Ari yang ingin memliki usaha sendiri mencoba menjalin kerjasama dengan sahabatnya yang bernama Radit. Dimana Radit memiliki usaha yang dikelolanya bersama yang adik (Gita) yang akan membuka cafemart di dekat kampus Radit. Mereka bertiga bekerjasama mengawali sebuah bisnis
Cinta memang tak akan tahu kemana akan berlabuh. Ari yang sebelum kenal Gita membayangkan sifatnya yang kurang baik. Bayangannya Gita itu orangnya jutek, galak, suka mengatur ternyata setelah bertemu justru membuatnya jatuh cinta. Tetapi ternyata kedua orang tua Gita belum mengijinkan anak gadisnya pacaran selama masih sekolah.
Sedangkan Vino sang mantan sekaligus sepupu dari Gita meminta Gita untuk kembali padanya setelah lulus sekolah. Karena dulu Gita pacaran secara diam-diam dengan Vino.
Bagaimana kelanjutan dengan cinta Gita dengan Ari dan Vino, akan kah cintanya mendapat restu ataukah harus putus ditengah jalan dan kembali bersama sang mantan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diyah Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 33. Selesai berkemas
Gita selesai mengemas semua barangnya dan membersihkan apartemen kembali yang sempat tertunda karena menerima telp dari Meira.
Ari masuk ke apartemen melihat kamar Gita terbuka, Ari mendekatinya.
"Sudah berkemas Git?" Tanya Ari melihat koper Gita sudah berdiri di dekat pintu kamar.
"Hehehe iya mas kan biar besok tidak buru-buru mas kalau sekarang sudah diberesin semuanya." Jawab Gita
"Besok Meira jadi ikut? Mas Ari juga akan ikut mengantar kalian sampai di Jogja." Kata Ari.
"Mas Ari kuliah sama kerjanya bagaimana dong kalau ikut ke Jogja?" Tanya Gita
"Ijin cuti dulu untuk kantor, kalau kuliah ya terpaksa membolos dulu" jawab Ari terkekeh.
"Ya sudah sekarang mas berkemas dulu dan Gita juga mau masak di dapur" kata Gita kemudian berdiri dan hendak keluar kamar.
"Gita kalau nanti kita sudah berjauhan kota, jangan pernah lupa menghubungi mas ya" kata Ari yang berdiri saling berhadapan dengan Ari memegang kedua tangan Gita dan menatap Gita.
"Iya mas, Gita akan usahakan untuk selalu berkomunikasi dengan mas Ari" kata Gita yang bingung melihat tatapan Ari.
Ari mencium pipi Gita
"Cup"
Gita melotot kaget dengan apa yang dilakukan Ari terhadapnya.
"Aku mencintaimu Gita" kata Ari lembut membuat Gita merona pipinya.
"Aku...juga ...mencintai mas" kata Gita pelan kemudian menunduk. Ari tersenyum kemudian meraih dagu kekasihnya dan memandang lekat-lekat kemudian memeluk Gita erat.
"Terima kasih sayang" kata Ari.
Kampus
-------------
Radit masih di kampus menghabiskan waktunya dengan Salsa.
"Ari akhirnya tidak jomblo lagi Dit" kata Toni membuat Ari dan Dina tertawa
"Iya tuh orang, dari jaman sekolah dulu dingin banget kalau di dekati cewek" kata Dina.
"Oya, besok gue ijin kuliah mau anter Gita pulang dulu" kata Radit.
"Gita besok sudah pulang, bukannya masih libur anak sekolah. Andra masih libur deh kalau tidak salah." Kata Toni.
"Iya memang masih libur, Meira juga mau main ke rumah Gita" kata Radit
"Ari pasti ikut juga. Modus tuh Ari, alasannya Meira mau main ke sana" kata Salsa. Toni dan Dina tertawa mendengar komentarnya Salsa.
"Kalian tidak lihat sih bagaimana posesifnya Ari ke Gita waktu di Semarang kemarin" kata Salsa, Radit hanya terkekeh tanpa memberi komentar.
