seorang wanita pembunuh berdarah dingin meninggal dunia saat ingin menyelamatkan nyawa seorang anak kecil,
dimana aku?
kenapa tubuhku datar sekali?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eva Maysari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
sangat tidak patuh.
Satu jam kemudian ada seorang wanita muda datang ketenda milik Zhu Yuan Zhang dia adalah Bao yu.
Wanita itu ingin melabrak Jia Li secara langsung,tapi sebelum berhasil masuk dia sudah ditahan oleh Mia yang sedang melotot kearahnya.
Bao yu terlihat tidak berani menantang Mia,
"Jia Li, keluar kamu,aku ingin membuat perhitungan."teriak Bao yu sampai membuat Jia Li bangun dari duduknya dan melangkah keluar tenda.
"Bao yu?,ada apa."
Jia Li dan Bao yu saling kenal karena mereka disatu sekolah yang sama hanya kelasnya saja yang berbeda.
"Jia Li, beraninya kamu menikah dengan pangeran, seharusnya itu adalah aku."
"Tapi pangeran sendiri yang ingin menikahi Jia Li,tanpa dipaksa siapapun,lagi pula pangeran juga tidak memiliki pasangan sebelumnya."
"Aku menyukai pangeran."
"Sejak kapan kamu menyukai pangeran pertama, bukankah dulu kamu sering menghina dirinya?."
"Ah,itu dulu, sekarang semua sudah berubah."
Tak lama kakak dari Bao yu datang untuk membawa sang adik pergi sebelum Zhu Yuan Zhang datang,tapi percuma, Zhu Yuan Zhang sudah tiba.
"Ada apa ini,kenapa terlihat sangat ramai didekat tenda milikku,apa yang sedang kalian lihat?."ucap Zhu Yuan Zhang dengan wajah gelap.
Kakak Bao yu langsung memberikan hormat kepada Zhu Yuan Zhang dan meminta maaf atas ketidak sopanan sang adik.
Sedangkan Zhu Yuan Zhang langsung menatap kearah Jia Li yang masih berdiri didepan pintu tenda dengan perlindungan dari Mia, Zhu Yuan Zhang langsung berjalan mendekati sang istri.
Mia memberi jalan kepada tuannya, sebelum masuk kedalam tenda Zhu Yuan Zhang melihat kearah belakang.
"Bawa pengacau itu pergi,atau aku yang akan membuatnya diam untuk selamanya."
Saat mendengar ucapan dari mulut Zhu Yuan Zhang ,Kakak dari Bao yu langsung menyeret sang adik untuk segera pergi, sedangkan Zhu Yuan Zhang meminta semua orang yang berada disekitar tenda untuk pergi, begitu juga dengan Mia.
Seketika suasana menjadi hening,langit pun berubah mendung lalu turun hujan.
Didalam tenda Zhu Yuan Zhang memeluk tubuh Jia Li sambil duduk disebuah kursi.
"Sangat tidak patuh."
"Apa suami baik-baik saja?."
"Apa aku terlihat tidak baik-baik saja?."
"Maaf,Jia Li sangat khawatir."ucap Jia Li sambil merunduk,dia tidak berani menatap wajah tampan suaminya itu.
Zhu Yuan Zhang mencubit dagu Jia Li untuk bisa mengarahkan wajah Jia Li, lalu menciumnya dan menggigitnya.
Akh,,,
"Sakit."
"Hem,."ucap Jia Li sambil menganggukkan kepalanya.
"Tahu sakit,tapi tetap tidak patuh, Li'er harus dihukum."
Zhu Yuan Zhang mencium bibir Jia Li lagi dengan sangat lembut,membuat tubuh Jia Li terasa panas,menyesap buah pir sampai Jia Li mengeluarkan suara ambigu.
Lalu Zhu Yuan Zhang juga melahap tiram putih milik Jia Li,sampai tubuh itu bergetar hebat dan mengeluarkan cairan khas tiram putih itu, Zhu Yuan Zhang masih memakannya dengan lahap.
"Suami, jangan, itu menjijikan."
"Hem, tidak,ini sangat nikmat."
"Hem,suami aku sudah tidak tahan."
"Apa, istri lupa kalau sedang dihukum,Hem."
Hah,,,
Jia Li terlihat terkejut saat mendengar ucapan dari mulut suaminya,Zhu Yuan Zhang langsung menghentikan aktivitasnya.
"Tidurlah ,kamu juga pasti sangat lelah bukan."ucap Zhu Yuan Zhang sambil bangun dari tempat tidur.
