"Aku membutuhkan seorang pewaris, jadilah istri kedua ku" ucap seorang pria tampan
"jika kita menikah yang terjadi bukan hanya poligami tapi juga poliandri" jawab gadis cantik dengan senyum smirk.
"Are You Kidding ME?" .....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mahasany, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 34
"loe bener bener gila bara" ucapnya tersenyum Klise sambil terus melajukan mobilnya membelah jalanan malam, ia tak habis fikir dengan otaknya bisa bisanya mengajak menikah istri orang.
"yasmine?" teriak bara ketika sampai mansionnya
"maaf tuan, nona belum kembali" lapor kepala pelayan menundukkan kepalanya,
bara menghembuskan nafasnya kasar harusnya istrinya tersebut malam ini sudah kembali dari luar kota tapi nyatanya yasmine belum kembali dan tak memberi kabar padanya, bara mencoba menghubungi istrinya tapi nomor ponsel wanita itu tidak aktif.
"pak saya hangatkan makanannya dulu" ucap pelayan tersebut ketika melihat bara berjalan menuju dapur
"tidak perlu bi, tadi sudah makan saya hanya mau ambil minum" tolaknya setelah dari dapur bara menuju ruang kerjanya dan menyibukkan dirinya di sana padahal sudah sangat larut.
pukul dua dini hari yasmine mengendap ngendap masuk ke dalam mansionnya sendiri sambil membawa koper berukuran kecil.
ceklek
"baru pulang?" suara bariton bara sambil menyalakan lampu ruang tengah
"ah sayang iya, tadi jalanan macet sekali" ucap yasmine lalu mengecup bibir bara sekilas dan memeluknya
"darimana sebenarnya kamu?" tanya bara menatap yasmine
"maksud kamu? aku kan dari pemotretan sayang dua hari aku di sana"
"sekarang kamu berani membohongiku ya" pria itu menyipit
"kamu mengikutiku?"
bara menarik sebelah sudut bibirnya, saat di ruang kerja tadi ia menelpon agensi yasmine untuk menanyakan apakah istrinya ada di sana atau tidak karena seharusnya istrinya sudah pulang sedari tadi tapi mendapatkan fakta yang mengejutkan yang ternyata sudah dua minggu ini yasmine keluar dari agensi.
"bara kamu sudah tidak percaya padaku?" ucap yasmine lalu wanita itu memilih meninggalkan bara yang diam.
"kenapa kamu keluar dari agensi?" tanya bara ketika membuka kamarnya dan melihat yasmine yang sudah berada di atas ranjangnya
"maafkan aku bara, aku sudah tidak cocok di sana dari dulu aku ingin mempunyai agensi sendiri tidak bekerja dengan mereka" yasmine duduk menatap suaminya
"harusnya kamu cerita padaku yasmine" ucap bara memeluk istrinya yang entah sejak kapan malah menangis ia tak tahu apa yang terjadi dengannya
"maafkan aku telah membohongimu bara, aku selama ini keluar bertemu dengan teman temanku kami ingin bekerja sama membuat agensi sendiri tapi masih banyak kendala" wanita itu menjelaskannya sambil tetap memeluk suaminya
"yasmine bisakah kamu tidak usah bekerja? biarkan aku saja yang bekerja, aku sangat mampu menghidupi mu" ucap bara
"sayang aku pasti akan bosan di rumah terus" rengek yasmine
setelah perdebatan sedikit kolot tentang pekerjaan, bara akhirnya mengalah pada istrinya dan pria itu memodali istrinya untuk membuka agensinya sendiri bersama teman temannya.
*
*
Alice melajukan mobilnya membelah jalanan menuju mansion utama, dia akan menjemput ibunya sesuai kesepakatannya dengan Erick saat di telepon.
"silahkan" ucap anak buah Erick menggiring Alice masuk ke dalam mansion
"gak usah sok baik, kalian itu bekerja dengan orang jahat" ketus alice tanpa melihat kedua anak buah Erick yang ada di sampingnya
"di mana pria sialan itu?" ucap Alice ketika tidak melihat siapapun di dalam mansion
"tuan erick sedang ada urusan " jawab anak buah tersebut lali tidak berselang lama ibunya datang dengan di dorong seorang pelayan.
"mama" teriak Alice memeluk ibunya yang masih tetap sama diam seperti patung, mama Rania hanya diam dan menangis melihat putrinya, ia tahu kehidupan putrinya pasti sangat berat
drt drt
suara getaran ponselnya menghentikan pelukan alice
"dimana kak rei?" teriak Alice karena ia hanya bertemu ibunya
"santai lah baby, semua butuh tahap" ucap Erick santai sambil menikmati pijatan lembut di bahunya
"Erick apa maksudmu? aku sudah memberikan semuanya padamu mana janjimu?" teriak alice emosi
"tidak semudah itu Alice, nanti malam temui aku di restoran xx"
setelah mengucapkan itu Erick memutuskan panggilannya sepihak,yang membuat Alice semakin emosi
kayak seeindu..baru nongol nah 1 bab aja..s3hat2 kah lagi sibuk..✌🙏