Bila jodoh bisa di pilih, siapa yang akan anda pilih ?? tentu hal itu sangat menyenangkan bukan ? tapi sayangnya jodoh sudah di tentukan dan sudah tertulis dengan rapi nan indah oleh sang pencipta, walaupun terkadang kita sudah yakin dengan pilihan kita sendiri, namun Allah lebih tau siapa yang terbaik untuk menjadi pasangan serta teman hidup sepanjang masa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon siti jaetun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gimana ?
***
"Berhubung Yoshi atau Farel udah nggak bisa ke Lachata lagi, mau nggak mau ya pak Tama yang harus ke sana" ucap Sabilla.
Naratama kaget mendengar kalimat itu.
"Ko saya ?? Aidin kan bisa" jawab Tama.
"Pak, Aidin itu sudah punya istri. Jadi, kalau ke sana cuma bisa nemenin pak Tama aja" lanjut Nina.
"Ko gitu ??" tanya Tama lagi.
"Sistemnya gitu kata Yoshi dan Farel" jawab Sabilla.
Naratama terdiam.
"Nggak usah banyak mikir lah pak, buruan deh bergegas. Soal kerjaan, kita yang handle" ucap Sabilla.
"Kenapa nggak kamu aja yang ke sana ?" tanya Tama.
"Pak Naratama yang terhormat, di Lachata itu Ellisa masuk di sebuah toko, Ellisa itu perempuan, jadi.... Yang membelinya itu harus seorang lelaki. Paham ??!" jawab Sabilla sedikit sewot.
Naratama diam kembali. Entah apa yang ia pikirkan. Ia sangat ragu untuk mengambil keputusan ini. Walaupun sejujurnya ia pun sangat merindukan Ellisa.
"Pak Tama ??"
Naratama masih asyik dengan lamunannya.
"Intinya nanti pak Tama pergi ke sana, bareng Aidin, biar ada yang gantian nyetir. Soalnya kata Yoshi jalannya itu nggak semulus paha para janda. Ada jalan yang lebih mirip kayak sungai yang mengering, alias terjal bebatuan. Susah di lewati. Tapi tenang aja, mobil-mobil di sana sudah di setel dengan sedemikian rupa agar bisa melewati jalan itu" jelas Sabilla.
"Kalau nanti kita nyasar gimana ??" tanya Aidin.
"Nanti kita bakalan tetap komunikasi selama kalian di sana, nggak cuma komunikasi bareng kita, nanti kita sambungkan dengan Yoshi dan Farel" jawab Sabilla.
"Sedetail itu kamu Bil..." kata Naratama.
"Harus pak ! Demi kembalinya Ellisa. Hehe..." jawab Sabilla.
"Kita pikirkan nanti ya ?" ucap Naratama.
"Maksudnya pak ??"
"Deadline kita gimana kalau kita cuma mikirin Ellisa ?? Belum tentu di sana dia juga Mikirin kita ? Kerjaan kita banyak ! Apa lagi perjalanan ke sana itu membutuhkan waktu kurang lebih satu Minggu. Iya kan ?? Kita lagi di kejar deadline. Jadi masalah Ellisa kita pikirkan kapan-kapan !" jawab Naratama dengan tegas.
"Pak !"
"Sekarang keluar dari ruangan saya ! Dan lupakan sejenak masalah Ellisa !"
Ketiga anak itu saling pandang kemudian pergi dari ruangan itu dengan raut wajah yang nampak kecewa.
***
Jadwal Ellisa hari ini adalah mempercantik diri. Ia masuk ke sebuah salon kecantikan dan mulai satu persatu bagian tubuhnya itu di make over lagi, supaya cantik dan mempesona kembali. Supaya bersinar seperti namanya.
"Ellisa Noura Sahar ? Kenapa memilih nama itu ??" tanya perawat di sana.
"Supaya sinarnya nggak terlalu menyilaukan, hahaha" jawab Ellisa.
"Cahaya fajar ?? Tenang gitu ya ? Damai ??"
"Betul"
"Bukankah lebih cantik nama Yofiana daripada Ellisa ??" tanya perawat itu sambil meluluri punggung Ellisa.
"Di sini banyak yang manggil ELL daripada YOFI" jawab Ellisa.
"Iya juga ya ?? Tapi kan nggak apa-apa kalau yang di ganti itu Ellisa-nya"
"Nggak deh, biar saja, Ellisa Noura Sahar"
"Semoga nama kali ini membawa berkah ya Ell ?"
"Aamiin"
"Semoga besok-besok yang datang padamu seorang duda kaya yang baik hati"
"Hahaha...."
"Ko ketawa ?? Aamiin-kan dong ??"
