Indonesia
NovelToon NovelToon
Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Fantasi Timur
Popularitas:39.2k
Nilai: 5
Nama Author: FA Moghago

Seorang pendekar muda menjelajahi Bumi Nusantara dengan mengemban tugas mencari 7 pendekar lengendaris dan juga mencari kebenaran yang membuat kacau dunia persilatan.

Pendekar muda ini bernama Askara Paramanda.

Dalam perjalanannya Aska dipertemukan dengan berbagai hal baru dan melewati berbagai rintangan.

Maksud dan tujuan Aska belum terlihat jelas, kenapa paman sekaligus guru pencak silatnya menugaskan untuk mencari 7 pendekar lengendaris.

Akankah Aska dapat menemukan apa yang ia cari?

Legend of Archipelago Warrior: Askara Paramanda

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FA Moghago, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kerajaan Salakanagara

Pagi telah tiba. Aska masih pulas tertidur dengan selimut daun pisang. Sementara itu, penjaga sedang menyiapkan kelinci bakar hasil buruannya untuk sarapan. Aranya dan Rani terlihat sedang berlatih memanah.

Aranya menembakkan tiga anak panah sekaligus dan semuanya mengenai sasaran. Rani yang melihatnya merasa kagum. "Aranya, kamu hebat sekali bisa menembakkan tiga anak panah sekaligus!" puji Rani.

Aranya tersenyum, lalu Rani berkata, "Bisakah kamu mengajariku?"

"Tentu saja!" jawab Aranya. "Nyai juga hebat, bidikan anak panah Nyai selalu tepat sasaran."

"Kamu lebih hebat lagi," balas Rani. "Bisa tiga anak panah."

Aranya lalu mulai mengajari Rani melepaskan dua anak panah secara bersamaan, tetapi Rani terus meleset. Ia menghela napas kecewa. "Ternyata susah juga," gumamnya.

"Harus berlatih lama, Nyai," kata Aranya menyemangati. "Aku juga butuh waktu bertahun-tahun untuk bisa menembakkan tiga anak panah."

Rani kembali berlatih dengan semangat, begitu juga Aranya.

Saat sate kelinci sudah matang, penjaga berteriak memanggil mereka. "Nyai, Aranya, kemari! Sarapan sudah siap!"

Aranya mengerjai Aska yang masih tidur dengan mengusapkan sate kelinci ke hidungnya. Aska tiba-tiba menggigit sate itu, lalu terbangun. Mereka berempat kemudian sarapan bersama. Setelah selesai makan, mereka bergegas melanjutkan perjalanan menuju Kerajaan Salakanagara.

Setelah berjalan beberapa hari, mereka tiba di pedesaan pinggir kota Kerajaan Salakanagara. Selama perjalanan, semua penduduk desa berlutut dan memanggil Rani dengan sebutan "Nyai Rani". Aska terkejut dan berkeringat dingin, menyadari tebakannya benar: Rani adalah seorang putri raja Kerajaan Salakanagara.

Rani terus berjalan sambil memegang tangan Aranya, mengabaikan sapaan penduduk. Hingga memasuki ibu kota kerajaan, para penjaga mulai datang mengawal Rani. Di sepanjang jalan, penduduk kota berlutut dan memberi jalan. Aranya juga kebingungan, meski sudah menduga Rani berasal dari kerajaan, ia tidak menyangka Rani adalah seorang putri.

Setelah hampir seharian berjalan, mereka akhirnya tiba di gerbang istana. Aranya melepaskan tangan Rani dengan canggung dan berkata, "Nyai, sepertinya kami harus pergi sampai di sini saja."

"Kenapa, Aranya? Ayo masuk dulu, kalian bermalam saja di istana malam ini," ajak Rani.

Mendengar itu, Aranya terkejut, begitu juga Aska. "Tidak usah, Nyai. Kami tidak cocok berada di istana," jawab Aranya. Aska hanya terdiam, bingung.

Rani menarik tangan Aranya dan memaksa mereka masuk ke gerbang istana. Aska menelan ludah dan terus berkeringat dingin. Ini pertama kalinya ia diundang masuk ke istana kerajaan, berbeda dengan pengalaman di Sunda Galuh yang berujung konflik.

Sambil berjalan, Rani memperkenalkan area sekitar istana kepada mereka. "Kita ke kediamanku, Aranya. Di sana banyak makanan enak, kamu pasti suka," kata Rani. Aranya hanya bisa tersenyum kaku.

