Indonesia
NovelToon NovelToon
MY BROKEN WINGS

MY BROKEN WINGS

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / CEO / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:13.5k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Ratri adalah potret perempuan sempurna: seorang istri yang berdedikasi sekaligus pilot sukses dengan jam terbang tinggi. Namun, dunianya runtuh dalam semalam ketika kejutan manis yang ia siapkan untuk suaminya, Indra, justru mengungkap pengkhianatan keji. Ratri memergoki Indra berselingkuh dengan sahabat karibnya sendiri, Imelda.
Rasa sakitnya kian menghujam ketika ia menyadari bahwa kedua anak mereka justru berpihak pada sang ayah. Diperlakukan layaknya mesin uang oleh keluarga parasit yang membodohinya, Ratri hanya bisa menangis dalam senyap di dalam lemari, sembari memahat sumpah untuk membalas setiap tetes air mata yang jatuh.
Setelah memutuskan pergi dengan hati yang hancur, Ratri jatuh pingsan di depan bandara karena guncangan hebat. Beruntung, seorang pria bernama Devandra datang menolongnya. Pertemuan tak terduga ini menjadi titik balik bagi Ratri untuk menyembuhkan luka, mengepakkan kembali sayapnya yang patah, dan memulai misi menuntut keadilan mutlak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

...Cairan di botol infus akhirnya habis, perawat melepas jarum infus dengan hati-hati....

...Devandra membimbing Ratri berjalan pelan menuju mobil SUV mewah yang sudah bersiap di depan lobi rumah sakit....

...Rizal dan Sandra mengiringi dari belakang dengan wajah berbinar-binar....

...Mobil melaju mulus membelah jalanan Jakarta malah hari....

...Namun, setelah beberapa saat berkendara, Ratri mengerutkan dahi menyadari rute yang diambil sama sekali tidak mengarah ke penthouse tempat mereka tinggal....

..."Lho, Mas? Ini bukan arah ke penthouse," ucap Ratri heran sambil menatap suaminya di balik kemudi....

...Devandra melirik istrinya lewat spion tengah, mengukir senyum misterius....

..."Memang bukan, Sayang."...

..."Terus kita mau ke mana, Pa?" tanya Rizal penasaran, menyandarkan badannya ke sela-sela kursi depan....

..."Papa, sudah menyiapkan rumah baru yang lebih luas, asri, dan aman untuk anak kita nanti," jawab Devandra....

...Ia memutar kemudi memasuki kawasan perumahan eksklusif dengan pepohonan rindang dan penjagaan ketat....

..."Wah, kita pindah ke rumah baru?!" seru Rizal dan Sandra kompak dari kursi belakang, tak sanggup menyembunyikan kegembiraan mereka....

...Mobil akhirnya berhenti di depan sebuah rumah tinggal bergaya modern tropis yang sangat megah dan berhalaman luas....

...Ratri menatap takjub keindahan rumah baru di hadapannya sebelum kembali menoleh ke arah Devandra....

..."Terus, penthouse yang kemarin gimana, Mas?" tanya Ratri penasaran....

...Devandra mengedipkan sebelah matanya dengan santai....

..."Itu untuk kita berdua saja, kalau Rizal dan Sandra lagi di rumah."...

..."Ishhh, Papa!" pekik Sandra spontan sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya....

...Pipinya merona merah karena godaan papanya, sementara Rizal tertawa terbahak-bahak menepuk bahu adiknya....

...Tak berselang lama mereka telah sampai di rumah baru....

...Devandra dan Ratri melangkah bersama memasuki rumah baru yang siap memuat ribuan kenangan manis keluarga mereka yang kini makin sempurna....

...Baru saja melangkah masuk menembus pintu utama rumah baru yang megah itu, kedamaian keluarga kecil tersebut seketika pecah oleh aksi rebutan kamar antara Rizal dan Sandra....

..."Aku yang di lantai dua depan balcony, Rizal! Tampaknya lebih luas!" seru Sandra sambil berlari menaiki tangga memegang tas kuliahnya....

..."Enak saja! Aku anak paling tua, ya jelas aku yang dapat kamar utama lantai dua!" balas Rizal tak mau kalah....

...Ia mengejar adiknya dari belakang dengan langkah lebar....

..."Kalian ini sudah besar masih saja kelahi masalah kamar!" teriak Devandra dari lantai bawah....

