Indonesia
NovelToon NovelToon
Jodohku Kades Muda

Jodohku Kades Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Romantis / Komedi / Cintamanis
Popularitas:66.8k
Nilai: 5
Nama Author: Maysar

Tias tidak pernah menyangka kalau ternyata pilihannya untuk tinggal bersama neneknya malah membuatnya bertemu dengan orang paling menyebalkan yang pernah ditemuinya.

Tias kira dengan jabatan yang cukup disegani di kampung membuat orang itu punya rasa malu untuk sekedar menggodanya di depan umum. Tapi bukannya merasa malu orang itu malah terang terangan berkata ingin menikahinya meskipun banyak warga yang melihatnya.

" Dek Tias mau nggak jadi calon ibu Kades di sini ? Enggak perlu daftar langsung saya terima."

" Nggak."

" Kalau nggak mau daftar langsung saya nikahi aja ya. Gimana ?"

" Ih ! Aku nggak mau punya suami Kepala Desa."

" Jadi dek Tias maunya dapat suami yang kayak mana ?"

" Kayak pemulung."

" Kalau gitu besok saya turun jabatan jadi pemulung. Biar bisa nikahi dek Tias terus kita mungut sampah bareng bareng. Bagus juga keinginannya dek Tias."

" Astaga !" Tias berteriak kencang merasa frustasi menghadapi sikap Kades muda yang sangat menyebalkan itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maysar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tias Kesal

" Yas, Tias."

Tias tersentak kaget dan segera menoleh. Ia melihat Rendi yang menatapnya dengan pandangan khawatir. " Apa ?"

" Kamu kenapa ?" Rendi balik bertanya.

Tias menggelengkan kepalanya. " Aku nggak apa apa. Cuma ngantuk gara gara ngerjain tugas tadi malam, jadi sedikit nggak konsentrasi."

" Jangan kayak gitu lagi besok besok Yas. Kamu kan nyetir pulangnya, kalau kayak gini kan bahaya." ucap Rendi.

" Besok besok nggak lagi kok." Tias tersenyum menatap Rendi. " Kamu mau pulang ?"

" Iya, yuk bareng. Sekalian sama yang lainnya."

" Iy..." Tias mengambil tasnya dan beranjak berdiri.

" Tiaaas !"

Teriakan kencang tiba tiba datang memotong ucapan Tias. Rendi mengalihkan perhatiannya melihat asal arah teriakkan itu.

" Suaramu War."

Mawar tertawa dan meminta maaf. " Sorry, aku kan nggak tahu kalau ada kamu di sini juga Ren. Mana yang lain ?"

" Di parkiran." jawab Rendi.

Mawar mendekati Tias dan merangkul lengannya. " Pulang yuk."

" Ya ayo, aku udah nungguin kamu dari tadi sampai ditemani sama Rendi." ucap Tias seraya mulai berjalan dengan Rendi mengikuti dari belakang.

Mawar melirik Rendi di belakang. " Perhatian banget sih Ren, sama aku kok nggak gitu ?"

" Nggak penting." Rendi menjawab singkat.

" Aduh ! Sakitnyaaa !" Mawar berpura pura sedih dengan mengusap mata tanpa air matanya, dan bersandar di bahu Tias untuk mengadu. " Yas, huhuhuu. Mas Rendi jahat sama aku Yas. Dia udah nggak cinta lagi sama aku."

Tias mengerenyit jijik menatap Mawar. Jari telunjuknya menekan dahi Mawar agar menjauh dari bahunya. " Jauh jauh sana, aku nggak punya teman tukang nangis kayak kamu."

" Iih ! Tias mah gitu !" Mawar menghentakkan kakinya kesal. Bibirnya bahkan sengaja ia majukan ke depan yang membuat Rendi mau tidak mau menutup mulutnya rapat rapat agar tidak menghujat.

Tias bergidik ngeri melihat tingkah Mawar yang baru kali ini ia lihat. Tanpa berbicara lagi Tias berlari begitu saja kearah parkiran karena tidak sanggup menahan rasa jijiknya. Apalagi tadi Mawar menyebut Rendi bersama dengan kata 'mas' yang baru pertama ini ia dengar. Jujur biasanya jika ada orang yang memanggil dengan sebutan itu, Tias merasa biasa saja. Tetapi kali ini saat Mawar menyebut Rendi dengan panggilan itu, entah mengapa rasanya ia jijik sekali setelah mendengarnya.

