Indonesia
NovelToon NovelToon
Senja Di Batas Kota

Senja Di Batas Kota

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:219.9k
Nilai: 5
Nama Author: Bunga Peony

Senja yang dianggap sebagai investasi oleh papanya, dijual papanya dengan seorang lelaki tua kaya raya untuk membayar hutang-hutangnya judi.

Di tengah persembunyian Senja tak sengaja bertemu dengan Noah dalam sebuah insiden di mana dirinya berakhir memiliki hutang 186 juta pada lelaki itu. Harga dari sebuah kalung berlian yang bentuknya saja Senja tak tahu seperti apa.

Dapatkah Senja mendapatkan uang untuk mengganti kalung berlian milik Noah yang hilang? Apakah Senja harus rela menerima tantangan dari lelaki itu untuk membayar hutangnya. Menjadi orang ke tiga dalam hubungan percintaan saudaranya?

Sebuah tawaran gila yang sedikit pun tak pernah terlintas dalam benak gadis itu.


#Disarankan untuk membaca 'istri 108kg Tuan Bara' terlebih dahulu.🌹

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunga Peony, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nenek tua yang ikut campur.

Waktu tiga hari yang berputar tak terasa telah membawa sedikit perubahan dalam hidup beberapa orang manusia.

Senja tersenyum senang mendapati kondisi Darsih yang semakin membaik dari waktu ke waktu. Kini mereka juga sudah menempati rumah kecil yang Senja sewa untuk tempat tinggal mereka berdua. Walau kecil rumah itu pun tampak hangat.

"Senja, kamu dari mana, Nak?" tanya Darsih saat melihat putrinya masuk dari pintu belakang. Tubuh Senja tercetak jelas di balik kaos yang basah itu. Wajahnya pun tampak bercucuran keringat.

"Dari belakang, beres-beres. Mama butuh sesuatu?" tanya Senja lembut.

Darsih mendorong kursi rodanya perlahan mendekati Senja. "Istirahat dulu, itu ada makanan di atas meja yang Mama siapkan. Kita makan siang dulu ya," ajak Darsih.

"Aku mandi sebentar ya, Ma. Nggak enak, bau keringat." Senja menarik bagian depan bajunya, membau tubuhnya sendiri yang penuh keringat.

Darsih mengangguk. Dia kembali mendorong kursi rodanya ke arah meja makan, sementara Senja kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri.

Sebenarnya tak ada masalah apa-apa dengan kaki Darsih. Hanya saja kondisinya yang masih sedikit dalam tahap pemulihan membuat dirinya tak mampu berdiri lama-lama. Itu sebabnya dia membutuhkan kursi roda sebagai tempatnya bersandar saat rasa pusing mulai mendera.

Jika saat ini Senja sedang menikmati kehidupannya yang mulai normal. Maka berbeda dengan kedua putra Apsara. Noah menggertakkan giginya melihat kedekatan Cecilia pada Bryan yang tengah duduk berdampingan di hadapannya.

Makanan yang ada di hadapannya pun dia abaikan begitu saja.

Sudah dua hari ini, dokter cantik itu rajin datang ke rumahnya. Sarapan bersama dengan anggota keluarga. Noah tidak mempersalahkan itu kecuali kedekatan Cecilia dengan Bryan. Perlakuan manis gadis itu di meja makan seakan-akan Bryan adalah suaminya.

"Grandma suka melihat kamu datang ke sini. Besok-besok kamu ke sini lagi, ya cantik," ujar Jelita begitu sumringah.

Cecilia tersenyum malu. "Aku usahakan Grandma," jawab Cecilia sopan.

"Ma, nggak mungkinlah Cecilia setiap pagi ke rumah ini. Apa kata tetangga nantinya," ucap Bara menimpali. 

Yonna melirik ke arah putranya Noah.   Rahang lelaki muda itu tampak menegang menahan amarah, berbanding terbalik dengan Bryan yang dingin tak peduli.

"Kenapa harus peduli dengan omongan tetangga. Lagi pula Mama lihat Cecilia dan Bryan cocok. Kenapa tidak nikahkan saja mereka berdua Bara. Cepat kamu temui Bram dan Merry, pinta anak mereka yang cantik ini untuk menjadi cucu menantuku," ujar Jelita kembali.

