Penting!
🍀Sebisa mungkin jangan menabung bab, Ya. Baca tiap Author update bab karena itu sangat penting bagi author!🍀
WARNING❗❗
Ini hanyalah cerita fiktif yang tidak berdasarkan kisah nyata. Cerita dibuat hanya bertujuan sebagai sarana hiburan semata. Mengandung unsur pernikahan dini yang tidak layak untuk menjadi patokan hidup ataupun ditiru di dunia nyata kalian. Karena cinta dan kehidupan berumah tangga dalam dunia nyata tidak seindah seperti dalam novel🥱
Ambil sisi positifnya, buang sisi negatifnya. Jika finansial bisa dicari, maka kesiapan mental itu jauh lebih penting. Pernikahan bukan hanya tentang cinta tapi juga tentang ibadah, tanggung jawab, dan janji di hadapan Tuhan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aldiantt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28
Malam makin larut. Jam sudah menunjukkan pukul dua belas malam. Setelah mencari makan malam di luar bersama sang suami yang berujung terjebak dalam tawuran antar pemuda, kini Alula sudah kembali ke rumahnya.
Wanita itu sudah berada di dalam kamarnya bersama sang suami. Ia nampak tak tenang. Ia berkali kali mengubah posisi tidurnya. Seolah tak mampu menemukan posisi tidur yang nyaman sejak tadi.
Kalangga yang kini tengah duduk di atas ranjang tepat di samping Lula sembari memainkan game di ponselnya itu nampak menoleh. Nih perempuan dari tadi gerak terus. Katanya tadi udah ngantuk. Tapi dari tadi nggak tidur tidur.
"Lu kenapa sih, La? Bukannya tidur malah gerak mulu! Katanya tadi ngantuk!" Ucap Kalangga.
Alula berbalik badan mengubah posisi tidurnya. Ia lantas melepaskan kacamata tidurnya.
"Nggak bisa tidur!" Ucap Lula.
"Kenapa?" Tanya Kalangga.
"Kekenyangan! Biasanya nggak pernah makan kalau malem!" Jawab Alula.
Kalangga tergelak. Tangannya tergerak menoyor kepala Alula yang kini nampak mengerucutkan bibirnya.
"Apasih?!" Tanya Lula yang tak mengerti letak kesalahannya.
"Lu aneh! Dimana mana orang kalau udah kenyang itu ngantuk! Lu malah nggak bisa tidur!" Ucap Kalangga.
"Namanya orang beda beda, Kal! Aku nggak bisa tidur!" Ucap Lula.
Kalangga tergelak lagi.
"Mau di puk puk, nggak? Atau, mau di peluk, biar nyaman tidurnya?" Tanya Kalangga mulai genit.
Alula nyengir.
"Ogah!" Ucapnya yang kemudian kembali mengubah posisi tubuhnya, tidur membelakangi suaminya.
Kalangga terkekeh.
Ia kembali memainkan ponselnya.
"Bisa main game, nggak? Main game, yuk! Sambil nunggu ngantuk!" Ucap Kalangga.
Lula menoleh lagi.
"Aku besok harus bangun pagi, Kal!" Ucap Lula.
"Besok gue bangunin. Dari pada lu nggak bisa diem dari tadi," ucap Kalangga.
Alula diam sejenaknya. Ia bangkit dari posisi tidurnya kemudian mendudukkan tubuhnya tepat di samping Kalangga.
Alula melongok menatap ponsel miring kayak kini tengah dimainkan oleh sang suami. Itu adalah sebuah permainan online. Ia juga menyimpan permainan itu di ponselnya.
Wanita itu kemudian menggerakkan tangannya meraih sebuah ponsel yang berada di atas nakas di samping ranjang. Ia mencari permainan tersebut kemudian mengajak Kalangga bermain bersama. Sepasang suami istri itu pun kemudian menghabiskan waktu malam mereka dengan bermain game online bersama-sama.
Cukup lama adegan itu berlangsung. Kalangga dan Alula seolah larut dalam permainan mereka. Keduanya nampak tertawa bersama-sama, tergalak, kadang sesekali sambil mengejek satu sama lain. Hingga waktu terus berjalan. Jarum jam pun terus berputar. Alula mulai merasakan kantuk. Dilihatnya di sana jam dinding sudah menunjukkan pukul setengah tiga pagi. Wanita itu nampak menguap. Ia sudah mulai mengantuk. Alula kemudian menyudahi permainannya.
"Dah, ah! Aku ngantuk!" Ucap Lula sembari menghentikan permainannya.
Kalangga terkekeh.
"Udah? Ya udah tidur, gih. Juga mau tidur," jawab pemuda itu sembari ikut meletakkan ponsel di tangannya.
Alula mengangguk. Ia meletakkan ponsel itu di atas nakas kemudian kembali merebahkan tubuhnya di atas ranjang besar dengan seprei warna biru itu. Hal yang sama pun dilakukan oleh Kalangga. Alula nampak tidur miring membelakangi suaminya. Tak lupa sebuah kacamata tidur ia gunakan untuk menutup netranya. Seolah ia juga enggan bertatap muka dengan pemuda tampan suaminya tersebut.
Alula mulai diam. Ia mencoba untuk tidur saat hari sudah hampir pagi. Entahlah, hanya berapa jam tidurnya nanti. Tak apa apa, yang penting ada waktu untuk istirahat barang sejenak.
Alula diam. Alih alih memejamkan matanya, Alula justru merasakan sesuatu yang tak biasa. Ia merasakan hembusan nafas lembut sesekali menerpa tengkuknya. Sebuah gerakan jari jari tangan juga terasa bergesekan dengan bantal di belakangnya.
Itu pasti Kalangga! Batin Lula.
