Indonesia
NovelToon NovelToon
World Of Monsters : Kaiju

World Of Monsters : Kaiju

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Dunia Masa Depan / Roh Supernatural / Evolusi dan Mutasi / Sci-Fi
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Lowdod

Kaiju, senjata biologis yang diciptakan oleh manusia dengan cara menyuntikkan darah ras Abyss walker ke dalam tubuh orang orang yang terpilih. Bukan hanya lewat eksperimen saja, namun kaiju juga dapat terlahir lewat reinkarnasi, kontrak, maupun perkawinan.

500 tahun telah berlalu sejak manusia berhasil memenangkan pertarungan mereka melawan para abyss walker yang menjajah dengan bantuan para kaiju, dan kini para kaiju tersebut justru di buang oleh manusia ke sebuah hutan buatan bernama Forestiso. Dan dari sana lah, berbagai ras kaiju mulai menaruh dendam pada manusia dengan menciptakan kaiju eksperimental yang lainnya menggunakan teknologi mereka sendiri. Salah satu dari kaiju eksperimental itu adalah humanoid wanita yang tak diketahui, yang saat ini terdampar di Forestiso dengan sebuah ukiran nama di tabung criogenik nya, Alan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lowdod, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

The Little Princess Who Lost In The Dark

Putri itu hilang di kegelapan malam, di bawah cahaya rembulan.

Oozlum terbangun kembali, dan ia anehnya tidak dapat mengingat apapun tentang teman-temannya yang ada bersama dengannya sebelumnya. Dia saat ini sedang berada di sebuah tempat yang gelap, dengan lantainya hanyalah sebuah genangan air semata. Ia menoleh ke sekitar, hanya untuk mendapatkan bahwa dirinya sedang berada di tengah kekosongan saat ini.

“Oi, ada siapapun di sini ?”

Aku menemanimu.

Bisikan itu terdengar seketika dari arah kirinya. Terkejut, Oozlum pun menoleh ke arah sumber suara itu, dan menemukan tangan dari seorang gadis yang diselimuti oleh kegelapan sedang menunjuk ke arahnya.

“Siapa di sana ?”

Ikut aku. Kita akan keluar dari kegelapan dunia ini, dan kita akan tinggal di dalam terang.......

Untuk selamanya.

Oozlum, dikendalikan oleh sesuatu yang tidak diketahui oleh dirinya, kemudian menjawab sosok bayangan tersebut dengan sebuah anggukan setuju. Ia tanpa ragu kemudian berdiri di kehampaan tersebut, dan setelahnya mengikuti sosok bayangan tersebut, menuju ke kedalaman yang tidak diketahui olehnya.

...****************...

“Phoenix, kamu yakin meninggalkan mereka ? Si kembar itu bahkan belum bangun.”

“Kita hanya berpetualang kecil di sini. Lagipula Alan bisa menjaga mereka berdua, kan ?”

“(Sigh) Terserahlah......”

Phoenix dan Firebird menyusuri hutan tersebut lebih dalam. Hanya ada mereka berdua di sana, sementara si kembar Amphisbaena sedang tertidur pulas bersama dengan Alan yang melakukan hal yang sama pula, beristirahat. Suara-suara misterius yang Phoenix dengar di hutan itulah yang membuatnya menjadi sepenasaran ini, sangking penasarannya ia bahkan sampai meninggalkan teman-temannya yang lain tetap beristirahat di belakang sana. Para serangga malam terdengar memanggil, bahkan saat mereka berdua tahu bahwa di luar sana, langit seharusnya masih pagi. Ada sesuatu yang membuat hutan ini terus terjebak dengan langit malamnya yang abadi, dan itu adalah sesuatu yang mengerikan. Sesuatu, yang tidak diketahui.

“Kita sebenarnya mencari apa, Phoenix !?”

“Rahasia. Rahasia di balik suara-suara itu. Sesimpel itu sebenarnya tujuan kita, jadi berhentilah protes sebentar.”