Ucapannya membuat semua yang ada di sana terhenyak. Tak terkecuali Bryan yang tampak acuh.

Ting!

Sendok makan Noah terhempas begitu saja ke atas piring kaca. Lelaki itu meraih gelas dan meminumnya hingga tandas.

"Kenapa Noah? Apa kamu sakit?" tanya Jelita menatap piring Noah yang tampak tak berkurang sedikit pun. Sebagai seorang Nenek, dia terlihat kurang peka terhadap cucunya yang satu ini.

"Aku kenyang, dan pamit berangkat lebih dulu!" Noah berdiri, kursinya terdorong sedikit kasar hingga menimbulkan bunyi yang beradu dengan lantai.

Semua yang ada di meja makan itu pun menoleh.

"Tapi kamu belum menghabiskan sarapan pagimu, Nak?" tegur Yonna yang diabaikan begitu saja oleh Noah.

Kening Jelita berkerut dalam sembari memperbaiki kaca matanya, dia membalikkan badannya dan terus menatap punggung Noah yang semakin menjauh. Raut wajah Noah yang masam menimbulkan seribu tanda tanya di pikirannya. Namun di detik berikutnya, seulas senyum tipis tertarik ke atas dari sudut bibir keriput itu.

"Kenapa dengannya, apa dia marah?" pikir Jelita yang mulai paham pada situasi yang terjadi.

Suasana seketika berubah canggung. Bryan yang merasa tak lagi nyaman langsung berpamitan pada semua orang tua dan pergi meninggalkan Cecilia begitu saja. Dan diikuti dengan Lily dan Cecilia yang berpamit pergi juga. Yonna menghela napas, kedua putranya semakin dewasa semakin jauh satu sama lain.

Tak seperti saat mereka masih anak-anak yang begitu dekat dan saling merindukan. Entah apa yang membuat mereka berdua menjadi seperti itu. Hati Yonna sedih jika memikirkannya.

"Bara, undang Bram dan Merry untuk makan malam di rumah ini!"

"Mama serius dengan apa yang Mama katakan tadi?" tanya Bara memastikan. Terkadang jalan pikiran wanita yang telah melahirkannya itu sulit untuk di tebak. Semakin tua semakin ada saja keinginannya yang harus dituruti.

"Tentu, kamu tidak lihat bagaimana putri dari keluarga Wijaya itu begitu menyukai Bryan kita yang tampan," balas Jelita tegas.

"Ma, kita tidak bisa mengambil keputusan yang gegabah. Kita tanya dulu pada anak-anak itu, apakah mereka mau dijodohkan seperti ini," saran Bara.

Dia hanya tak ingin salah mengambil keputusan. Masalah pernikahan itu bukanlah hal yang bisa di putuskan sembarangan. Dan melihat sikap Jelita, Bara yakin mamanya mengundang Bram dan Merry bukan sekedar mengajak makan malam bersama biasa saja. Tetapi ada sesuatu yang ingin wanita tua itu bahas. Yaitu perjodohan keduanya.

"Tak perlu ditanyakan lagi. Mama lebih setuju jika Cecilia menjadi cucu menantu Mama ketimbang wanita yang sedang dikejar-kejar Bryan selama ini. Kamu tahu gadis itu berasal dari keluarga yang berantakan, Bara. Mau jadi apa kehidupan cucuku mendapatkan mertua yang tengah menjadi buronan kini!" sentak Jelita marah karena keinginannya dibantah putranya sendiri.

Bara tersentak. "Buronan? Maksud Mama? Dari mana Mama mendapatkan informasi itu?"

"Kamu tak perlu tahu Mama tahu dari siapa. Pokonya Mama tak rela jika Bryan masih berhubungan dengan gadis itu. Lebih baik nikahkan saja dia dengan anak keluarga Wijaya itu. Nanti kalau sudah menikah juga mereka pasti saling cinta," debat Jelita yang kekeuh pada pendapatnya.

Yonna menggigit bibir bawahnya. Dia bimbang saat ini. Tetapi dia juga tak bisa diam saja dan mengorbankan perasaan putranya sendiri.

