Indonesia
NovelToon NovelToon
Ingatanku Kembali Ke Usia 18 Tahun

Ingatanku Kembali Ke Usia 18 Tahun

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / CEO / Nikahmuda
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: KGDan

Saat membuka matanya, Clarissa Wilson tidak mengingat, kapan dia telah menikah dengan Stephen Sylvester, lelaki yang sudah lama ia suka.

Clarissa ingat, kalau ia baru saja menyatakan rasa sukanya pada Stephen, di acara kelulusan Sekolah mereka, tapi.. kenapa tiba-tiba saat membuka mata, ia sudah memiliki seorang putri berusia lima tahun bersama Stephen?

Apa yang sebenarnya terjadi? Clarissa merasa ada yang ia lewatkan, begitu ia terjatuh saat ingin memeluk Stephen.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 4.

"Ada yang ingin kusampaikan padamu!" suara Clarissa terdengar sedikit manja, sama seperti biasanya ia bicara pada sahabatnya itu.

"Aku akan menunggu kamu pulang kerja, kalau kamu bisanya malam pun, tidak masalah! ku mohon, Jennie!"

Raut wajah Jennie yang terlihat tidak suka pada Clarissa, dengan suara pelan menjawab permintaan Clarissa.

"Mm!"

Clarissa tersenyum senang mendengar jawaban Jennie.

Tapi, perlahan wajahnya kembali terlihat lesu, setelah panggilan ponselnya ditutup Jennie.

Ia sangat bingung dengan situasi yang sama sekali tidak ia mengerti.

Pertemuannya dengan Jennie, ditempat biasanya dulu mereka suka mampir.

Clarissa duduk termenung seperti orang linglung, menunggu Jennie bertemu dengannya.

Jennie yang tidak ingin bertemu dengan Clarissa, terpaksa datang juga ke alamat yang dikirimkan Clarissa padanya.

Wajah lesu Clarissa seketika berseri melihat sahabatnya melangkah masuk, membuatnya sontak bangkit berdiri menghambur ke arah sahabatnya itu.

"Jennie! akhirnya kamu datang! aku senang sekali bertemu denganmu!!"

Dengan raut wajah yang jelas sekali tidak suka pada Clarissa, Jennie melangkah kesamping menghindari Clarissa menghambur ke arahnya.

Clarissa sedikit bingung melihat sikap Jennie, tapi kemudian ia sama sekali tidak memperdulikannya.

Dengan sikap yang terlihat begitu senang sekali, karena bertemu dengan Jennie.

Sembari tersenyum, Clarissa kembali duduk ke tempat tadi ia duduk, "Jennie, ini jus yang biasa kamu sukai, sama seperti waktu disekolah kita!"

Clarissa menunjuk jus yang sudah ia pesan di atas meja untuk Jennie.

"Sekolah?" Jennie memandang acuh tak acuh gelas jus yang ada di depannya, "Aku sudah lama sudah tidak lagi suka dengan jus itu!" jawab Jennie dengan nada dingin.

Jennie lalu meletakkan tasnya ke atas sofa di sampingnya, dengan sikap yang tidak sabaran ingin segera pergi.

Clarissa kembali merasa heran melihat perubahan sikap Jennie, yang ia ingat tidak seperti itu padanya.

"Cepat! ada apa? masalah apa yang ingin kamu sampaikan padaku!" kata Jennie masih dengan sikap yang acuh tak acuh.

"Ada sesuatu yang membuatku bingung, kamu pasti akan merasa aneh kalau aku jelaskan padamu! tapi tolong kamu percaya padaku, ya?"

Jennie yang tadinya acuh tak acuh, mulai memperlihatkan raut wajah serius mendengar apa yang dikatakan Clarissa.

"Aku datang dari enam tahun yang lalu, saat aku berusia delapan belas tahun!!"

Raut wajah Clarissa terlihat begitu serius, mengatakan apa yang sebenarnya ingin ia sampai kan kepada Jennie.

Jennie yang tadinya juga sudah serius mendengarkan, apa yang ingin Clarissa katakan padanya, seketika menunjukkan raut wajah tidak tertarik mendengar apa yang disampaikan Clarissa.

"Clarissa! kalau kamu sakit, pergi ke rumah sakit berobat bukan mencari aku! ku pikir ada apa, membuang waktu ku saja!!"

Jennie meraih tasnya, lalu bangkit berdiri, sembari memperlihatkan sikap yang sangat kesal kepada Clarissa.

"Eh, tunggu dulu Jennie!" Clarissa sontak ikut berdiri melihat Jennie yang ingin pergi.

Clarissa menghadang langkah Jennie yang akan pergi, "Selain kamu, aku tidak tahu mau cari siapa untuk mencari tahu, dengan keadaan yang kualami sekarang ini! masak di umurku yang dua puluh empat tahun, aku kehilangan sahabat terbaikku?"

Clarissa memegang tangan Jennie, suaranya terdengar sangat sedih, dan juga terdengar cemas, "Sejak aku berusia delapan belas tahun, aku tidak bisa menyelesaikan masalah tanpa bantuan kamu Jennie!"

Jennie yang menyimak apa yang dikatakan Clarissa, tertegun melihat mata Clarissa yang tampak berkaca-kaca.

Ia pun merasa luluh, lalu kemudian kembali meletakkan tubuhnya duduk ke sofa.

Jennie meletakkan tasnya ke samping tempat ia duduk.

Clarissa tersenyum senang melihat Jennie tidak jadi pergi, "Aku tahu, kamu pasti membantuku!"

Dengan sikap yang masih terlihat acuh tak acuh, Jennie meraih gelas jus yang dipesankan Clarissa untuknya.

Bersambung........

1
pacarnya zayyan XODIAC💚💚💚
tu kan salah paham lagi....
ihhh gemesss deh kenapa gk saling jujur gtu. atau komunikasi kek bir gk salah paham... 😭
pacarnya zayyan XODIAC💚💚💚
wahh Clarissa kamu dibohongin.
memang benar sekertaris nya ettan berbohong.baru aj mulai baikan udah mau salah paham lagi...
Dilla Fadilla
lanjut thor up yg bnyk
kymlove...
bagus Clarissa dan Stephen.. bila perlu hancurkan keluarga anak nakal itu!!
kymlove...
Stephen mana weee
Guest
crazy up thor 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!