Kebencian adalah awal dari kehancuran yg akan ku persembahkan kepada langit, dendam yg terpendam akan ku ukir setajam pedang pusaka, terkadang takdir memang sungguh lucu, dengan sebilah pedang di tangan akan ku tunjukkan kepada langit , dengan sebilah pedang di tangan aku akan menentang takdir langit, dengan sebilah pedang akan ku hancurkan para dewa, dengan sebilah pedang akan ku ukir namaku, dengan sebilah pedang di tangan akan ku ukir namaku sebagai legenda kultivator iblis, kultivator yg paling menakutkan dan paling kejam yg pernah ada.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yusub Gultom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27. Menerima hadiah Satu milliar koin emas dari Kaisar Hong Jian
Xuan meninggalkan lembah tengkorak yang sudah berubah menjadi lahan tandus. Ia terbang dengan kecepatan tinggi menuju menara elang merah. Setelah tiba di menara elang merah, Xuan membawa mereka semua ke sebuah restoran.
Xuan memasuki restoran lantai dua dan memesan hidangan mewah. Masih ada beberapa orang disana namun Xuan mengajak mereka bergabung.
"Pelayan, hidangkan masakan terbaik dan arak terbaik untuk seluruh penghuni lantai dua ini." sambil melemparkan seribu koin emas." Apakah cukup?"
"Ini lebih dari cukup Tuan, saya mohon pamit menyiapkan hidangan."
Ratusan bawahan Shen Yang baik pria maupun wanita menatap Xuan dengan tatapan kagum. Kebaikan seperti itu akan susah di lupakan oleh mereka.
Hanya saja, sejauh ini, mereka belum mengenal siapa Ketua mereka yang sanggup meruntuhkan lembah tengkorak karena wajahnya yang selalu tertutup oleh topeng emas. Topeng itu adalah topeng pusaka bahkan jika tingkat kaisar dan tingkat mistis sekalipun tidak akan bisa mengenali wajah Xuan. Karena topeng itu menyamarkan wajah pemiliknya. Hanya saja, disaat makan dan minum topeng itu harus di buka karena topeng itu menutupi seluruh wajahnya
Xuan membuka topengnya lalu menenggak arak kemudian mencicipi beberapa hidangan di depannya.
Mata mereka melotot saat topeng itu di buka, apalagi para wanita bawahan Shen Yang. Meraka hampir lupa bahwa hidangan di depan meraka sudah dingin.
"Tampan sekali, Sial, dia lebih tampan dari pangeran langit yang di ceritakan para leluhur."
"Oh Dewa, mimpi apa kita punya ketua setampan dia."
"Ternyata kultivator bertopeng emas masih muda."
Suara-suara itu bermunculan di telinga Xuan namun dia mengabaikannya.
"Semua hal ini terjadi bermula dari wanita yang kamu tolong, jika dia menurutmu cantik, aku mempunyai teman wanita bahkan jauh lebih cantik dari wanita itu. Namanya Xiao Xia, salah satu murid jenius di sekte tebing salju. Dia sangat baik, sopan, lembut dan memiliki tubuh di atas rata-rata. Wajahnya seputih giok. Dia murid inti dan murid terkuat sekte tebing salju saat ini."
"Saudara Xuan, aku tidak pernah meragukan perkataanmu." ucap Shen Yang bersemangat. Dia malu dan marah karena salah menilai kali ini. Dia juga yakin wanita yang di katakan Xuan bukanlah omongan belaka.
"Aku sudah membunuh wanita itu dan menghancurkan klannya sebelum aku menghancurkan lembah tengkorak. Jika pun dia orang baik aku tidak setuju. Klan wanita itu sudah puluhan tahun menebar teror di kekaisaran selatan. Lembah siluman di kekaisaran selatan adalah milik klannya. Klan wanita itu adalah klan Gu, salah satu klan terkuat di kekaisaran barat ini. klan mereka pengendali siluman dan hewan buas."
"Apa?" Shen Yang panik sekaligus marah. Sekarang dia mengerti kenapa mereka tertangkap.
"Hanya gara-gara wanita kau hampir menjadi tahanan seumur hidupmu dan mengorbankan puluhan bawahanmu. Aku akan membawamu pulang sekarang. Jangan panggil aku saudaramu jika gadis yang bernama Xiao Xia ini tidak membuatmu jatuh cinta hanya melihatnya saja."
"Apa? Apakah dia secantik itu?" Shen Yang senyum-senyum sendiri memikirkan kecantikan wanita itu. Dia tidak pernah meragukan pilihan Xuan.
