Indonesia
NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Biru

Takdir Cinta Biru

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Teen Angst / Teen School/College / Persahabatan / Tamat
Popularitas:45.7k
Nilai: 5
Nama Author: La-Rayya

Biru adalah gadis yang cantik. Dia begitu sederhana, pintar, dan juga pekerja keras.

Dylan adalah seorang pemuda yang tampan dan dia juga mahasiswa yang paling pintar di kampus.

Mereka berdua menjadi sahabat baik. Setelah itu Dylan menjadi begitu protektif terhadap Biru. Akankah Biru akan menyukai sikap Dylan yang seperti itu?

Dan saat sesuatu terjadi pada mereka berdua, akankah keduanya tetap berteman atau malah saling mencintai atau bahkan menjadi musuh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon La-Rayya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makan Malam

Biru keluar dari dalam apartemennya. Dia melihat Dylan yang berdiri di samping mobilnya.

"Dylan maaf sudah membiarkanmu menunggu." Ucap Biru.

Dylan memiringkan kepalanya dan melihat bagaimana cara Biru berpakaian hari ini. Biru menggunakan sebuah dress sepanjang lututnya dengan menggunakan sebuah mantel di luarnya. Walaupun dress nya itu sederhana, tapi dress itu sangat cocok digunakan oleh Biru.

Biru terlihat sangat cantik.

Biru memang jarang mengenakan sebuah dress. Itulah kenapa dia terlihat berbeda hari ini dan make up yang dikenakan Biru membuatnya terlihat lebih cantik lagi.

Saat dia tiba di sisi Dylan, Dylan langsung mengeratkan mantel yang dikenakan Biru. Kemudian dia membuka pintu mobilnya dan Biru masuk ke dalam.

Dylan berjalan ke arah sisi lainnya di mana kursi pengemudi berada dan dia pun masuk kemudian mobilnya pergi meninggalkan apartemen Biru.

Dylan yang masih mengendarai mobil, sesekali menatap ke arah Biru.

Biru berpura-pura tidak mengetahui hal itu. Sebenarnya dia merasa sedikit gugup saat berhadapan dengan Dylan. Biru tidak pernah merasakan hal seperti itu sebelumnya saat dia berada di sisi Dylan.

Itu terjadi karena ciuman mereka.

Biru mencoba untuk menenangkan dirinya sendiri. Dia mencoba untuk bertingkah normal.

Saat mereka tiba, Biru keluar dari dalam mobil dan berjalan di samping Dylan.

Dylan menaruh lengannya di atas pundak Biru dan masuk ke dalam ruangan pribadinya.

"Biru, Louis dan Morgan sudah sampai." Ucap Dylan.

"Hai, kau terlihat cantik Biru." Ucap Morgan memuji Biru.

Biru tersenyum dan berkata, "Terima kasih."

Louis juga mengangguk.

"Iya Morgan, kau benar. Kau sangat cantik hari ini Biru." Ucapnya kepada Biru.

Biru lalu duduk dan berpura-pura marah .

"Louis terima kasih. Eh tunggu dulu, apa maksudmu bahwa selama ini aku ini jelek dan hari ini saja aku cantik?" Ucap Biru.

Louis dengan cepat tertawa dan menggelengkan kepalanya.

"Tidak tidak... kau selalu cantik tapi hari ini kau lebih cantik. Bukankah aku benar Morgan?" "Ucapnya.

Sekarang mulia Louis Morgan menganggukkan kepalanya Biru merona dan berkata tunggu dulu aku tidak punya uang receh untuk kuberikan kepada kalian Ucapnya.

Louis bertanya, "untuk apa?"

Biru pun menjawab.

"Untuk kuberikan kepada kalian berdua. Sebagai imbalan karena memujiku. Ah aku lupa kalian punya lebih banyak uang dibandingkan aku dan kalian tidak menerima uang receh.

Kemudian Louis berkata lagi dengan matanya yang menatap ke arah Dylan.

"Jika kau mau memberikan aku sebuah imbalan, bagaimana kalau pergi berkencan denganku satu hari?" Ucap Louis.

"Kalau begitu mau harus menyiapkan sebuah kencan yang hebat untukku." Balas Biru.

"Tentu saja. Aku tidak akan pernah mengecewakanmu." Balas Louis.

Mereka semua tertawa, namun Dylan yang tetap terdiam menatap ke arah Louis dengan tatapan yang dingin saat dia mendengar Louis meminta Biru untuk berkencan dengannya. Louis tersenyum saat dia melihat Dylan menatap ke arahnya dengan tajam.

Beberapa saat, pelayan menyajikan banyak makanan yang membuat Biru tampak terkejut.

"Wow ini makanan yang sangat banyak. Untuk apa ini semua?" Tanya Biru.

"Sekarang ini sudah hampir akhir tahun. Jadi aku mengambil inisiatif untuk mentraktir kita makan besar." Ucap Morgan.

"Bukankah ini karena kalian semua mendapat keuntungan yang besar." Ucap Biru.

Biru mengetahui bahwa mereka bertiga memiliki bisnis dan mereka semua juga aktif dalam bisnis mereka itu. Louis pun tertawa.

"Kau selalu mengetahui hal itu. Baiklah Biru, nikmatilah makanan ini. Apa yang ingin kau makan? Biarkan aku mengambilnya untukmu." Ucap Louis.

Dylan kembali memberikan tatapan dingin ke arah Louis dan berkata, "makan saja makananmu sendiri. Aku bisa mengambilnya untuk Biru."

Louis duduk kembali dan tersenyum. Dia sebenarnya sengaja memprovokasi Dylan karena dia hanya ingin melihat reaksi dari Dylan.

Bersambung...

1
coastbycoast
Fix ceritanya bikin aku kecanduan buat terus baca huah
BeautyBabe
Permisi thor izin bertanya.. kapan kiranya ceritanya bisa lanjut? Saya sudah menunggu.. tapi akan terus saya tunggu hingga ribuan purnama huhu
girl gang goodies
Kakak author tau candu, kan? Ya ituuu kayak ceritanya author hua! Semangat menulis thor!!
Gadis Sandman
cepat up tor di tunggu tiap hari nie
Aprilia
Bagus
TickleStar
sukses selalu authorr 🤗🤗 aku selalu mendukung mu
Pin-Up Yang Elegan
Beberapa bab ini makin bikin kepo, lanjut dong!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!