Indonesia
NovelToon NovelToon
Dreamcatcher Sang Kapten

Dreamcatcher Sang Kapten

Status: tamat
Genre:Fantasi Wanita / Cintapertama / Tamat
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: Litap

Dikisahkan kehidupan pedih dari sang Tokoh Lili, yang hidup Menderita dan penuh ujian dari Kecil, mengubah pandangannya ke pada dunia, siapa sangka ujiannya semakin berat kala memasuki usia remaja----.

Lili menjadi korban Perundingan di sekolah, kondisi ekonomi semakin memperparah keadaan sang tokoh, mampukah sang tokoh melewati berbagai ujian dalam kehidupannya ekonomi, Cita-cita, dan kerumitan kisah cinta sang Tokoh.----

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Litap, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lumuran Darah

..................

Tak terbayang bagaimana yang sedang dirasakan Lili sekarang, tubuhnya basah kuyup, tangannya dan kakinya di ikat rantai besi, tubuhnya mengigil karena kedinginan, dan dia merintih kesakitan karena berulang kali di pukul oleh Sintya dan Mutiara, Kini jarum jam sudah menunjuk pukul 23:00 perut Lili sedari pagi belum terisi, walaupun Andika membawakan Lili sepiring nasi tadi namun Sintya membuang nasi itu, alhasil tubuhnya kini tak berdaya, terasa sangat lemas.

Selang beberapa menit kemudian, seorang wanita memasuki ruangan tersebut memakai jaket, masker dan topi hampir tak bisa dikenali, datang langsung menghampiri Sintya, dan membisikkan sesuatu. Entah apa yang dibisikkan wanita itu, Sintya kemudian langsung emosi, wajahnya memerah melihat Lili kedalam ruangan berjeruji itu.

"Kak", sahut Mutiara terkejut melihat Sintya yang wajahnya sudah memerah, dan tangannya sudah di kepalkan sangat keras.

" Ambilkan aku pisau", kata Sintya kepada seorang preman yang ada disampingnya.

Preman itu tak dengan cepat mengambil pisau buah yang ada di meja, dan memberikannya kepada Sintya.

"Buka gemboknya, cepattttt", perintah Sintya dengan keras.

Mendengar teriakan Sintya, Lili terbangun dan betapa terkejut dan ketakutannya kala melihat Sintya, dengan muka merah dan pisau ditangannya, sintya berjalan kepada Lili yang sedang duduk dan memeluk Lili dari depan.

"Hari ini ajalmu sudah tiba", kata Sintya di telinga Lili, dan kemudian mendorong Lili ke belakang, dan memerintahkan supaya Lili dibawah keluar dari ruangan itu.

" Bawah ke lapangan belakang sekolah, aku akan menghabisinya di atas, biarkan darahnya menyerap ke tanah sekolah ini", perintah Sintya berdiri dan berjalan duluan keluar dari ruangan bawah tanah itu.

Sesampainya di lapangan, preman itu menjatuhkan tubuh Lili ke tanah, sehingga Lili terpental sangat keras.

"Minggir", kata Sintya mendekati Lili yang dan mengangkat tubuh Lili untuk bisa duduk, karena tubuh Lili sudah sangat lemas hingga ia sudah tidak bisa duduk lagi, kemudian Sintya memeluk tubuh Lili dari depan supaya tubuhnya tidak jatuh ke tanah.

" Hari ini, Setelah aku membunuhnya kalian bisa menikmati tubuhnya ", turut Sintya kepada Para preman bayarannya itu.

"Kau bukan manusia", sahut Lili yang sudah sangat lemas.

" Berani sekali kau, mengambil semua orang yang aku cintai", ujar Sintya lagi dengan gertakan giginya yang begitu jelas terdengar

"Kau mungkin membunuhku hari ini, tapi hanya aku yang telah memenangkan hati mereka bukan dirimu". jawab Lili

Kedua sudut bibir Sintya naik perlahan, membuat senyuman penuh kemarahan di wajahnya terlihat begitu besar kekesalan di wajahnya itu, kedua tangannya perlahan mengayunkan sebuah Pisau kepada perut sisi kanan Lili.

"Aahhh", jerit Lili memegang Perutnya berusaha menahan tangan Sintya supaya tidak terus mendorong pisau yang menancap di perutnya itu.

"Dan aku akan mengakhiri cinta itu hari ini, kau merebut semuanya dariku, bahkan Andika sangat mencintaimu, dia rela menghianatiku karena wanita kampungan sepertimu". Sintya semakin erat memeluk Lili, dengan salah satu tangannya tetap berusaha mendorong pisau untuk menancap jauh kedalam perut Lili

"Kalau begitu, akan beritahu aku juga mencintainya", tutur Lili yang sudah terasa lemas, karena lukanya sudah sangat terasa sakit dengan terus mengeluarkan darah.

