Indonesia
NovelToon NovelToon
Cintaku Yang Datang Terlambat

Cintaku Yang Datang Terlambat

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:13.1k
Nilai: 5
Nama Author: sky tulip

Aliza sudah lama tidak memiliki niatan menikah sampai bisa di sebut perawan tua tapi, saat pulang dari bekerja di apotik ia kedatangan tamu laki-laki di apartemennya yang mengatakan ia suaminya.

Bagas tidak mau menikah lagi trauma dengan pernikahan sebelumnya dimana istrinya ternyata memiliki pria lain dan memilih pergi dengan pilihannya. Bagas hidup menduda cukup lama sampai sang ayah memintanya menikah dengan putri dari sahabat nya yang ternyata itu Aliza.

Tak saling kenal. Sangat kaku dengan hubungan ini.
Aliza yang dingin dengan Bagas begitu pula Bagas.
Tapi, usaha sekeras apapun Bagas akan mencoba untuk membuat Aliza menyukai kehadirannya.

Tapi, siapa sangka jika Bagas tidak akan pernah memiliki Cinta di dunia ini.

Aliza akan pergi jauh dan tak akan kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sky tulip, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagas dan harinya

Aliza menutup kasar wadah bekalnya.

"Iya?" Tanya Bagas lagi, sepertinya mengusili Aliza adalah hobi yang baru di buat Bagas.

"Kenapaa hah, apanya?"

"Gue gak kenal Raka, gue dah nikah lagian ngapain bahas orang lain mulu apa sih mau lo hah, gue gak paham jangan buat gue bilang..."

"Aliza sayang kamu gak akan paham Laki-laki, kita punya wilayah dan teritori, tidak ada yang suka miliknya di ganggu Aliza, kamu mendekati wilayah lain sama aja aku harus gelap mata bilang, kalo- aku menuduh Raka mau mencuri kamu."

Meneguk kasar ludahnya.

"Hah.. Gila aneh gak masuk akal, sejak kapan kita ada perasaan Gas, enggak gue aja gak suka..." Aliza kembali terdiam membeku untuk kedua kalinya di dapur ini tatapan Bagas membungkam tanpa suara keras seperti deheman kasar atau gebrakan meja karena marah.

"Raka temen ku, kami temenan lama, gak mungkin aku gak kenal, Aliza kamu istriku sudah hampir sebulan lebih atau dua bulan jalan kita jadi suami istri, kamu paham kan maksudku?" Lembut dan halus bahkan Bagas sudah menahan emosinya karena Aliza terus membela diri. Tidak bisa ikutan marah juga Bagasnya. Bagas harus tenang.

"Iya maaf," ucap Aliza tiba-tiba.

"Aku kenal aku gak mungkin bilang dan harus pura-pura gak kenal..." Aliza terdiam saat Bagas memberesi bekal dan menyiapkan jus buah kental untuk sarapan dan ia sudah memanasi mobil.

"Tunggu didepan." Sangat menyeramkan hanya dua kata itu terdengar suara sangat tegas dan besar. Aliza langsung patuh dan keluar.

Bagas tersenyum geli, Ah lucunya.

Aliza duduk di teras tangga.

"Gak bisa boong, suami posesif tapi, gak cinta."

"Nanti juga cinta, apa mau bercinta?" Bagas menyahutnya sekaligus menawarkan penawaran aneh menurut Aliza juga memalukan.

"Gak.. aku gak mau ituan sama kamu." Sambil berjalan mengikuti Bagas.

"Kalo gak sama aku sama siapa, kamu mau di luaran trus sakit trus..." Bagas mengerem kalimatnya. Sambil naik kedalam mobil. Aliza ikut masuk seketika itu suara geledek terdengar.

"GAK LAH ANEH AJA AKU WARAS YAA GAK EDAN KAMU NIH KALO NGOMONG YANG BENER LAGIAN EMANG DI LUARAN ADA KAYAK GITU MANUSIA TAU MALU KALI!"

Bagas terkekeh tiba-tiba tertawa terbahak bahak Aliza bingung juga shok kaget. Bagas menyiapkan sabuk dan memasangnya untuk Aliza masih sedikit geli senyum-senyum manis.

"Ketawa!" Terkejutnya.

Bagas geli sendiri. Masih bisa menjalakan mobil keluar dari halaman rumah.

Tangan Bagas terulur memegang kepala Aliza dan mengusapnya sayang.

"Ada Aliza, kamu polos ya, Kamu harus bilang suamimu kalo kamu mau main jauh apa lagi pergi sama siapa aja, Ingetkan kalo Suamimu itu bisa tau kartu as kamu tanpa liat kamu pegang berapa kartu."

Meneguk kasar ludahnya. Bagas tersenyum lagi lalu fokus mengemudi.

Aliza memegang ujung jilbabnya dan diam saja sepanjang jalan.

Di apotik Aliza kepikiran ekspresi Bagas dan ekspresi saat datar tapi, mematikan.

Kenapa kesannya menyudutkannya kenapa? Kenapa rasanya itu buat Aliza takut akh sialan juga kenapa mudah tunduk ya? Bagas itu lebih kuat dominan pemimpin banget bijak gak pelit sama istri orang tersayang, ngomongnya! Ya, cara dia bicara dan ngomong itu bener-bener buat Aliza tunduk, suara lembut kalimat halus tapi suasana mematikan, hah! Itu yang ada di kepala Aliza.

Bagas! Jerit batinnya.

