Indonesia
NovelToon NovelToon
I'M A Villain

I'M A Villain

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Romansa Fantasi
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Usu dedek

Seorang gadis 14th merelakan masa remajanya demi bisa masuk ke organisasi Phantom agar bisa membalas dendam kematian kakaknya. Misi pertama mendekati empat cucu Alexander Starling Gruop.

Demi keberhasilan misi Irish menggunakan apa saja termasuk mempermainkan perasaan targetnya.

Dendam nomer satu, perasaan nomer sekian!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Usu dedek, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siapa kau sebenarnya?

"Seseorang mengirimkannya kepadaku," jawab perawat itu terengah-engah.

"Siapa?" Tanya serentak Aldrik dan Zane.

Perawat itu menggelengkan kepalanya dengan cepat. Dia menyerahkan kotak medis itu kepada Markus dengan hati-hati. Markus merasa semakin curiga.

" Bagaimana mungkin darah yang tergolong langka ini bisa secepat itu sampai kemari?"

"Sudahku bilang, wanita itu bukan orang biasa. Tidak mungkin darah yang begitu sulit di dapat malah datang sendiri. " Ucap Caspian membenarkan argumentnya.

Ceo yang terkenal dingin dan tak perduli dengan urusan orang itu tiba-tiba merasa penasaran ingin menyelidiki sendiri masalah ini. Dia mengedipkan mata kepada Markus tanpa sepengetahuan dua saudaranya yang lain.

Markus tak ingin banyak berdebat, dia pun segera membawa kotak medis itu ke dalam ruangan operasi dan menyalurkan kantong darah itu ke dalam tubuhku. Sembari memasangkan selang donor darah itu, Markus terus menatap tubuhku yang tampak sangat mencurigakan baginya. Dia melihat dengan detail di bagian belakang telingaku.

Mike yang mengetahui itu dari layar kamera pengintai di antingku segera menutup sinyal pendeteksi dan mematikan layar pengintai agar rahasia itu tak terungkap. Mike menelan liur dengan cemas di balik layar. Namun Markus tampak mengusap permata antingku dengan senyuman liciknya.

Keesokan paginya.

Perlahan aku mulai membuka mata, kepalaku terasa berat. Tubuhku masih terasa kaku, pandanganku yang mulai terasa buyar kini kembali normal. Aku terpaku kepada tanganku yang telah tersambung selang infus dan juga selang darah di samping tempat tidur.

"Ouh ... seit. Semalam aku tertembak. Aku kira aku akan mati," gumamku pelan sambil merilekskan bahuku yang terasa berat.

Aku menoleh kesamping, tak kusangka, hacker yang positif itu ternyata menemaniku semalaman di ruangan itu. Dia tertidur tepat di sampingku dengan posisi duduk di atas kursi. Begitu juga Zane, pria kekar itu tidur di atas sofa menemani Aldrik sepanjang malam

Saking tak percayanya aku sampai menutup mulutku dan mencubit pipiku sendiri hingga sakitnya benar-benar terasa.

"Apa Ini bukan mimpi? Bagaimana mungkin mereka bahkan menemaniku? apa ini juga bagian dari taruhannya?"

 Aku masih ingat dengan taruhan yang dibuat oleh keempat orang itu, hingga aku tak ingin percaya kenyataan di depanku ini. Yang ada dikamar iti hanya ada dua diantara 4 orang targetku, CEO itu tidak mungkin membuang waktunya untukku. Apalagi Si dokter bedah itu, aku merasa bersyukur hidupku diperpanjang dan misiku tak berantakan.

Namun aku tahu, di balik ruang operasi itu pasti Markus telah menemukan sesuatu di tubuhku. Aku jadi penasaran dan ingin bertemu langsung dengan dokter itu, saat aku ingin beranjak, tiba-tiba pintu kamar vip itu terbuka. Aku berusaha duduk diam layaknya pasien. Aldrik terbangun begitu juga Zane. Rombongan dokter yang masuk tak lain adalah Markus dan asisten nya.

 "Kau sudah sadar ... syukurlah." Ucap Aldrik merasa lega.

Dia Lalu memelukku dengan erat, aku mendesis pelan, bahuku terasa sakit. Bekas robekan tubuh bagian belakangku masih terasa sakit. Namun lebih menyakitkan berpura-pura bodoh di hadapan mereka bertiga.

"Aku tidak apa-apa, Aldrik. Cuma ... ini sakit sekali," ucapku.

"Maaf, aku gagal melindungimu." Aldrik menurunkan matanya tampak merasa sangat bersalah.

Zane yang ikut tersadar pun mendekatiku, dia memegang bahuku dengan lembut.

" Istirahatlah! Jangan pikirkan tentang restoranmu, kami akan menemanimu di sini, minum obatmu tepat waktu setelah itu, kau sudah berjanji akan ke boxing hall malam ini. "

Aku hanya mengangguk, tak lama si dokter bedah itu mendekat sambil membawa secarik kertas.

"Zane, Aldrik, bisa aku meminjam nona Irish sebentar?"

Dia meminta kedua saudaranya yang lain untuk keluar, tatapan matanya sangat dingin dan menakutkan, aku sampai tak sanggup memandangnya. Aku menundukan pandangan mataku secepat mungkin. Tatapan itu bagai ingin membunuhku.