"Tentu saja dia cantik, namun yang menjadi pemikatnya adalah kebaikan hatinya. Kamu harus lebih hati-hati menjaganya. Satu lagi, kita harus cepat punya keturunan. Musuh kita sangat kuat."
"Itu benar Saudara Xuan, saat di penjara hanya satu penyesalanku yaitu belum menikah dan belum punya keturunan. Jika aku mati maka selesai sudah."
"Sejak menjadi kultivator aku ingin menikah, kita bisa mati kapan saja. Orang baik atau orang jahat sama saja. Membunuh atau di bunuh tugas para kultivator. Sebaiknya kita punya keturunan terlebih dahulu agar kelak ada yang membalas dendam ketika kita mati terlalu cepat."
Semua yang ada di ruangan itu sepertinya mencerna perkataan Xuan. Mereka juga ingin menikah secepatnya, karena mereka juga takut mati terlalu cepat tanpa keturunan.
"Nikmati hidangan dan arak kalian, kami pergi terlebih dahulu." Xuan memanggil pelayan dan menyuruh menambah beberapa kendi arak lagi.
"Baik ketua."
"Terimakasih ketua."
"Terimakasih Ketua atas jamuan ini."
Mereka menjawab dan berterimakasih ketika Xuan akan meninggalkan restoran bersama Shen Yang.
Setelah keluar dari restoran, Xuan bersama Shen Yang menuju ibukota kekaisaran barat untuk mengambil hadiah.
Setelah tiba di aula misi kekaisaran, seorang wanita menyambut mereka dengan wajah sangar." Untuk apa kalian datang kesini?" Disini adalah misi tingkat tinggi."
Xuan mengeluarkan puluhan kepala manusia dari cincin penyimpanannya." Aku telah menghancurkan klan Gu pengendali siluman atau hewan buas dan sekte lembah tengkorak. Aku datang kesini meminta hadiah sebesar Satu milliar koin emas.
"Tuan, kami tidak punya koin emas sebanyak itu, Kami hanya memiliki uang sekitar Lima ratus juta koin emas." Wanita itu hampir saja pingsan di tempat duduknya. Tubuhnya bergetar. Matanya melotot melihat puluhan kepala di depan matanya.
"Katakan pada Hong Jian hadiah di bayar lunas hari ini. Aku jauh-jauh datang dari kekaisaran selatan untuk membersihkan sampah kalian. Jika tidak, aku akan membawa kepala Kaisar kalian sebagai hadiah buat anak dan istriku."
Xuan ingin memberi peringatan kepada Kaisar Hong Jian karena berani mengusik kekaisaran selatan beberapa waktu lalu.
"Baik Tuan, saya akan segera melaporkan informasi ini." Wanita itu terbang dengan kecepatan tinggi kearah istana. Tidak lama kemudian dia telah kembali dengan puluhan orang.
"Tuan, Saya adalah Kaisar Hong Jian, izinkan kami pihak istana menjamu anda dan sebaiknya kita berbicara di istana, kami tidak mempunyai sopan santun jika kita berbicara seperti ini." Kaisar Hong Jian dan para pejabat kekaisaran telah mendengar bahwa seorang kultivator bertopeng emas menghancurkan sekte lembah tengkorak. Mereka juga kaget ternyata Klan Gu ikut di hancurkan.
"Baik Yang Mulia." Xuan dan Shen Yang mengikuti Kaisar Hong Jian menuju istana.
"Anak muda, saya bersama seluruh kekaisaran barat sangat berterimakasih kepada anda. Kami sudah melakukan segala cara, namun hasilnya nihil. Teror demi teror mereka lakukan membuat kerugian yang tidak sedikit, padahal kami juga telah membayar upeti kepada mereka. Klan Gu juga sama saja, mereka selalu melakukan serangan saat bulan purnama membuat ribuan menjadi korban jiwa. Jika Kaisar Zhong Kun mencurigai kami masuk kewilayah kekaisaran selatan itu adalah fitnah, mereka semua aliansi klan Gu." Kaisar Hong Jian membuka suara setelah selesai menyantap hidangan.
Dia menjelaskan pihak Istana kekaisaran barat tidak pernah memasuki wilayah kekaisaran selatan, karena memang mereka tidak memiliki sumber daya. Untuk membayar upeti mereka bahkan kelabakan. Belum lagi serangan siluman dan hewan buas setiap bulan purnama membuat kas Kekaisaran selalu kosong.