"Hah iya?! Gue jadi penasaran deh sama Ari jika dengan Gita seposesif apa." Kata Dina
"Nanti saja yuk kita ke mall sambil makan malam. Gue telp Ari deh biar ajak Gita kan Gita besok sudah mau pulang" kata Toni. Kemudian menghubungi sahabatnya yang posesif ini untuk diajak janjian di mall XY. Ari menyetujui untuk jalan di mall XY karena Toni beralasan bahwa Gita besok sudah meninggalkan kota ini.
Mall XY
------------
Toni bersama Dina yang datang lebih awal di mall ini masih menunggu Radit dan Salsa yang katanya sudah masuk ke tempat parkir. Sedangkan Ari dan Gita masih di jalan.
Ari sampai di mall XY bersama Gita, kemudian masuk ke dalam mall sambil menghubungi Toni untuk menanyakan jadinya mau dimana janjiannya mereka.
Mereka janjian bertemu di restoran Bulan.
Ari masuk mencari keberadaan sahabatnya kemudian menuju bangku mereka.
Mereka duduk berenam dengan saling melempar candaan bahkan sindiran untuk Ari dan Gita dari Toni. Tiba-tiba ada suara Laki-laki menyapa mereka semua salah satu teman kuliah Ari yang bernama Haryadi.
"Halo Dit" sapa Haryadi yang mengetahui Radit bersama dengan Salsa.
"Hai Har, sama sipa loe disini?" Tanya Radit kaget waktu disapa Haryadi.
"Loh kalian semua berkumpul disini?" Kata Haryadi kemudian melihat ke Gita. Sambil menyalami satu persatu temannya. Ari langsung menarik tangan Gita pada saat bersalaman dengan Haryadi agar tidak kelamaan. Karena tatapan Haryadi ke Gita pada saat mereka berkenalan begitu terlihat kalau Haryadi ingin tahu siapa Gita.
"Ini Gita kekasih gue" kata Ari tegas sambil melepas tangan Gita dari Haryadi.
"O maaf gue kira adik loe Ri" kata Haryadi. Dina melihat Ari menarik tangan Gita kemudian menggenggam tangan Gita heran dan siku lengan Dina sengaja menyentuh lengan Toni. Toni yang tahu kode dari Dina tersenyum sekaligus juga heran.
"Gue sama saudara Dit, yuk gue duluan ya" kata Haryadi ke semua.
"Ehemm" Toni berdehem melihat Ari masih menggenggam tangan Gita.
"Sudah Ri, Gita tidak akan lari kok. Kan besok sudah mau pulang." Kata Toni lagi
"Justru karena besok sudah mau pulang itu sekarang harus di pegangin dulu" kata Ari membuat Gita jadi malu kemudian menarik tangannya. Semua tertawa, sedangkan Gita hanya menunduk pura-pura sibuk dengan ponselnya.
"Ternyata loe posesif juga ya Ri, padahal baru juga jadian" kata Toni.
"Loe mau gue pecat Ton?" Ancam Ari.
"Jangan gitu dong Ri, masak loe tega sama gue" kata Toni membuat Radit tertawa.
"Nah loe Ton" sahut Radit ikut meledek Toni.
"Yuk kita pulang, besok Gita mau berangkat pagi-pagi kan, kasihan nanti kecapekan dan jadi kesiangan bangunnya." kata Dina. Mereka berdiri semua, tiba-tiba ada suara dari memanggil Ari.
"Halo mas" sapa Meira yang datang bersama kedua orang tuanya.
Kemudian Gita dan semua sahabat Ari memberi salam dan mencium punggung tangan Ahmad dan Aini.
"Gita besok jadi berangkat sayang?" Tanya Aini.
"Jadi tante. Oiya tante, om Gita berterima kasih sekali sudah diijinkan bersama mas Radit untuk menginap di tempat mas Ari. Dan Gita juga mau sekalian pamit besok pagi sudah kembali pulang, jika ada salah Gita minta maaf sudah merepotkan mas Ari" kata Gita panjang.