Tamara yang harus hidup sebatang kara karena di tinggalkan oleh orangtuanya pasca kecelakaan, hingga akhirnya dia bertemu kembali dengan teman masa kecilnya Alex. Alex yang sekarang telah berubah menjadi seorang fuck boy karena orangtuanya selalu tidak mempunyai waktu untuk Alex. Alex yang selalu bermain dengan wanita meskipun dia sebenarnya hanya ingin melampiaskan ke sepian tersebut. dan pada akhirnya Tamara dan Alex di pertemukan kembali. Tamara yang tidak menyangka kalau alex akan berubah sedangkan Alex masih tidak percaya kalau Tamara masih hidup. Tamara yang membenci kehidupan Alex karena Alex selalu mempermainkan hati perempuan demi kesenangan nya sendiri dan dia selal u melampiaskan kemarahannya dengan mabuk mabuk. akankah Tamara bisa membuat Alex menjadi baik dan meninggalkan kebiasaan buruk tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon airen_4, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Alex vs Adiguna
Alex yang berada di mansionnya sedang memantau pekerjaan nya lewat dari laptop sehingga dia tidak perlu untuk pergi ke perusahaan.
"gimana kabarnya Tamara yah? Saya merindukan dia. tapiii saya kesal juga sama dia! Ahhhh" teriak Alex hingga membuat mansion gempar.
paman Tino, Felix dan Ridwan beserta anak buahnya langsung berlari ke arah ruangan Alex.
"ada apa bos!" ucap Felix dan Ridwan.
"ada apa Alex. Apa yang sedang terjadi?" tanya paman Tino.
Alex kebingungan dan heran melihat mereka langsung datang ke ruangan nya.
"saya ngak apa apa!" jawab nya dengan santai tanpa berdosa.
Ridwan melirik ke arah Felix.
"bos kayaknya udah gila. masa dia teriak gitu tanpa sebab!" bisik Ridwan.
"shuttt diam lah! kamu mau nyawa mu melayang?" tanya Felix.
"kamuuuuuu!" teriak Alex. Alex berdiri dan perlahan berjalan menuju ke arah Ridwan.
"maaf bos! Maafff! Saya janji ngak bakalan ngomong seperti itu lagi!" teriak Ridwan mencoba menghindari.
"sekarang kamu takut. Tadi kamu bilang bahwa saya itu gila! Hah!!" teriak Alex. Paman Tino yang melihat tingkah mereka sedikit pusing. Dia kebingungan dengan sifat mereka.
"udah..udah. Kalian seperti anak kecil. Selalu berantam" ucap paman Tino. Alex pun menghentikan langkah nya untuk mengejar Ridwan. "jadi, paman lebih memilih dia daripada saya?" tanya Alex.
"ehmmm ada yang cemburu ini!" ucap Ridwan yang kembali di tatap oleh Alex.
"udah...udah. Paman makin hari makin pusing lihat tingkah kalian itu. Dan kamu Alex, kamu kenapa? kenapa kamu berteriak seperti itu tadi?" tanya paman Tino. Alex lagi lagi menghentikan langkahnya.
"paman! Alex itu...." ucap Alex terbata bata.
"Iyah kamu kenapa? Ada apa? Paman pusing dengar kamu teriak ngak jelas seperti itu?" ucap paman Tino.
Alex mendekati paman Tino sambil mengucapkan.
"Alex pengen ketemu sama Tamara, paman!" ucap Alex yang membuat paman Tino, Felix dan Ridwan bengong.
"jadi, bos tadi teriak karena hanya rindu sama Tamara. Ck.ck" ucap Ridwan yang kembali di tatap oleh Alex.
"kalau kamu rindu sama Tamara. kenapa kamu ngak kesana aja. kenapa kamu harus teriak teriak di sini?"tanya paman Tino.
"tapi..paman?" jawab Alex.
"masa seorang bos takut sih sama wanita. ngak etis banget!" ceplos Ridwan.
"Ridwan! kamu diam. kamu bukan nya ngasih solusi malah memperburuk keadaan" teriak paman Tino.
"Iyah paman. Maaf. Heheh!" jawab Ridwan.
Paman Tino menepuk bahu Alex.
"sekarang kamu pergi ke kosan nya. Temui dia dan nyatakan apa yang ingin kamu katakan sama dia" ucap paman Tino.
Alex memandang paman Tino penuh harap.
"ngak apa apa Alex. Paman tahu kalau nak Tamara itu juga punya perasaan dengan kamu!" ucap paman Tino lagi. Akhirnya tidak beberapa lama sebuah ponsel berdering.
"ini siapa?" tanya Alex kebingungan karena nomor yang tidak di kenal.
"kalau kamu ingin ketemu dengan Tamara! Kamu harus datang kesini sendirian. kamu harus tahu semuanya!" ucap seseorang yang membuat Alex marah dan emosi.
"siapaaa ini?! Hah!!!" teriak Alex.
"hahah. semakin cepat kamu datang kesini semakin cepat pula kamu bertemu dengan Tamara jangan buang buang emosi mu" ucap seseorang tersebut.
seseorang tersebut langsung mematikan ponselnya sedangkan Alex yang sudah tersulut emosi.