"Ekhemm... Iya deh, aamiin"
"Nah gitu, jangan lagi deh, sama bujang, nggak jelas nanti nasibnya. Sama duda aja, yang penting bisa menghargai kita, menerima kita dengan tulus apa adanya"
***
"Tama nggak mau ??" tanya Yoshi pada Sabilla dan Nina.
keduanya pun menggeleng.
"Hufh ! Ya udah, berarti emang udah takdir" ucap Yoshi.
Kedua anak itu lagi-lagi menekuk wajahnya.
"Ya mau gimana lagi ??" kata Yoshi mencoba menghibur diri dan kedua anak itu.
"Ini salah kamu tau nggak sih !!" celetuk Sabilla.
"Kok nyalahin aku ??" tanya Yoshi.
"Coba aja kamu nggak pulangin Ellisa !! Kita nggak akan seribet ini nyari dia !!" kata Sabilla.
"Ternyata kamu emang nggak beneran cinta ya sama Ellisa ya Yos ??" tambah Nina.
"Ehh !! Masih untung aku mau ngasih tau alamatnya Ellisa ke kalian ! Ini bukan masalah aku beneran cinta apa nggak ya sama Ellisa !! Lagi pula kalian nggak tau gimana isi hati yang sebenarnya kan ?? Dan aku juga nggak tau apa isi hati kalian !! Bisa aja kalau kalian bisa mengembalikan Ellisa ke sini, kalian nggak akan mau nyerahin Ellisa ke aku ! Bisa jadi kan ??" ucap Yoshi.
"Licik ternyata pikiranmu Yos !!"
"Apanya yang licik ?? Itu hanya jaga-jaga aja ! Aku pun nggak mau kalau Ellisa malah jatuh ke tangan Naratama !"
"Hih !! nggak mau kehilangan tapi nggak mau berjuang !!"
"Jaga ucapanmu ya !! Perjuangan nggak harus terlihat di depan mata !! Kamu nggak tau seberapa besar perjuanganku di atas sajadah kan ?? Nggak tau kan kalian ??"
***
"Ell, dengar-dengar Minggu besok kamu sudah bisa masuk ke toko ya ? Buat di pajang di sana ?" tanya perawat di salon kecantikan itu.
"Hufh ! Iya katanya. Tapi ko aku masih belum yakin ya ?"
"Kenapa belum yakin ?"
"Kasus yang aku alami kemarin kayaknya bakalan mempersulit pembelianku deh"
"Jangan berfikiran seperti itu, harus punya keyakinan kalau kamu itu akan mendapatkan yang lebih baik dari yang kemarin"
"Semoga saja deh"
"Kamu perbanyak minum jus wortel ya Ell, kalau suka tomat boleh juga di jus, itu baik buat kesehatan kulit. Sayur-sayuran di perbanyak juga. Kurangi makanan yang berminyak dulu ya Ell"
"Iya Miss... Tapi Ell lagi nggak suka brokoli Miss, bosen"
"Bisa di ganti yang lain. Misal pucuk labu... Intinya sayur hijau harus di perbanyak deh Ell. Jangan banyak alasan dulu"
"Bukan gitu Miss..."
"Lalu ?? Brokoli itu kesukaan Yoshi..."
Perawat di sana tepuk jidat mendengar kalimat Ellisa.
"Jangan di kait-kaitkan deh !! Udah lupain. Nggak cuma Yoshi ko yang suka brokoli"
"Iya sih Miss... Tapi..."
"Apa lagi yang di sukai Yoshi ?? Tengkleng ? Tongseng ??"
"Ah, iya Miss, Yoshi suka tongseng... Kalau mamanya Yoshi suka tengkleng"
"Kamu udah kenal sama mamanya ?"
"Udah"
"Udah pernah di ajak ke rumah ??"
"Udah"
"Kenapa nggak ada kejelasan soal status ??"
Ellisa terdiam.
"Besok datang lagi ya ? Jam 9 siang aja, antrean besok kamu dapatnya jam tengah 10" ucap perawat itu sedikit mencairkan kecanggungan.
"Iya Miss"
"Udah ! Nggak usah di pikirin terus Yoshi-nya. Pasti akan ada penggantinya yang lebih baik"
"Iya Miss"
"Udah jangan galau !! Gimana nanti kalau kita pergi ngopi dulu sebentar ?"
"Kemana Miss ??"
"Di tempat kopi area sini aja, Miss tau ko kopi kesukaan kamu"
"Serius Miss ??"
"Iya, mau kan ?? Nanti kamu boleh deh, cerita semuaaaaa tentang Yoshi di sana"
Ellisa tersenyum sambil mengenakan hijabnya. Perawat itu berpamitan untuk berganti baju sebentar. Ellisa pun menunggunya di depan. Kali ini wajahnya nampak bahagia, karena setelah sekian lama, baru ini yang menawarkan dirinya untuk menceritakan sesuatu yang telah lama di pendam Ellisa sendirian.