Mira tidak pernah bermimpi menjadi Ratu. Ia merasa tidak siap, tidak layak, dan takut salah. Ketika nama aslinya dibacakan di hadapan dewan bangsawan, ia justru ingin lari dan bersembunyi. Ia tidak tumbuh dengan pelatihan kepemimpinan sejak lahir ia tumbuh dengan pelajaran melayani. Banyak bangsawan meremehkannya: "Anak penasehat mana tahu cara memerintah?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meraa shuellyin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kenangan indah dari ibu
Beberapa hari kemudian...
Malam yang tenang dan dipenuhi cahaya rembulan dan bintang , dan mira masih tertidur lelap.
Didalam tidur nya ia bermimpi bertemu dengan seorang wanita cantik berambut pirang terurai panjang dan memakai gaun putih panjang.
Mira yang penasaran langsung menghampiri nya dan saat wanita itu menoleh wajah itu mirip dengan sosok ibu nya dilukisan.
Mira lalu mendekat.
Mira: apakah itu kau.
Sosok itu kemudian menjawab dengan lembut dan mengelus kepalanya.
"ya.."
"ini aku ibumu mu..."
"jawab nya pelan.
Mira; ibu!!!!
Mira langsung memeluknya dengan erat.
Everlyia; Mira nakasima putriku,kau sudah besar ya... Ibu bangga pada mu.
Mira: aku merindukan ibu....
Everlyia; ya ibu juga merindukan mu putri ku yang cantik...
Mira; ibu aku sangat merindukan ibu...
kenapa ibu mengorbankan nyawa ibu hanya demi melahirkan aku... Kenapa tidak aku saja yang pergi!!
Everlyia: tidak Mira , memang seperti itu tugas seorang ibu ia harus berkorban demi keselamatan anaknya.
Mira; tapi ibu ....,aku tidak bisa terima dengan perlakuan keluarga ayah terhadap ibu dulu aku akan membalas mereka
Everlyia: tidak Mira ... sayang... Kau tidak perlu membalas dendam, itu tidak akan membuat hatimu tenang... Mira ibu sudah memaafkan mereka sejak lama sudahi dendam ini ya...
Mira: huh baik ibu...
Everlyia: Mira... Sayang ibu sangat menyayangi mu tapi maaf pertemuan kita sangat singkat..., percaya lah Mira meskipun ibu telah pergi ibu akan tetap hidup didalam hati mu... Kau sudah menjadi ratu saat ini kan...kau harus menjaga negeri ini dan buat semua rakyat everlyia bahagia seperti yang ibu lakukan dulu.
karena kebahagiaan mu ,dan seluruh orang dieverbloom adalah kebahagiaan ibu juga...
Mira: baik ibu aku berjanji!.
Sosok itu kemudian menghilang menjadi serpihan cahaya.
Mira: eh ibu? ibu....!!!! ,ibu ...!!!!!!!
Mira berteriak hingga akhirnya ia terbangun dari mimpinya.
ibu .....
...---------------...
Mira terbangun dengan penuh keringat dan nafas yang terengah-engah ia kemudian mengambil segelas air yang ada dimeja nya dan meminum nya untuk menenangkan nya.
Huhh mimpi itu terasa nyata...
Mira menghapus keringat nya.
Ia kemudian melihat jam dan Waktu ternyata ternyata sudah menunjukkan pukul setengah enam pagi.
Huh sudah pagi ya.....
Ia kemudian beranjak dari tempat tidur nya dan mulai merapikan nya.
Ia kemudian pergi ke kamar mandi dan melepas kan pakaian nya untuk mandi di air hangat yang sudah tersedia dibathub.
Ia kemudian berendam di bathtub dambil memikirkan apa yang harus dia dilakukan nya hari ini.
Mira: hari ini... Aku harus pergi ke makam ibu..,rapat dengan para dewan,dan aku harus pastikan semua berjalan lancar hari ini....
Aku tidak akan membiarkan siapapun menguasai tanah yang diamanahkan ibuku...
Setelah air mulai dingin,ia kemudian bangkit dari bak , mengerikan tubuh nya dengan handuk lembut dan mengenakan pakaian yang rapi dan elegan.
Setelah itu pergi menuju dapur untuk sarapan.
Hazuki: selamat pagi yang mulia
hazuki menyambut nya dipintu dapur.
Mira: pagi...,apa menu hari ini? Tidak mahal kan...?
Hazuki: tidak kok,hanya sup jagung dengan nasi hangat,susu hangat dan desert kue bolu keju kesukaan anda.
Mira: bagus .. Kalau begitu anda... jangan lupa sarapan .
Hazuki: tidak apa apa yang mulia...,aku nanti saja aku belum lapar.
