Indonesia
NovelToon NovelToon
Penulis Online Yang Diremehkan

Penulis Online Yang Diremehkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Suami Tak Berguna / Cerai / Angst
Popularitas:16.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mawar Merah

"Amira!"

"Mas Devan!"

kedua manusia berbeda jenis kelamin itu sedang bertengkar hebat. Pertengkaran yang dimulai dari hubungan mertua dengan menantu yang tidak baik, hingga Devan sebagai suami terpengaruh dengan keluarganya dan memilih meninggalkan Amira sang istri.

Devan tidak tahu jika wanita yang kerap kali dianggap mandul oleh keluarganya sedang mengandung buah cinta mereka. Masa lalu dan keluarga yang tidak menyukai Amira membuat Devan ikut gelap mata hingga kata talak itu tidak bisa di elakkan.

Dia tidak peduli dengan kondisi Amira yang saat itu pergi bersama benih yang sudah dia tanam di dalam rahim Amira.

Sakit yang di rasakan Amira tidak hanya dari suami dan keluarga mertuanya, tetapi orang tuanya juga membenci dirinya. Hingga Amira terpaksa pergi meninggalkan kampung halaman yang selalu memberinya kedamaian hidup.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mawar Merah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. Kakek

Suasana rumah sedikit hening. Ibu-ibu di dapur yang tadinya cerita kini semua pada diam. Mereka penasaran dengan maksud kedatangan dari mantan mertua Amira sehingga mereka memilih diam agar bisa mendengar obrolan mereka. Bukan tidak sopan, tapi sudah hal lumrah di kampung seperti itu. Bahkan, setelah itu akan ada banyak orang yang menceritakan kedatangan mantan mertua Amira.

Beruntung, bukan Bu Dewi yang datang di rumah Amira. Jika dia yang datang, maka tidak dapat di prediksi akan terjadi apa di sana.

“Maafin ayah, Amira.” Ucap mantan ayah mertua Amira.

“Ngga udah minta maaf, yah. Ini memang sudah jalan takdir Amira untuk tidak bertahan dengan Devan. Apa pun yang terjadi pada kehidupan kita, itu sudah jalan takdir dari yang maha kuasa jadi kita tidak perlu menyesali apa yang telah terjadi, kita cukup jadikan sebagai pelajaran saja. Kalaupun Amira memaksa untuk tetap bertahan dengan Devan, Amira tidak tahu nantinya akan terjadi apa pada kami.” Jelas Amira membuat sakit di dalam hati mantan mertuanya.

Devan telah menyia-nyiakan orang sebaik dan selembut Amira. Walaupun mantan mertuanya itu tidak lama di rumah karena dia harus berangkat ke tempat kerja, tapi dia bisa merasakan ketulusan Amira pada keluarganya.

Sekarang, Devan malah memilih kembali membina bahtera rumah tangga dengan wanita lain. Walau tidak iklash, tapi ayah Devan harus menerima menantu keduanya dari Devan. Dia akan tetap menganggap Amira sebagai menantunya walau tidak lagi bersama Devan. Wanita yang kini telah menjadi istri Devan juga baik dan lembut tapi berbeda dengan Amira.

“Mira, apa cucu-cucu ayah sehat?” tanya mantan mertuanya yang sebenarnya pengen melihat cucunya dari Devan dan Amira itu. Hanya saja, dia terlalu malu untuk mengutarakan maksudnya dengan to the poin. Dia sadar diri jika untuk menemui kedua cucunya harus izin pada Amira.

“Oh iya, mereka sehat-sehat yah. Tunggu Amira panggilin dulu bentar.”

Amira berdiri menuju kamar Ainun untuk memanggil kedua anaknya. Sebenarnya bisa saja Amira memanggilnya dari ruangan di mana dia dan mantan mertuanya berada, tapi Amira tidak mengajarkan pada anaknya untuk teriak-teriak. Jika ada keperluan dengan orang lain, maka datangi dan panggil dia.