" Tiaaasss ! Tungguin woi !" Mawar berlari di belakang dan Rendi yang masih berjalan santai mengikuti.

" Hah !" Tias mengatur napasnya perlahan sembari menghampiri Hilman yang hanya diam di atas motor Mogenya .

" Wah, kenapa koe Yas." tanya Dion dengan logat jasanya.

" Dikejar..."

" Tiiiaaaaasss !" belum sempat Tias berbicara, suara teriakkan Mawar sudah datang menyusulnya hingga membuat orang orang yang ada di parkiran itu terpaksa menutup telinga mereka.

" Suaramu War." ucap Rahmat dengan telapak tangan yang menutup rapat telinganya.

" Koyo bledek ! Mana cemprengnya nggak ketulungan lagi." kata Dion ikut menambahkan.

Mawar melototkan matanya menatap Rahmat dan juga Dion. " Diem aja udah, kayak suara kalian bagus aja."

Tias memutar mata malas melihat kelakuan Mawar yang sangat hiperaktif sekali hari ini. Ia tak menyangka kalau teman pertamanya ternyata orang yang memiliki tenaga lebih besar dari yang lainnya. Bahkan ia sendiri saja masih kalah dengan Mawar. Kok bisa ya Tias mau berteman dengan Mawar begitu saja. Padahal kalau dilihat lihat lagi karakter mereka ini sangat jauh berbeda bahkan berbanding terbalik.

" Mau pulang ?" Hilman menyodorkan helm hitam di depan Tias yang sibuk memperhatikan perdebatan Mawar dengan Dion dan Rahmat.

Tias tersentak dan menoleh melihat Hilman. " Aku bawa motor sendiri."

" Biar Mawar aja yang bawa, kamu ngantuk kan ? Nanti nabrak di jalan kalau nggak tahan." kata Hilman yang masih setia menyodorkan helm ke depan Tias.

" Tap..."

Rendi yang sedari tadi diam dengan cepat mengambil kunci motor di tangan Tias. Hal itu membuat Tias merengut tidak suka.

" Ren kunciku !"

Rendi tidak perduli dan malah berjalan mendekati Mawar. Ia menarik tangan gadis itu dan meletakkan kunci motor Tias ke telapak tangannya. " Bawa motor Tias, dia ngantuk."

Mawar menatap kunci motor di tangannya untuk beberapa saat sebelum bersorak kesenangan. Kapan lagi ia bisa membawa motor secara bebas tanpa dibonceng ataupun membonceng orang. Mawar berlari menghampiri motor milik Tias lalu mengedipkan sebelah matanya kearah gadis itu. " Aku duluan ya Yas, tenang aja. Motormu aman kalau sama aku."

Tias mendelik mendengar itu dan segera berlari ingin merebut motornya. Namun Mawar sudah terlanjut membawa pergi motornya begitu saja sebelum Tias sempat menyentuhnya. " Mawar ! Motor gue !"

" Astaga ! Keluar juga bahasa kotanya." ucap Reno.

Dion, Rahmat, Diki, dan Ilham tertawa mendengarnya. Ini pertama kalinya mereka mendengar Tias memakai bahasa kotanya.

" Mawar, motor gue !" Dion mengikuti gaya berbicara Tias dengan nada suara yang sedikit diubah. " Coba ulangi lagi Yas." lanjutnya meminta.

Tias menepuk mulutnya pelan menyadari kebodohannya. Ia keceplosan memakai gaya bahasa orang Jakarta. " Mana bisa kayak gitu. Itu tadi kan cuma karena panik aja."

" Ooh, paniknya ternyata." ucap Rahmat dengan pandangan mengejek Tias.

Hilman yang sudah mulai jenuh kembali menyodorkan helm pada Tias. " Pulang ?"

