Cantika Putri, gadis cantik yang tinggal di pedesaan. dan harus berjuang sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Cantika baru mengetahui kalau dirinya bukan anak kandung dari orang tua yang selama ini merawatnya. Dan dia bertekad akan mencari keluarga kandungnya..
Apakah Cantika bisa bertemu keluarga Kandungnya?? Dan apakah dia di terima baik oleh keluarga kandungnya itu??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nina1708, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembali Ke Kota
Happy Reading
❤❤❤❤❤❤❤
Kereta senja membawa Cantika kembali menuju gemerlap dan hiruk-pikuk kota besar. Di dada nya, tersembunyi sebuah liontin perak berbentuk sebelah hati. Satu-satu nya barang berharga yang tergantung di leher nya saat Bu Sukma menemukannya 16 tahun lalu. Selama ini Cantika mengira itu hanyalah perhiasan biasa, namun setelah mendengar kisah Pak Broto tentang ibu nya yang di kejar orang-orang berkuasa, ia sadar liontin itu adalah kunci utama identitas nya.
Sesampai nya di kota, Cantika tak membuang waktu. Langkah pertama nya membawa nya ke kawasan toko emas dan barang antik terkemuka di pusat kota. Jika liontin ini di buat khusus, pasti ada jejak perajin atau toko perhiasan kelas atas yang mengenali simbol unik yang terukir di punggung nya.
Cantika mendatangi sebuah galeri perhiasan tua yang terkenal sering menangani barang-barang langka milik kalangan atas. Seorang pria tua pembuat perhiasan menerima liontin itu dengan sarung tangan kain putih. Ketika ia mengamati ukiran halus di balik liontin menggunakan kaca pembesar, mata nya seketika berbinar.
"Liontin ini bukan buatan pabrik massal, Nak," ujar perajin tua itu dengan nada kagum. "Ini adalah karya pesanan khusus yang di desain dengan ukiran lambang keluarga di balik bentuk setengah hati ini. Hanya ada satu keluarga elit di kota ini yang menggunakan simetri ukiran daun palm dan inisial 'W' tersembunyi seperti ini." Ucap nya lagi.
Jantung Cantika berdegup kencang. "Keluarga siapa, Pak?" Tanya Cantika.
"Keluarga Wiratama dan ada juga keluarga Wardhana." Bisik pria tua itu pelan. "Pengusaha konglomerat pemilik Wiratama Group. Nyonya Nirmala Wiratama dulu sering memesan perhiasan khusus dengan motif ini untuk acara-acara penting keluarga nya." Lanjut nya. " Tapi keluarga Wardhana pun sering membuat perhiasan di sini juga. " Sambung nya.
Nama itu bergetar di telinga Cantika: " Nirmala Wiratama.. "
Dengan tangan gemetar, Cantika menggenggam kembali liontin nya. Bayangan wanita ketakutan yang berlari menembus hujan 16 tahun lalu demi menyelamatkan nyawa nya kini mulai memiliki nama dan wajah. Namun, menyusup ke kehidupan keluarga sekaya Wiratama bukanlah hal mudah, terlebih lagi ancaman dari musuh-musuh berpakaian hitam yang dulu mengejar ibu nya mungkin masih mengintai di balik bayang-bayang.
Kalau benar diri nya dari keluarga itu, tapi kalau dia dari keluarga Wardhana... Bagaimana??
Cantika berdiri di depan gedung pencakar langit berlogo *Wiratama Group*, memandangi pilar-pilar megah nya dari kejauhan.
Dia ingin sekali menemui nyonya Nirmala dan memastikan nya, namun dia tak bole gegabah... Bagaimana jika dia justru putri dari keluarga Wardhana.. Karena kedua keluarga itu berawalan huruf W.
******
Keesokkan hari nya, seperti biasa Cantika kembali masuk sekolah. Pagi ini dia berangkat agak pagi, sekolah masih tampak sepi.
' Duh kok tiba-tiba gue kebelet ya..' Batin Cantika yang kemudian berjalan menuju ke arah toilet.
Suasana toilet sekolah yang sepi mendadak bising oleh bentakan Chila. Cantika yang baru saja hendak mencuci tangan menghentikan langkah nya saat melihat Amora terpojok di sudut tembok, baju nya basah kuyup tersiram air akibat ulah Chila.
Gue udah peringatan lo Mora.. Jangan lo deketi gadis miskin itu gue gak suka.. Lo itu hanya boleh jadi teman gue.. Lo harus tahu gue ini pacar Kainan, kakak lo... Itu artinya lo calon adik ipar gue. " Ucap Chilla.
" Tapi Chilla, aku gak bisa jauhi Mora. Dia baik sama aku.. Dia selalu menolong ku. " Sahut Amora.
