Indonesia
NovelToon NovelToon
Anak Suamiku

Anak Suamiku

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Tamat
Popularitas:168.3k
Nilai: 5
Nama Author: Yenita wati

Bagaimana rasanya saat suamimu tiba-tiba membawa seorang anak dan istri keduanya untuk tinggal bersamamu?

Ana harus menjalani kehidupan yang pahit saat anak dan istri kedua suaminya tinggal satu atap dengan nya.

Ana yang tidak mempunyai siapa-siapa dan menggantungkan hidup nya pada Hadi, suami nya terpaksa menerima semua itu. Apalagi dirinya dinyatakan mandul dan tidak akan pernah bisa memberikan suaminya keturunan.

Namun seiring berjalannya waktu, terungkap lah siapa anak itu sebenarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenita wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kelabakan

"Oh ya, Bu Ana, Dinda kok kelihatannya kayak anak kekurangan kasih sayang, ya. Saya lihat cara makan dia, cara berteman dia kayak masih takut gitu. Kayaknya dia punya trauma masa lalu, deh."

Astaga, aku dan ibu yang lain terkejut mendengar ucapan Mala. Mengapa dia harus menanyakan hal ini?

"Jawab dong, Bu Ana, kok malah diam aja. Apa Dinda itu dulunya sering Bu Ana pukulin ya makanya kayak trauma gitu."

"Astaghfirullah, Bu Mala, nggak boleh ngomong kayak gitu. Itu namanya menuduh. Kalau nggak ada bukti, bisa jadi fitnah." Kini Bu Hafizah yang menegurnya. Wanita berhijab ini, sifat dan perkataannya memang sangat santun dan selalu berisi nasihat baik.

"Lho, saya kan cuma nanya. Cuma jawab aja apa susahnya." Mala masih tak mau disalahkan. Dasar wanita egois yang suka cari gara-gara.

"Maaf, ya, mau apapun masa lalu Dinda, saya nggak memiliki kewajiban untuk memberitahu kamu." Aku menjawabnya dengan ketus.

"Nah, kan, bener, berarti Dinda punya trauma masa lalu. Ya ampun, jadi ibu tiri kok jahat banget."

"Terserah, yang penting saya tegaskan bahwa saya nggak pernah melakukan apa yang kamu tuduhkan barusan."

"Udahlah, Bu Mala, nggak boleh gitu." Novi kini menasihati Mala.

"Kalian nggak tau aja kan kelakuan Dinda itu gimana? Dia itu kalo makan kayak orang takut makanannya di ambil. Terus kalau diajak main sering ketakutan. Tau nggak karena siapa? Ya karena dia!"

Novi menatapku dengan tatapan aneh. Ah, Sepertinya dia mulai terhasut ucapan Mala. Padahal, di rumah Dinda tidak seperti itu. Mengapa di sekolah dia jadi begini? Apakah ada yang ditakutinya?

"Mamaaaa!" Dinda terlihat berlari ke arahku. Dia terlihat begitu riang gembira. Dirinya begitu manja saat aku mengusap kepalanya.

"Gimana sekolahnya, Sayang?" tanyaku sambil mengecup keningnya berkali-kali.

"Halah, sok baik biar dianggap sebagai ibu yang penyayang padahal aslinya jahat!"

Aku tak menanggapi omongan Mala. Tapi, ada baiknya aku menanyakan sendiri pada Dinda mengapa dia seperti itu di sekolah.

"Sayang, katanya kamu sering takut diajak main dan takut makanannya diambil. Apa itu benar?" tanyaku to the point. Biar mereka semua mendengar apa yang menjadi penyebab Dinda seperti itu.

"Iya, Ma. Soalnya Dinda takut. Setiap Dinda makan, ada yang suka ngambil makanan Dinda buat dijatuhin ke lantai. Terus kalau Dinda diajak main, ada yang suka dorong Dinda sampe jatuh."

Akhirnya terjawab sudah mengapa anak kesayanganku jadi seperti ini. Rupanya trauma itu bukan dibuat olehku, melainkan temannya.

Kini aku bisa melihat wajah Mala yang kecewa. Aku tahu pasti dia kecewa karena aku bukan pelakunya.

"Tuh kan, udah terbukti bahwa bukan Bu Ana pelakunya." Novi kini membelaku dan menyudutkan Mala.

"Ya tapi kan sebagai ibu nggak becus. Masa anaknya dibully dia nggak tau."

Ah, manusia satu ini tidak pernah puas kalau tidak menyudutkanku.

"Sayang, memangnya siapa yang melakukan semua itu padamu?" tanyaku.

"Anaknya Tante ini, Ma." Seketika semua pun terkejut ketika Dinda menunjuk ke arah Mala.

Begitu juga dengan dirinya yang tak menyangka jika pelaku pembullyan anakku adalah anaknya sendiri. Pantas saja waktu di mall anaknya terus menyudutkan Dinda. Ternyata ini alasannya. Dialah pelaku pembullyan itu. Astaga, mengapa aku tidak menyadari sebelumnya. Kasihan Dinda. Karena kelalaianku, Dinda jadi seperti ini.

1
Isayanti Hernanur
good ceritanya terbaik
Susi Akbarini
happy endingggg
❤❤❤❤❤❤❤
Susi Akbarini
anak dan ibu 11 12
😀😀😀😀😀
Susi Akbarini
lha kan ada kemampuan jadi keeja kantoran.
keeja aja di kota kecil
Anisah
keren
Siti Masitah
sepertinya authornya menjadikan ana pemeran yg bodoh
Bunda Puput
Luar biasa
Erna Wati
⭐⭐⭐⭐⭐
Uthie
Kenapa Ana digambarkan kurang bagus yaa 😁😁
cuma lulusan SMP kayanya sangat kurang pantas banget bersanding dengan suaminya yg udah tau begitu 🤭
Annie Soe..
Pertama baca alurnya agak lambat, tp kesininya aku suka alur ceritanya,,
Tengkyu thor, terus berkarya & Semangaatt.
Erlinda
kau yg goblok ana ga cantik main mu seharus nya kau diam aja dulu menunggu madu mu menampar anak nya biar ada bukti hadeh ini mah pahlawan kesiangan nama nya
itin
kayak berasa baca sambil tutup mata 😂
Yuli maelany
aku lanjut
Hap£!π
suka ka...selain cerita nya pendek, konflik jg ringan tdk berbeli belit
Maminya Thania
kok bisa dari yg mau berangkat ke luar negeri tiba tiba si dinda jadi pengemis dan mereka jadi miskin? ini ceritanya lompat lompat kayak ngeringkas sebuah cerita.
Maminya Thania
cerita apa sih ini,terlalu lebay si ana.
Defi Danny Firmansyah
bnrkn dugaan saya kalau Sinta mantan istri Fandi & Dinda itu Anknya Fandi.....
Defi Danny Firmansyah
jgn2 Sinta mantan istri Fandi & Dinda Ank Fandi.....
Ami Tarmini
seneng deh kalo happy ending,,
terima kasih ka yeni😘
Nayra Syafira Ahzahra
Alhamdulillah happy Ending thor 😊😊😊 terima kasih atas semua karyamu thor dan tetap semangat 💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!