"Dimana gadis itu, Deve? Sudah kau temukan?"
"Belum Tuan Muda?"
Braakk.. lelaki muda dengan rambut gondrongnya menggebrak meja kerjanya.
"Apa saja kerja kau Deve? Sudah sebulan kau belum bisa menemukan gadis itu?!"
"Saya masih mencarinya Tuan Muda,"
"Aku kasih waktu 3 hari Deve, temukan gadis itu atau kau ku pecat!,"
Glek..Deve asisten Tuan Muda menelan salivanya.
"Siap Tuan Muda,"
Cassanova Biantara Adiwilaga, 28 tahun, seorang
CEO dan seorang cassanova dingin yang selalu di kelilingi wanita cantik, menjadi berang di perdaya oleh seorang gadis yang sudah di bayar mahal olehnya, baru kali ini dirinya bisa tertipu dengan gadis cantik yang menggodanya malam itu di club miliknya sendiri.
"Sialan, aku akan membuatmu menderita bitch!" Cassy sangat emosi bisa-bisanya dirinya yang seorang cassanova bisa terpedaya oleh gadis berambut pirang itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ariista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembali Ke Kota A
Kehamilan Kana sudah memasuki 4 bulan, Cassy sudah tidak mabuk lagi. Kaki Cassy juga semakin membaik hanya tinggal teraphy jalan tanpa tongkat aja lagi nantinya. Hari ini mereka akan pulang ke kota A.
Selama di kota B, Kana masih sering ke rumah tante Nadya saat suaminya ke kota A untuk bekerja menemui klien penting yang tak bisa di handle oleh Deve.
Sebelum pulang siang nanti pagi ini Kana dan Cassy mengunjungi tante Nadya di rumahnya.
"Tante, ikut kami yuk ke kota A, gantian tante lagi yang liburan kami akan merservis tante di sana," ucap Kana membujuk tante Nadya ikut bersamanya berangkat ke kota A.
"Tante masih sibuk, sayang, belum bisa sekarang, tante janji nanti kalo kamu dah lahiran tante akan mengunjungi mu," tante mengelus punggung telapak tangaa Kana.
"Tante terimakasih banyak, sudah membantu Kana di awal kehamilan Kana, Kana sudah menelpon dokter Sila dan pamit, semoga tante sehat selalu, bahagia selalu," mata Kana berkaca-kaca. Karena bantuan dari tante Nadya lah Kana bisa mengetahui tentang kehamilannya.
"Sama-sama sayang, selalu jaga kandungan mu ya, jangan suka emosi, redam semua emosi agar baby nya gak stres sayang, Cas, ingat itu pesan tante ya," tante Nadya menoleh ke suami Kana yang sedang memperhatikan dirinya dan Kana.
"Baik, Tante, terimakasih sudah banyak membantu istriku yang keras kepala dan nakal ini tante,"
Kana yang duduk di sebelah Cassy mencubit tangan suaminya.
"Aduh, sakit sayang," ucap Cassy.
Kana mencebikkan bibirnya dipanggil sayang.
"Kami pamit tante, mau langsung ke bandara dari sini,"
"Baiklah, Hati-hati di jalan, jaga istri dan baby mu Cas,"
"Siap tante, terimakasih,"
Cassy dengan menggunakan tongkat penyangga berjalan pelan berdampingan dengan istrinya. Ia tidak lagi memakai kursi roda.
Para pengawal membukakan pintu buat bosnya. Cassy dan Kana masuk ke kursi penumpang. Peangawal yang merangkap sebagai sopir melajukan mobilnya pelan ke bandara.
Cassy meremas jemari istrinya. Hatinya membuncah, ia sudah tidak sabar untuk melihat baby nya mereka juga belum tau apa jenis kelamin baby nya.
Dari pemeriksaan kemarin dengan dokter Sila menggunakan USG, belum nampak kelaminnya, ia bersembunyi. Dokter Sila menyarankan bulan depan saja di cek kembali kelaminnya saat sudah masuk 5 bulan.
"Terimakasih, my wife," Cassy mencium pipi istrinya.
"Ingat ya, jangan macam-macam lagi, kalo aku liat Daddy bercumbu lagi dengan cewek cantik aku akan menceraikan Daddy," ancam Kana tidak main-main.
"Bukan Daddy itu Mom, ceweknya aja yang terus mendatangi Daddy," Cassy masih berdalih.
"Iya terus datangi Daddy dan Daddy melayani mereka dengan tangan terbuka, terus mana surat kontrak itu? Kenapa tidak pernah Mommy liat?" tanya Kana galak.
Cassy menelan salivanya.
Busyet dah, makin galak aja sejak hamil ini, baby kamu jangan marahin Daddy donk, Cassy bicara di dalam hatinya.
"Jangan ungkit lagi masalah surat kontrak itu Mom, tidak ada surat-surat kontrak tidak ada nikah kontrak,"
"Apa ini karena ada baby kontraknya di batalin?"
Cassy kembali menelan salivanya.
"Gak gitu sayang, Daddy serius kok gak ada kontrak nikah,"
Kana mencebikkan bibirnya. Tanpa terasa mobil mereka memasuki area bandara. Dengan cekatan para pengawal turun dari mobil dan membuka pintu mobil tuan dan nyonya nya.
