Olivia Kania Smith mati dengan tragis ditangan adik angkatnya.
Olivia tidak tahu selama ini, kenapa keluarga kandungnya begitu sangat membencinya, dan bahkan juga teman-temannya sangat membencinya.
Mereka lebih percaya, dan perhatian kepada adik angkat Olivia.
Hingga pada detik terakhir Olivia akan mati, barulah ia tahu kenapa semua orang sangat membencinya.
Suara hati adik angkatnya dapat didengar semua orang, kecuali dia!
Siapa sangka, setelah kematian tragisnya, ia dapat mengulang kembali kehidupannya, dan dapat mendengar suara hati adik angkatnya.
Bagaimana sikap Olivia menghadapi keluarga kandungnya, setelah kehidupan ke duanya untuk membalas sakit hatinya pada kehidupan sebelumnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 33.
"Semua gara-gara aku!"
Mariana menghentikan tangannya melipat bajunya, melemparkan pandangannya melihat ke arah Lydia.
"Kalau tidak, tidak akan jadi seperti ini!" suara Lydia begitu sedih tidak berani memandang ke arah mereka bertiga.
"Tidak ada hubungannya denganmu, nak!" jawab Mariana, lalu kembali melanjutkan melipat bajunya.
"Sudah jelas kita tahu, kalau semua ini karena Olivia yang tidak punya hati!" kata David menambahi perkataan Ibunya.
Lydia tetap menundukkan wajahnya dengan raut wajah yang terlihat begitu tertekan.
"Tidak ada hubungannya sama kamu sama sekali!" kata Mariana lagi menenangkan perasaan sedih Lydia.
"Mama tidak usah menghibur ku!" kata Lydia sepertinya biasanya memperlihatkan, kalau ia putri yang sangat pengertian.
Mariana kembali mengangkat wajahnya memandang ke arah Lydia.
"Begini saja, besok di kampus mengadakan kelas terbuka pendidikan karakter, bagaimana kalau aku minta maaf sama kak Olivia di depan umum! jadi, kak Olivia pasti nanti tidak akan mengusir kita lagi!"
Raut wajah Mariana perlahan mulai berubah mendengar apa yang dikatakan Lydia.
Ia merasa sangat terharu dengan perhatian Lydia kepada mereka.
"Pendidikan karakter??"
"Minta maaf apa?! kalau ada yang harus minta maaf, seharusnya dia lah orangnya!" David tidak setuju dengan usul Lydia, untuk meminta maaf kepada Olivia, "Karena sangat tepat untuknya saat besok kelas terbuka pendidikan karakter!"
David kemudian menoleh ke arah Mariana, "Ma!"
Mariana mengangkat wajahnya memandang ke arah David.
"Besok Mama sekalian bicara ke Rektor kampus, bongkar semua kelakuan Olivia! biar dia minta maaf di depan semua orang!!"
Lydia diam-diam tersenyum senang mendengar nada penuh emosi David, ia berhasil memprovokasi David.
"Baik! aku akan telepon sekarang Rektor kampus!" Mariana meraih ponselnya.
"Olivia, aku mau melihat bagiamana besok kau akhirnya meminta maaf" bisik Lydia bergumam pada dirinya sendiri sembari tersenyum senang.
Esok harinya.
Vincent mengantar Olivia ke kampus.
Vincent menutup pintu mobil setelah Olivia turun dari dalam mobil.
"Nona!"
"Mm!" Olivia menoleh memandang Vincent.
"Apa Nona yakin tidak perlu ku temani?"
"Tidak perlu!" jawab Olivia, "Yang paling penting sekarang, kak Vincent bantu aku mengawasi perusahaan, ya!"
Vincent terpaksa menuruti apa yang dikatakan Olivia, walau ada rasa berat tidak dapat menemani Olivia ke kampus.
Ia hanya bisa melihat Olivia melangkah masuk ke pekarangan kampus.
"Kelas terbuka ini sudah selesai, ya!" kata Rektor berdiri di depan kelas berbicara menggunakan mikrofon, "Sekarang aku mau bicara hal penting lainnya!"
Di bangkunya Olivia terlihat acuh tak acuh saja melihat ke depan kelas.
Rektor menoleh ke arah Dosen wanita yang berdiri di sampingnya, "Ibu Camilla saja yang menyampaikan!" katanya memberikan mikrofon kepada Camilla.
Camilla menerima mikrofon, lalu kemudian ia pun mengatakan hal penting yang dimaksudkan Rektor kampus.
"Hari ini semua orang sudah berkumpul! di depan semua mahasiswa dan mahasiswi, aku mau memberi teguran khusus untuk satu siswi!!"
"Olivia!!" panggil Dosen Camilla.
Olivia menoleh memandang ke arah Dosen Camilla depan tatapan keheranan, dan membuat yang lainnya sontak menoleh memandang ke arah Olivia.
"Aku??" tanya Olivia menunjuk dirinya sendiri.
Semuanya saling berbisik satu sama lain membicarakan Olivia.
"Pantas saja kemarin dia begitu arogan! dia ditegur di depan umum masih lumayan!!" sahut Mia dengan ketus melirik ke arah Olivia.
Olivia memutar bola matanya tidak percaya, kalau ia kembali menjadi target.
Ia memalingkan wajahnya ke samping acuh tak acuh.
"Olivia sebagai siswi membully adiknya di koridor!!" kata Dosen Camilla.
Olivia semakin terlihat acuh tak acuh mendengar apa yang dikatakan Dosen Camilla, sembari memutar-mutar wadah tempat minumnya.
"Lalu dia memanggil mahasiswa dari kampus lain, untuk membully mahasiswa lain juga!!"
Olivia sontak memandang Dosen Camilla.
Rasanya Camilla sudah menyampaikan hal yang salah, yang sama sekali tidak ia lakukan, memanggil siapa pun saat akan memberi pelajaran kepada Lydia.
Bersambung........
..