Indonesia
NovelToon NovelToon
Key And Bian

Key And Bian

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:12.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: LaSheira

Selamat Membaca kisah Key And Bian 💖💖

Takdir masa lalu Presdir Adiguna Group dan seorang model bernama Jesika, telah membuat sebuah benang kusut untuk kehidupan anak-anak mereka.

Key dan Bian dua manusia yang mengenal arti cinta dengan cara berbeda. Semua terasa sederhana jikalau itu hanya tentang rasa mereka berdua. Tentang cinta berbeda status, tentang orang ketiga. Namun takdir masa lalu orangtua telah menyeret mereka dalam hubungan rumit tentang penghianatan, tentang ibu yang tersakiti, tentang kebencian yang diwariskan.


Dan bagaimana kalau takdir masa lalu itu memunculkan seseorang, anak yang tak diketahui. Dari situlah rumitnya takdir masa lalu itu akan terurai.

Akankan cinta Key dan Bian bersatu menuju perayaan?

Akan ada banyak tawa dan bahagia, namun juga akan ada airmata.

selamat membaca 🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaSheira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Diperlakukan Seperti Adik

Key sudah mengumpulkan energi,

untuk kembali memulai aktivitas sorenya. Dia sudah turun angkot dan sampai di

minimarket.

“ Halo Kak, saya datang. Hihi.”

Sambil menongolkan kepala di pintu, dan memamerkan gigi-giginya.

Hamzah sedang menghitung uang di belakang

kasir tersenyum senang.  Selesai juga jam

kerjanya. “ Selamat datang, pas sekali,  aku ada kuliah soalnya.” Masih melanjutkan menghitung uang.

“ Kak Hamzah ambil kuliah apa?” Key terkejut saat mendengar kak Hamzah ternyata kuliah lagi. Selama ini setahunya, pria usia 30 tahunan itu bekerja sebagai desain grafis di rumahnya.

“  Desain grafis juga Key. Biar profesional harus jadi desainer bersertifikat.”

“ Keren kakak.” Key mengacungkan

jempolnya. Lalu ia beranjak masuk ke dalam gudang, mengambil daftar persediaan

barang. “Bos bilang ada barang datang nanti malam Kak.”

“ Kenapa musti datang malam, kan tahu kamu yang jaga Key. Nggak apa-apa?”

“ Beres Kak. Key bisa melakukan apa saja kok.”

“ Ck, ck, kamu ini makan apa si Key, melihat kamu,  hidupku  jadi terasa aku itu gak punya beban.  Gadis muda seperti kamu yang punya semangat

juang luar biasa, rasanya malu kalau aku musti mengeluh.”

“ Haha, Kak Hamzah bisa saja. Key

memang hanya punya semangat untuk bekerja keras.” Sambil mengepalkan tangan. “ Kak Hamzah belum ingin menikah apa ya?” Key tertawa, sambil merapikan

barang-barang di etalase. Tahu kalau pertanyaannya menohok.

Hamzah mengibaskan rambutnya,

wajahnya jadi tampak lesu. “ Pertanyaanmu membuat hatiku sedih Key. Hik, hik.”

Key berjalan mendekati Hamzah, lalu menepuk-nepuk bahunya.

“ Yang sabar ya Kak.”

“  Jodohkan rahasia Tuhan. Lagian orang tua  sekarang, tahu sendiri, mereka ingin pria mapan dan berpenghasilan tetap untuk bisa meminang anak mereka. Apalah daya diriku ini, hanya desain grafis

rumahan, dan penjaga minimarket.” Hamzah menyelesaikan hitungannya. “Taruh uang

dulu ya.” Key menganguk dan meneruskan pekerjaannya.

Key menghela nafas. Kelak tidak

akan ada yang menanyakan pada laki-laki yang akan menikahinya. Tentang bekerja

di mana, siapa orang tuamu, dan lain-lain yang kadang membuat laki-laki mundur

untuk berani meminang wanita. Ayah, ibu, Key akan jadi wanita yang kuat. Jangan

kuatir di sana, Key akan menjaga Basma dan mengantarkannya menuju kesuksesan.

“ Aku pulang dulu ya Key, mau mandi.”

“ Ia Kak.”

“ Nanti sms aja ya kalau barang

datang, kalau aku sudah selesai kuliahnya kan bisa bantu-bantu.”

“ Ia Kak, makasih.”

Hamzah meninggalkan minimarket.

Pelanggan masuk, silih berganti. Key sibuk dengan pikirannya sendiri. Tentang

angan-angan kuliah yang kembali melintas. Ia menghitung belanjaan sambil

mencoba merangkai impian tentang kehidupannya. Tapi tetap saja, ia hanya

menemukan wajah Basma di sana. Laki-laki tampan dengan seragam SMU,

seseorang yang harus ia biayai dan sekolahkan sampai universitas. Sehingga

tidak ada lagi ruang bagi dirinya sendiri.