Tidak berapa lama, Amira keluar bersama tiga orang anak. Ya, karena ada Misya makanya anak-anak yang keluar ada tiga. Tidak mungkin Amira meninggalkan Misya sendiri di sana.

Rasa haru menyelimuti ayah Devan. Dia seperti melihat anaknya di waktu kecil. Wajah salah satu anak Amira sama persis dengan Devan. Dia tidak habis pikir dengan istri dan anaknya yang sempat menuduh Amira hamil dengan orang lain. Padahal, apa yang keluar dari rahim Amira sangat persis dengan Devan. Tidak mungkin itu anak orang lain apalagi Amira orang yang tidak mungkin melakukan itu.

“Itu kakek, sayang.” Ucap Amira pada kedua anaknya yang memandang bingung pada orang baru di hadapannya.

“Kakek Adam dan Hawa ada dua, Bu?” tanya Adam karena kakek yang mereka tahu adalah orang tua dari Devan.

Ada yang merasa lucu dengan jawaban Adam, ada juga yang merasa sedih karena cucunya tidak mengenalinya, dia adalah ayah dari Devan.

“Iya sayang. Ini kakek Hawa dan Adam.”

“Kakek Misya juga.” Timpal Misya karena Amira tidak menyebut dirinya.

Seketika, tawa mewarnai ruangan itu. Misya langsung berlari ke arah kakeknya dan memeluknya seolah tidak mau kakeknya itu hanya melihat pada Adam dan Hawa.

“Iya, kakek Misya juga.” Ucap Amira tersenyum lucu.

“Berarti, Adam, Hawa dan Misya saudara?” Ada saja yang keluar dari mulut pria kecil itu.

“Iya, Adam dan Hawa adiknya kakak Misya.” Ucap Amira menyebut kata kakak di depan nama Misya karena Misya lebih tua dari mereka.

“Tapi, ibu Misya bilang, Misya ngga punya saudara.” Misya tidak mau kalah.

Saat hendak menjawab lagi, tiba-tiba ayah dan ibu Amira yang baru pulang dari ziarah kubur sudah tiba. Ayah Amira menyalami mantan besannya itu begitu juga dengan Bu Dinda. Mereka terlihat damai seperti tidak terjadi apa-apa.

Bu Dinda izin untuk ke dalam sementara pak Susilo menemani mantan besannya di sana. Nenek dan Ainun juga pamit dari sana.

“Main lagi, yuk!” ajak Misya pada si kembar.

Mereka mengangguk dan kembali ke kamar Ainun. Entah sudah menjadi apa kamar Ainun saat ini. Kamar yang di tinggali tiga anak kecil yang main di dalam. Beruntung, Ainun tipikal gadis yang suka dengan anak-anak sehingga tidak mempermasalahkan kamarnya yang berantakan.

***

“Sayang, bangun yuk!” Amira membangunkan kedua anaknya. Sekarang sudah jam enam pagi dan kedua anaknya belum bangun.

Sebenarnya, Amira bisa saja membiarkan kedua anaknya masih di alam mimpi tapi mereka juga harus mandi dari air yang di buat oleh nenek. Nenek menyuruh keluarga Amira mandi tanpa terkecuali termasuk Adam dan Hawa yang masih anak-anak. Walau mereka masih anak-anak tidak menutup kemungkinan akan ada yang iri pada mereka.

Adam dan Hawa duduk dalam keadaan mata tertutup. Mereka masih mengantuk tapi sudah harus di suruh bangun apalagi suasana di kampung Amira yang begitu dingin ketika pagi dan sore hari. Tapi, sedingin-dinginnya sore hari, lebih dingin lagi pagi hari.

Amira tidak tega pada kedua anaknya jika harus mandi sepagi ini apalagi mereka sedang di kampung. Dirinya saja sampai menggigil ketika di sentuh air, apalagi Adam dan Hawa yang masih kecil. Namun, biasanya anak-anak tidak merasakan dingin.

