Indonesia
NovelToon NovelToon
Janji Sahabat

Janji Sahabat

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen School/College / Romansa / Persahabatan
Popularitas:219
Nilai: 5
Nama Author: Keke Ganteng

"Janji Sahabat" menceritakan kisah tiga remaja yang dipertemukan oleh takdir di bangku SMA. Arga yang pendiam, Nanda yang penuh semangat, dan Dimas yang humoris bersumpah akan tetap menjadi sahabat sampai impian mereka terwujud.
Namun, perjalanan menuju masa depan tidak pernah mudah. Kemiskinan, perpisahan, kegagalan, dan musibah datang silih berganti, menguji kesetiaan mereka. Saat keadaan memaksa mereka memilih antara menyerah atau mempertahankan janji, mereka menyadari bahwa persahabatan sejati tidak diukur dari seberapa sering bertemu, melainkan dari keberanian untuk tetap saling menggenggam ketika dunia terasa runtuh.
Akankah janji yang mereka ucapkan di bawah langit senja mampu bertahan menghadapi kerasnya kehidupan? Ataukah waktu akan memisahkan mereka untuk selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Keke Ganteng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Latihan Drama Sekolah

Di tengah persiapan pernikahan ayah Naya yang terus berjalan, kehidupan sekolah tetap berlanjut dengan berbagai kesibukan lain, termasuk pengumuman dari Pak Hadi—wali kelas baru mereka di kelas 8—tentang pementasan drama tahunan yang akan diadakan sebagai bagian dari perayaan hari jadi sekolah.

"Kelas kita kebagian tema legenda daerah," umum Pak Hadi di depan kelas. "Ibu—maksud saya, saya, ingin kalian mementaskan cerita rakyat yang kalian riset sendiri. Kebetulan, ada kelompok yang tahun lalu pernah meneliti soal legenda pohon beringin di taman dekat komplek. Bagaimana kalau itu jadi bahan dramanya?"

Raka, Naya, Adit, dan Salsabila saling pandang, teringat kembali riset mereka tahun lalu tentang legenda pohon yang menjadi saksi janji sahabat mereka sendiri.

"Wah, pas banget," celetuk Adit, bersemangat. "Kita pasti jago meranin ini, soalnya kita yang paling ngerti ceritanya."

Pak Hadi kemudian membagi peran berdasarkan minat masing-masing murid. Raka, yang memiliki suara cukup jelas dan penampilan tenang, didapuk memerankan tokoh utama pria dalam legenda tersebut. Naya, dengan bakat menulisnya yang sudah dikenal luas, dipercaya menjadi penulis naskah sekaligus pemeran tokoh utama wanita. Sementara itu, Salsabila kebagian peran sebagai sahabat tokoh utama, dan Adit—meski awalnya berharap peran yang lebih heroik—akhirnya menerima peran sebagai narator yang menceritakan alur legenda di sela-sela adegan.

Latihan drama pun dimulai secara intensif setiap pulang sekolah, mengambil tempat di aula sekolah yang kosong. Naya, sebagai penulis naskah, menyusun cerita dengan detail yang terinspirasi langsung dari legenda pohon beringin yang mereka teliti tahun lalu—kisah tentang dua sahabat yang berjanji setia, namun diuji oleh cinta yang tumbuh di antara mereka.

Ironisnya, semakin dalam Naya menulis naskah itu, semakin ia menyadari betapa mirip cerita fiksi yang ia tulis dengan situasi nyata yang sedang ia alami bersama Raka dan Adit—sebuah kesamaan yang membuatnya merasa gugup setiap kali harus mengarahkan adegan romantis antara tokoh yang diperankan oleh Raka dan dirinya sendiri.

"Adegan ini, kalian harus tatap-tatapan lama, terus salah satu pegang tangan yang lain," instruksi Naya kepada Raka saat latihan, suaranya sedikit gemetar menahan gugup yang sulit ia sembunyikan.

Raka mengikuti instruksi itu, menggenggam tangan Naya dalam adegan latihan mereka, sebuah momen yang terasa begitu nyata meski berbalut naskah fiksi—membuat keduanya sama-sama merasakan detak jantung yang lebih cepat dari biasanya.

"C-cut! Udah, segini dulu," seru Naya buru-buru, melepaskan genggaman tangan itu dengan wajah memerah, berusaha menyembunyikan gejolak perasaan yang tiba-tiba muncul begitu kuat.

Adit, yang berdiri di sudut aula sambil memegang naskah perannya sebagai narator, menyaksikan momen itu dengan hati yang teriris, namun tetap mempertahankan senyum di wajahnya demi tidak merusak suasana latihan yang sedang berlangsung.

Sepulang latihan hari itu, Salsabila mendekati Raka yang masih merapikan properti sederhana yang mereka gunakan untuk latihan.

"Kamu sama Naya keliatan natural banget tadi, aktingnya," katanya, meski ada nada yang sulit ditebak di balik pujian itu.

"Masa sih? Aku malah ngerasa canggung banget," jawab Raka jujur, tertawa kecil mengingat momen tadi.

Salsabila tersenyum tipis, menatap Raka sejenak sebelum akhirnya berkata, "Raka, boleh aku tanya sesuatu?"

"Boleh, kenapa?"

"Kamu suka sama Naya, ya?"

Pertanyaan itu meluncur begitu saja, membuat Raka terdiam sejenak, tidak menyangka akan ditanya sedemikian langsung. Ia menatap Salsabila, mencoba mencari jawaban yang jujur namun tidak tahu bagaimana harus mengungkapkannya dengan tepat.

"Aku... aku nggak tau, jujur," jawabnya akhirnya, suaranya pelan. "Naya emang sahabat yang penting banget buatku. Tapi aku juga nggak tau apa itu lebih dari sekadar rasa sayang biasa."

Salsabila mengangguk pelan, menyimpan sesuatu di balik ekspresinya yang tenang. "Oke. Aku cuma penasaran aja."

Ia berjalan pergi lebih dulu, meninggalkan Raka yang berdiri termenung sendirian di aula yang mulai sepi, pikirannya dipenuhi kebingungan tentang perasaannya sendiri yang semakin sulit ia pahami—antara kehangatan yang ia rasakan bersama Naya, dan kekaguman yang terus tumbuh terhadap Salsabila.

1
Dini
jangan lupa mampir juga di karya ku
#Tanah_Luka_dan_Persahabatan
Keke Ganteng: ok siap
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!