"Jangan sungkan Yang Mulia. Saya mengirim saudara saya kesini memang untuk memata matai sekte lembah tengkorak yang ternyata adalah kelompok tengkorak hitam. Terimakasih atas kesalahpahaman ini Yang Mulia, saya harap kekaisaran selatan dan kekaisaran barat bisa bekerja sama di masa depan."
Xuan tahu kultivator lebih kuat di Kekaisaran barat namun tidak di dukung oleh senjata sehingga Kekaisaran barat terlihat jauh lebih lemah. Sekarang kedua Kekaisaran ini bisa bekerja sama di masa depan.
Setelah berbincang-bincang cukup lama akhirnya Kaisar Hong Jian bisa mengulur waktu dan mengumpulkan koin emas sebagai hadiah.
"Anak muda, jika berkunjung lain kali jangan lupa mampir, istana ini terbuka untukmu." sambil memberikan sebuah lencana khusus. Kaisar Hong Jian tidak mau melepaskan begitu saja orang yang telah membantu memusnahkan musuhnya. Seenggaknya dia harus menunjukkan bahwa kekaisaran barat mempunyai loyalitas.
"Terimakasih Yang Mulia, kami mohon pamit, Kekaisaran selatan masih membutuhkan saya." Sambil menerima lencana dari Kaisar Hong Jian.
Xuan bersama Shen Yang meninggalkan istana kekaisaran barat menuju kota Jing Wen. Ketika tiba di markas menara elang merah mereka di sambut ramah puluhan anggota elang merah.
"Selamat datang ketua besar." ucap mereka serempak.
"Apakah tempat ini sudah di bereskan." ucap Shen Yang dengan tegas kepada seorang wanita.
"Sudah Ketua besar, kami sudah membebaskan saudara kembar Song Yun yang di tahan oleh ketua sebelumya."
"Hei kamu." Xuan memanggil Song Yun membuat mereka semua heran.
Xuan menatap mereka semua dengan tajam, Dia kagum dengan Shen Yang walau kekuatannya sama dengan anggotanya, namun dia sangat di hargai anggotanya. Xuan baru tau menara elang merah cabang kota Jing Wen ternyata semua anggotanya adalah wanita.
"Ada apa Ketua memanggil saya." Tanya wanita itu sedikit takut. Dia tau bahwa manusia yang ada didepannya adalah monster.
"Satu juta koin emas jika kamu berhasil membawa paman Yang long dari sekte gunung tengkorak ke tempat ini. Aku tunggu sampai malam." Xuan meletakkan lima ribu koin emas sebagai uang muka.
"Baik ketua besar, saya mohon pamit." ucap Song Yun dan terbang keluar dari menara elang emas.
"Hei kalian semua, pergi dari sini." sambil melemparkan lima puluh ribu koin emas. Sontak saja para wanita itu terbang kesebuah perbelanjaan karena mendapat hadiah.
"Terimakasih ketua besar."
"Terimakasih pangeranku."
"Terimakasih tampan."
Anggota menara elang merah tersebut mengucapkan pujian-pujian tingkat tinggi setelah mendapatkan keberuntungan.
"Apa menurutmu wanita itu berhasil membawa paman Yang Long dari sekte bukit tengkorak?"
"Aku sudah membujuk paman Yang Long mengunakan gadis itu, namun tidak berhasil. Lagi pula aku tidak menceritakan perihal klan Yang dan kekaisaran selatan atau Menara elang merah kepadanya. Aku ingin dia pulang atas inisiatifnya sendiri."
"Aku ingin memeluknya, seharusnya apapun kamu lakukan. Aku tau bagaimana pengorbanannya, aku pikir paman Yang Long sudah mati. Namun aku mendapat informasi bahwa dia masih hidup." Xuan menarik nafas. Akibat jatuh cinta pada putri pertama patriark sekte lembah tengkorak Yang Long harus di penjara karena terlalu lancang. Xuan takut jika dia berkunjung sekte itu akan menjadi legenda.
"Seharusnya kita memberi pelajaran pada sekte itu, walaupun sekte menengah namun kekayaan sekte itu tidak sebanding dengan satu cincin di jariku, padahal harta ini adalah pemberianmu?" Yang Shen juga menarik nafas saat merasakan arak di kendi itu mirip seperti air lumpur, wajahnya menjadi jelek.
"Apakah pembuat arak ini akan pensiun, bagiamana bisa arak mahal rasanya seperti air jamban." ucap Xuan sambil tertawa. Dia heran siapa pembuat arak tersebut? apakah dia juga sudah bosan hidup?