Mira: belum lapar? Atau kau menunggu ku makan? Sarapan cepat!!! Dan duduk disamping ku.
Hazuki: tidak perlu aku nanti saja...
Mira: tidak aku ingin kau sarapan sekarang...!
Hazuki: baik baik .
hazuki kemudian duduk dan mulai mengambil piring serta lauk.
Mira: kalian juga jangan melihat saja ... Ayo segera sarapan...
Pelayan: baik ratu....
Hazuki: apa kegiatan yang akan anda lakukan hari ini?
Mira: pertama Tama sih setelah ini aku aja berdoa dimakam ibu dan setelah itu sedikit olahraga dan baru lah menjalankan tugas sebagai ratu.
Hazuki: kau coba olahraga apa yang mulia? Berkuda? Atau Berburu dihutan?
Mira: aku mau olahraga berlatih pedang...
Hazuki: baiklah akan ku persiapkan pedang anda.
Mira: pedang yang biasa ya?
Hazuki: siap!
Sarapan hazuki pun mempersiapkan pedang Mira dan menaruhnya di ruang latihan.
Setelah berdoa dimakam ibu nya,ia kemudian pergi ke ruang latihan untuk berlatih pedang bersama hazuki.
...----------------...
Sementara itu dinegeri lain.
Dinegeri api.
Rinka yang tengah mempersiapkan cadangan kayu bakar untuk persiapan musim dingin dihalaman istana bersama dengan para pelayan nya.
Tiba tiba saja seorang pria berpakaian lusuh bernama geki menghampiri nya untuk meminta tolong.
Geki: permisi ...! Apa anda punya makanan? Tolong beri aku sedikit saja makanan,aku sangat lapar sudah berhari hari aku tidak makan sejak desaku terbakar, kumohon.
Prajurit yang melihat itu langsung menghampiri nya dan berusaha untuk mengusir nya.
Prajurit: tidak ada makanan disini,pergi...!
Geki: kumohon beri aku makanan, yang sisa juga tidak apa apa kok.
Prajurit: tidak ada pergi!!!
Rinka yang mendengar suara keributan itu langsung mendekatinya.
Rinka: ada apa ini?
Prajurit: owh yang mulia , orang asing ini tiba tiba datang meminta makanan.
Rinka; owh kau lapar... Tunggu sebentar Rin...
rinka memanggil asisten nya.
Rin: ada apa yang mulia..
Rinka: tolong Kau ambil kan sisa makanan sarapan kita tadi.
Rin: baiklah.
Rin pun mengambil makanan sisa sarapan nya pagi ini diatas meja makan.
ini yang mulia
ia kemudian memberikan nya pada rinka.
Rinka: ini sedikit makanan untuk mu, maaf jika itu makanan sisa... tapi masih layak kok untuk dimakan.
Geki: terimakasih yang mulia... Kau sungguh baik hati...
hamba permisi.
pria itu pun pergi dari sana .
namun setelah pria itu menjauh,rinka merasa jika ada yang tidak beres.
Rinka: kok perasaan ku tidak enak ya...,ah sudahlah mungkin hanya perasaan ku saja.
ayo Rin kita persiapkan kayu bakar lagi untuk persiapan musim dingin.
Rin: baik yang mulia.
mereka kemudian melanjutkan tugas mereka.
,
...----------------...
Sementara itu dieverbloom Mira yang sudah selesai latihan berniat untuk pergi ke kamar dan mengganti pakaian.
Namun dalam perjalanan menuju kamarnya,ia tidak sengaja melewati sebuah kamar kosong yang dulu nya merupakan kamar ibunya.
Mira; huhh kamar ibu ya...
ia kemudian masuk untuk melihat keadaan kamar itu.
Didalam kamar itu terdapat cermin yang dulu nya merupakan cermin favorit mendiang ibunya.
Mira; ibu...
Ia yang penasaran kmudian membuka laci yang ada dibawah meja rias dan tidak sengaja menemukan sebuah kotak perhiasan misterius.
Mira: apa ini?
ia kemudian membukanya dan ternyata isi dari kotak itu merupakan liontin merah.
apa ini? Liontin? Milik ibu?
Saat ia mengangkat liontin itu terdapat sepucuk surat kecil Dibawah.
Mira; apa ini
ia kemudian membuka dan membaca nya.
Surat itu berisi: untuk putri ku Mira nakasima, semoga kau menyukai kalung ini.
~everlyia
Mira: ibu... Terimakasih.... Aku sangat menyukai nya... Seharusnya tidak perlu yang mahal dan sebagus ini,ibu menyelamatkan nyawa ku saja itu sudah sangat membuat ku bahagia.
Mira langsung memeluk kalung itu dan sambil menangis haru.
> * to be continued...