Indonesia
NovelToon NovelToon
Setelah Diselingkuhi, Aku Dinikahi CEO Misterius

Setelah Diselingkuhi, Aku Dinikahi CEO Misterius

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Aren Vely

Alya Pramesti kehilangan segalanya dalam satu hari karier sebagai dokter yang dibangunnya bertahun-tahun hancur karena fitnah, dan tunangannya sendiri memilih berpaling ke pelukan wanita lain di depan matanya.

Di titik paling rendah dalam hidupnya, dia justru bertemu Raka Wirawan CEO dingin dan misterius yang menawarkan kesepakatan tak masuk akal: menjadi istri kontrak selama satu tahun. Bukan karena cinta, tapi demi memenuhi permintaan terakhir sang nenek yang sekarat.

Alya menerima, tanpa ekspektasi apa pun selain bertahan hidup dan membuktikan diri.

Namun semua berubah saat sebuah malam krisis memaksa Alya mengambil alih sebagai dokter menyelamatkan nyawa nenek Raka saat semua orang panik. Untuk pertama kalinya, pria yang selalu terlihat tanpa emosi itu melihat Alya bukan sekadar "istri di atas kertas", melainkan seseorang yang nilainya jauh lebih besar dari yang pernah disadari siapa pun termasuk orang-orang yang dulu membuang

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aren Vely, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesaksian Ibu Retno

Kesaksian Ibu Retno membuka babak baru dalam penyelidikan tim hukum Wirawan Group. Selama beberapa hari berikutnya, dia memberikan keterangan rinci soal berbagai transaksi mencurigakan yang pernah dia tangani atas perintah langsung Om Wisnu mulai dari manipulasi laporan keuangan, penyuapan pejabat terkait izin usaha, hingga pola serupa yang pernah dia terapkan pada setidaknya tiga perusahaan lain sebelum menyasar Wirawan Group.

"Yang paling aku ingat," kata Ibu Retno dalam salah satu sesi wawancara dengan tim hukum, "adalah kasus PT Cahaya Abadi, sebuah perusahaan farmasi kecil lima tahun lalu. Polanya persis sama seperti yang sekarang terjadi pada keluarga Anda — pertama menyerang reputasi lewat skandal yang direkayasa, lalu memanfaatkan celah hukum atau sengketa keluarga untuk melemahkan posisi mereka, sebelum akhirnya menawar saham mereka jauh di bawah harga pasar saat perusahaan itu berada di titik terlemah."

"Apa yang terjadi dengan pemilik PT Cahaya Abadi setelahnya?" tanya Alya, yang turut hadir dalam sesi itu, merasa perlu memahami pola lengkap kejahatan yang mereka hadapi.

Ibu Retno menghela napas berat, wajahnya menunjukkan penyesalan mendalam. "Pemiliknya, seorang pengusaha tua bernama Pak Hartono, mengalami serangan jantung tak lama setelah perusahaannya diambil alih paksa. Aku selalu merasa bersalah soal itu, meskipun aku hanya menjalankan perintah sebagai bawahan saat itu."

Informasi tentang kasus PT Cahaya Abadi memberikan petunjuk berharga. Tim hukum segera menelusuri catatan publik terkait kasus tersebut, menemukan bahwa keluarga Pak Hartono — kini dikelola oleh putrinya yang masih bertahan meski dengan skala bisnis yang jauh lebih kecil dari sebelumnya — mungkin bersedia memberikan kesaksian tambahan yang bisa memperkuat pola kejahatan berulang yang dilakukan Om Wisnu.

Pertemuan dengan putri Pak Hartono, seorang wanita bernama Diah yang kini mengelola sisa bisnis keluarganya dengan penuh perjuangan, berlangsung emosional. Dia menangis mengenang bagaimana ayahnya kehilangan segalanya, dan bagaimana keluarganya harus berjuang keras membangun kembali dari nol setelah kehancuran itu.

"Aku akan memberikan kesaksian apa pun yang dibutuhkan," kata Diah tegas, air mata masih menggenang di matanya. "Aku sudah menunggu bertahun-tahun untuk kesempatan membuat orang yang menghancurkan ayahku bertanggung jawab atas perbuatannya."

Dengan tambahan kesaksian Diah dan bukti dokumen dari Ibu Retno, tim hukum Wirawan Group mulai menyusun berkas kasus yang jauh lebih kuat — bukan hanya soal serangan terhadap keluarga mereka, melainkan pola kejahatan sistematis yang sudah merugikan banyak pihak selama bertahun-tahun.

"Kita punya cukup bukti sekarang untuk melaporkan ini ke pihak berwajib," kata kepala tim hukum dalam rapat evaluasi bersama Raka dan Alya. "Tapi ada pertimbangan strategis yang perlu kita diskusikan. Om Wisnu punya koneksi luas, termasuk di kalangan penegak hukum. Kita perlu memastikan laporan ini langsung sampai ke pihak yang tidak bisa dia pengaruhi, dan mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan perlawanan hukum yang keras dari pihaknya."

Raka mengangguk setuju, menatap Alya yang duduk di sampingnya. "Kita juga perlu mempertimbangkan keamanan semua saksi yang sudah bersedia bicara. Om Wisnu bukan orang yang akan tinggal diam kalau merasa terpojok."

Kekhawatiran itu terbukti beralasan. Dua hari setelah rencana pelaporan mulai disusun secara resmi, sebuah insiden mencurigakan terjadi — mobil yang ditumpangi Ibu Retno mengalami kecelakaan kecil di tengah jalan, dengan kondisi rem yang belakangan diketahui sudah dirusak sengaja. Untungnya, Ibu Retno hanya mengalami luka ringan, namun insiden itu jelas merupakan peringatan keras dari pihak lawan.

"Dia tahu kita sedang menyelidikinya," kata Raka geram, setelah mendengar kabar insiden itu. "Kita perlu bergerak lebih cepat, sebelum dia sempat melakukan sesuatu yang lebih berbahaya lagi."

Alya, yang segera bergegas ke rumah sakit memastikan kondisi Ibu Retno setelah insiden itu, kembali dengan wajah tegang namun penuh tekad. "Dia baik-baik saja, hanya syok dan luka ringan. Tapi ini jelas peringatan bahwa Om Wisnu sudah mulai panik dan putus asa. Kita perlu memanfaatkan momentum ini sebelum dia sempat menutupi lebih banyak jejaknya."

Malam itu, keluarga besar Wirawan berkumpul dalam rapat darurat, membahas langkah final untuk menghadapi Om Wisnu. Oma Ratna, meski sudah lanjut usia, tetap bersikeras memberikan pendapatnya dengan penuh kebijaksanaan.

"Waktunya sudah tiba untuk menghadapinya secara terbuka," kata Oma Ratna tegas. "Kalian sudah punya cukup bukti. Jangan biarkan ketakutan menghentikan kalian sekarang, setelah semua pengorbanan para saksi yang berani bicara."

Raka menatap seluruh keluarganya — ibunya, Oma Ratna, Alya, bahkan Bagas dan Aurora yang turut hadir sebagai sekutu baru mereka — merasakan kekuatan dan dukungan yang mengalir dari kebersamaan itu.

"Baiklah," katanya tegas, mengambil keputusan final. "Kita akan melaporkan semua bukti ini secara resmi besok pagi, sekaligus mengatur pertemuan terbuka dengan Om Wisnu untuk mengonfrontasinya secara langsung, di hadapan saksi dan bukti yang tidak bisa dia sangkal lagi."

---

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!