“ Ngelamunin apa si?”

Key terperanjak, tiba-tiba Anjas sudah ada di depan  meja kasir.

Menelungkupkan tangan ke dagu, sambil memandang Key dengan sorot mata tajam.

“ Kak Anjas. Bikin kaget saja.” Dia

langsung bangun dari duduk.

“ Lagi mikirin apa si, sampai tidak sadar aku datang.” Goda laki-laki itu lagi.

“ Gak mikirin apa-apa Kak, lagi ngelamun aja.  Selamat datang!” beberapa

pelanggan masuk. Sudah hampir jam delapan. Gelap sudah menyelimuti bumi.  “ Bagaimana Kak, bisa dibantu.”

“ Nah jadi lupakan, habis lihat

wajah Key yang manis itu jadi langsung buyar isi kepala.” Wajah Key bersemu

merah malu. “ Kita ngobrol sambil kamu jaga kasir nggak apa-apakan?”

“ Nggak apa-apa Kak, silahkan

duduk.” Key mengeser kursinya. Anjas menolak, ia memilih tetap berdiri dan

menyuruh Key untuk duduk. Pelanggan membawa barang-barangnya, Key menghitung

lalu menyerahkan kantong belanjaan. Begitu seterusnya, sampai beberapa orang.

Sekarang sudah tidak ada hanya mereka berdua. “Maaf kak, dicuekin.”

“ Haha, tidak apa-apa key. Aku

jelaskan semuanya ya. Tamu undangan ada 150 orang, tapi setiap tamu undangan

bisa membawa satu orang. Jadi dihitung-hitung ada 300 orang. Karena itu aku

pesan semuanya 400 porsi. Biasanya Key buat satu porsi itu lima buah kan, nah

nanti dibuat saja perporsi itu 3 buah. Untuk penyajiannya, jangan mengunakan

mangkok plastik sama tusuk gigi, tapi pakai mangkuk kecil kaca sama garbu yang

kecil.”

Key mendengarkan. Mangkuk kecil

sama garbu, jadi butuh berapa mangkok sama garbunya, 400 pcs juga.

“ Key, melamun lagi.” Anjas

menjentikan jarinya di depan wajah Key.

“ Tidak kak, Key lagi hitung-hitungan.”

Anjas tertawa. “ Jadi bagaimana? Sudah terbayangkan?”

“ Ia kak, 400 porsi, isi 3 buah,

wadahnya mangkok kaca sama sendok garbu. Jadi somainya ada sekitar 1200 biji.”

“ Ia, jadi hitungannya tetap saya

hargai 20 ribu perporsi.”

“ Tapikan isinya cuma somai 3 kak, ya tidak bisa dihitung satu porsi yang biasanya.”

“ Termasuk mangkok sama garbunya.”

Key menimang dan mencoba

menghitung-hitung. Ia terlihat berfikir cukup keras. Apa kalau ia terima, ia

tidak di sebut serakah.

“ Lalu mangkok dan garbunya nanti

gimana kak?”

“ Bisa Key ambil kalau Key mau.”

“ Wahh, orang kaya memang berbeda ya.” Penuh kekaguman.

“ Haha, yang kaya bukan aku Key, tapi Adiguna Grup. Tapi bisik-bisik aja ya, sebenarnya hampir sekitar 50 % dana yang dipakai juga dari dana sponsor. Perusahaan brand fashion yang

banyak menyumbang dana.”

“ Wahh, benarkah. Key benar-benar

tidak percaya, ternyata cara hidup orang-orang kaya memang susah untuk masuk

ke akal Key. Mereka dengan gampangnya menyumbang uang, bahkan kepada perusahaan

besar seperti Adiguna Grup.” Berdecak kagum lagi.

“ Sama-sama saling menguntungkan

Key. Mereka mendapat promosi secara gratis, dan kami dapat uang. Baiklah mau

dpnya kapan? Sekarang.”

“ Bisa di transfer aja kak, nanti Key kirim SMS.

Pas Basma adik aku juga sudah libur sekolah, pas sekali waktunya.”

“ Basma, kamu punya adik.”

“ Ia, yang pernah jemput waktu itu, pertama

kali kak Anjas juga kemari pernah liatkan. Cowok ganteng dan tinggi itu lho.”

“ Ganteng? Gak lihat mukanya. Tapi

senang dengarnya ternyata kalau dia itu adikmu.” Pikirannya langsung tertuju

kepada Bian, dia pasti senang mendengarnya.

“ Kenapa si memangnya, kak Bian juga

kemarin sempat salah paham.”

“ Bian, kenapa dia.” Antusias.

