Indonesia
NovelToon NovelToon
KKN DESA MATI

KKN DESA MATI

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Author Melda

6 mahasiswa KKN datang ke desa terpencil untuk pengabdian. Di gapura desa, mereka disambut warga yang ramah. Tapi aneh, semua rumahnya lapuk, tidak ada listrik, dan kuburan ada di setiap halaman rumah. Maya, yang indigo, berbisik, "Sel, kaki mereka nggak napak tanah..." Malam pertama, Riko iseng memotret gapura desa. Saat foto dilihat, yang berdiri di foto bukanlah 6 mahasiswa... tapi 6 pocong dengan wajah mereka sendiri! Ternyata desa itu sudah mati 20 tahun lalu karena wabah. Dan setiap 20 tahun, mereka butuh 6 tumbal baru untuk menggantikan mereka. Dan tahun ini... giliran kami. Jangan pernah KKN di desa ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Author Melda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SEASON 2. BAB 33 HUTANG 3 NYAWA

Setelah Bima mati. Setelah Pak Lurah jadi tanah. Kami kira adzan subuh menyelamatkan kami. Ternyata itu cuma penundaan 40 hari.

40 HARI KEDUA

Kota Jambi. Apartemen kosong.

Sudah 40 hari sejak malam di gapura itu. 40 hari sejak kami 4 orang pulang dengan luka di hati.

Aku, Selvi. Maya. Sinta. Riko.

Kami janji gak akan pisah. Tapi kenyataan beda.

Maya pindah ke rumah orang tuanya di Palembang. Katanya biar aman.

Sinta tinggal sama kakaknya. Tiap malem telpon aku nangis.

Riko tidur di masjid. Dia bilang biar ada yang jaga.

Aku? Sendiri di kos.

Jam 03.17. Lagi-lagi jam itu.

HP bergetar. Grup "SISA 4" yang kami bikin.

Pesan dari +62 8xx-xxxx-xxxx:

[1/6] FARHAN - LUNAS

[2/6] BIMA - LUNAS

[3/6] MAYA

[4/6] SINTA

[5/6] RIKO

[6/6] SELVI

"HUTANG 3 NYAWA. WAKTU 7 HARI. DIMULAI DARI YANG PALING LEMAH."

Jantungku copot.

Yang paling lemah. Maya.

Aku langsung video call Maya. Tidak diangkat.

Telpon. Tidak aktif.

"MAYA!!" teriakku.

Aku langsung pesen travel ke Palembang. 4 jam perjalanan.

RUMAH MAYA

Jam 07.00. Aku sampai di rumah Maya.

Pintu terkunci dari dalam. Lampu mati.

"BUK IBU!" teriakku ke tetangga. "Maya mana?"

Bu RT keluar. Wajahnya pucat. "Nak Selvi... dari jam 3 subuh ada suara teriakan dari rumah Maya. Pas kami dobrak..."

Jantungku berhenti.

Di dalam, ruang tamu berantakan. Meja pecah. Kaca berserakan.

Dan di tengah ruangan...

Sehelai kain kafan. Tergelar.

Di atasnya ada tulisan darah: "MAYA"

Tapi Maya tidak ada.

Di kamar mandi, air keran nyala. Penuh darah.

Di cermin, ada tulisan pakai lipstik:

"SAYA SUDAH PULANG KE GAPURA"

Polisi datang. Katanya "hilang".

Tapi aku tau. Dia sudah diambil.

PEMAKAMAN KOSONG

3 hari kemudian. Pemakaman Maya.

Petinya kosong. Sama seperti Farhan dan Bima.

Di batu nisannya tertulis: [3/6] MAYA - LUNAS

Sinta pingsan di kuburan. Riko cuma bisa menunduk.

Aku berdiri paling depan. "Ini salahku," bisikku. "Aku yang ngajakin KKN."

HP bergetar lagi.

"SISA 2. WAKTU 4 HARI. SINTA. RIKO."

TEROR KE SINTA

Hari ke-5.

Sinta menghilang dari kamar kakaknya.

CCTV menunjukkan jam 03.16, lampu kamar kedip. Lalu pintu kebuka sendiri. Sinta jalan keluar sambil melayang. Matanya putih semua.

Kami cari 1x24 jam. Tidak ketemu.

Hari ke-6. Ditemukan di Sumur Tujuh, Desa Bayunglencir.

Keadaannya... sama. Kain kafan melilit leher. Mata melotot ke atas.

[4/6] SINTA - LUNAS

Tinggal 2. Aku dan Riko.

KEPUTUSAN TERAKHIR

Hari ke-7. Malam terakhir.

Aku dan Riko di kosku. Tidak tidur.

"Sel, kita ke gapura," kata Riko. "Kita hadapin bareng."

"Kalau kita mati berdua gimana?" tanyaku.

Riko tersenyum. "Mending mati bareng daripada nunggu diambil satu-satu."

Jam 11.00 malam. Kami berangkat.

Sepanjang jalan, radio nyala sendiri. Suara Nyi Raras ketawa.

Jam 11.55. Sampai di gapura.

Kosong. Tidak ada peti. Tidak ada Pak Lurah.

Hanya kabut. Dan di tengah kabut, Nyi Raras.

Wajahnya lebih hancur dari dulu. "Akhirnya... 2 terakhir."

Riko maju. "Ambil aku! Lepaskan Selvi!"

Nyi Raras tertawa. "Tidak bisa. 2 untuk 2. Itu aturan."