...Melihat kedua anaknya saling dorong pintu kamar dengan heboh di lantai atas, Devandra menggelengkan kepala....

...Ia menghela napas panjang, melangkah naik menghampiri mereka berdua sebelum keributan makin membesar....

..."Rizal, Sandra, cukup!" ucap Devandra dengan suara bass-nya yang berwibawa, membuat kedua anaknya seketika membeku....

...Devandra menunjuk ke arah pintu kamar sebelah kanan yang berdesain kayu hangat....

..."Itu kamar kamu, Rizal. Sudah disesuaikan sama interior yang kamu suka."...

...Lalu ia berpaling menunjuk kamar di sebelah kiri dengan jendela besar beratap tinggi....

..."Dan, ini kamar kamu, Sandra. View-nya langsung ke taman belakang, persis seperti yang kamu minta."...

...Rizal dan Sandra saling pandang, lalu memamerkan cengiran puas mereka sebelum akhirnya masing-masing masuk ke dalam kamar barunya dengan gembira....

...Ratri yang berjalan pelan menyusul suami tercintanya dari lantai bawah hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah laku mereka....

...Ia menghampiri Devandra, merangkul lengan suaminya dengan raut wajah pura-pura bersiap menceramahi....

..."Mas, kamu ini terlalu memanjakan mereka," ucap Ratri pelan sambil tersenyum tipis....

..."Rumah sebesar ini, fasilitas lengkap, kamar dibuat sesuai kemauan masing-masing. Nanti mereka makin manja."...

...Devandra merengkuh pinggang Ratri lembut, membawa jemari istrinya ke bibirnya lalu mengusap perut Ratri yang masih rata dengan penuh kasih sayang....

..."Tidak apa-apa, Sayang," bisik Devandra lembut dengan binar mata bahagia....

..."Selama ini mereka sudah cukup berjuang dan melewati masa-masa sulit. Sekarang waktunya kita berikan yang terbaik untuk mereka, dan juga untuk adik kecil di dalam sini."...

...Ratri tak sanggup menahan senyum saat ia mendekap tubuh suaminya erat-erat....

...Ia bersyukur atas hadirnya sosok pelindung yang begitu penuh cinta di tengah keluarga mereka.....

...Tak lama kemudian, suara ketukan pintu depan terdengar....

...Thomas masuk membawa beberapa kantong besar berisi hidangan makan malam hangat dari salah satu restoran favorit mereka yang sudah dipesan sebelumnya....

...Di meja makan kayu yang megah, suasana terasa hangat....

...Namun, di tengah santap malam bersama, Ratri mendadak meletakkan sendoknya dan terdiam sejenak. Pandangannya menerawang jauh....

...Devandra yang menyadari perubahan raut wajah istrinya langsung meletakkan garpunya....

..."Ada apa, Sayang? Masakannya tidak enak?"...

...Ratri dengan cepat menggelengkan kepala sambil tersenyum tipis....

..."Enak kok, Mas. Masakannya enak."...

..."Lalu? Kenapa melamun begitu?" tanya Devandra lembut....

...Ratri memalingkan pandangannya, memandang wajah Rizal yang sedang menyantap makanannya....

..."Zal, tadi kamu mengantarkan Tasya ke mana?"...

..."Ke supermarket tempat dia kerja lagi, Ma," jawab Rizal jujur setelah menelan makanannya....

..."Dia bilang shift kerjanya belum selesai, dan dia tegas banget menolak waktu aku tawarin buat antar sampai ke rumah kontrakannya."...

...Sandra menyimak diam-diam, sementara Devandra menatap istrinya dengan lekat....

..."Kamu khawatir dengan Tasya dan Gabriel, Sayang?"...

...Ratri menghela napas panjang, tatapannya menyiratkan rasa dilema yang amat dalam....

..."Sebenarnya, aku ingin membenci mereka atas semua yang pernah terjadi, Mas. Tapi bagaimanapun juga, mereka pernah hidup bersamaku. Aku yang mengasuh dan membesarkan mereka dari kecil, rasanya mustahil kalau membuang rasa peduli itu begitu saja."...

...Devandra tersenyum mengerti. Ia meraih jemari Ratri di atas meja, mengusapnya dengan penuh kehangatan dan pemahaman....

..."Sayang, aku tahu arah pembicaraan kita," ucap Devandra lembut, menenangkan gejolak di hati istrinya....

..."Kamu tenang saja. Nanti aku akan minta Thomas untuk memeriksa ke mana mereka tinggal dan memastikan kondisi mereka."...