Key tertegun sebentar, hubungannya

dengan Bian yang sudah jauh lebih baik sekarang,  tidak perlu ia jelaskan kan. Sudah beberapa

kali makan malam bersama yang menyenangkan.  Ah ia, tentu saja,  tidak perlu,

nanti malah berujung salah paham batin Key.

“ Tidak apa-apa Kak.” Terdengar

klakson mobil dari luar, mobil pengangkut barang datang. “ Kak ada stok barang

datang, aku temui mereka dulu ya.”

Key mengambil catatan barang, lalu

keluar. Berbicara sebentar dengan sopir. Lalu kuli yang mulai menurunkan

barang-barang di depan pintu masuk. Key menghitung kardus-kardus dan

mencocokannya dengan data-data yang ada di tangannya. Hampir setengah jam.

Anjas masih menunggu di dalam toko, dia memperhatikan Key yang masih mencatat.

Lalu Key masuk ke dalam toko. “ Aku tinggal ya Kak, mau masukin barang ke gudang.”

“ Aku bantu ya.”

“ Tidak Kak, Key udah biasa kok.”

Berusaha menolak dengan serius.

“ Tidak apa-apa.”

Anjas mengambil troli dorong di

dalam gudang, lalu keluar masuk mengangkut kardus. Key hanya membantu menaikan

kardus-kardus ke atas troli. Tiga kardus terakhir akhirnya sudah berpindah ke

dalam gudang.

“ Ah, tega sekali pemilik toko ini,

memperkerjakan wanita untuk tugas seberat ini.” Anjas kelelahan, sambil duduk

meluruskan kaki di teras. Key masuk mengambil sebotol air, dan juga kotak

makannya.  Sudah jam delapan lewat, dan

Bian belum menunjukan batang hidungnya, jadi dia menyimpulkan kalau laki-laki

itu tidak akan datang  malam ini.

“ Silahkan Kak.” Key menyerahkan

botol minum, Anjas menerimanya. “ Mau makan Kak, tadi Key juga belum sempat

makan malam.”

Anjas memukul kepala Key. Gadis itu

mengaduh dan bingung. “ Kamu ini, bagaimana bisa jam segini baru makan. Key,

jaga kesehatanmu.”

“ Ia kak.” Seperti saat ia memarahi

Basma kalau anak itu telat makan.

“ Kadang-kadang banyak orang

menyepelekan pola makan, padahal banyak sekali penyakit yang bersumber awalnya

dari perut. Apalagi kamu bekerja keras dari pagi sampai malam. Kamu itu

membutuhkan asupan gizi jauh lebih banyak, ditambah lagi sedang masa

pertumbuhan.”

“ Ia Kak.” Key jadi merasa memiliki seorang kakak.

“ Makan yang banyak dan tidur yang cukup.”

“ Ia Kak.” Menganguk-anguk takjim.

“ Apa sih Key jawabnya, kayak lagi dimarahi ayahmu saja.”

Key tersenyum. Dia memasukan

makanan kemulutnya. Lalu memandang ke langit, ada beberapa bintang yang

terlihat. Namun tidak terlalu jelas, di kota besar, cahaya bintang tertutup oleh

gemerlap lampu-lampu. Tanpa mereka sadari, di sebrang jalan ada seorang pemuda  yang lagi-lagi hanya bisa memandang dari kejauhan.

“ Kenapa kak Anjas ada disana

juga.” Ia mengomel sambil menendang udara dengan kesal. Dinginpun mulai menusuk

ke pori-pori.

Bersambung.....

Apa kalian punya mimpi yang ingin kalian capai?

Apa kalian sudah memulai untuk mewujudkannya?’

1
Nurma Sadiah
cie yang seneng di posesif🤣
Abizar Alfarizki
hadeeh bian 🫩
Nurma Sadiah
wow ternyata bian dan basma adik kakak😄
Nurma Sadiah
mau bakso🤤 apalagi makannya bareng orang kaya bian
Septi Msi Yogyakarta
halo kak author
aku rindu dgn krya2 mu
Nurma Sadiah
amanda sama anjas aja, cocok👍
Nurma Sadiah
ih sakit banget sih klo jadi manda/Sob/
Nurma Sadiah
happy ending😍
Mahendra Sari Anwar
kak,,ko blm ada lg cerita yg baru?
aku selalu tgu lohhh cerita nya🔥🔥🫶
love love love berkobon² nanas kan🫶
Mahendra Sari Anwar
maui lagiii🔥🫶
Maryam Husain
luar biasa
Putriani
izin mampir yah😍
☠Arin_
aku suka final ending yg bahagia gini
☠Arin_
the end🙏
☠Arin_
waaaah mau pamer🤣🤣🤣
☠Arin_
Senengnya🤣🤣🤣
☠Arin_
Sedih aja
☠Arin_
plong
☠Arin_
wah kena deh🤣🤣🤣
☠Arin_
😭😭😭😭masih berlanjot
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!