Maksudmu, ini ??

“Kamu dengar itu, Firebird !!?”

Phoenix seketika bersiap dengan kuda-kudanya sambil sedikit menoleh ke arah Firebird. Mendapat pertanyaan semacam itu, membuat Firebird memiringkan kepalanya, menatap Phoenix dengan sangat kebingungan dan berusaha untuk tidak menjadi gila seperti temannya saat ini.

“Delusi ? Atau karena trauma di gua laba-laba itu ? Kamu benar-benar seperti orang gila di hutan ini, tahu.”

“Ayolah, kamu bilang juga dengar suara itu di danau tadi, kan ?”

“Yang tadi adalah tadi, Phoenix, sekarang udah nggak denger lagi tuh.” ucap Firebird dengan nada panjang sambil berjalan melewati Phoenix lurus ke depan.

Phoenix nampak tidak senang dengan pemberitahuan dari Firebird itu. Phoenix seketika lesu, dan langsung beralih dari kuda-kudanya itu menjadi seseorang yang tidak bersemangat lagi seperti pada awalnya. Firebird masih terus berjalan ke depan, sebelum akhirnya ia berhenti karena sesuatu yang ada di kejauhan sana.

“Tapi, aku melihat sesuatu sekarang.” ucap Firebird yang agak kaget karena kemunculan sesuatu tersebut.

Itu adalah bayang-bayang seorang gadis kecil dengan penampakan keseluruhan yang tidak jelas, seolah terbuat sepenuhnya dari bayangan hitam pekat. Di belakang gadis itu, kemudian muncul seekor kuda yang berjalan keluar dari kehampaan, setelah itu disusul oleh seekor burung hitam yang mendarat di samping kanannya. Mata Firebird seolah terpaku dan hanya dapat melihat ke arah gadis bayangan tersebut bersama dengan dua hewan yang ada di belakangnya, sebelum akhirnya Phoenix mengambil tindakan dengan mendorong Firebird sedikit sampai dirinya hampir jatuh menyamping ke atas tanah.

“Oi, kamu ini kenapa !? Yakin bukan orang gila yang lainnya ?”

Firebird menghela nafasnya kesal, namun juga sekaligus berterimakasih pada Phoenix di dalam hatinya. Jika saja Phoenix tidak ada di sampingnya, entah apa yang akan terjadi kepadanya saat ini. Firebird melirik ke arah tempat dimana ia melihat ketiga bayangan itu mengunci pandangannya terus ke depan, namun tiga sosok itu telah menghilang dari tempat mereka, seolah tidak pernah ada sebelumnya.

“Kamu cerita, kalau si putri punya peliharaan kuda dan burung pemakan ikan, bukan ? Aku kayaknya lihat trio itu barusan.”

“Kalau begitu tunggu apa lagi ? Kita kejar mereka sekarang.” ucap Phoenix sambil berjalan cepat ke arah yang dilihat oleh Firebird.

“Kamu mau ninggalin si kembar itu disana sendirian ? Aku 100% yakin kalau 'dia' gak bakal bisa ngelindungin Amphisbaena, tau.”

“Alan pasti bisa, percayalah.”

Firebird menghela nafasnya dengan kesal, kemudian terpaksa untuk mengikuti Phoenix di belakang.

“Dasar kepala batu......” gumamnya.

...****************...

“Hei, kita sebenernya ke mana ?”

Sosok bayangan tersebut tidak menjawab. Ia masih menuntun Oozlum untuk berjalan dan pergi, pergi dari yang namanya kegelapan. Keduanya saat ini sedang berada di dalam hutan, dan jauh di depan sana adalah sebuah gereja yang terlihat sangat besar, tidak peduli jarak mereka saat ini dengan gereja tersebut.

“Dan ini juga ada di mana...... Bayangan ?”