Tias menatap helm itu lalu berganti memandang Hilman di depannya. Ada rasa tidak suka saat pemuda itu seperti tengah mengaturnya. Tias tidak suka itu, kalau tidak karena Hilman. Mungkin sekarang motornya tidak akan dibawa Mawar pulang begitu saja.

Tias menatap Hilman tanpa mengambil helm itu. " Lain kali tolong jangan ambil keputusan untuk orang lain."

Setelah itu Tias menatap Rendi. " Ren kunci motormu."

" Untuk ?" tanya Rendi.

" Siapa yang nyuruh kamu buat ngasih kunci motorku sama Mawar tadi. Sekarang aku mau pulang, ganti sama kunci motormu." Tias mengulurkan tangannya meminta kunci motor Rendi.

" Kan bisa pulang sama Hilman Yas." ucap Reno.

Tias pura pura tidak mendengarkan. Ia masih tetap mengulurkan tangannya pada Rendi. " Kalau nggak bisa ngasih, ambil lagi motorku sama Mawar. Biar aku tunggu di sini."

Mendengar itu, Rendi langsung menyadari kalau saat ini Tias tengah marah kepadanya. Tingkahnya tadi ternyata sudah membuat Tias tidak suka dan menjadi tersinggung. Rendi menatap Hilman beberapa saat lalu memberikan kunci motornya. " Yas, maaf. Aku nggak tahu kalau kamu tersinggung tadi."

" Nggak masalah, lain kali tolong jangan diulangi lagi." Tias berjalan menghampiri motor Rendi dan memakai helm biru bergaris hitam yang ada di atas motor itu.

" Aku duluan." lanjutnya yang pamit kepada tujuh pemuda itu. Tias melajukan motor Rendi dengan kecepatan sedang meninggalkan ketujuh pemuda itu yang saling terdiam menatapnya. Salahkan saja Hilman dan Rendi yang seakan mengaturnya tadi. Tias tidak suka diperlakukan begitu sedangkan mereka baru saja kenal beberapa hari.

1
falea sezi
pret np g lanjut😒
falea sezi
lah ibunya tias gimana anak nya di siksa diem aja
Dinar David Nayandra
Tias SM via 1ibu beda bapak kayanya ya soalny Gunawan jahat bgt SM tias
Dian Niviya Putri
Biasa
Erdi Kurniawan
semangat ya bikin novelnya
Maysar: oke, terimakasih
total 1 replies
Jumiliah Linda Kartika
sama klo aku pun tak suka diatur-atur gitu
Maysar: Berarti kita sama kak😄
total 1 replies
Bani
nenek pahlawan ku☺️
Maysar: bener
total 1 replies
alvika cahyawati
wah seru nich
Maysar: Terima kasih sudah membaca cerita Tias kak 🙏
total 1 replies
alvika cahyawati
sebenarnya tyas itu anak kandung ke2 orangtua nya bukan sich
Maysar: Bukan kak, Tias itu anak pertama.
total 1 replies
alvika cahyawati
ikan kali pake d pancing segala nek
alvika cahyawati
kok ada y orangtua y tega jahat sm anak nya,sendiri.
alvika cahyawati
baru jg baca tp udah mewek sj
Titik Sofiah
awal yang menarik ya Thor
Maysar: Terima kasih kak 🙏
total 1 replies
abdan syakura
Alhamdulillah
Thanks dah up,Kak..☺️
Lanjuttttt and ttp semangat!!💪
Maysar: Terima kasih kak Abdan 🙏.
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor
abdan syakura
Hmmmmmm iya
penuh Teka teki....
Semangat,Thor...
Maysar: Terima kasih kak 🙏
total 1 replies
eL cHia
telinga merah bukannya menahan marah ya?
eL cHia
abrisam adeknya aditya keknya ya
abdan syakura
What?????
Calon adik????🤔
abdan syakura
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Astaghfirullah
Aq mikirnya apaaaaaa gitu yah Roti sumbu... ternyata ubi kayu...
aaaa Author Somplak!!!
Thanks infonya.....
Maysar: Hahaha, 😂😂😂 aku juga awalnya gitu kak pas bertamu ke rumah orang. Eh, tahunya malah dapat pengetahuan baru. BTW, thanks buat sebutannya. 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!