Indonesia
NovelToon NovelToon
MENIKAH DENGAN MAFIA

MENIKAH DENGAN MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Anak Genius / Romansa Fantasi
Popularitas:12.8k
Nilai: 5
Nama Author: Maya Melinda Damayanty

Untuk keluar dari penjara keluarga, Charoen Torrer harus menerima pinangan dari seorang mafia ternama. Walau hanya jadi istri sementara, tetapi demi kebebasannya. Char menerima tawaran itu tanpa berpikir dua kali.

Tanpa ia tahu ke depannya, hidupnya jauh lebih rumit di banding rumah yang rasanya seperti penjara itu. Bagaimana Char dicintai secara ugal-ugalan oleh suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya Melinda Damayanty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 27

Kehamilan Char yang beresiko, membuat Alexander menjaganya layaknya barang antik.

Raph sudah menemukan hunian baru dan merenovasi keseluruhan rumah itu.

Hari ini mereka pindah dari kastil ke sebuah villa di bukit Denhills, sebelah timur Kota Seradam. Bukit yang diselimuti rumput hijau dan berbagai bunga aster liar. Char menatap hunian dengan luas halaman seribu meter dan bangunan lima ratus meter.

Dua puluh pekerja berjejer rapi dengan seragam khusus. Mereka membungkuk hormat ketika Alexander keluar mobil.

"Tuan Muda selamat datang!" seru mereka.

Rudolph yang lebih dulu sampai menyambangi cucunya.

"Mana Char?" tanyanya.

Alexander mundur ke mobilnya dan membuka pintu. Char keluar, tangan Alexander menahan kepalanya agar tak terbentur, lalu menggandeng istrinya seperti orang sakit.

"Alex ... Aku tidak sejompo Grandpa!" teriak Char cemberut.

"Sayang ... Apa kau tak suka perlakuanku?" tanya Alexander sedih.

Char menganga tak percaya melihat wajah murung suaminya. Sementara Rudolph baru tahu jika sang cucu yang seperti kanebo kering itu mendadak pintar berdrama.

"Ck ... Andai aku bisa memukulmu dengan tongkatku!" dumalnya pelan tapi Alexander mendengarnya.

"I hear you, Grandpa!" peringat Alexander.

Raph tetap setia, berdiri bagai patung bernyawa. Tenang, dingin, tanpa ekspresi tapi penuh kewaspadaan tinggi.

Ketika pintu utama dibuka, Char menatap seluruh ruangan yang dilapisi kain beludru tebal. Alisnya mengkerut, sofa, meja, kursi bahkan seluruh lantai dilapisi karpet tebal nan mahal itu.

"Alex?" Char masuk seperti dunia kasur. Empuk.

"Bagaimana sayang? Kau suka?" tanya Alexander dengan bangga.

Char tak mampu berkata apapun, ia hanya memindai seluruh ruangan yang sangat aman. Otaknya hanya dipenuhi benang kusut. Tak bisa berpikir.

Pikiran Charoen benar-benar buntu. Dari lantai hingga furnitur, semuanya dibungkus beludru dan karpet tebal hingga tampak seperti ruangan isolasi paling mewah di dunia.

"Kau menyulap rumah ini jadi wahana empuk, Alex?" gumam Charoen sambil menginjakkan kakinya yang tenggelam perlahan di karpet setebal lima sentimeter itu.

"Ini demi keamananmu dan anak-anak kita, Dear," sahut Alexander tanpa dosa. Ia merengkuh pinggang Charoen dengan protektif. "Jika kau terpeleset atau hilang keseimbangan sedikit saja, kau tidak akan merasa sakit. Semuanya sudah kuperhitungkan."

Rudolph yang berjalan di belakang mereka menggeleng-gelengkan kepala, mengetuk-ngetukkan tongkatnya ke lantai beludru yang sama sekali tidak menimbulkan suara.

"Kau gila, Alex! Ini bukan rumah, ini sangkar burung berlapis kapas!" cerceh Rudolph menatap cucunya heran. "Bagaimana bisa kakek tua sepertiku berjalan kalau lantainya seempuk ini? Bisa-bisa kakiku tersangkut!"

"Kalau Grandpa tidak suka, Grandpa bisa kembali ke kastil," jawab Alexander datar tanpa berpaling dari Charoen.

