Indonesia
NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Jendral Sains Di Kultus Iblis

Reinkarnasi Jendral Sains Di Kultus Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:610
Nilai: 5
Nama Author: Ahmad Mikyail Ilham

Sinopsis:
Ethan Vance—Panglima Tertinggi Pasukan Gabungan Bumi dan jenius biomekanika—tewas mengenaskan akibat sabotase reaktor fusi. Namun, bukannya masuk neraka, jiwanya justru terlempar ke dunia Murim dan lahir kembali sebagai Cheon Ryeon, bayi dari klan paling bawah di Kultus Iblis.
​Keluarga Cheon yang dulunya berjaya kini hanya dianggap sampah dan terus ditindas oleh klan-klan utama lainnya. Tidak punya pil energi mahal atau kitab pusaka? Tidak masalah. Bagi seorang mantan jenderal, Dantian manusia tidak ada bedanya dengan reaktor mikro, dan jurus pedang tak lebih dari kalkulasi arah dan sudut jatuh!
​Bersama sahabat-sahabat senasib yang tak kalah aneh—mulai dari anak buangan ahli racun yang matre, gadis perkasa bertulang tebal, sampai pembunuh jalanan yang sinis—Ryeon mulai membangun kekuatannya dari nol.
​"Dunia ini bertarung pakai takdir dan mistis? Lucu sekali. Mari kuajarkan cara bertarung menggunakan logika dan sains!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ahmad Mikyail Ilham, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30: Kapal Induk Baja dan Bahtera Pertama

​Delapan bulan setelah ditemukannya pesan darurat dari Samudra Barat, Pelabuhan Selatan Nanhai bertransformasi total. Pelabuhan yang dulunya hanya diisi perahu nelayan dan kapal dagang kayu milik klan lokal kini menjelma menjadi galangan kapal militer paling canggih yang pernah ada di dunia Murim.

​Di atas dermaga batu raksasa yang diperkuat struktur beton komposit, berdiri kokoh Bahtera Roda Bintang 01 (Star-Gear Sovereign).

​Kapal raksasa berukuran panjang seratus lima puluh meter itu tidak dibuat dari kayu jati atau cemara, melainkan menggunakan lambung ganda dari baja komposit mikro-karbon. Di bagian tengah geladak, berdiri menara komando berlapis kaca transparan tahan benturan. Sementara di bagian belakang, sebuah mini-reaktor fusi sekunder yang dirakit Jin-Bao dan Ryeon menyalakan empat turbin pendorong air berbasis kavitasi kinetik.

​Di atas geladak utama, dua ratus ksatria pilihan Ordo Roda Bintang berbaris rapi. Mereka mengenakan jubah tempur hitam kedap air yang dipadukan dengan zirah ringan pelapis Dantian.

​"Gila... kapal ini beneran monster di atas laut, Bos!" seru Tang Jin-Bao heboh, mengelus dinding baja lambung kapal yang dingin dan halus. "Tanpa perlu bergantung sama angin, empat turbin kinetik buatan kita bisa mendorong kapal berat ini secepat kuda balap!"

​Gong Son-mi berdiri gagah di samping meriam tekanan gas portabel yang terpasang di haluan kapal. "Pasukan Garda Depan sudah terbiasa dengan simulasi ombak, Ryeon. Kalau ada bajak laut atau monster laut yang berani mendekat, kita ratakan mereka sebelum sempat memanjat geladak."

​Baek Hyun melangkah mendekati Ryeon, menyerahkan peta navigasi sintetis yang sudah diperbarui dengan koordinat frekuensi darurat. "Jalur menuju perbatasan Benua Barat dipenuhi badai petir dan wilayah karang bermagnet tinggi. Tapi dengan kompas frekuensi milik Nona So-yeon, kita bisa memotong jalur dalam waktu dua minggu."

​Ryeon berdiri di anjungan utama menara komando, mengamati seluruh persiapan dengan mata analitisnya yang dingin.

​Dari arah tangga geladak, Jaegal So-yeon melangkah naik dengan anggun. Ia mengenakan jubah pertempuran maritim berwarna perak kebiruan yang sangat pas di tubuhnya, membawa kipas sutranya serta beberapa gulungan peta navigasi bintang.

​"Seluruh jaringan logistik di Central Plains dan Akademi Kultus sudah diserahterimakan ke Tetua Boma dan klan-klan sekutu," kata So-yeon sambil tersenyum tipis di samping Ryeon. "Papan catur di benua lama sudah aman. Sekarang saatnya kita membuka wilayah baru."

​Ryeon menatap ke arah samudra luas di hadapan mereka. Air laut berwarna biru pekat memantulkan sinar matahari pagi yang cerah.

​Ryeon menekan tombol pemicu transmisi daya di konsol utama menara komando.

​BZZZZZZT!

​Pendar cahaya biru keemasan menyala terang dari reaktor sekunder di bagian belakang kapal. Empat turbin raksasa berputar kencang, menyemburkan pusaran air bertekanan tinggi yang membuat Bahtera Roda Bintang 01 perlahan bergerak membelah ombak dermaga.

​DANGGG! DANGGG! DANGGG!

​Suara lonceng pelepasan kapal bergema nyaring dari pelabuhan, disambut sorak-sorai ribuan ksatria dan warga di pantai yang melepas keberangkatan mereka.

​"Seluruh sistem daya kinetik aktif seratus persen," pimpin Ryeon dengan suara tenang yang bergema lewat pengeras suara geladak. "Setel arah navigasi ke koordinat Samudra Barat. Bahtera Roda Bintang... berlayar!"

​SWOOSH!

​Bahtera baja raksasa itu meluncur deras menembus gelombang samudra, meninggalkan buih-buih putih di belakangnya.

​Langkah pertama Ordo Roda Bintang untuk menyeberangi samudra menuju Benua Barat dan menghadapi kekuatan Faksi Ksatria Murni resmi dimulai!

1
Scorpy
mencoba baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!