Oozlum menatap sosok yang ada di depannya itu selama beberapa saat, tidak tahu apa itu sebenarnya atau bagaimana ia harus memanggilnya dengan nama. Sosok itu kemudian berhenti sejenak, menunjuk ke arah gereja yang berada di kejauhan tersebut.

Ke cahaya. Ke tempat di mana, aku dan kamu tidak akan tersesat lagi untuk selamanya.

“Sebenernya, aku yang ke sasar di sini, tau.”

Karena itu, aku membawamu menuju cahaya saat ini.

Makhluk itu tidak berbicara lagi setelahnya. Ia kembali menuntun Oozlum untuk berjalan ke sana, menuju ke gereja yang membawa cahaya dan pencerahan ilahi. Baru beberapa langkah melanjutkan perjalanan mereka, Oozlum tiba-tiba saja menghentikan sosok tersebut sekali lagi, kali ini dengan menahan pundaknya. Sosok itu pun kemudian menoleh ke arahnya, dan ia langsung disambut oleh tatapan tajam dari Oozlum.

“Dan satu lagi !! Kamu ini apa, juga siapa !?”

Sosok bayangan tersebut diam sejenak, seolah sedang berusaha mencari jawaban lain untuk tidak memberitahukan namanya yang asli.

Putri kecil yang tersesat di dalam kegelapan.

“Baiklah, PuTri yAng TersESat di DalAm KeGelapAn, apakah aku harus manggil kamu sepanjang itu ??” tanya Oozlum dengan nada sinis, tidak memperhatikan sosok bayangan itu beberapa saat.

Begitu ia melihat kembali ke arah sosok bayangan itu, ia sudah berjalan mendahuluinya di depan, menuju ke cahaya sendirian. Oozlum mendecih kesal karena itu, sebelum akhirnya berjalan mengikutinya dari belakang.

“Sialan........” keluhnya.

Mereka berdua akhirnya berjalan berjauh-jauhan, namun masih menuju ke arah yang sama. Tidak seperti langit malam yang ia lihat di hutan bersama dengan teman-temannya sebelumnya, langit yang ada di atas gereja tersebut berwarna emas terang, begitu murni dan asli untuk sekedar cahaya yang berwarna emas saja. Langit itu juga bercampur dengan fenomena Aurora, yang semakin lama semakin melahap cahaya emas tersebut dengan kegelapannya. Gereja yang membawa cahaya terang itu, tidak dapat bertahan di tengah kegelapan.

Setelah terus berjalan sekian lama, mereka berdua akhirnya semakin dekat dengan gereja tersebut. Oozlum dan sosok bayangan itu, saat ini sedang berjalan di atas jembatan batu yang walaupun beberapa dari bagiannya terlihat sudah rusak, sebenarnya terasa masih kokoh untuk dilewati.

Sosok itu kemudian berhenti saat telah mencapai bagian tengah jembatan tersebut, menyentuh sesuatu seperti tembok yang tak terlihat di depannya.

Selalu saja seperti ini. Benar........ Memang selalu seperti ini sejak dulu.

“Kamu ngomong apaan, woi ??”

Kenapa aku tetap saja melakukan hal yang sudah aku tahu sebagai sia-sia ?

“Bahkan sebelum kamu ngelakuin sesuatu !?”

Sosok itu kemudian berbalik menghadap ke arah Oozlum, dan ia kemudian keluar dari balik bayangan hitam yang menyelubungi dirinya sejak lama.

“Luar biasa, sekarang aku bisa liat mukamu, huh ? Kamu mau ngapain sekarang ?”

Gadis itu menghela nafasnya yang mengeluarkan asap berwarna ungu, sama persis dengan warna dari kedua tanduknya. Pakaiannya hanyalah sebuah kain panjang berwarna putih, dan beberapa bagiannya dinodai oleh bercak air yang berpasir. Rambut biru laut panjangnya basah, dan juga memancarkan cahaya redup yang secara perlahan namun tidak akan terjadi, dilahap oleh bayangan yang menyelimuti sekujur tubuhnya.