Cassy dan Kana berjalan bergandengan, Kana mengikuti langkah kaki suaminya pelan yang masih memakai tongkat.
Mereka akan berangkat dengan pesawat pribadi milik kakek Astaka.
***
Di kota Y kedua orang tua Kana udah lama tidak menghubungi putri nya, saat ini anak lelakinya kakaknya Kana ada di kota Y, Keanu, ia berencana akan melamar kekasihnya yang berada di kota A. Kota yang sama dengan Kana tinggal.
"Bagaimana pi apa ada kabar dari Kana?" tanya mami Sagita gak sabaran.
"Sabar Mi, ini ponselnya gak aktif,"
Papi mencoba menelpon menantunya juga gak aktif.
"Kita tunggu nanti lagi Mi, pada gak aktif ponselnya,"
"Iya Pi, besok pagi kita berangkat ke kota A, Keanu tadi kemana?"
"Keluar ketemu temannya katanya tadi,"
"Anak itu tak pernah di rumah," omel mami.
Tak lama kemudian Keanu datang dengan membawa satu kotak gak tau isinya apa.
"Ken, apa itu? Kamu udah siapin semuanya buat ngelamar si Maura?"
"Udah donk Mi, Ken gak sabar mau ketemu Kana juga, udah lama Ken gak ketemu Kana Mi, mau setahun ya Mi,"
"Iyalah kamunya aja gak pernah pulang juga,"
"Ini kan pulang Mi, lagian Kana nikah mami papi gak kasih tau Ken,"
"Tanyakan nanti sama adekmu Ken, papi mami juga gak di kasih tau kok,"
"Ckkk.. anak itu nanti Ken jewer telinganya kalo ketemu,"
"Yah jewer lah, kalian berdua sama aja suka menghilangkan diri," ujar mama sewot.
"Loh, loh, kok Ken sih Mi, Ken kan kerja Mi bukan menghilangkan diri,"
"Papi sama anak sama aja,"
"Loh, loh, papi lagi,"
"Assalamu'alaikum,"
"Pi, kayaknya itu suara pak Broto Pi," ucap mami.
"Namanya tamu ya di jumpai toh Mi,"
"Waalaikumsalam, silahkan masuk Pak, Ibu," jawab papi Restu.
"Ehh, ada cah ganteng toh, nak Keanu, kapan datang?" bu Broto senyum-senyum ketemu Keanu.
"Baru kemarin sore Bu, saya tinggal dulu ya Bu," Keanu langsung ngacir ke belakang.
Pak dan Ibu Broto duduk di kursi jati di ruang tamu yang luas di rumah pak Restu.
"Jadi bagaimana pak Restu kelanjutan pembicaraan kita kemarin saya kok gak pernah jumpa sama nak Kana ya Pak," tanya pak Broto.
"Maaf sebelumnya Pak, Bu Broto mungkin ini kabar yang tidak mengenakkan untuk bapak dan ibu dengar, putri kami Kana udah menikah di kota A Pak, Bu,"
"A-pa?!" Bapak dan Ibu Broto serempak berteriak.
Wajah pak Broto langsung memerah, emosinya tersulut.
"Pak, sabar," bu Broto menepuk-nepuk dada suaminya.
"Gak bisa ini Bu, kita sudah dari bulan apa meminta putri pak Restu, kok malah pak Restu diam-diam aja menikahkan putri nya, saya tidak terima ini Pak," dada pak Broto sudah turun naik.
"Sebaik bapak minum dulu pak," bu Sagita menyodorkan minuman ke pak Broto.
Pak Broto memukul tongkatnya ke meja Restu, Keanu yang di dapur mendengar ribut-ribut di ruang tamu.
"Ada apa ini Pi, Mi? Pak Broto kenapa marah-marah?"
"Tanyakan aja sama papi mami itu nak Ken," jawab bu Broto masih sewot.
"Pak, Ibu, pernikahan itu tidak bisa di paksakan," ucap Restu bijak,
"Putri kami Kana tidak ingin dijodohkan Pak, Ibu, ia mau mencari jodohnya sendiri, dan ia sudah menemukannya di kota A," jelas Restu.
"Tapi gak gini juga caranya pak, kok kami kayak mengemis-ngemis jadinya," ucap bi Broto tajam.
"Loh, Bu, Ibu sendiri dan bapak yang datang kemari kok, yang bilang ngemis juga siapa," Sagita yang sabar pun sudah terpancing emosinya.
"Keluarga gak jelas, ayo pak kita pergi dari sini," bu Broto menarik lengan suaminya sambil berjalan berkipas-kipas dengan kipas kertas di tangannya.
"Siapa.. " Sagita ingin menjawab tapi di tutup mulutnya dengan Restu.
"Udah Bu, jangan di ladeni, percuma bicara sama mereka," ucap Restu.
"Iya Bu, sebaiknya Ibu persiapkan untuk kita berangkat besok Bu, aku akan buat kejutan buat Kana, adik kecilku itu,"
"Baiklah," Sagita beranjak dari duduknya dan berjalan ke belakang begitu juga dengan Restu dan Keanu yang geleng-geleng kepala melihat kelakuan bapak dan ibu Broto.