Dia menarik kain kafan bertuliskan "RIKO".

Riko menoleh ke aku. "Sel... hidup ya..."

KRETEK

Leher Riko patah. Tubuhnya jatuh.

[5/6] RIKO - LUNAS

Tinggal aku.

Nyi Raras berjalan ke arahku. Kain kafan "SELVI" sudah di tangannya.

"Giliranmu," bisiknya.

Aku menutup mata. Pasrah.

Tiba-tiba...

ALLAHU AKBAR

Adzan Subuh lagi.

Nyi Raras menjerit. "TIDAK! BELUM WAKTUNYA!"

Tubuhnya terbakar. Dan dari dalam dirinya keluar 4 arwah. Farhan, Bima, Maya, Riko.

Mereka mengelilingiku.

"Selvi," kata Farhan. "Lari."

Aku lari. Tidak menoleh ke belakang.

EPILOG

1 tahun kemudian.

Desa Bayunglencir sudah rata dengan tanah. Pemerintah gusur karena "tanah longsor".

Aku pindah ke Jakarta. Ganti nama. Ganti identitas.

Tapi tiap jam 03.17, HPku tetap bergetar.

Isinya selalu sama:

"HUTANG LUNAS. TAPI KAMU PENUNGGU BARU. 40 TAHUN LAGI KAMU YANG NAGIH."

Dan di kaca kamar, selalu ada tulisan:

"SELVI - PENUNGGU GAPURA"

Aku tidak mati.

Tapi aku juga tidak hidup.

Aku terjebak.

1
Tio Buki
Semangat ya thor👍👍👍👍👍🙏
Author Melda: terimakasih kk sdh mampir👍 semangat jg untuk kak nya👍
total 1 replies
Tio Buki
Hadiah untukmu ya thor
Tio Buki
Ikut meramaikan ya thor🙏🙏🙏🙏
Tio Buki
Masuk aja, jangan di berat berat kan
Tio Buki
Siapa takut😄
Tio Buki
Aku ngak ikut ya 😄😄😄
Tio Buki
Sprei gue nggak bisa datang 🤣
Tio Buki
Mampir thor🙏🙏🙏
Nandan Waluya
Mantap ceritanya kak 💪
Author Melda: heheh terimakasih kak sdh mampir👍
total 1 replies
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Sebelum baca BAB 6, aku coba jawab pertanyaan Kak Melda di akhir BAB ini...

Jawabannya adalah...

Salah satu dari seluruh anggota KKN, "sukma jiwa"nya sudah dibawa...
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Di akhir BAB, aku bayangin begini:

Aku yang sedari tadi hanya berdiri di depan pintu belakang, hanya tersenyum saat melihat semua obor-obor itu. Namun, senyumanku terlihat datar oleh seluruh teman-teman KKN ku.
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Saya membayangkan skenario spesial:

Aku (saya maksudnya, hehehe...) akhirnya berjalan santai menuju ke pintu balai desa yang terkunci. Lalu, kupejamkan kedua mataku. Dan mulai bicara dengan mereka semua yang ada di luar...

🤭🤭🤭
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Saya pasti cuma berdiri aja sambil senderan tembok, menatap satu-satu semua temen KKN. Terus tersenyum aja lihat mereka begitu... hihihi...
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Saya bangun dari rebahan, jalan deketin Selvi, dan bilang sama dia, "Gimana? Mau tukeran posisi ketua sama gue, gak?"
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Kalo ada saya di dalam ceritanya, pasti saya udah rebahan santai... sambil bilang, "Nikmati aja dulu... hehehe..."
Author Melda: Nah kan 😈 Cocok jadi ketua penunggu sumur ini mah
"Nikmati aja dulu hehehe" - kata penunggu sumur ke mahasiswa KKN
Fix kakak aku jadiin bos terakhir ya 😂
total 1 replies
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Wah, kok saya malah ngerasa semakin seru ya kalo ada di tim mereka??? 🤭🤭🤭
Author Melda: Wkwk sama kak aku nulisnya aja keringetan 😭
Yaudah sini gabung tim KKN Desa Kalijatiny
Posisinya: divisi nganter makanan ke sumur jam 12 malam 🤝
Gaji: 1 nyawa wkwk
total 1 replies
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Sudah diduga... Pasti warganya keluar malam-malam...
Author Melda: Wkwk pinter banget nebaknya kak 😈
Tapi... yang keluar malam-malam itu bukan warganya doang...
Ada yang "nemenin" mereka juga 👀
total 1 replies
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Eh, bentar-bentar... Si nenek itu bisa menjawab salam???
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Ini pihak kampusnya gak cari tahu dulu kah soal Desa Kalijatinya???
Author Melda: Bener kak 😭 itu juga yang jadi pertanyaan mahasiswa nya di cerita
Katanya sih "Desa tertinggal, butuh mahasiswa"
Padahal... ada udang di balik batu wkwk
Tunggu plot twist nya di bab selanjutnya yaa
total 1 replies
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Sumpah, baru BAB pertama aja, udah ngeri banget begini suasana Desa Kalijatinya. Terbayang jelas di imaninasi. Tapi seru juga sih bisa KKN di desa macam gitu... hehehe... 😍😍😍
Author Melda: Hehe makasih udah ngerasain seremnya kak 😈
Tapi... kalau kakak yang KKN di Desa Kalijatiny,
berani gak jaga sumur jam 12 malam sendirian? 👀
Bab 7 udah tayang yaa... siap-siap merinding lagi
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!