Kedatangan tamu dari masa lalu telah memicu memori itu muncul kembali.
Ini adalah sebuah pilihan antara dia yang selalu ada atau dia yang selama ini diinginkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mhmmdrzcky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Scene 26
“Oi Benimaru kau mengetahui apa yang terjadi 2 hari kebelakang?”*
“Aku cuma membawa sedikit barang kok”*
“Ya aku tidak masalah denganmu. Ada apa dengan ke moe-an ini? Siapa yang melakukannya?”*
“Seharusnya kau lihat rak buku pak”*
“APA LAGI INI?!!! Terbuka sekali seharusnya ini disembunyikan”*
Ruangannya berubah menjadi sangat moe, banyak juga manga BL di rak buku. Ada juga peralatan membuat teh dan kopi. Benimaru membawa peralatan gamers-nya seperti headset, keyboard, mouse, dan monitor tambahan.
“Tapi bos, kau tidak usah ke kantin untuk menikmati kopi”*
“You’re right about that. But this” Aku menunjuk rak buku.
Sepertinya aku harus meminum dulu secangkir kopi dan menunggu yang lain datang baru ku adakan rapat. Suasana ini memang terasa lebih kasual tapi bagaimana jika ada tamu.
Hmmm kopinya boleh juga
Aku mencoba melihat-lihat manga yang pastinya ini dibawa oleh Geisha, siapa lagi yang memiliki hobi membaca manga BL. Di sela-sela komik itu ada sebuah DVD Blue-ray dari sebuah anime. Aku langsung saja melihat-lihat covernya.
Tidak mencurigakan, apa aku harus mencoba menontonnya?
Aku yang mengerti bahasa Jepang merasa judulnya tidak aneh yaitu ‘Boku no Pico’ dengan sampul yang tidak mencurigakan pula. Ada lelaki yang agak tinggi dan agak kecil, yang kecil ini memiliki warna rambut kuning.
Kebetulan Benimaru sedang istirahat dari bermain gamenya.
“Benimaru, tolong putarkan ini untukku”*
“Baiklah. Tunggu pak”*
“Ya? Ada apa?”*
“Anda yakin pak?”*
“Memangnya kenapa?”*
“T-tidak pak”*
“Ayo cepat masukan ini”*
“Tunggu pak kumohon jangan”*
Aku memaksa benimaru untuk memasukan DVD-nya ke dalam komputernya. Bahkan aku sampai menarik-narik tangannya.
“Kyaaaaaa”* ada teriakan imut dari pintu masuk ruangan.
“Ternyata ini yang kalian lakukan di pagi hari ya. Hobi yang jelek pak”* Chizu mengatakan kalimat yang pedas.
“Tunggu ini bukan seperti yang kalian pikirkan. Aku ingin memutar ini”*
Setelah menunjukan DVD-nya semua langsung terlihat jijik padaku. Kecuali Geisha yang malah bersemangat.
Benimaru kemudian memutarkan-nya. Tapi ia sendiri tidak ingin menonton, Benimaru malah duduk sambil membaca salah satu manga yang dibawanya dari rumah.
Cover dan judul yang sangat menipu mata orang awam.
“APA-APAAN INI”*
Mereka semua malah tertawa.
“Kau ingin memasukan apa tadi pada Benimaru pak? Jangan-jangan kau ingin mencobanya?”* Geisha terlihat sangat tertarik sekali, terlihat dari nafasnya yang terengah-engah dan telinga yang memerah.
Sialan kau Benimaru! Kenapa tidak bilang dari awal
Benimaru malah memalingkan wajahnya dariku dan pura-pura tidak tahu apa-apa.
“Tidak Geisha bukan itu maksudku”*
Chizu tertawa kecil melihatku.
“Ah Sudahlah. Sesudah Suki datang mari kita adakan rapat”*
...* * *...
“Oke semuanya sudah berkumpul. Aku memang bilang boleh membawa hobi kalian ke kantor tapi jangan terlalu berlebihan seperti okay. Aku menyetujui peralatan teh, mesin pembuat kopi, beberapa gelas yang imut, kuris imut untuk bersantai ini, peralatan game, barang-barang yang mengandung unsur moe, dan manga. Tapi tolong jangan berlebihan seperti ini.