...Ratri menatap suaminya dengan binar rasa syukur....

..."Terima kasih ya, Mas. Kamu selalu mengerti."...

..."Apapun buat kamu dan ketenangan pikiran kamu," bisik Devandra tulus, membuat suasana makan malam di rumah baru itu kembali diliputi rasa hangat dan kebersamaan....

...Thomas menganggukkan kepalanya patuh mendengar perintah dari Devandra....

...Tanpa menunda waktu, ia segera berpamitan dan melangkah keluar dari rumah baru tersebut untuk melacak keberadaan Tasya dan Gabriel....

...Langkah pertamanya adalah menuju supermarket tempat Tasya bekerja....

...Setibanya di sana, Thomas langsung meminta izin untuk menemui manajer toko....

..."Selamat malam, Pak. Saya ingin menanyakan alamat tinggal salah satu karyawan Bapak yang bernama Tasya," ujar Thomas sopan namun tegas....

...Ia menunjukkan kartu identitasnya untuk meyakinkan....

...Manajer supermarket itu sempat ragu, tetapi setelah Thomas menjelaskan dengan singkat, manajer itu akhirnya memberikan petunjuk....

..."Mbak Tasya tinggal tidak jauh dari sini, Mas. Di rumah kost sederhana di belakang toko bunga dekat perempatan sana, masuk ke dalam gang kecil," terang sang manajer....

...Thomas menganggukkan kepalanya dan berterima kasih....

..."Terima kasih banyak atas informasinya, Pak."...

...Tanpa membuang waktu, Thomas kembali ke mobilnya dan mengarahkan kendaraan menuju lokasi yang dimaksud....

...Ia memarkirkan mobil di pinggir jalan utama dekat toko bunga, lalu melangkah masuk menyusuri gang sempit yang remang-remang untuk menemukan keberadaan dua bersaudara tersebut....

1
Angraeny Angraeny
seratus apa sepuluh juta
Sayekti 0519
luarr biasa... mantap thooor
Sayekti 0519
Rizal daftar pilot kan keren
Sayekti 0519
mimpiii.....
Sayekti 0519
siksa aja dulu, udah benyok ks kepolisian
Sayekti 0519
mata d balas mata,jual anaknya k klup malam.biar rasa si anjing indra
Sayekti 0519
tolong tangkap si indra,siksa sampai ngaku patahkan tangan sama kakinya.bila perlu matanya jg
Sayekti 0519
rumah mobil dan yg lain d jual tinggal lah d luar negeri aja.biar amaan
sri hastuti
akhirnya happy end, makasih thor, bagus critanya 👍👍👍
my name is pho: terima kasih kak 🥰
total 1 replies
Muft Smoker
tasya Dan Gabriel udh bisa Mandiri ,,
keluarga baru ratri juga udh bahagia ,,
semoga si indra ma Imelda gx perlu deh kluar dr penjara ,, ganggu aj nnti dy bisa nya ,,
Muft Smoker
lihat tasya Gabriel ,,
org yg km sakiti ,,
msh peduli Dan cemas dg kondisi kalian ,,
Muft Smoker
lengkap sudaah kebahagiaan mereka ,,
alhamdullah tasya Dan Gabriel juga udh punya pekerjaan masing2 ,,
bahagia selalu kalian semua
Muft Smoker
waah devandra kecil udh debut kayakny
Muft Smoker
akhirny mereka sadar Dan mau berubah menjadi lebih baik lgii ,,
semoga jalan kalian di permudah ,,
krn semua org pernah berbuat salah ,,
hingga mereka berdua pun pantas mendapat kesempatan kedua buat berubah ,,
Muft Smoker
laaanjut kak ,,
Muft Smoker
yeeey akhirny ,,
semoga setelah ini cuma kebahagiaan yg mereka rasakan ,,
Muft Smoker
akhirny ratri Selamat ,,
udh deg2an ,,
Muft Smoker
aduuuuh kak ,, sypa lgii ini ,,
baru juga masalah satuu beres ,, dtg masalah lain ,,
semoga ratri cepat di temukan Selamat sampai lgi di Jakarta ,, ,,
sri hastuti
waduh thor ,baru bahagia sebentar ,blm menikmati ,sdh spt itu , 😡😡😡
Muft Smoker
kenyataan yg gx sesuai ekspetasii begitu menyakitkan bukan ,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!