"Kurang ajar kau!" umpat Rudolph pelan, walau matanya tak bisa menyembunyikan rasa geli melihat tingkah protektif cucunya yang terlewat batas.

Charoen menghela napas pasrah, lalu menyandarkan kepalanya di dada bidang Alexander. Sifat protektif suaminya memang agak gila, tapi ia tahu betul semua ini berasal dari rasa cintanya yang begitu besar—serta ketakutannya akan risiko kehamilan kembar lima ini.

"Sayang, aku lelah. Mau minta gendong," ujarnya pelan.

Mendengar kata lelah, membuat Alexander sigap dan mengangkat istrinya ala pengantin. Char menyembunyikan wajahnya di dada suaminya.

"Maid!" teriak Alexander.

Dua puluh maid berlarian heboh dari arah belakang. Char makin menyembunyikan wajahnya.

"Siapkan makanan paling enak dan bawa ke lantai empat!" perintah Alexander tegas.

"Baik Tuan Muda!" seru dua puluh maid membungkuk hormat dan berlarian ke dapur.

Rudolph menggeleng pelan melihat kelakuan para maid yang seperti anak-anak itu.

"Untung lantai ini sudah dilapisi busa empuk. Jadi langkah mereka tak terdengar sama sekali," gumamnya lalu matanya membentur sosok kaku yang masih berdiri tegap.

"Astaga, Elo! Apa kau tak ada kerjaan lain?" tanyanya gusar.

Raph terkejut sedikit, ia menganggukkan kepalanya.

"Saya menunggu perintah, Tuan Besar!" jawabnya.

"Kalau begitu, buatkan aku kopi!' suruh Rudolph.

"Baik, Tuan!" sahut Raph menyanggupi.

Di kamarnya, Char menjadikan dada Alexander banyaknya. Ia memeluk erat tubuh suaminya. Char resmi cuti selama kehamilan ini..

"Sayang, apa aku masih boleh bekerja?" tanyanya yang membuat Alexander mendesah kesal.

"Sayang, aku hanya bertanya!' seru Char lalu menjauhkan kepalanya.

Alexander menahan kepala istrinya dan menekannya ke dadanya. Membelai lembut rambut coklat istrinya, mengecup kepalanya pelan, tercium aroma strawberry yang manis dan menyegarkan.

"Sayang, kau ingat yang dokter bilang kemarin kan?" Char tentu ingat, jadi ia mengangguk.

"Jadi, menurutlah ya. Aku sudah minta ijin pada Nataniel untuk membebas-tugaskan dirimu dari adonan roti selama mungkin," sahut Alexander menenangkan Char.

Tak lama pintu diketuk.

"Tuan, makanannya susah siap!" seru maid dari luar pintu.

"Letakkan di situ. Nanti aku ambil!" sahut Alexander.

Char menjauhkan dirinya saat Alexander bangkit, pria itu mengambil troli berisi makanan. Char gegas duduk tegak, matanya berbinar-binar.

"Ini terlihat enak sekali!" pujinya tulus.

"Kalau begitu makanlah," suruh Alexander lembut.

Char langsung memakai serbet di kerah bajunya. Mengambil pisau dan menusuk daging dengan garpu lalu mengirisnya. Memasukkan daging ke dalam mulutnya. Char menutup mata menikmati steak. Air matanya tiba-tiba meleleh.

Alexander yamg menikmati wajah istrinya langsung terkejut melihat air mata yang jatuh di pipi Char.

"Sayang, kamu kenapa?" tanyanya panik. Ia langsung mengusap jejak basah di pipi sang istri.

Char menggeleng, ia menatap Alexander dengan pandangan berkaca-kaca.

"Ini adalah makanan terenak yang pernah aku makan sayang," akunya jujur.

"Sayang, aku sangat marah jika kau mengingatkan aku kalau kau dulu menderita bersama Torrer bodoh itu!" gerutu Alexander geram.

"Sayang!" kekeh Char tapi ia tak lagi melanjutkan kisahnya.

Char mengecup pipi suaminya, Alexander menatapnya dengan tatapan penuh cinta.

"Sayang. Terima kasih," ujar Char tulus.

"Untuk?" tanya Alexander.

"Untuk menjadikan aku milikmu," jawab Char tanpa ragu.