Di saat suasana di toilet semakin kacau, Cantika sudah tak bisa menahan emosi nya. Entah kenapa dada nya sangat sakit melihat Amora seperti itu. Tanpa ragu, Cantika langsung berjalan maju, menarik lengan Chila hingga menjauh, lalu berdiri pasang badan memagari Amora.
" BERHENTIIIII!!! " Teriak Cantika dengan menatap tajam Chila. "Udah puas, Chila? Kalau mau sok jagoan, nggak usah ke orang yang nggak bisa melawan!" Gertak Cantika dingin, membuat Chila merengut kesal sebelum akhirnya pergi sambil menghentakkan kaki. Cantika kemudian merangkul Amora yang gemetar dan membantu nya merapikan diri.
" lo gak apa-apa? " Tanya Cantika.
" Gak.. Seragam gue hanya basah saja. " Jawab Amora.
" Ayo ke Uks, kita obati dulu luka memar lo terus ganti baju lo dengan seragam baru. " Ucap Cantika.
Amora pun pasrah saat Cantika membawa nya ke UKS, lalu Cantika ke koperasi untuk membelikan seragam baru Amora.
******
Tak di sangka, panggung drama Chilla belum selesai. Saat jam istirahat di kantin yang ramai, Chilla tiba-tiba muncul meringis memegangi lengan nya yang sengaja di bebat perban. Chilla menghampiri Kainan dan kawan-kawan nya.
Disana dia mulai drama,Chilla menuduh Cantika dan Amora yang membuli nya. Chilla menunjuk Cantika dan Amora dengan mata berkaca-kaca, menuduh bahwa mereka berdua lah yang menyudutkan dan mengeroyok nya di toilet tadi.
Kainan yang memang membenci Amora mulai tersulut emosi, dia langsung menghampiri meja tempat Amora duduk. Tanpa mau mendengar penjelasan sedikit pun, Kainan mencengkeram bahu Amora dan mengangkat tangan nya tinggi-tinggi, siap mendaratkan tamparan keras ke wajah gadis polos itu. Amora memejamkan mata erat-erat sambil gemetar ketakutan.
HAP
Namun, sebelum telapak tangan Kainan menyentuh pipi Amora, sebuah cengkeraman kuat menahan pergelangan tangan cowok itu di udara. Cantika berdiri tegap menatap lurus mata Kainan tanpa rasa takut sedikit pun.
DEG
Kainan terdiam kaku, tatapan mata Cantika sangat persis dengan tatapan mama nya saat sedang marah dan emosi.
' Kenapa dia mirip sekali sama mama, saat sedang marah? ' Batin Kainan.
"Pakai otak mu sebelum main tangan, tuan muda Kainan," Tegas Cantika dengan suara lantang yang seketika membuat riuh kantin mendadak hening. "Kalau kamu cuma mau jadi boneka dari kebohongan pacar mu ini, mending periksa CCTV depan koridor toilet sekarang!" Lanjut Cantika.
Kainan tertegun. Cengkeraman Cantika pada pergelangan tangan nya begitu kuat dan penuh penekanan, membuat amarah nya yang membara mendadak tertahan. Ia menatap Cantika tajam, lalu beralih melihat wajah Amora yang pucat dan gemetar di balik punggung Cantika.
"Ngapain kamu bawa-bawa CCTV?" Sergah Chilla cepat, suara nya agak bergetar meski ia berusaha keras mempertahankan nada merajuk nya. Ia langsung memegang lengan Kainan. "Kainan, kamu nggak percaya sama aku? Lengan aku sakit banget gara-gara mereka!" Ucap Chilla.
"Kalau memang kamu korban, kenapa takut cek CCTV?" Tantang Cantika santai, mata nya menatap Chilla dengan senyum tipis yang penuh cemooh. Ia perlahan melepaskan tangan Kainan, tetapi tetap berdiri memagari Amora. "Ruang CCTV persis meliput koridor depan toilet. Biar semua orang di kantin ini tahu, siapa yang keluar dari toilet dalam keadaan basah kuyup dan siapa yang sibuk akting bikin skenario." Ucap Cantika. " Dan bukan kah Amora itu adik kandung kamu?? Tapi kamu mau main tampar dia sembarangan di depan umum.. Apa ini yang di namakan kakak yang baik??? " Sambung Cantika.
Jleb
Bisik-bisik mulai merayap di antara para siswa yang menonton. Kainan melirik ke arah Chilla, menangkap guratan kepanikan yang samar di wajah cewek yang selalu mengejar nya itu. Keraguan mulai merayapi pikiran nya.
"Chilla..." Panggil Kainan pelan, suara nya menuntut penjelasan.
"Kai..kainan, kok kamu malah dengerin dia sih?" Chilla mulai panik, mata nya bergerak gelisah ke kanan dan ke kiri. "Ya udah kalau kamu nggak percaya sama aku!" Lanjut Chilla mulai drama lgi.
**********
Happy Reading Guys. ;)
lanjut Thor 👍