Follow ig 👉 @sifa.syafii
Fb 👉 Sifa Syafii
Karena sebuah kejadian yang tidak disengaja, Reyhan harus menikahi Tia, mahasiswanya sendiri. Meskipun tidak ada rasa cinta di antara mereka, tapi mereka berkomitmen tidak akan pernah bercerai. Bagi mereka pernikahan bukanlah main-main, dan mereka ingin menikah hanya satu kali dalam hidup mereka.
Di hari ke-tiga usai pernikahan mereka, kekasih Tia yang kuliah di luar negeri, datang. Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Yuk simak ceritanya. 😍
NB : Novel ini berhubungan dengan novel yang berjudul "Kisah Cinta Arka".
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 33
Keesokan harinya Arka mengajak Jasmine pulang ke apartemennya. Di sana tersedia 2 kamar. Arka menunjukkan kamar untuk Jasmine. Setelah itu Arka masuk ke dalam kamarnya sendiri. Saat siang hari Arka merasa lapar. Dia mengetuk pintu kamar Jasmine. Jasmine pun keluar.
"Aku lapar," ujar Arka.
"Lalu?" tanya Jasmine bingung.
"Masaklah untukku, kamu kan istriku sekarang," ujar Arka pada Jasmine.
"Apa?! Masak? Aku enggak bisa!" balas Jasmine.
"Kamu enggak bisa masak? Istri macam apa kamu ini? Dasar gadis manja!" ujar Arka dengan geram.
Arka pun pergi ke dapur lalu memakai celemek. Ia membuka kulkas dan memasak sendiri. Jasmine memperhatikan Arka dari jauh. Dia merasa bersalah, harusnya dia bisa jadi istri yang berguna. Dia pun menghampiri Arka ke dapur.
"Kak ... maaf, setelah kita ke Belanda aku akan berusaha menjadi istri yang baik dan berguna buat Kak Arka," ujar Jasmine di belakang Arka sambil menunduk. Arka diam tidak membalasnya. Dia terus memasak tidak memperdulikan Jasmine.
Tidak berapa lama terdengar isak tangis. Jasmine menangis di belakang Arka. Arka pun berbalik karena masakannya sudah selesai.
"Makanlah!" perintah Arka sambil membawa dua piring spagetti ke meja makan.
Jasmine pun mengikuti Arka duduk di meja makan. Arka memakan spagettinya tanpa memperdulikan Jasmine.
"Kak, apa kamu menganggap aku istrimu?" tanya Jasmine dengan pelan takut Arka marah.
"Ya, meskipun hanya di atas kertas. Kamu tidak berguna, memasak saja tidak bisa. Kamu tidak seperti kekasihku. Dia cantik, lembut, pintar memasak, dan cerdas. Dia segalanya bagiku!" jawab Arka di sela makannya.
"Lalu kenapa Kak Arka tidak menikah dengannya?" tanya Jasmine ingin tahu.
"Andai aku bisa dan datang di waktu yang tepat, mungkin sekarang dia sudah menjadi istriku dan mengandung anakku!" jawab Arka dengan tersenyum getir.
"Apakah dia sudah meninggal?" tanya Jasmine lagi.
"Tidak, dia menikah dengan laki - laki lain. Dia direbut dariku saat aku di Amerika," jawab Arka dengan sinis.
"Oh iya kemarin waktu di pesta pernikahan kita apa Kak Arka bernyanyi untuknya? Apakah dia datang?" tanya Jasmine semakin penasaran.
"Ya, dia datang bersama suaminya," jawab Arka.
"Kenapa Kak Arka tidak mengenalkannya padaku?" tanya Jasmine.
"Sudahlah, jangan dibahas lagi. Kamu tidak perlu mengetahuinya," balas Arka lalu berdiri dan meninggalkan Jasmine sendirian.
Apa sikapmu yang dingin ini karena sakit hati pada kekasihmu? Sekarang aku istrimu. Aku akan berusaha membantumu mengobati sakit hati itu Kak Arka. Batin Jasmine sambil tersenyum.
***
Hari ini Reyhan menemani Tia memeriksakan kehamilannya ke rumah sakit. Saat di USG, Reyhan melihatnya dengan bahagia. Apalagi dokter mengatakan kalau janin yang dikandung Tia berjenis kelamin laki - laki dan dalam keadaan sehat. Dia sangat berterima kasih pada Tia yang mau mengandung anaknya meskipun mereka berdua belum saling mencintai sebelumnya. Dan sekarang dia merasa sangat menyayangi Tia, sehingga tidak ingin jauh - jauh dari Tia. Entah perasaan apa itu. Cintakah? Reyhan masih belum tahu itu. Setelah Reyhan mengantar Tia kembali ke apartemen, dia langsung meluncur ke perusahaan.
Setelah sampai di apartemen, ponsel Tia berdering, ID pemanggil menunjukkan nama Salsa.
"Hallo Sa ... " sapa Tia.
"Tia, apa suamimu ada di sampingmu?" tanya Salsa.
"Tidak, dia sedang bekerja di perusahaan. Ada apa Sa?" balas Tia.
"Aku enggak nyangka aja kalau sekarang Arka jadi adik iparmu. Hahaha," ucap Salsa lalu tertawa.
"Hah, aku juga terkejut kemarin waktu di acara pernikahan. Pernikahan ini sangatlah mendadak. Tiba - tiba papa menyuruh Jasmine pulang dan menjodohkannya dengan Arka," balas Tia.
"Hmm dunia ini benar - benar sempit ternyata. Kukira setelah kalian putus tidak akan bertemu lagi. Eh sekarang malah jadi kakak beradik," ujar Salsa.
"Sudahlah, jangan membahasnya lagi. Apa kamu tidak bekerja?" tanya Tia.
"Ya, aku sedang di kantor sekarang. Udah dulu ya. Sampai jumpa Tia," jawab Salsa sekaligus berpamitan.
"Untungnya aku tidak satu rumah dengan keluarga Mas Reyhan. Jadi tidak terlalu sering berinteraksi dengan mereka apalagi Arka," gumam Tia setelah memutuskan sambungan teleponnya dengan Salsa.