" aku akan menerima ujian takdirku selagi aku mampu ,namun jika takdir tak menginginkan ku maka aku akan menyerah dan pergii " arabella ayunisa
" lakukanlah apapun yang ingin takdir lakukan,tapi ku mohon tolong jangan hapus arabella dalam garis takdirku " ludwighe staindfol
pernikahan yang diawali dengan perjodohan diantara ludwighe dan arabella membawa perubahan pada garis takdir , kehidupan yang awalnya kacau pada akhirnya menemukan sedikit harapannya ,
namun setiap kehidupan selalu memiliki ujian takdirnya sendiri ,dan itulah yang terjadi pada pernikahan Antara ludwighe dan arabella.
akankah arabella mampu membawa cinta untuk pernikahan nya ataukah pada akhirnya Bella akan menyerah pada cinta itu sendiri.
ayo baca cerita selengkapnya,dan ikuti kisah merubah takdir ludwighe dan bella
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yun Wangshu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB : 28
Sudah seminggu lamanya setelah kejadian yang terjadi diantara Justin dan vanesha.
sejak malam itu hingga saat ini Justin tak pernah datang lagi ke pondok tua tempat ia menyekap vanesha.
hari hari vanesha di lalui nya dengan rasa cemas setiap detiknya ,membayangkan kalau Justin akan datang .
" makan ini" timpal seorang pria dengan perawakan sangar .
pria itu meletakkan nampan berisi sebungkus makanan dan sebotol air mineral, sepertinya makanan itu di beli di luar.
" cepat makan jangan sampai kau mati dan merepotkan kami ,dan ingat ! Jangan coba-coba berpikir untuk kabur " ucap pria itu Dengan kasar ia menutup pintu kamar.
Brak...
Vanesha berjingkat kaget saat mendengar suara pintu yang di banting Dengan keras.
" kapan aku bisa keluar dari sini, kenapa tidak langsung membunuhku saja " lirihnya .
Karna memang merasa sangat lapar akhirnya vanesha memakan makanan yang di berikan pria tadi.
Rasa rindu menyerang hatinya , saat mengingat bagaimana hidupnya sebelum Justin menculiknya.
" aku benar - benar menyesal, ya tuhan kalau aku bisa keluar dari sini maka yang pertama kali kulakukan adalah minta maaf pada Bella dan ludwighe" timpal vanesha berharap sang pencipta mendengar permohonan nya dan mengabulkannya.
Sementara saat ini Justin tengah santai ,ia memang mengambil cuti di rumah sakit.
akhir - akhir ini kepalanya pusing sekali sebab dara selalu datang dan mengganggunya.
belum lagi ia terus kepikiran dengan vanesha yang di kurungnya di sebuah pondok tua di pinggiran kota.
" CK ,sial kenapa wanita harus semerepotkan ini " gumam nya merutuk kesal.
Tiba-tiba seseorang pelayan datang menghampiri nya dengan wajah cemas.
" ada apa" tanya Justin
" maaf kan saya tuan telah mengganggu waktu anda ,tapi ada seorang wanita yang memaksa masuk ke dalam rumah " ucap pelayan wanita tersebut.
Justin mengerutkan keningnya
" siapa wanita itu" tanya Justin.
" maaf tuan ,wanita itu bilang dia kekasih anda nona dara Prameswari" jawab pelayan itu.
Justin memijat pangkal hidungnya saat mendengar nama dari wanita yang memaksa masuk ke dalam kediaman nya.
" oh shit" umpat Justin pelan
" suruh dia masuk ,dan tunggu di ruang tamu jangan biarkan dia masuk lebih dalam ke rumah" perintah Justin ,pelayan itu mengangguk dan berlalu dari sana.
" aku mengambil cuti untuk menghindari masalah,dan sekarang masalah itu malah datang sendiri ke rumahku ,dasar nasib sialan " rutuk Justin ,kemudian ia berjalan keluar menuju lantai bawah .
Di bawah setelah di persilahkan untuk masuk dara langsung duduk di sofa ruang tamu.
beberapa pelayan menyajikan cemilan dan jus untuknya.
Tak tak tak ...
Dara langsung berdiri dengan senyum merekah di bibirnya saat melihat Justin yang tengah menuruni anak tangga .
" ada apa " tanya Justin ia melewati dara begitu saja dan duduk di salah satu sofa yang jauh dari posisi dara.
" Justin aku sangat merindukanmu, aku datang ke rumah sakit tapi mereka bilang kau sedang cuti untuk beberapa hari ke depan ." ucap dara dengan manja.
" seharusnya aku membungkam mulut mereka semua " timpal Justin dengan tatapan jengah nya.
"Justin kenapa kau tidak datang ke rumah sakit waktu itu aku menunggu mu di sana" ucap dara .
" aku bukan dokter di sana" balas Justin dengan datar .
" aku tahu ,tapi yang aku maksud kenapa tidak datang menjengukku , padahal kau tahu saat itu aku di rawat di sana kan " ucap dara terlihat dari wajahnya kalau ia sedang kesal.
" tidak " jawab Justin dengan santai ia mengambil kue kering dan memakannya.
" bohong ,jelas - jelas Cika udah kasih tahu sama kamu " balas dara
Justin tak menanggapi ia hanya diam dan memakan beberapa camilan yang tersedia.
" kalau tidak ada yang mau di bicarakan lagi ,silahkan pergi aku ingin beristirahat" timpal Justin kemudian ia beranjak dari sofa dan pergi meninggalkan dara yang terus berteriak memanggilnya.
" JUSTIN " teriak dara
" Justin tunggu " ucapnya namun semuanya sia - dia karna Justin tetap pergi meninggalkan nya
Dengan kesal dara pergi meninggalkan kediaman pria itu.