehancuran The Black Rose.

Tetapi sekarang, bukti yang selama ini ia cari justru memberikan jawaban yang berbeda.

Elena menatap layar ponselnya dengan wajah tidak percaya.

"Kalau bukan The Raven, lalu siapa?"

Ini pertama kalinya, keyakinan Elena mulai retak.

"Apa selama ini aku salah?"

Elena menggeleng cepat. "Tidak. Itu tidak mungkin. Pasti ada sesuatu yang terlewatkan." elena menggenggam erat ponselnya. "Aku harus bicara langsung dengan uncle Marco."

1
Kustri
pengen'a kasih yg hitam spy sesuai... sayang'a gk ada🌹
+44
bentar lagi.. aku mencintaimu 🌚
Alissia
cemburu bilang dong jangan di geden gengsinya🤣🤣
Kustri
☕lah thor biar kalap UP'a😉
🇦 🇵 🇷 🇾👎
bucin lho kn cmbr kn😃
🇦 🇵 🇷 🇾👎: bnr😫😫😫
total 2 replies
Kustri
cemburu bilang boss! 🤣
💖💖💖
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Gengsi keknya, kak🤭
total 1 replies
Kustri
eummm.... ternyata leon bukan anak kandung victor
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Iyesss
total 1 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
cp kh mrk
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Coba tebak!😌
total 1 replies
Kustri
owh owh siapa diaaa....
nyogok biar dobel up🤭
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Hari ini, udah q kasih double 😌
total 1 replies
Kustri
mgkin benar the reavan pelaku'a 20th yg lalu leon umur brp🤔
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Gak jauh sama Si El
total 1 replies
Kustri
siapa yg ngasih senjata ke elena!
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Aq/Grin/🤭
total 1 replies
Kustri
mgkin maria dijodohkan & daniel anak kekasih victor🤔
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Bukan gitu 🤧
total 1 replies
Kustri
itu viona apa perawan tua? apa dia gk ada kerjaan lain? apa gk punya tmpt tinggal?
huh benalu menyusahkan👊
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Dia udah berkeluarga 😃. Habis pesta, makanya nginep dulu di rumah mas Piktor🤭
total 1 replies
Kustri
wkwkkkk... kau laki" sejati, gk mgkin akan melewatkan itu🤣🤣🤣
Kustri
tenang leon bs jd el akan membantumu dlm sgl hal
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Atau, sebaliknya 😃
total 1 replies
Kustri
betul kata leon, qu jg bertanya" dr mana keahlian el didpt klo sehari" ada dipanti... tlg beri penjelasan sedikit thor mgkin 1 part u/perjalanan el🥺
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Belum ada penjelasan, tapi udah ada dugaan kalau identitas di palsukan 😌
total 1 replies
Kustri
eummm... daniel si munaf, serakah & pecundang👊👊👊
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next
🇦 🇵 🇷 🇾👎
sk crtvny
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Thankiyu, kak 💜
total 1 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!