Mendengar ucapan Lili, Sintya mendorong Lili sehingga ia jatuh ke tanah, dengan posisi terbaring berlumuran darah, Lili masih berintih kesakitan, berusaha mencabut benda tajam itu dari perutnya.

"Kau, harus mati sekarang", sahut Sintya mengambil sebuah Besi panjang dari balik kursi kayu, berada sekitar 5 langkah dari Lili, Sintya berjalan sambil menarik besi panjang itu, untuk memukul Lili sampai ia kehilangan nyawanya.

" Kalian semua akan tahu akibatnya jika melawan Sintya Harry Widjaja", mengangkat Besi Panjang besi itu dan siap memukul Lili yang terbaring di tanah dengan darah yang sudah mengalir dari dalam tubuh Lili

Dor... Dor..

Dua tembakan seorang polisi yang dari balik pintu.

Suara tembakan tersebut membuat Sintya terkejut dan besi yang sudah diangkatnya terjatuh dan menimpa kakinya, dia pun berjerir kesakitan.

Melihat kehadiran Seorang polisi berseragam lengkap tersebut, para preman bayaran sintya juga menodongkan Senjata api mereka ke pada Polisi di depan pintu itu, namun sayangnya Aparat gabungan itu sudah siap sedia, mereka berhasil melumpuhkan Semua preman itu dan memborgol mereka.

"Lili, buka matamu", teriak Andika kepada Lili berusaha menahan luka yang terus mengeluarkan darah.

Karena Tubuh Lili seolah tak merespon apapun lagi, Andika menggendong Lili dari Halaman belakang sekolah tersebut. Dengan air mata yang terus mengalir di pipinya, berlari sekuat tenaga mendapati tim medis kepolisian yang sudah siap sedia bila mana sandera ada yang terluka.

"Biarkan aku pergi, dengan cinta yang tak pernah engkau ketahui, dan aku bahagia kau tak mengetahui seberapa besar cintai ini untukmu, Andika". gugam hati Lili, sebelum dia benar-benar tak sadarkan diri.

Andika yang harus menjalankan tugasnya, tak bisa mengantar Lili ke rumah sakit, dia hanya menitip Lili kepada tim medis kepolisian untuk melakukan yang terbaik untuk gadis yang begitu ia cintai itu, melihat mobil ambulans itu pergi, hatinya begitu rapuh dan hatinya begitu terasa amat sakit.

"Kapten, kita harus kekantor sekarang", tutur Iptu teddy

Iring-iringan mobil aparat gabungan mengawal semua pelaku yang ada di sekolah termasuk Sintya , Mutiara, dan Ribka rupanya wanita yang datang memberikan informasi kepada Sintya adalah Ribka. mereka dikawal untuk dibawah ke kantor polisi untuk di periksa, sedangkan lebih awal ambulans yang membawa Lili sudah pergi juga dikawal aparat agar diperjalanan tidak ada kendala supaya sampai di rumah sakit dengan cepat.

Peristiwa tersebut juga menyita perhatian Masyarakat sekitar banyak yang penasaran dan berkumpul di depan sekolah, namun gerbang sekolah sudah di segel aparat dan di tandai garis polisi.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Bersambung

1
cahyatama rafiqi
lii🥰
◌ᷟ⑅⃝ͩ● °°~°°Dita Feryza🌺
jangan lupa follback, dan mampir dikarya ku,🙏🏻🥰
Dee Nur
semena mena banget sih sintya
Dee Nur
kejam banget nih temen temen nya
Serni Tangkepadang
semngat Thor
Ai
Dukung karyaku juga ya
Ai
Bab ini lebih enak dibaca. Semangat, Thor/Smile/
Ai
Nice story, Thor.
Tapi, izin saran ya 🙏🏻 Penggunaan tanda baca dlm percakapan lebih diperhatikan lagi agar lebih enak dibaca /Smile/
Litap: Terima Kasih atas Sarannya🙏🏻😇
total 1 replies
Rinjani Putri
asik alurnya greget
Rinjani Putri
duh jadi ikutan greget kk
Rinjani Putri
lanjut
Rinjani Putri
semangat KK ijin tinggalkan jejak dikaryamu ya yuk mampir juga di ceritaku
putri aulia
semngat /Smile/
Aegis
mulai mampir.
Ryaici Saristi
semngat
Ryaici Saristi
hadir
Sahabat Senja
Wahhh keren kak. Aku suka tulisan rapi, boleh gantian mampir ya kak di cerita aku. Saling kasi support ☺️☺️🔥🔥
Elzi Lamoz
seru ceritanya, mampir juga ya. kekaryaku...

See you
Mariloly Salas Sandoval
Seru banget, cepetan update dong thor!!
Litap: Terima Kasih:)
udah ongoing 6 episode, ikutin terus yah ceritanya:")
total 1 replies
Brock
Aku suka banget sama karakter di dalam cerita ini, author jangan berhenti yaa!
Litap: Terima Kasih:)
semoga ndk bosan Ya ikuti Ceritanya:")
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!