"Kal..." Ucap Lula tanpa menoleh ataupun membuka kacamatanya.
"Hmmm..." jawab Kalangga.
"Bisa diem nggak tangannya? Balik badan deh! Nafas kamu bikin geli tau nggak!" Ucap Alula protes.
Kalangga tersenyum lucu. Ia yang sejak tadi asyik memainkan ujung rambut panjang istrinya itu bahkan tak bergeming sama sekali.
"Gue maunya tidurnya ngadep ke lu," ucap Kalangga.
"Tapi kamu malah bikin aku nggak bisa tidur!" Ucap Lula.
"Ngadep sini aja. Mau gue peluk, nggak?" Tanya Kalangga mulai nakal.
Alula dengan cepat berbalik badan dan membuka kacamata tidurnya.
"Jangan macem macem, ya! Hari ini kamu udah lumayan baik loh sama aku! Jangan bikin aku kesel!" Ucap Alula. "Udah sana! Ngadep nya kesana!"
Kalangga mengangkat satu sudut bibirnya. Alih alih menuruti permintaan istrinya, Kalangga justru meringsut, mengikis jarak tubuhnya dengan sang istri. Alula bahkan melotot mendapati pergerakan dari suami kecilnya itu.
Plaaakkkk....
"Malah deket deket!!" Gertak Lula sembari menepuk lengan Kalangga.
"Eh, gue suami lo! Gue berhak nglakuin ini. Lu lupa, kita udah pernah..........." Ucap Kalangga menggantung, dan di akhiri dengan tatapan nakal yang bergerilya menatap dada Alula.
Wanita itu risih. Meskipun ia mengenakan pakaian yang tertutup, namun sorot mata suaminya itu benar benar membuatnya merinding.
"Iiihh....!" Ucap Lula sembari mendorong tubuh Kala menggunakan satu tangannya, sedangkan tangan lain mencengkeram kaos di bagian dadanya.
Kala tak bergeming. Ia tak bergeser sama sekali dari posisinya. Ia kini bahkan nampak menatap nakal wanita itu, seolah mulai bernaffsu melihat paras ayu wanita yang usianya dua tahun lebih tua darinya tersebut.
Jiwa usil pria itu pun bergejolak. Ia menggerakkan tangannya hendak menyentuh beberapa helai rambut Alula. Namun dengan cepat wanita itu menepisnya.
"Kal, jangan macem macem, aku bac*k kamu ya!" Ucap Alula mencoba mengancam.
"Masa?" Tanya Kala makin bersemangat untuk menggoda wanita itu. Pemuda dua puluh satu tahun itu kemudian menggerakkan satu lututnya. Menekuk kaki itu dan menggerakkan lututnya menggesekkan nya ke antara dua belah paha mulus Lula.
"Kalaaa!!!!" Istri yang masih perawan itu menjerit. Ia reflek menyingkap selimut tebal itu dan anjlok dari ranjang.
Kalangga tergelak.
"Jangan kaya gitu aku takut!!!" Ucap Lula histeris. Ia bahkan menghentak hentakkan kakinya ke lantai.
"Apasih lu?! Gue suami lo, bego'!" Ucap Kala sembari berusaha menahan tawanya.
"Bodo amat! Aku nggak mau!!" Rengek wanita itu.
"Keluar! Tidur di luar!!" Teriaknya sambil menunjuk ke arah pintu.
"Ogah!!" Jawab Kala tegas.
"Keluar!!" Ucap Lula lagi sembari meraih bantal dan menghantamkannya ke arah Kalangga.
"Nggak mau! Orang gue mau tidur disini!"
"Kamu mesum!"
"Lah, gue suami lo! Dosa lo kalau nolak gue!!" Ucap Kalangga.
"Bodo amat!!" Ucap Lula sembari kembali menyerang Kalangga dengan bantalnya. Kalangga terus mengelak. Ia bahkan tertawa mendapati serangan brutal dari istrinya.
Cukup puas menikmati serangan sang istri, Kala kemudian dengan cepat menggerakkan tangannya. Ia menarik bantal di tangan istrinya, membuat wanita itupun reflek jatuh dan ambruk ke atas ranjang. Kalangga bergerak cepat. Dengan segera ia menggerakkan tangannya memeluk tubuh ramping itu dan mendekapnya erat.
"Tidur! Nggak usah banyak bac*t!" Ucapnya.
Alula berontak.
"Lepasin dulu! Nggak bisa gerak akunya!" Ucap wanita itu.
"Bawel banget! Udah tinggal tidur!" Ucap Kala.
"Nggak usah dipeluk!"
"Gue maunya meluk lo!"
"Engap!!"
"Badan lu kekecilan!"
"Badan kamu yang kegedean! Geser!" Ucap Lula sembari mendorong tubuh tegap itu.
Kala mengalah. Alula kemudian berbalik badan. Kembali memposisikan tubuhnya tidur membelakangi suaminya.
Kalangga menatap punggung ramping itu dengan sorot mata nakal. Otaknya kembali bergerilya, berjalan jalan entah kemana.
Dengan cepat, ia kembali menyergap wanita itu. Ia memeluk tubuh Lula dari belakang dengan erat bak memeluk sebuah guling. Alula menjerit lagi. Kalangga mendekatkan wajahnya ke telinga Lula.
"Diem! Nggak diem gue telanj*ngin beneran lo!" Ucapnya dengan sedikit mengancam. Alula tetap mencoba berontak dengan bibir mengerucut.
"Udah! Tidur! Jangan berisik!" Ucapnya lagi. Alula hanya bisa pasrah. Malam pun berlanjut. Sepasang suami istri itupun lantas mengabiskan malam bersama dengan tidur berpelukan di atas ranjang besar itu.
Suksesss dan smagat trs thor....