Apa kamu percaya, kalau aku bisa membawa orang lain menuju cahaya ?

“Aku gak paham sama sekali soal itu, tapi....... Semua orang harusnya bisa. Kalau orang itu juga mau ngelakuinnya.”

Gadis itu menyeringai sesaat, sebelum akhirnya menatap Oozlum dengan tatapan miris. Gadis itu, terlihat seperti kasihan terhadap sesuatu dari Oozlum, yang membuatnya terus memelihara kenaifan itu di dalam dirinya. Di matanya, gadis itu melihat bahwa Oozlum hanya menciptakan cahaya palsu, supaya dia tidak akan menghadapi kegelapan itu dengan dirinya sendiri.

Dan di ujung waktu, mereka semua justru bergabung bersama-sama denganku. Di sini.

6 pusaran air berwarna ungu tiba-tiba saja muncul di sekeliling Oozlum. Dari keenam pusaran air tersebut, sebuah tangan keluar untuk memanjat ke permukaan. Oozlum berjalan mundur secara perlahan, saat keenam makhluk berwujud manusia berwarna ungu itu akhirnya telah keluar sepenuhnya dan mulai berjalan mendekatinya.

“Kamu apain mereka semua, bocah !!?” tanya Oozlum dengan sedikit ketakutan. Tidak pernah dirinya bertarung sendirian seperti saat ini.

Nixie hanya membantu mereka, tapi raja katak itu selalu saja berhasil melahap mereka.

“Terus hubungannya sama aku apa, bangsat !!?” seru Oozlum sambil menendang kepala salah satu makhluk humanoid tersebut dengan satu tendangan kuat.

Kepala makhluk itu hancur seketika, berubah menjadi semburan air berwarna ungu dan tidak lama kemudian menjadi utuh kembali. Oozlum yang melihat itupun mengambil langkah mundur menjauhinya, namun itu hanya semakin membuat dirinya lebih terpojok lagi.

“Oi !! Namamu....... Nixie, kan !? Nyerah aja sebelum tanduk raja iblis mu itu hancur gara-gara aku !!”

Bilang saja, kamu tidak bisa melakukan apa-apa saat ini, bukan ?

“Aku gak selemah itu, bangsat !!”

Setelah mengatakan itu, Oozlum kemudian terbang berputar ke belakang sambil menghilang dari dalam kerumunan keenam makhluk tersebut. Hanya dalam hitungan detik saja, keenam makhluk tersebut telah hancur menjadi air, sebelum akhirnya kembali menjadi seperti semula. Dalam keadaan tidak terlihatnya, Oozlum melihat hal tersebut, membuat dirinya memutuskan bahwa keenam makhluk seperti mayat hidup itu tidak dapat dibunuh olehnya. Secara tiba-tiba, Oozlum muncul kembali di depan Nixie, membelakanginya.

Apa-apaan yang akan kamu lakukan dengan posisi seperti itu !?

“Pake otakmu sendiri, bocah sialan !!”

Oozlum dengan cepat berputar, kemudian mengangkat kaki kirinya yang jika sedikit lebih dekat lagi, akan mengenai tanduk kanan Nixie jika Nixie tidak menghindar di saat itu. Tendangannya sangatlah kuat, sampai-sampai Nixie masih terkena sebagian dari efek tendangan Oozlum bahkan setelah ia menghindarinya. Tubuh bagian kanannya berubah menjadi cipratan air seketika, sebelum akhirnya kembali menjadi seperti semula seolah tidak pernah terkena serangan apapun. Nixie berhenti di sisi kanan jembatan batu tersebut, lalu menatap tajam ke arah Oozlum yang ada di depannya.

Kamu harusnya tidak melawan, burung kecil. Aku hanya ingin membebaskanmu dari kegelapan ini. Hanya itu saja !!

“Membebaskan seseorang, pakai summon segala kayak begitu !? Cara pikirmu gak masuk logika, bodoh !!”