Mereka tiba di kediaman Rani yang megah. Rani membawa mereka ke ruang jamuan dan menyajikan banyak makanan serta buah-buahan. Awalnya, Aranya dan Aska makan dengan kaku. "Tumben, Aska, kamu makannya sedikit?" tanya Rani.

"Saya hanya sedang menikmati enaknya makanan ini, Nyai," jawab Aska.

"Kalau begitu, aku tinggal sebentar," kata Rani, lalu pergi.

Setelah Rani pergi, Aska dan Aranya saling pandang, tersenyum lebar, dan langsung melahap makanan dengan lahap.

Tak lama kemudian, Rani kembali. Ia tampak begitu cantik dengan pakaian putri kerajaannya, sampai-sampai Aska yang sedang menggigit apel menjatuhkannya.

"Nyai cantik sekali," puji Aranya.

"Terima kasih, Aranya," balas Rani. Ia lalu mengajak Aranya pergi, meninggalkan Aska sendirian. Aska menoleh kebingungan.

Di kamar Rani, Aranya diberi pakaian bagus. Ketika ia keluar, Aranya terlihat sangat cantik dengan pakaian sederhana namun mewah itu. Aska terpana, tidak menyangka gadis yang sering membuatnya kesal di perjalanan bisa secantik itu.

Setelah itu, seorang penjaga membawa Aska ke kamarnya untuk beristirahat. Sementara itu, Rani dan Aranya bermain keliling istana.

°°°

Tiga hari berlalu, Aska masih berada di istana Kerajaan Salakanagara. Namun, Aranya belum juga kembali menemuinya. Aska merasa bingung, ia tidak bisa pergi ke mana-mana karena takut menimbulkan masalah.

Saat berjalan di halaman tempatnya tinggal, Aska bergumam, "Aranya ke mana? Kenapa dia tidak kembali? Apa dia berniat menjadi orang kerajaan dan betah tinggal di sini?"

Aska mulai berkemas, bersiap untuk pergi. Lalu, ia bertanya kepada salah satu penjaga, "Paman, Nyai Rani ada di mana?"

"Siapa kamu berani sekali menanyakan nama Nyai Rani?" jawab penjaga itu dengan ketus.

"Tidak, Paman," kata Aska. "Saya hanya menanyakan teman saya yang bersama Nyai Rani."

"Oh, perempuan yang baru-baru ini menjadi teman Nyai Rani?" tanya penjaga itu. "Dia ada di istana pusat."

Aska bertanya lagi, "Bagaimana cara masuk ke istana pusat?"

"Kamu tidak akan bisa masuk," jawab penjaga itu tegas. "Itu hanya untuk keluarga inti kerajaan. Kamu hanya seorang tamu."

Aska menghela napas. "Sepertinya Aranya betah tinggal di sini," gumamnya. "Paman, bisa tolong antarkan saya keluar istana?"

Penjaga itu mengantar Aska hingga gerbang istana. Sesampainya di sana, Aska berkata, "Paman, tolong titip pesan untuk teman saya, Aranya. Katakan padanya untuk tinggal saja di sini. Jangan mencari saya, karena perjalanan ke depannya pasti akan lebih berbahaya. Di istana kerajaan, dia akan lebih aman."

Penjaga itu mengangguk. "Berhati-hatilah," ucapnya.

Aska pun melangkah pergi, melanjutkan perjalanannya menuju arah utama Kerajaan Salakanagara. Ia merasa hampa, namun dalam hatinya ia yakin bahwa Aranya akan terluka jika terus bersamanya. Perjalanan yang akan ia tempuh ke depannya akan jauh lebih berbahaya.

°°°

Di dalam istana, Aranya mendapatkan banyak pujian dari para Senopati dan panglima kerajaan atas kemampuannya memanah. Rani sebagai putri kerajaan juga merasa bangga dan bersemangat berlatih bersama Aranya.

Di saat Aska sudah berjalan menjauh dari istana, Aranya dipanggil oleh raja Kerajaan Salakanagara, Paduka Prabu Darmalokapala Ajraksa Gapura Sagara, untuk menghadap di aula pusat istana. Aranya berjalan bersama Rani menuju aula. Begitu masuk, terlihat sosok raja yang duduk di singgasananya dengan aura kewibawaan. Rani memberi hormat, "Sembah, Ayahanda." Aranya ikut berlutut dan berkata, "Sembah, Paduka Prabu."

Raja Darmalokapala menatap Aranya sejenak, lalu berbicara, "Aranya Drwya, kamu memiliki bakat yang luar biasa dalam memanah. Bahkan di antara ribuan pasukan kerajaan, tidak ada yang sehebat kamu. Sungguh bakat yang langka."