"ada apa Alex? Siapa yang menelpon kamu tadi?" tanya paman Tino.
"Alex juga tidak tahu paman. Tapi yang jelas nyawa Tamara sedang dalam bahaya dan saya harus menolong dia paman sebelum mereka melakukan hal hal jahat kepadanya paman." jawab Alex.
"tapi kita tidak boleh lalai karena hal itu bos. Bisa saja itu cuman jebakan buat kamu datang kesana" ucap Felix.
"Iyah Alex. Paman tahu kamu itu ingin sekali melindungi dan menjaga nak Tamara. tapi untuk lebih memperjelas semuanya kamu pastikan dulu bahwa itu adalah Tamara" ucap paman Tino. akhirnya alex pun menelpon Tamara tetapi apa yang di dengar oleh Alex membuat nya tidak senang. Dan apa yang terjadi hari itu membuatnya merasa bersalah.
seseorang mengangkat telpon Tamara dan yakni itu adalah Wawan.
"halo. Ini siapa? kamu apakan Tamara? Hah!!! Kalau sampai tamara kenapa kenapa saya ngak akan tinggal diam! Di mana dia sekarang?" teriak Alex.
dan ini lah yang membuat Alex semakin teriris hatinya ketika dia melihat Tamara sedang duduk di sekap oleh seseorang.
"bukan kah itu ayah? Kenapa ayah ada di sana?" tanya Alex melihat dengan jelas video call yang di sembunyikan oleh Wawan.
Alex yang melihat Adiguna sedang mendekati Tamara sambil berteriak membuat Alex semakin membenci dengan ayah nya.
Akhirnya tanpa basa basi Alex berserta anak buahnya menuju ke tempat di mana tamara di sekap oleh ayah nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
sementara tamara yang biasanya kerja dan ketika dia hendak istirahat dia memilih untuk ke taman. Dan tanpa dia sadari ternyata salah satu anak buah Adiguna datang untuk menculik Tamara.
"lepaskan saya! Lepaskan!!! Siapa kalian?!" teriak Tamara yang berusaha untuk mencoba kabur tapi Tamara yang tidak sebanding dengan banyaknya anak buah Adiguna membuatnya kewalahan.
tanpa di sengaja juga salah satu anak buah Adiguna membiusnya karena mereka takut kalau kedapatan dan akhirnya dia membius Tamara supaya diam.
sedangkan Adiguna yang sudah berada di tempat di mana tamara akan di sekap masih menunggu informasi penculikan dari Tamara.
setelah anak buah nya berhasil membawa tamara, Adiguna senang dan bahkan dia menyuruh anak buahnya untuk menyekap Tamara di ruangan.
Byurrrr.
Adiguna tanpa dengan perasaan langsung menyiram air ke wajah Tamara hingga Tamara langsung sadar.
"ini di mana? dan kamu siapa? kenapa kamu menculik saya ke tempat ini?" tanya Tamara yang masih belum sadar sepenuhnya. Adiguna tertawa dengan lantang.
"hahah. ternyata kamu belum sadar yah Tamara atau kamu itu hanya pura pura tidak mengenali saya?" ucap adiguna. Tamara semakin penasaran dengan suara tersebut dan dengan kesadaran yang penuh dia hampir tidak percaya dengan apa yang dilihat nya.
"kamuuu! kamu bukan nya!!" ucap tamara terbata bata. "Iyah! Kamu tentu saya mengenali saya kan. Saya itu Adiguna Sutowo, ayah Alex. Hahahah" ucap adiguna dibarengi dengan tawaran yang keras.
"kenapa anda menculik saya? apa yang anda inginkan. lepaskan saya!" teriak tamara.
"melepaskan mu! Iyah saya akan melepaskan kamu sebelum kamu memberikan kalung itu kepada saya!!" teriak adiguna.
"ngak! Saya ngak akan memberikan kalung itu kepada siapapun termasuk anda. karena itu milik saya" jawab Tamara penuh dengan keberanian.
Plakkk
Adiguna menampar wajah Tamara hingga sudut bibir Tamara berdarah dan bukan hanya itu saja Adiguna menarik rambut Tamara hingga membuat Tamara kesakitan.
"kalau kamu masih sayang dengan nyawamu sekarang kamu harus serahin kalung itu segera" ucap adiguna dengan pelan tetapi itu tidak membuat Tamara langsung memberikan kalung itu.
"dengar, sampai kapan pun saya ngak akan memberikan kalung itu kepada anda. karena itu adalah hak saya meskipun nyawa saya yang jadi taruhan nya" jawab Tamara.
dan lagi lagi Adiguna menyiksa Tamara.
"dasar anak kurang ajar kamu! Gini kamu di ajarin oleh Wijaya, seorang pemberontak dan pembohong itu! Hah!!" teriak adiguna.
"maaf anda salah. Anda yang pemberontak dan pembohong bukan ayah saya. Hanya demi harta anda menukar nyawa seseorang hanya demi kejayaan dan kekayaan anda" jawab Tamara.
Adiguna yang mendengar nya tersulut emosi dan dengan keras nya dia kembali menampar Tamara hingga membuat Tamara pingsan.
"saya ingin kalian menjaga dia. jangan sampai ada orang yang datang kesini! Paham!!!" perintah adiguna.