Setelah melayani pembeli kembali Aliza duduk menatap wadah bekal dna botol air warna pink kalem.

"Lo kenapa ngeliatin bekal lo?" Kata Nurul kepo.

"Aliza." Seketika itu berdehem yang membuat Sela menoleh Sela duduk di kursinya belakang Aliza dan Nurul berdiri dengan setengah badan bersandar pada meja kasir.

"Enggak apa-apa lah, bias." Sela menganggukkan kepalanya.

Seketika itu mendapat pesan singkat. Sela berjalan ke gudang dan menelpon seseorang Nurul sempat mrlihatnya dan kembali memainkan hpnya.

"Gue gak mau lanjut ama Bagas bisa gue takut gue gak suka dan... hiss abah sama umma kan yang ngebet gue nikah kenapa gue sama Bagas." Kesalnya dalam hati meronta menatap air embun yang menetes keluar dari permukaan botol.

Bagas terasa gatal kupingnya saat sibuk melihat trombosit pasien.

"Ini udah hampir normal bu, jadi nanti usahakan sedikit atau sebentar-sebentar di gerakin jangan enggak ya, nanti kaku bekas jahitannya, atau gerak pelan banget." Jelas Bagas.

Perempuan remaja itu menatap Bagas kagum.

"Dokter umur berapa?" Katanya.

Bagas tertoleh dan ibunya menoel lengan anaknya.

"Ibu..."

Bagas tersenyum.

"Saya umur tiga puluh tahun kurang lebih..."

"Wah muda.."

"Huhss.. Maaf dok.."

Bagas tersenyum mengangguk.

"Dok boleh gak..."

"Boleh?" Bingung dengan ucapan pasiennya.

Ibu si anak perempuan itu malu sekali rasanya Bagas lihat nya tadi sedikit melirik.

"Jadi istri Dokter."

"Naina! Astagfirullah anak ku... maaf dok maaf ya." Kata sang ibu langsung menepuk sedikit bersuara bibir sang anak dua perawat wanita dan satu pria di belakang Bagas tersenyum di balik maskernya.

Bagas tersenyum juga di balik maskernya.

"Kalo begitu saya permisi ibu, mbaknya.."

"Dok tadi gimana?" Bagas berbalik lagi baru dua langkah pergi.

"Saya udah punya istri, cukup satu aja... maaf ya."

Sang ibu langsung mengomeli anaknya. Perawat di belakang Bagas saling melirik lempar tatapan kaget dan juga geli dengan anak itu.

"Bapak udah nikah lagi? Sama siapa pak?" Kepo salah satunya pasti perawat perempuan yang bertanya.

"Kalian percaya?" Keduanya bingung lagi saling tatapan lagi.

"Laporannya jangan lupa ruangan saya tolong ya, Saya mau pulang cepet." Kata Bagas dengan suara yang tegas dan sedang tidak dalam mode bercanda.

Keriganya menganggukkan kepala.

Bagas masuk kedalam ruangannya dan mengganti jasnya dengan jaket.

Harusnya hari ini ia tak masuk kerja malah dapat panggilan masuk karena pasiennya tidak bisa di kendalikan bukan yang anak perempuan tadi tapi, ibu lansia di kamar vvip.

Keluar rumah sakit dan langsung menaiki mobilnya hoddie yang sama yang di gunakan untuk mengantar Aliza ke apotik celana jeans panjang hitam.

Di tempat lainnya Wulan kebingungan dengan obat Rafka karena harus keapotik tempat musuhnya kerja kenapa musti kemari ia jadi tidak bisa berbohong atau membuat alasan kan...

Tarik nafas lalu hembuskan. Wulan melangkah masuk dan menatap Aliza.

"Obat ini, ada mbk?" Pura-pura tak kenal, begitu juga Aliza yang ramah menyambutnya.

Aliza menatap Wulan dengan tenang.

"Minum sesuai anjuran dokter ya, sebelum dan sekarang aturan di samakan."

"I-ya... Makasih." Wulan keluar dan berjalan pergi dari apotik itu.

"Wulan." Ucap Aliza pelan. Kenapa rasanya mau benci Wulan itu gak bisa. Ada sesuatu dalam hati Aliza untuk tetep maafin aja tapi, Aliza waktu itu jengkel sampai ubun-ubun bahkan sampai kepalanya ingin meledak. Aliza bisa tahan sekarang sesuatu apa ini?

Tiba-tiba ucapan Bagas berputar di kepalanya.

Raka ya?

Apa Bagas cemburu waktu di halte itu. Raka juga bukannya seneng banget... Sekilas wajah sedih dan anggukan Raka terputar di kepalanya saat Aliza di gendong Bagas dengan santainya keluar dari rumah sakit, lalu waktu mereka.

"Makan siang sayang."

"Hah!"

1
Dika
lanjut
Daniah Andini
waow gercep yang miterius
Uswatun Hasanah
hadir
Uswatun Hasanah
lanjut
Uswatun Hasanah
hadir
Uswatun Hasanah
lanjut
Uswatun Hasanah
hadir
Uswatun Hasanah
lanjut
Uswatun Hasanah
bagus
Uswatun Hasanah
hadir
Uswatun Hasanah
lanjut
Uswatun Hasanah
lanjutkan
Uswatun Hasanah
lanjut
Uswatun Hasanah
blm mudrng dengan bahasa ceritanya
Uswatun Hasanah
hadir
Uswatun Hasanah
hdr
Uswatun Hasanah
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!