Alexander tersenyum, Char menatap senyum suaminya yang sangat langka itu.

"Kau tampan sekali ketika tersenyum sayang!" pujinya.

"Apa maksudmu? Aku tidak tampan ketika tak tersenyum!" sengit Alexander protes.

Charoen tertawa renyah hingga matanya menyipit, mengabaikan protes pura-pura bersungut-sungut dari suaminya. Mengambil potongan steak kedua, ia mengarahkannya tepat ke depan bibir Alexander.

"Kau selalu tampan, Tuan Romanov. Tapi kalau tersenyum begini, tampanmu bertambah sejuta kali lipat," goda Charoen dengan nada manja. "Ayo makan, ini enak sekali. Anak-anakmu juga pasti suka."

Mendengar kata 'anak-anakmu', pertahanan Alexander runtuh seketika. Mengikis jarak, ia menerima suapan steak dari Charoen lalu mengunyahnya pelan sambil terus memandangi wajah istrinya yang rona pipinya makin berisi dan menggemaskan.

"Selama kau menyukainya, koki di villa ini tidak akan kuganti," bisik Alexander lembut. Ia menjangkau ibu jarinya untuk mengusap sedikit noda saus di sudut bibir Charoen, lalu mengecupnya singkat. "Makan yang banyak, Dear. Kau butuh tenaga ekstra untuk kelima jagoan kecil kita." Char mengangguk.

"Oh ya, sore nanti lima dokter spesialis akan datang memeriksamu!"

"Hah? Lima?"

"Dear, satu anak masing-masing satu dokter. Ini kan ada lima!' jawab Alexander beralasan sambil mengelus perut Char.

Sementara di halaman villa yang luas. Sebuah mobil sedan biasa berhenti di depan gerbang. Seorang pos jaga mendekati kendaraan itu.

"Saya Dokter Livia. Saya diminta Tuan Romanov untuk merawat ...," Livia sedikit enggan mengatakan kata terakhir.

"Istrinya," imbuhnya yang akhirnya ia katakan juga.

"Maaf Nona. Tidak ada perintah untuk kami membiarkan anda masuk tanpa tim yang sudah diberikan catatanya dari Tuan pada kami!" tolak penjaga tegas.

"Apa kalian gila. Aku masih kerabat Tuan Romanov. Aku bisa membuat kalian jadi gelandangan jika aku laporkan pada majikan kalian!" ancam Livia marah.

Akhirnya, Livia masuk dan ketika sudah di depan Villa. Ia disambut wajah datar Raph.

"Hai Raph! Aku datang sebagai tim ....."

"Pulanglah Nona Hodden!" suruh Raph menatapnya tajam.

Glek!

bersambung.

hayo loh!

next?

1
S.R ciplux
gak punya malu.
Deyuni12
idikh
pengen nabok rasanya biar otak si Grace sedikit berfungsi
Anita Barus
Grace terlalu kepo ya cenderung tak tau diri .dasar si sirik dengki .turunan nya Mak lampir ini
vania larasati
lanjut kak
Lou AK
grace itu mulutnya perlu dibungkam Elexander shg diam dan bahkan tdk bisa apa-apa. mulutnya kok busuk n otaknya
vania larasati
lanjut kak
Deyuni12
hahahaha
char lucu
Anita Barus
😍😍😍char lupa kalau dia sedang nge Gembol 5 bayi dlm perut nya 🤣🤣🤣payah .
Anita Barus
torrer memang bodoh mengabaikan putri nya sendiri malah LBH condong PD keponakan busuk nya si grace.tolol dan tamak itu
Deyuni12
lanjuuuut
makin seru n penasaran
vania larasati
lanjut kak
Deyuni12
Alex cemburuuuu
vania larasati
lanjut kak
Anita Barus
demi sang jabang bayi alexander.sang penguasa terpaksa mengalah 😄😄😄
Deyuni12
huaaaaa
Anita Barus
akhirnya char mengarakan bahwa ia hamil PD ke dua org tua nya .
vania larasati
lanjut kak
Anita Barus
Grace sepupuyg iri dengki dan tak tau diri di ciduk Alexander baru di buang ke laut baru tau rasa Lo
S.R ciplux
bawa sekalian ke RSJ aja
S.R ciplux
suka gak bosan. bikin penasaran dengan kelanjutan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!