Oozlum melompat ke belakang, dan seketika itu juga ia telah menghilang dari pandangan Nixie. Nixie terlihat sangat ketakutan dan kebingungan. Ia mencari Oozlum dengan menoleh ke segala arah bersama dengan keenam makhluk panggilannya itu, namun yang dapat ia lihat hanyalah lesatan-lesatan berwarna biru yang terus mengelilinginya tanpa henti. Oozlum, benar-benar tidak terlihat saat ini.

“Paling gak, pilih musuh yang seimbang, bodoh !!” seru Oozlum dari belakang Nixie.

Begitu Nixie menoleh ke belakang, Oozlum sudah ada di atasnya, menukik tajam bersama dengan sebuah tendangan kuat yang seketika menghancurkan tanduk ungu di sisi kiri kepalanya. Nixie dapat merasakan bahwa sebagian besar dari kekuatannya menghilang di saat itu juga, dan Oozlum telah menghilang sekali lagi dari sana.

Seandainya, kamu tahu-

Oozlum muncul kembali di hadapan Nixie dengan sebuah tendangan berputarnya. Tanduk yang kedua kini telah hancur, dan Nixie sudah tidak lagi dapat merasakan kekuatan yang mengalir di dalam tubuhnya. Saat ini, dirinya hanyalah seperti sebuah wadah yang kosong, tidak memiliki apa-apa selain tubuh fisiknya saja. Keenam makhluk humanoid yang baru saja berlari ke Oozlum saat itu seketika berubah kembali menjadi air, runtuh dan tidak meninggalkan sisa kehidupan mereka sedikitpun.

Tunggu....... Aku....... Bisa menjelaskannya- !!

“Diem lu, sialan !!”

Oozlum berpindah tempat dengan cepat ke dekat Nixie, dan kaki kanannya yang baru saja terangkat langsung menghantam kepala Nixie seketika, membuat wajah Nixie harus saling bertubrukan dengan permukaan dari jembatan batu tersebut.

Kamu....... Harusnya menyesal sekarang........

Tiba-tiba saja, semua hal yang ada di sekeliling Oozlum bergerak dalam gerakan lambat. Baik tubuh Nixie yang semakin jatuh ke bawah, batu-batuan dari jembatan tersebut yang melayang tinggi karena hantaman kepala Nixie, dan juga dirinya sendiri yang tidak dapat menarik kembali kaki kanannya dengan cepat seperti biasa.

“Apa-apaan sialan ini ??” ucap Oozlum dalam hati.

Oozlum melirik ke arah kanannya, menuju ke luar dari jembatan batu dan gereja bercahaya emas tersebut. Di saat itulah, kegelapan melesat dengan cepat dan menghantam mereka berdua, mengubah segalanya menjadi kehampaan belaka.

Gadis itu menghilang di dalam kegelapan, ditelan oleh sang raja.

...****************...

Pria berwajah tengkorak itu bangkit dari dasar laut yang tidak terbatas, terbangun kembali saat ia merasakan sesuatu yang mengganggu di dalam mulutnya. Di sekitarnya, hanyalah hamparan air tanpa ujung, dan langit-langit berwarna putih tanpa ada hiasan sedikitpun di sekitarnya. Pria itu kemudian meneguk ludahnya, menelan kembali apapun itu yang mengganggu di dalam mulutnya. Setelah meneguk ludahnya beberapa kali lagi, ia akhirnya benar-benar merasa lega. Gangguan di dalam mulutnya itu, sudah menghilang seolah tidak pernah ada sebelumnya.

“Ehem, tetaplah di dalam sana, putri kecil yang nakal.”

Dan untuk aku, di mana aku berada sebenarnya, tuan katak ?

Di dalam mulutku. Terpenjara di dalam kegelapan abadi, sehingga dunia yang luas itupun sudah tidak lagi terungkap di hadapan matamu.

1
YLG Channel
ceritanya seruu & sangat menarik...Smangat terus ya Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!