Geisha jika aku ingin membawa komik BL tolong jangan disimpan pada tempat yang mudah dijangkau, aku membolehkan manga lain selain yang berbau BL atau hentai, menurutku ecchi masih cukup aman jadi okay kalau ecchi. Apa sudah cukup jelas?”*
“Jelas pak”* Semuanya sigap menjawab, sepertinya mereka menyesal dan merasa tidak enak padaku.
“Baik ayo kita bereskan beberapa sebelum ada tam-”*
Seseorang tiba-tiba membuka pintu.
“Angkasa, bagaimana harimu apa kau sedang san-”*
“Pak manager tunggu ini tidak seperti yang kau pikirkan”*
“Wow… Angkasa aku tidak tahu kalau kau punya hobi seperti ini. Semoga bisa bersantai dengan ruanganmu yang lucu ini aku akan menemuimu lain kali”*
Tanpa sadar aku menepuk dahi.
“Kalian lihat?”*
Mereka malah pura-pura tidak mendengarkan.
“Aku ingin kalian menata ulang ruangan ini setelah selesai bekerja. Jangan pajang yang tidak perlu”*
Setelah itu kami sedikit membereskan barang yang terlalu mencolok kemudian lanjut bekerja, mengingat hari ini seharusnya kami agak sibuk. Hari berlalu dengan kesibukan, kami tak sempat melakukan pembicaraan santai karena terlalu sibuk. Aku juga merasa agak berdosa pada mereka karena sedikit berlebihan dengan langsung menyuruh mereka membereskan barang setelah bekerja dengan jadwal yang padat.
Ke esokan harinya aku dibuat takjub dengan hasil pekerjaan mereka. Kini semuanya terasa pas porsinya, tidak terlalu moe, tidak terlalu berbau anime, malah terkesan estetik.
Hebat juga mereka
Kali ini Benimaru tidak ada untuk bermain gamenya di pagi hari. Aku lihat satu persatu manga yang dipajang, semuanya kelihatan seru aku merasa harus mulai membaca kitab suci manga ini. Akan kumulai dengan Tokyo Revenger.
Aku membaca hampir 5 buah manga dari seri yang sama dan mereka tak kunjung tiba. Saat kulihat jam ternyata sudah pukul 10.00. Tentunya aku mulai bertanya-tanya di mana dan apa yang sedang mereka sedang lakukan, termasuk Suki.
“Ohayou” Semuanya berjawah lesuh lengkap dengan mata panda, jalan mereka sempoyongan seperti orang mabuk, dan baju yang mereka kenakan masih sama dengan yang kemarin.
“Zombie?”*
“Jangan begitu Angkasa kami hampir tidak tidur semalam dan memilih tidak pulang lalu tidur di Nap Room”* Suki memberikan alasan.
“Terima kasih ya kalian sudah bekerja keras. Aku minta maaf, aku memaksa kalian bekerja terlalu keras sedangkan aku tidak ikut bertanggung jawab”* Aku terkejut dengan usaha mereka.
“Apa yang kau katakan Angkasa? Mereka bekerja sekeras ini untuk mendapatkan pengakuan dan pujian darimu. Mereka sangat panik saat melihat kau tidak suka dengan ruangannya kemarin, aku menyaksikannya sendiri. Mereka sangat cemas kau akan merombak anggota tim”* Jelas Suki.
“Semuanya kerja bagus dan terima kasih. Aku tidak akan pernah mengganti kalian kecuali kalian yang menginginkannya. Dengan begini aku akan semakin banyak menaruh kepercayaan. Mari berjuang bersama membangun tim ini, kita harus bisa mencapai puncak”*
(Menjadi tim terbaik)
Kata kataku itu memotivasi mereka. Meski pun terlihat sangat lesu dan mengantuk tapi mereka tetap semangat menjalani pekerjaannya, mereka menunda lelah dan kantuknya. Mereka hebat, aku sangat bersyukur merekalah anggota timku.
semangat kaka
mampir ceritaku juga ya 🙏
Rocky hadir disini bawa Like 😊😊
aah angkasa kok kamu mengkhianati ayako sih 😭😭😭
first impression : sukak 😍
semangat 💪💪