Jia Li hanya menganggukkan kepalanya saja ,dia sudah tidak patuh dan membuat suaminya marah,kini dia lebih baik tidak mengulanginya lagi.
Sebenarnya, Zhu Yuan Zhang tidak marah, hanya saja dengan datangnya Jia Li kesini Zhu Yuan Zhang hanya tidak mau kalau sampai musuhnya memanfaatkan kesempatan ini,musuh yang tidak terlihat, jauh lebih menakutkan dari musuh yang terlihat.
Zhu Yuan Zhang hanya sedang duduk sambil membaca gulungan kertas, sedangkan Jia Li sebenarnya tidak tertidur, dia hanya memejamkan matanya saja saat ini, Zhu Yuan Zhang juga sudah melihat semuanya.
Satu jam kemudian,hujan masih turun, Zhu Yuan Zhang melirik kearah Jia Li yang ternyata masih belum bisa tertidur pulas, Zhu Yuan Zhang meletakkan gulungan kertas diatas meja.
Melangkah mendekati tempat tidur, Zhu Yuan Zhang juga merebahkan tubuhnya sendiri,mengambil tubuh Jia Li agar lebih mendekat,lalu memeluknya.
Hem,,,,
Zhu Yuan Zhang melakukan penyatuan dibawah sana tanpa melepaskan baju yang dipakai oleh Jia Li,
Akh,,,
"Suami."
"Apa kamu tahu kalau aku sangat khawatir saat kamu meninggalkan rumah,Hem."
Jia Li langsung mencium bibir Zhu Yuan Zhang dengan sangat menggebu-gebu.
"Suami tidak marah lagi?."
"Kapan aku marah?."
"Hem,tadi."
"Aku bukan marah,kamu tahu kan musuhku dimana-mana,jadi sebelum meninggalkan rumah, setidaknya kamu kabari aku lebih dulu,Hem."
"Iya,akh,,."
Jia Li pun semakin menjerit nikmat saat Zhu Yuan Zhang menambah ritme permainannya .
Ke esokan harinya , Jia Li dan Zhu Yuan Zhang sedang bersantap sarapan pagi bersama.
"Kalau begitu,lebih baik Jia Li kembali kerumah."
"Nanti saja,aku sendiri yang akan mengantarkan kamu, untuk sementara waktu Li'er disini dulu,kalau mau pergi keluar harus bersama Mia."
"Baiklah,suami."
Zhu Yuan Zhang pun berpamitan untuk kembali berperang, raja Lan masih belum menunjukkan batang hidungnya sampai sekarang.
Di Medan perang,Zhu Yuan Zhang langsung berhadapan dengan seorang pangeran, anak dari seorang selir raja Lan.
"Aku kira kamu sudah lari ketakutan, Zhu Yuan Zhang."ucap pangeran Lan itu dengan nada suara sinis
Sedangkan Zhu Yuan Zhang hanya diam sambil menatap kearah pangeran Lan dengan tatapan mata merendahkan.
Ais,,,
"Heh,apa yang kamu fikirkan."
"Berisik sekali,apa kamu memang terlalu banyak bicara?."ucap Zhu Yuan Zhang dengan nada suara dingin
"Brengsek,,."ucap pangeran Lan itu dengan nada suara kesal.
Pangeran Lan langsung ingin menyerang kearah Zhu Yuan Zhang tapi secara tiba-tiba, pangeran Tang Jin sudah ada didepan Zhu Yuan Zhang sambil membenturkan pedang hitam miliknya dengan pedang dari pangeran Lan.
"Zhu Yuan Zhang, pangeran ini adalah milikku."ucap pangeran Tang Jin.
Zhu Yuan Zhang langsung berwajah gelap sekarang.
"Tang Jin,kenapa kamu selalu merusak kesenanganku?."ucap Zhu Yuan Zhang dengan nada suara dingin.
"Hey,kita akan menjadi saudara, sepertinya adik mu itu, Zhu juang menyukai adik ku dari ibu selir, selamat untuk kita berdua,hehe."
Ais,,,
Zhu Yuan Zhang langsung meninggalkan pangeran Tang Jin jauh sampai tidak terlihat lagi, Zhu Yuan Zhang sudah sangat dibuat kesal olehnya tapi kalau dia membunuh pangeran Tang Jin,sang adik pasti tidak akan bisa bersatu dengan wanita pujaannya.
Zhu Yuan Zhang sangat dilema tapi apa daya demi kebahagiaan Zhu juang,dia akan berusaha untuk lebih bersabar.
_________
Bersambung
(^∆^)
dan saya sangat suka