Aranya menunduk, mendengarkan dengan saksama. Raja Darmalokapala melanjutkan, "Maukah kamu berdiri di kerajaan ini dengan menyandang gelar Senopati Srikandi dari Salakanagara?"

Mendengar tawaran posisi yang sangat tinggi itu, Aranya terkejut. Namun, ia menjawab, "Mohon maaf, Paduka Prabu, saya tidak pantas menyandang gelar kehormatan setinggi itu."

Raja Darmalokapala menjawab, "Kamu tidak perlu merendah. Tidak ada satu pun dari seluruh wilayah kerajaan yang memiliki kemampuan memanah sebaik kamu."

Aranya menjadi bingung. Tawaran dari raja sangat sulit untuk ditolak, namun di sisi lain, ia harus melanjutkan pengembaraannya bersama Aska. Tiba-tiba, ia teringat bahwa sudah tiga hari ia tidak bertemu Aska karena keasyikan bermain dengan Rani.

Dengan mantap, Aranya berkata, "Maaf sekali lagi, Paduka Prabu. Bukannya saya menolak tawaran Paduka, namun saya memiliki misi yang harus diselesaikan bersama teman saya. Saya harus mengembara hingga selesai."

Dengan tatapan tajam dan bijaksana, Raja Darmalokapala menjawab, "Baiklah. Jika kamu telah menyelesaikan pengembaraan dan hendak kembali ke istana Kerajaan Salakanagara, posisi Srikandi akan selalu siap untuk Ananda Aranya Drwya."

"Terima kasih, Paduka Prabu," jawab Aranya sambil berlutut memberi hormat.

Setelah keluar dari aula istana, Aranya teringat kembali. "Nyai Rani, saya lupa! Sudah tiga hari saya tidak bertemu Aska."

Rani juga terkejut karena ia juga lupa. "Ayo kita ke tempatnya!" ajak Rani.

Sesampainya di kediaman Aska, mereka mendapati Aska sudah tidak ada. Rani bertanya kepada penjaga, yang kemudian memberitahu bahwa Aska sudah pergi sejak pagi menuju arah utara kerajaan dan menitipkan pesan untuk Aranya.

Mendengar itu, Aranya bergegas mengambil perlengkapannya dan berlari keluar istana mengejar Aska. Rani yang sempat kebingungan, segera berlari ke kandang kuda, menaikinya, dan mengejar Aranya. Akhirnya, Aranya diantar oleh Rani dengan kuda untuk mengejar Aska.

1
Xiaoer
Lanjutkan, Novel langka ngangkat Nusantara
Xiaoer
Lanjutkan, bagus nih, novel langka
Casudin Udin
Luar biasa
Eko Subagyo
mantab dan tetap gass poll jangan kasih kendorr update nya Thor 👍❤️
Eko Subagyo
mantab cerita silat Nusantara 👍❤️💪
Eko Subagyo
like 👍
Raka Afidien
like untuk tiap bab biar othorr makin rajin berkarya
Raka Afidien
bagus cerita'a thorr,kocak pula😁
Zaidin Ahmad
lanjut
Putri Srirahayu
Tamat ya?ko.ga dilanjut Thor?
hebriel Willy
kapan up thor
UCHI °OFFICIAL°
Semangat kak
SUNGSANG GENI
hem... kemana nih penulis..
SUNGSANG GENI
Gue demen banget nih cerita.. mantap menjunjung nilai.sejarah.. tokoh tokohnya juga sesuai dengan kerajaan galuh pakuan.. mantap thor..
Deny Njank
bagus...suka..masih jarang cerita pendekar dgn latar belakang cerita pendekar dari parahiangan(tatar sunda) slm ini cerita lokal yg sy baca kebanyakan dgn latar belakang kerajaan jawa.sukses thor ttp semangat
Arjunandar
Sampurasun, mari mampir di cerita berlatar Nusantara (khususnya Jawa barat) abad ke 5 yang disisipi peristiwa sejarah.
PENDEKAR PAYUNG TERBANG
intan
lanjut
Kadek
HAI KK, CERITA YANG BAGUS
SAMGAT YA
JANGAN LUPA MAMPIR YA KK

~KISAH PENDEKAR RAMALAN

~MELIK

TINGGALKAN JEJAK DAN AKAN AKU KUNJUNGI BALIK
🙏🙏🙏
Diana Ana
lanjut
Admiral Farmuhan
wkkwkw
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!