"Oke ... rawat dia sebaik mungkin. Nanti malam aku akan membawanya," ujar Zane.

Aldrik yang merasa tak terima langsung mendorong tubuh besar Zane dan membentaknya.

"Waktu 24 jam ku belum berakhir, Zane. Irish milikku malam ini,"

"Gara-gara kau dia tertembak, dan kau masih ingin bersamanya? Denganku dia akan lebih aman!"

"Memangnya kau siapa?"

"Oke ... oke ... malam ini nona Irish, tidak akan kemana-mana. Dia akan menjadi pasienku! Saat ini tubuhnya masih lemah. Dia masih butuh transfusi darah lanjutan." Tegas Markus menyela.

Aku benar-benar tak menyangka, dalam waktu yang singkat banteng arena dan si Hacker itu benar-benar terpesona olehku. Mereka berdebat hanya untuk mempertahankan aku di sisinya malam ini.

Perdebatan mereka berhasil di tengahi oleh Markus. Keduanya lalu pergi meninggalkan ruangan setelah masing-masing mengecup keningku menyisakan tanda perpisahan dan kasih sayang yang terasa palsu.

Markus mendekat dan menyuntikan cairan biru kedalam selang infusku. Terasa sesuatu yang gatal dan berjalan menggerogoti pembuluh darahku. Aku merasa aneh. Sedikit gatal tapi tidak sakit.

"Apa ini?" tanyaku nyaring.

Markus menyunggingkan senyumnya. "Rilex ... ini hanya eksperimen pribadi. "

"Apa maksudmu?"

Aku berusaha berontak tapi tiba-tiba tubuhku lemas. Aku kembali terbaring setengah mati rasa di atas ranjang besar itu. Asisten Markus keluar meninggalkan kami berdua di ruangan itu.

Sepertinya asisten dokter itu, Markus menghempaskan kertas itu ke depan wajahku dengan ganas. Aku terperanjat.

"Kau bisa membohongi mereka irish .. tapi tidak denganku?! Jujurlah ... siapa kau sebenarnya??!!"

Aku terbelalak. Tubuhku gemetar. Tatapan matanya persis musuhku yang hendak menyerang. Aku terbata-bata.

"Apa ... apa ... yang kau ... maksud, pak dokter?"

"Jangan berpura-pura! kau bukan wanita biasa, katakan sejujurnya, apakah peluru itu benar mengarah kepada Aldrik atau memang sengaja di arahkan kepadamu?"

"Apa yang kau katakan? aku tidak mengerti, aku hanya wanita biasa, bagaimana mungkin peluru itu diarahkan untukku? siapa yang akan membunuhku dan apa keuntungannya jika membunuhku?"

"Pembohong!!" Teriak Markus sambil mencengkram leherku dengan tangannya.

Cengkraman tangannya itu sangat kuat membuatku hampir sesak. Aku kesulitan bernafas. Beberapa kali aku terbatuk. Aku menggemgam pergelangan tangannya dan mulai bersandiwara. Aku membalas tatapannya dengan tajam dan berusaha

"Kau sangat mencurigaiku, dokter? Lalu kenapa kau menyelamatkan aku? Kau bisa saja memberikanku suntik mati dan mengatakan operasi nya gagal. Aku tidak punya siapapun yang akan bertanya tentang kematianku."

Markus mengendorkan tangannya dan beralih mencengkram pipiku.

"Jika kau ingin bermain-main dengan keluarga Starling. Oke, aku akan meladenimu, aku akan melihat sejauh mana permainanmu bisa bertahan, Nona Irish,"

"Apa dia mengetahui sesuatu tentangku? apa rahasiaku sudah terbongkar? Apa jangan-jangan dia sudah melihat seluruh tubuhku, sial! Aku harus tenang. Untuk menangkap buaya, umpan harus masuk ke air, setelah terjerat baru tarik kailnya. Tenang... Irish ... berpikirlah... "

1
sinnox
wkwkw lucu bgt aldrik cembokurnyaᯣ_ᯣ
sinnox
Selamat kmu jadi babysitter😌
sinnox
YEU MAKANYA JANGAN ASAL NUDUH
sinnox
aduh aku kok malah jdi pgn milik aldrik sama irish ya daripada sama zane🙉
sinnox
Nangis po? alamak😭
sinnox
Tendang aja tendang😭
sinnox
ak dukung zane sama irish
sinnox
Kok jdi kasian sama zane😶
sinnox
harusnya bilang mau aja, kapan lagi coba
azza Binury: 🤭 gengsi lah
total 1 replies
sinnox
Zane ga sadar ya wkwk informasi nya di keruk sedikit demi sedikit 😭
sinnox
ahaha mike😭
sinnox
lah udh ketahuan😭
sinnox
GEDE KALI BAH😭
sinnox
pasti gugup kan, ngaku aja irish🫢
sinnox
mau diapain itu woi😭
azza Binury: 🤭🤭🤭🤭 dag dig dug😄
total 1 replies
sinnox
zane mengambil kesempatan dalam kesempitan 😀
sinnox
lagian malah di provokasi😀
sinnox
woi😭
sinnox
iya bjir, irish ga ada berhenti berhentinya. berani bgt😭
sinnox
berani bgt ni cewe bjir😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!