"Ma, aku kira apa yang di katakan Mas Bara ada benarnya juga. Kita tak bisa mengambil keputusan yang gegabah. Bryan tidak mencintai Cecilia tetapi Noah. Bagaimana jika Noah tidak terima dan terjadi perselisihan diantara mereka?" jelas Yonna.

Jelita justru menatap Yonna tajam. "Itu kewajibanmu sebagai seorang Ibu untuk memberikan pengertian pada putramu itu. Lagi pula sejak kapan putramu yang liar itu mencintai satu wanita. Kamu pikir aku tak tahu jika Noah berhubungan banyak wanita di luaran sana. Hah!" omel Jelita yang terasa menusuk perih di hati.

Ibu mana yang terima putranya di caci dan dikatakan liar oleh neneknya sendiri.

"Dengar Yonna! Aku tahu Noah adalah putramu dan dia juga cucuku. Cinta baginya tak ada bedanya dengan baju di badan. Selama dia suka dia akan terus memakainya dan jika dia bosan, maka dia pun bisa membeli yang baru sebagai gantinya. Sedangkan Bryan, apa kamu lupa bagaimana bodohnya anak itu demi mengejar cinta satu orang wanita saja!"

"Tapi Ma, kita juga tak bisa mengambil keputusan berdasarkan keinginan kita saja. Mereka sebagai anak pun punya hak untuk hidup mereka sendiri!" Bara menimpali ucapan Jelita. Dia sedikit tak setuju dengan pola pikir wanita tua itu.

Pernikahan bukan perkara hidup satu atau dua hari bersama saja. Tapi membangun komitmen. Memang apa salahnya jika terlahir dari keluarga yang berantakan. Toh gadis itu terlihat baik dan sopan di mata Bara dan Yonna saat pertama kali mereka bertemu.

"Pokoknya keputusan Mama sudah bulat. Bryan akan Mama nikahkan dengan Cecilia. Dan kalian jangan membantah keputusan mama!" tandas Jelita tegas dan tak terbantahkan.

1
Wayan Sucani
Kisah bryan GMN Thor?
Wayan Sucani
Mungkin ikatan batin antara senja dan Bryan kuat...
Bryan pikir itu cinta dgn lawan jenis...pdhl cinta adik kakak
Pace Boss
up
Atikah isnaeni
aku tuh paling gak bisa ngrangkai kata2 di kolom koment...
tapi jujur..aku suka sama alur cerita nya ..🥰
Andahani_lisna
KA ayo dong up lagi aku udah nunggu lama😭
Nurhasanah
kpn up y lg ini..dah berbulan2..gantungan bgt
Denny Joost
kapan nihhh
Erna Hidayati
aduh Thor kenapa luamma sekali GK up...aku selalu tungguin Lo...
W_E_N_A: Iya ih...lama sekali up nya...
apa othornya ikutan liburan ke eropa ya....🤣

Ayo dong...lanjut lagi....
total 1 replies
Nurhasanah
mf thor kon up lg ya...dah
Orlando99 tv chenel
selalu gantung cerita nya?
Hanum Kamila Jasmine
Luar biasa
Fii Fiie
blm Up lagi Thor 🤧🤧
FiaNasa
aduh kok malah senja jadi melongo sih liat pri tampan..jgn smpai tergoda senja,,cobalah mencintai suamimu..menikah itu bukan untuk mainan..jgn sampai kamu tersandung ya,kasian noah
Herlina Wolo Malie
kenapa blm up lagi gimana selanjutnya ni
Herlina Wolo Malie
lanjut thor
Susi Akbarini
waahhhh..
bakalan ada yg jeles ini...
😀😀😀❤❤❤❤
Reni Setia
baru aja hidup damai udah mau ribut lagi ini kayaknya,,,, hadeeewwwww
Ulfa Zumaroh
lagi baikan mLh udah ada bau2 ngak beres
Bustanul Hidayah
Senja dan Noah baru baikan.....
koq udah ada orang ketiga Thor.....
buat Senja dan Noah saling menyayangi dong
Herlina Wolo Malie
lanjut tor aku suka cerita nya gak bikin ngantuk, tapi seru banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!