Amira meninggalkan kamar dan menemui neneknya. Dia akan bertanya apakah bisa Adam dan Hawa jangan dulu mandi karena dia sangat tidak tega pada kedua malaikat kecilnya itu.

“Apa boleh Adam dan Hawa sebentar-sebentar mandinya, nek?” tanya Amira pada neneknya yang masih cerita.

“Bagusnya sekarang saja, Mir sebelum ada orang lain yang datang ke sini.

“Tapi kasihan anak-anak, nek. Mereka nanti kedinginan.”

“Tidak, kok. Adam dan Hawa ngga kedinginan, ya kan Dek?” Adam menoleh pada adiknya yang mengangguk.

Amira tersenyum, pasti kedua anaknya itu sudah mendengar Amira minta pada neneknya untuk tidak memandikan mereka sekarang. Pasti anak-anaknya itu takut sang ibu akan di marahi karena menolak perintah neneknya.

“Anak ibu emang hebat-hebat.” Ucap Amira memeluk keduanya.

Amira segera membawa kedua anak kembarnya ke kamar mandi. Namun sebelum itu, dia meminta tolong pada Revi untuk menyiapkan handuk dan membantunya untuk kasih mandi Hawa.

“Tolong bantu Hawa, ya.” Pinta Amira.

Revi mengangguk. Dengan handuk di bahunya, kedua wanita sama usia itu memandikan dua anak kembar yang menggigil kedinginan. Bohong jika Adam dan Hawa tidak dingin. Tapi mandi pagi sangat bagus untuk kesehatan begitulah yang orang tua di sana pahami.

1
Yuli Haryati
semangat thor jgn lama2 update nya
christie Ciciz
duh lagii
moonjuice
Kak jangan lupa jaga kesehatan, biar tetep bisa berkarya! Aku menunggumu~
Mawar Merah: terimakasih❤️ tunggu saya di simpang empat ya.😂
total 1 replies
Winda Utami
Karakternya jangan dibikin yang sedih sedih gitu dong thor.. aku jadi ikut sedih
Mawar Merah: Tangguh juga dia kak..😁
total 1 replies
SongbirdGarden
Hari ini aku badmood banget padahal, tapi setelah baca cerita ini jadi goodmood! Tidur pun tenang, Thor!
Mawar Merah: mimpi yang indah ya..😁
total 1 replies
SecretGiggle
Kita emang nunggu crazy up, tapi author jangan cape-cape, ya! Jangan lupa makan, thor!
Mawar Merah: siappp
total 1 replies
Labuh Ardianto
ayo author semangat terus buat bikin cerita ini lagi ya.aq tunggu.muachhhh😘😘
Mawar Merah: siappp
total 1 replies
Mawar Putih
sangat bagussss
Eja Drajat Adriansyah
makasih Thor udah up lagi makin seruu ceritanya
Mawar Merah: sama² terima kasih....
total 1 replies
indigosparkle
Halo Thor!! Aku masih menunggumu di sini, hanya untukmu~ Aku tunggu lanjutannya loh!
Mawar Merah: kek lirik lagu ya..😁
total 1 replies
SecretFruity
Thor, ini salah satu karya yang bikin aku gak bosen bacanya!
Mawar Merah: terimakasih..❤️
total 1 replies
SecretFruity
jangan gantung Thorr Cepetan Up ya Thorr Semangat
Mawar Merah: oke..
total 1 replies
Rendam Bintang
aaa thanks Thor ma bonus nya makin sayang author deh😘
Mawar Merah: peluk jauh...🤗
total 1 replies
coastbycoast
cerita ya bagus tapi harus lebih hati hati dengan tulisanya. jangan sampai salah Dan tertukar.
Mawar Merah: siappp... terima kasih, ya.
total 1 replies
BeautyBabe
Baca cerita kakak kayak lilin yang terkena api.. meleleh banget..
Mawar Merah: asal jangan kek es cream ya..😁
total 1 replies
Zhu Yun💫
Ayo semangat up terus kakak 💪😇
Mawar Merah: siapp
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!